Ekosistem pesisir Salurang, Kabupaten Sangihe, Sulawesi Utara, menghadapi ancaman abrasi kritis yang diperparah oleh degradasi ekosistem mangrove dan kerusakan infrastruktur pelindung yang menyebabkan kerugian ekologis dan sosio-ekonomi. Salah satu strategi mitigasi adalah menerpakan rehabilitasi mangrove mono-spesies, yang telah terbukti tidak memadai dan kurang efektif untuk restorasi lingkungan jangka panjang. Keadaan ini mendorong penerapan pendekatan restorasi multi-spesies yang lebih holistik. Pengabdian kepada masyarakat kolaboratif antara ITB, Polnustar dan masyarakat Kampung Salurang ini bertujuan mengevaluasi potensi restoratif dari pendekatan multi-spesies yang pada fase ini berfokus pada kelangsungan hidup mangrove Rhizophora apiculata dan Calophyllum inophyllum. Monitoring selama 90 hari pasca-penanaman menunjukkan tingkat kelangsungan hidup C. inophyllum (82,48%) yang signifikan lebih tinggi dibandingkan R. apiculata (53,70%). Perbedaan ini diduga berhubungan erat dengan kerentanan R. apiculata terhadap tekanan lingkungan di muara sungai Salurang yang terdegradasi (sedimentasi, sampah, fluktuasi salinitas), sementara C. inophyllumdi lokasi relatif terlindung menunjukkan adaptasi yang optimal. Meskipun demikian, tingkat kelangsungan hidup R. apiculata masih lebih baik dari beberapa inisiatif mono-spesies di beberapa tempat lain. Hasil ini juga menegaskan pentingnya alokasi spesies berdasarkan kesesuaian ekologis dan menyoroti urgensi reintroduksi spesies kunci lain seperti Nypa fruticans untuk meningkatkan resiliensi ekosistem. Pendekatan partisipatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan pelibatan masyarakat aktif dalam seluruh tahapan program telah memperkuat relevansi solusi lokal, menumbuhkan rasa kepemilikan, dan mengintegrasikan kearifan lokal dengan data ilmiah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggarisbawahi model rehabilitasi pesisir dengan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, kearifan lokal, dan partisipasi komunitas dalam upaya merestorasi pesisir dan mengoptimalkan manfaat multifungsi sumber daya lokal. Ketik abstrak bahasa Indonesia di sini.
Copyrights © 2025