Kanker merupakan salah satu beban penyakit tidak menular terbesar di Indonesia dengan tingkat mortalitas yang tinggi akibat keterlambatan diagnosis. Sebagai kontak pertama dalam sistem kesehatan, dokter di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) memiliki peran krusial dalam deteksi dini untuk menurunkan risiko stadium lanjut, namun kapasitas klinis mereka saat ini masih perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan klinis dokter layanan primer di Kabupaten Sukoharjo dalam deteksi dini kanker payudara, serviks, paru, dan kolorektal, serta mendorong kesiapan implementasi dan perubahan praktik skrining di FKTP. Kegiatan dilakukan melalui seminar interaktif secara hibrid yang diikuti oleh 243 dokter layanan primer. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, di mana 117 peserta menyelesaikan kedua tes tersebut secara lengkap dan datanya dianalisis lebih lanjut. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan (p < 0,001), dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 67,95 ± 15,22 dan post-test sebesar 90,43 ± 18,53. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan seminar efektif dalam meningkatkan pemahaman dokter layanan primer mengenai deteksi dini kanker. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk memperluas jangkauan dan memperbarui pengetahuan dokter mengenai skrining kanker.
Copyrights © 2026