Filter By Year

1945 2024


Found 1,293 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Analisis Kinerja Layanan Fraud Detecting System di Perusahaan Konsultan Keamanan Informasi Muhammad Raihan Alfikri; S. Sukartini; F. Ferdawati
WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi) Vol. 24 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/we.24.1.2025.9-22

Abstract

This research aims to find out in depth about the performance of Fraud Detecting System services in information security consulting companies to prevent financial fraud. The research took a qualitative method, in which direct interviews were conducted related to the object under study. Assumed on the action of the experience handled directly by the relevant division which of course can be proven scientifically. The results of the study concluded that PT ITSEC Asia Tbk has a fraud detection strategy through a managed system, namely the Fraud Management System which is able to detect, analyze and monitor fraud risks effectively and complexly. However, the company certainly also faces a variety of major challenges, including regulatory constraints in various regional countries of the ITSEC Asia office, as well as the challenge of the growing threat of fraud. Financial and audit assessments show that PT ITSEC Asia Tbk has implemented rigorous internal and external controls, supported by employee training that enhances fraud awareness and skills. In addition, the company has implemented various technologies and systems to detect and prevent fraud, such as the Cyber Fraud Fusion Center, and has complied with various international standards, including ISO 27001 and Financial Services Authority (OJK) regulations. Overall, PT ITSEC Asia Tbk continues to innovate and adapt to technological changes to protect clients' businesses from all cyber threats to ensure their business continuity
Evaluasi Simulasi Phishing Sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Keamanan Informasi Naufalarizqa Ramadha Meisa Putra
JOURNAL OF INFORMATION TECHNOLOGY, INFORMATION SYSTEMS AND COMMUNICATIONS Vol. 4 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Department of System Information

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jistic.v4i1.14066

Abstract

Phishing attacks remain one of the most prevalent information security threats in organizations due to their reliance on social engineering techniques that exploit human behavior rather than technical vulnerabilities. In the financial services sector, the increasing use of corporate email and digital applications further amplifies the potential impact of phishing incidents. This study evaluates the effectiveness of phishing simulation as an instrument to assess user behavior and information security awareness within an organizational environment. The research employs a quantitative descriptive approach based on a controlled phishing drill simulation delivered via organizational email. Interaction data were collected from 17,062 successfully delivered simulation emails and analyzed using behavioral indicators, including open rate, click rate, data submission rate, and response time. The results show that while most users did not engage in risky actions, a small proportion proceeded to critical interaction stages, such as clicking malicious links and submitting credentials. Notably, interactions involving users with critical access accounts, although limited in number, represent a disproportionate risk due to their potential impact on organizational security. The analysis of response time indicates that a significant portion of clicks occurred shortly after email receipt, suggesting a tendency toward rapid decision-making without sufficient verification, particularly in messages emphasizing operational urgency. The findings highlight the importance of risk-based mitigation strategies and demonstrate that phishing simulations should be positioned not only as measurement tools but also as part of a continuous improvement cycle integrating targeted security awareness interventions, user segmentation, and scenario variation to strengthen organizational resilience against phishing threats.
Sistem Informasi Keamanan RT Berbasis Web untuk Efektivitas Ronda dan Pelaporan Warga Anisa Fadilla Marcella; Nabilio Nurza; Adam Zuhri Ramadhan; Ari Andrianti; Miranty Yudistira; Willy Bima Alfajri
JURNAL AKADEMIKA Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Akademika
Publisher : LP2M Universitas Nurdin Hamzah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53564/d0587v46

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang besar dalam peningkatan sistem keamanan lingkungan. Pelaksanaan Siskamling secara manual masih menghadapi berbagai kendala seperti jadwal ronda yang tidak teratur, absensi yang tidak terdokumentasi dengan baik, serta keterlambatan pelaporan kejadian mencurigakan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Keamanan RT berbasis web yang menyediakan fitur penjadwalan ronda, absensi digital, dan pelaporan kejadian. Metode pengembangan menggunakan model Waterfall, sedangkan pengujian sistem dilakukan dengan metode Black Box Testing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem dapat berjalan dengan baik sesuai kebutuhan pengguna. Sistem ini membantu meningkatkan efektivitas koordinasi keamanan serta memudahkan warga dan pengurus RT dalam melakukan pendataan kegiatan ronda.
Pengaruh Kualitas Informasi, Persepsi Keamanan, dan Persepsi Privasi Terhadap Kepercayaan Pengguna Belanja Online (Literature Review) Elsa Pebiyanti; Achmad Fauzi; Tsamara Husniyyah; Sarah Intan Tasia; Zhakila Sutendi; Anisa Elsa Vitri
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 4 No. 5 (2023): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2023)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/jemsi.v4i5.1548

