Kecemasan merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang sering dialami remaja dan dapat berdampak negatif terhadap konsentrasi belajar serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) sebagai upaya pengelolaan kecemasan pada siswa SMAN 8 Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 30 siswa kelas X melalui sesi edukasi kesehatan mental dan praktik langsung terapi SEFT secara berkelompok. Tingkat kecemasan siswa diukur menggunakan instrumen Skrining Dini Kecemasan Sederhana (SDKS) yang terdiri dari 10 item pertanyaan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori kecemasan sedang hingga tinggi (69,9%). Selama pelaksanaan terapi SEFT, secara observasional terlihat adanya penurunan ketegangan fisik, pernapasan yang lebih teratur, serta perubahan emosi menjadi lebih tenang dan nyaman. Siswa juga melaporkan berkurangnya rasa khawatir berlebihan dan meningkatnya kepercayaan diri dalam menghadapi aktivitas belajar. Implementasi SEFT terbukti mudah dipelajari, dapat dilakukan secara mandiri, serta memberikan efek relaksasi langsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa terapi SEFT berpotensi menjadi intervensi promotif dan preventif kesehatan mental berbasis sekolah yang sederhana, ekonomis, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025