Filter By Year

1945 2024


Found 836 documents
Search RADIOLOGI

Hubungan Mutu Pelayanan Radiologi Diagnostik Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Radiologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi 3 Lampung Tahun 2017 tubagus erwin; Dian Utama Pratiwi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMutu pelayanan radiologi dapat dinilai dari kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dinilai dari 5 variabel meliputi tangible, responsiveness, realibility, emphaty dan assurance. Penelitian mutu pelayanan radiologi di instalasi radiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (2016) menyatakan lamanya pengambilan hasil rontgen masih perlu pembenahan (63%) menyatakan puas dan (37%) menyatakan tidak puas.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan radiologi dengan kepuasan pasien di instalasi radiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi penelitian semua pasien di instalasi radiologi rumah sakit umum daerah dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Teknik sampel accidental sampling dan jumlah sampel 192 pasien.Hasil penelitian ada hubungan kepuasan tangible (p=0,000), responsiveness (p=0,000), reliable (p=0,000), emphaty (p=0,002) dan assurance (p=0,024) dengan kepuasan pasien. Saran bagi instalasi radiologi agar melengkapi petunjuk ruang pemeriksaan dan lokasi tempat menunggu, pihak petugas senantiasa mengarahkan alokasi ruang tunggu kepada setiap pasien dan memberikan informasi mudah dipahami terkait hasil radiografi yang sudah diinterpretasikan oleh dokter spesialis radiologi.Kata kunci : Mutu Pelayanan Radiologi, KepuasanPasien
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA RADIOLOGI DILIHAT DARI BEBAN KERJA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR TAHUN 2020 Zavihatika, Sowapa; Syari, Wirda; Noor Prastia, Tika
PROMOTOR Vol 3 No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.303 KB) | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4208

Abstract

Kurangnya tenaga di Instalasi Radiologi menyebabkan tingginya beban kerja oleh tenaga radiologi dan akan menimbulkan berbagai masalah, salah satu masalah tersebut adalah waktu tunggu pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja dan kebutuhan tenaga di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang didukung oleh data kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Untuk mendapatkan jumlah waktu setiap pola aktivitas digunakan teknik work sampling dan desain studi kasus. Sampel yang diambil adalah seluruh aktifitas yang dilakukan oleh tenaga radiologi. Hasil penelitian menggunakan metode WISN berdasarkan beban kerja menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan tenaga radiologi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor adalah sebanyak 8 orang, yaitu 2 orang tenaga administrasi, 1 orang dokter spesialis, 1 orang perawat, dan 4 orang tenaga radiologi, PPR, teknik elektromedis, fisikiawan medik, dan kamar gelap.
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN RADIOLOGI DIAGNOSTIK DENGAN KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD. DR. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Rahmania, Irma; admin, admin
Jurnal Kesehatan Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan September 2018
Publisher : Akbid Wirabuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55919/jk.v4i2.36

Abstract

Latar Belakang: Mutu pelayanan radiologi dapat dinilai dari kepuasan pasien.Kepuasan pasien dapat dinilai dari 5 variabel meliputi tangible, responsiveness, realibility,emphaty dan assurance. Penelitian mutu pelayanan radiologi di instalasi radiologi RSUD dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (2016) menyatakan lamanya pengambilan hasil rontgenmasih perlu pembenahan (63%) menyatakan puas dan (37%) menyatakan tidak puas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayananradiologi dengan kepuasan pasien di instalasi radiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek ProvinsiLampung tahun 2017Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan crosssectional (potong lintang). Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang sudah menerimapelayanan pemeriksaan radiologi diagnostik di instalasi radiologi rumah sakit umum daerahdr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Jumlah sampel diperoleh dari teknik accidentalsampling diperoleh 192 pasien. Anlisis data menggunakan distribusi frekuensi, chii squaredan regresi logistik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan kepuasan tangible (p=0,000),responsiveness (p=0,000), reliable (p=0,000), emphaty (p=0,002) dan assurance (p=0,024)dengan kepuasan pasien. Hasil analisis tangible menunjukkan bahwa tangible merupakankualitas pelayanan yang paling dominan berhubungan dengan kepuasan pasien di instalasiradiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (p=0,00 dan OR:3,521). Saran: Penelitian ini menyarankan kepada instalasi radiologi rumah sakit umumdaerah dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung dapat melengkapi petunjuk ruangpemeriksaan dan lokasi tempat menunggu, pihak petugas penerima pendaftaran pasien agardapat mengarahkan alokasi ruang tunggu yang tepat bagi setiap pasien dan mengatur alokasiwaktu pemeriksaan dengan maksimal sehingga dapat mempercepat waktu tunggupemeriksaan, pemeberian informasi yang tepat untuk pengambilan hasil radiografi yang sudahdiinterpretasikan oleh dokter spesialis radiologi dan memisahkan ruang tunggu pasienmenurut jenis infeksius penyakit yang diderita oleh pasien.
ANALISA KEBUTUHAN TENAGA KERJA RADIOLOGI DILIHAT DARI BEBAN KERJA DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT ISLAM BOGOR TAHUN 2020 Sowapa Zavihatika; Wirda Syari; Tika Noor Prastia
PROMOTOR Vol 3, No 5 (2020)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v3i5.4208