Abstract

This research was made aiming to examine the importance of the relationship between the three aspects above, namely information quality, perceived security and privacy for consumers in purchasing decisions for online shopping. This journal is written by applying quantitative writing methods and literature studies. The results showed that information quality, perceived security and privacy positively affect online shopping purchase decisions. In addition, discipline has a significant positive effect on employee performance. In the context of achieving one of the goals of marketing initiatives is customer satisfaction. To develop long-term client relationships with service providers, satisfaction alone may not be enough. Additional factors, including trust, are needed as important accelerators, especially when it comes to the development of online commercial partnerships. In addition, compared to transactions made at physical businesses, customers often lack confidence in their security and privacy when connected over the internet.
Sistem Keamanan, Sistem Informasi, dan Kualitas Layanan Sebagai Penentu Minat Beli Konsumen: Bukti dari Zalora di Kalangan Mahasiswa FE UMPO Angkatan 2023-2024 Salma Irfania Rahmadhani; Titis Purwaningrum; Riawan Riawan
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Januari - Februari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i3.4231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Sistem Keamanan, Sistem Informasi, dan Service Quality terhadap Minat Beli konsumen Zalora di Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo angkatan 2023-2024 semester ganjil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, di mana data diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan kepada 100 responden. Responden adalah mahasiswa yang telah memiliki pengalaman berbelanja di platform Zalora. Teknik analisis data dilakukan menggunakan Smart PLS (Partial Least Squares), yang memungkinkan evaluasi hubungan antara variabel laten dan pengujian model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Keamanan, Sistem Informasi, dan Service Quality secara signifikan berpengaruh terhadap Minat Beli konsumen. Sistem Keamanan memiliki pengaruh positif paling dominan, diikuti oleh Service Quality dan Sistem Informasi.
Peran Regulasi Dalam Penanggulangan Masalah Keamanan Informasi Suatu Pendekatan Normatif Sosiologis Harris, Freddy; Budi P., Bono
Jurnal Hukum & Pembangunan Vol. 36, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract
Pelatihan Dasar Keamanan Siber untuk Mengelola Resiko Digital di Pusat Data dan Informasi Pangan – Badan Pangan Nasional RI Misni Misni; Anis Cherid; Afiyati Afiyati
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i3.1766

Abstract

Keamanan siber menjadi garis depan pertahanan data strategis di tengah gelombang digitalisasi yang kian masif. Ini terutama berlaku untuk lembaga pemerintah yang menangani informasi penting. Dengan mengelola data tentang produksi, distribusi, dan ketersediaan makanan, Pusat Data dan Informasi Pangan-Badan Pangan Nasional RI memainkan peran penting dalam memastikan ketahanan pangan. Sayangnya, ada perbedaan yang signifikan dalam kesadaran dan kesiapan untuk keamanan informasi. Ini merupakan ancaman nyata di era serangan siber yang semakin terarah dan canggih. Tim dari pengabdian kepada masyarakat menghadapi tantangan ini dengan membuat solusi yang mencakup transformasi total, bukan hanya pelatihan. Selama enam bulan, upaya kerja sama dan teknologi digunakan untuk meningkatkan keterampilan, membuat kebijakan, dan meningkatkan infrastruktur keamanan digital. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta tentang ancaman siber, tetapi juga meningkatkan komitmen institusional untuk menerapkan kebijakan keamanan informasi yang sesuai dengan standar internasional. Program ini menunjukkan bahwa membangun ketahanan digital memerlukan manusia, bukan alat semata. Pemahaman dan budaya keamanan meningkat, pertahanan institusi pun menjadi lebih kuat
Strategi Keamanan Jaringan dan Perlindungan Data Medis pada Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi: Tinjauan Literatur Anggraini, Renny; Ayu, Bertua Novita; Hartono, Budi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9311

