Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia dan berdampak pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberdayaan kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu Curug dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan pelatihan pembuatan nugget lele-tempe (Nulte) sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan dengan pendekatan CBIA (Cara Belajar Insan Aktif), pelatihan serta demonstrasi pembuatan Nulte, dan evaluasi menggunakan kuesioner pre-test serta post-test yang terdiri dari aspek manajemen (3 pernyataan) dan aspek sosial kemasyarakatan (11 pernyataan). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan diuji secara statistik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dimana aspek manajemen meningkat dari 23% menjadi 83% jawaban benar dan aspek sosial kemasyarakatan naik dari 34% menjadi 89%. Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan bermakna antara pre-test dan post-test (p < 0,001), sementara latar belakang pendidikan dan jumlah anak tidak memengaruhi peningkatan skor. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam pencegahan stunting melalui pengolahan pangan lokal sebagai PMT bergizi.
Copyrights © 2025