Abstract

Kurangnya tenaga di Instalasi Radiologi menyebabkan tingginya beban kerja oleh tenaga radiologi dan akan menimbulkan berbagai masalah, salah satu masalah tersebut adalah waktu tunggu pelayanan di Instalasi Radiologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui beban kerja dan kebutuhan tenaga di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif yang didukung oleh data kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Untuk mendapatkan jumlah waktu setiap pola aktivitas digunakan teknik work sampling dan desain studi kasus. Sampel yang diambil adalah seluruh aktifitas yang dilakukan oleh tenaga radiologi. Hasil penelitian menggunakan metode WISN berdasarkan beban kerja menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan tenaga radiologi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Islam Bogor adalah sebanyak 8 orang, yaitu 2 orang tenaga administrasi, 1 orang dokter spesialis, 1 orang perawat, dan 4 orang tenaga radiologi, PPR, teknik elektromedis, fisikiawan medik, dan kamar gelap.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN POCKET DOSEMETER PADA PETUGAS RADIOLOGI DI INSTALASI RADIOLOGI 9 RUMAH SAKIT BANDAR LAMPUNG Anggraeni, Leny
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v2i2.42

Abstract

Radiation protection equipment Thermoluminisence Dosemeter (TLD) Badge can reduce and protect Radiology Officers. The purpose of this study was to determine the factors associated with the use of pocket dosemeter in the danger of radiation to the health and safety of officers with different levels of ease. Quantitative Research Design with Crossectional, the number of respondents 59 people. Primary data consisted of questionnaires, research questionnaires consisting of the characteristics of respondents, level of knowledge, attitude, approval of tools, comfort, training, supervision. Data analysis uses Univariate analysis which is visualized in tabular form. This analysis is done by calculating the distribution and percentage of each variable, while the bivariate analysis uses the chi  square test and multivariate analysis using logistic regression. The results showed the knowledge variable p value = 0, 018. Attitude p value = 0, 038. The value of the tool p value = 0, 004. 
GAMBARAN PELAYANAN PRIMA RADIOLOGI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PANTI RAPIH YOGYAKARTA Asih Puji Utami; Kesawa Sudarsih; Maulina Cahya Rochimayati
JRI (Jurnal Radiografer Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.261 KB) | DOI: 10.55451/jri.v1i2.13

Abstract

Service in the field of radiology is one aspect that must be considered by the Yogyakarta Panti Rapih Hospital to improve service quality. Based on a preliminary study of the results of the questionnaire with a sample of 20 respondents who have done 2 of them, namely as many as three respondents disagree about the waiting time for all types of checks to get very fast results, a respondent does not agree on speed in providing services, this study aims to find out Overview of Prima Radiology Services at the Radiology Installation of Panti Rapih Hospital in Yogyakarta. This type of research is quantitative descriptive with a cross sectional study approach. The study was conducted by taking a sample of 97 respondents by distributing questionnaires to some patients. After the data collected will then be analyzed using the SPSS program (Statistical Product and Service Solution) version 22. Results: The results of the study based on the ability variable were 67% agreed. Based on attitude variables, as many as 82.5% agreed. Based on appearance variables, 57.7% agreed. Based on the attention variable as much as 84.5% stated strongly agree. Based on the action variable as much as 80.4% said they agreed, based on the variable responsibility, 83.5% agreed. Based on the 6 aspects of excellent service, it can be concluded based on good categories if the total score is baik 90 and not good if the total score is ≤ 90, so that the score is 81.4% good, and 18.6% is not good. Radiology Installation of Panti Rapih Hospital in Yogyakarta should provide information on taking X-rays readings before and after the examination, it is necessary to increase patience with patients, be able to control emotions while providing services, have a sense of empathy for patients, provide fast service
A ANALISA PENGULANGAN (REPEAT) RADIOGRAF DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOHAMMAD NATSIR SOLOK: ANALISA PENGULANGAN (REPEAT)RADIOGRAF DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MOHAMMAD NATSIR SOLOK CICILLIA - ARTITIN
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jtkes.v5i1.72