Abstract

Digitalisasi pelayanan kesehatan melalui implementasi SIMRS dan Rekam Medis Elektronik meningkatkan risiko kebocoran data dan pelanggaran privasi pasien. Transformasi digital di sektor kesehatan telah mendorong implementasi Sistem Informasi Kesehatan (SIK) terintegrasi sebagai pendukung utama pelayanan kesehatan modern. Integrasi sistem ini memungkinkan pertukaran data pasien secara cepat dan efisien antar fasilitas kesehatan, namun juga meningkatkan risiko ancaman keamanan siber dan kebocoran data medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi keamanan jaringan dan perlindungan data medis pada sistem informasi kesehatan terintegrasi melalui metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik seperti PubMed, IEEE Xplore, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa ancaman utama yang dihadapi sektor kesehatan meliputi ransomware, phishing, malware, akses ilegal, serta kerentanan pada perangkat medis berbasis Internet of Medical Things (IoMT). Strategi penguatan keamanan sistem memerlukan pendekatan sosioteknis yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dinas kesehatan, dan rumah sakit. Strategi keamanan yang efektif meliputi penerapan firewall, Intrusion Detection System (IDS), segmentasi jaringan, Virtual Private Network (VPN), enkripsi data, autentikasi multifaktor (MFA), dan Role-Based Access Control (RBAC). Selain aspek teknis, faktor kebijakan organisasi, kepatuhan terhadap regulasi seperti UU PDP, serta peningkatan kesadaran sumber daya manusia memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data medis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perlindungan sistem informasi kesehatan memerlukan pendekatan keamanan berlapis yang mengintegrasikan teknologi, regulasi, dan budaya keamanan organisasi secara berkelanjutan.
Tinjauan Aspek Keamanan Informasi Data Pasien dalam Penerapan RME di RSUP dr. Sitanala Sela abdiyana; Dina Sonia; Noerfitri Noerfitri; Bangga Agung Satrya
KOLONI Vol. 5 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i2.841

Abstract

The implementation of EMR is part of the digital transformation of healthcare services aimed at improving service quality, efficiency, and accuracy of patient data management. However, this digitalization also poses challenges in maintaining the security of sensitive information, necessitating protection of data confidentiality, integrity, and availability. This study aims to review the implementation of patient data information security aspects in the Electronic Medical Records (EMR) system at Dr. Sitanala General Hospital. This research employed a descriptive method with a qualitative approach, collecting data through observation and in-depth interviews with eight informants, including the head of medical records, doctors, nurses, the head of IT, and IT staff. The analysis focused on six aspects of information security: privacy, integrity, authentication, availability, access control, and non-repudiation. The findings indicate that information security within the EMR system has generally been implemented adequately, with privacy and access control ensured through individual user accounts and role-based access restrictions, integrity maintained by limiting data modification authority, authentication conducted via username and password-based login mechanisms, availability supported by system reliability and data backup processes, and non-repudiation ensured through user activity logs. Nevertheless, weaknesses were identified in the automatic log-out feature, which has not yet functioned optimally and may pose potential security risks, highlighting the need for continuous evaluation and improvement to strengthen patient data protection and maintain public trust in healthcare services.
Audit Keamanan Sistem Informasi Menggunakan Framework Cobit 5 (APO13) Ivana Junita Aritonang; Erika Devi Udayanti; Nur Iksan
ITEJ (Information Technology Engineering Journals) Vol. 3 No. 2 (2018): December
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/itej.v3i2.27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur tingkat kematangan keamanan sistem informasi. Permasalahan yang sering dialami pada salah satu objek penelitian yaitu belum adanya evaluasi tingkat kematangan terhadap keamanan sistem informasi. Untuk menghindari permasalahan yang ada dimasa yang akan datang, maka diperlukannya audit keamanan sistem informasi. Audit ini menggunakan framework COBIT 5 dengan fokus pada proses APO13 (Manage Security) yang bertujuan untuk menjaga dampak dan kejadian insiden keamanan informasi dalam tingkat risiko yang dapat di selesaikan oleh perusahaan. Hasil dari penelitian ini diketahui tingkat kapabilitas dari proses APO13 yaitu Level 0 (Incomplete Process) dengan status L (Largely Achieved) yang artinya sudah mencapai sebagian besar pengelolaan keamanan sistem informasi. Level 1 (Performed Process) dengan pencapaian level sebesar 50% dengan status P (partially achieved) yang artinya keamanan sistem informasi sudah tercapai sebagian. Selanjutnya juga pada Level 2,3 dan 5 yang memperoleh hasil rata-rata diatas 60% dengan status L.

Page 121 of 130 | Total Record : 1293