Abstract

Repeat analysis is a systematic process on rejected catalog images and determines the type of repetition so as to minimize errors or repetitions that occur. Based on field observations from august to October 2020, the results were obtained with a percentage of 2.96%. therefore, it is necessary to have a repeat analysis program to determine the magnitude of the repetition rate and the factors causing the repetition to occur clearly. The type of research used is quantitative, carried out at the Radiology Unit of the Mohammad Natsir Solok Regional Hospital from January to march 2021. The data are grouped based on the repetition factor and calculated then processed using a formula that will be compared with the tolerance limit that has been set. The results of the study stated that the repetition of radiographs in January was 2.16% February was 2.81% and march 3.59%. then averaged to get a 2.80% result, while based on Permenkers No. 129 Of 2008 radiographic repetitions should not exceed 2%. The factor that causes repeat radiographs are patients' movement factor 9,7%, patient position factor 63.9% exposure factor 9.7%, equipment factor 4.2%, and artifact factor 12,5%.   Keywords: Repeat, Causative Factors, Computed Radiograf.  
Hubungan Mutu Pelayanan Radiologi Diagnostik Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Radiologi RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi 3 Lampung Tahun 2017 tubagus erwin; Dian Utama Pratiwi
JIKMI (Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Indonesia (JIKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMutu pelayanan radiologi dapat dinilai dari kepuasan pasien. Kepuasan pasien dapat dinilai dari 5 variabel meliputi tangible, responsiveness, realibility, emphaty dan assurance. Penelitian mutu pelayanan radiologi di instalasi radiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung (2016) menyatakan lamanya pengambilan hasil rontgen masih perlu pembenahan (63%) menyatakan puas dan (37%) menyatakan tidak puas.Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan radiologi dengan kepuasan pasien di instalasi radiologi RSUD dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2017. Jenis penelitian kuantitatif desain cross sectional. Populasi penelitian semua pasien di instalasi radiologi rumah sakit umum daerah dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Teknik sampel accidental sampling dan jumlah sampel 192 pasien.Hasil penelitian ada hubungan kepuasan tangible (p=0,000), responsiveness (p=0,000), reliable (p=0,000), emphaty (p=0,002) dan assurance (p=0,024) dengan kepuasan pasien. Saran bagi instalasi radiologi agar melengkapi petunjuk ruang pemeriksaan dan lokasi tempat menunggu, pihak petugas senantiasa mengarahkan alokasi ruang tunggu kepada setiap pasien dan memberikan informasi mudah dipahami terkait hasil radiografi yang sudah diinterpretasikan oleh dokter spesialis radiologi.Kata kunci : Mutu Pelayanan Radiologi, KepuasanPasien
Analisis Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Dewasa Terhadap Pelayanan Radiologi Non Kontras Di Instalasi Radiologi RSU Sundari Medan Tjuanda, Yusriwan; Simanjuntak, Nikson; Theresia, Theresia; Aisyahtul, Aisyahtul
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2022): Desember 2022
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v1i3.521

Abstract

Kepuasan pasien merupakan suatu target yang sering diterapkan dengan cara membandingkan hasil mutu pelayanan yang diterima dengan harapannya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan dewasa rawat jalan terhadap kualitas pelayanan radiologi di Rumah Sakit Umum Sundari Medan. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survey, dimana data yang menyangkut variabel bebas dan variabel terikat akan dikumpulkan dalam waktu yang bersamaan. Populasi dan sampel yang digunakan adalah seluruh yang melakukan pemeriksaan radiologi di RSU Sundari Medan. Metode yang dilakukan untuk pengambilan data ini adalah dengan mengisi kuesioner oleh pasien dewasa yang melakukan pemeriksaan radiologi non kontras. Hasil penelitian berdasarkan kuesioner dan administrasi tentang pelayanan pasien dari pendaftaran di loket radiologi menunjukkan bahwa 68 % memilih kategori sangat baik, 30% baik dan 2% cukup baik. Kesimpulan tingkat kepuasan pasien rawan jalan dewasa terhadap pelayanan radiologi non kontras di instalasi radiologi Rumah Sakit Umum Sundari Medan tentang pelayanan administrasi kepada pasien di loket pendaftaran radiologi 68% menyatakan sangat baik, 30% baik dan 2% cukup baik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kecemasan Pasien Saat Melakukan Pemeriksaan Radiologi di Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada: The Relationship of Knowledge Level and Patienty Anxiety During Radiologi Examination at Hasta Husada Special Surgical Hospital Sugiarti, Sri; Wahyuni, Farida; Jatmiko, Agus Wahyu; Wulandari, Eka
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7736

Abstract

Pencitraan Radiologi merupakan salah satu pemeriksaan penunjang di rumah sakit yang digunakan untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosa. Namun meski sudah sangat umum digunakan tidak semua masyarakat memiliki pengetahuan tentang pemeriksaan radiologi. Kurangnya pengetahuan ini dapat berpotensi menyebabkan salah penafsiran hingga memicu adanya kecemasan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kecemasan pasien saat melakukan pemeriksaan radiologi. Penelitian ini menggunakan deskriftif korelasi dengan desain cross sectional menggunakan teknik non-probabilitas yaitu quota ateknik non-probabilitas yaitu quota sampling. Metode pengumpulan data melalui kuisioner, dengan sampel sebanyak 30 responden. Data dianalisis univariat dengan distribusi frekuensi dan korelasi bivariat menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian dari 30 responden yang melakukan pemeriksaan radiologi menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kecemasan dengan nilai p value 0,00 atau p value < 0,05 dengan koefisien korelasi 0,804. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan pasien tentang pemeriksaan radiologi maka semakin rendah tingkat kecemasannya saat melakukan pemeriksaan radiologi. Kesimpulannya ada hubungan antara tingkat pengetahuan denagn kecemasan pasien saat melakukan pemeriksaan radiologi di Rumah Sakit Khusus Bedah Hasta Husada.

Page 2 of 84 | Total Record : 836