Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Deiksis Persona dalam Buku Ajar BIPA Sahabatku Indonesia Tingkat B2 Durrah Nafisah; Liliana Muliastuti; Nuruddin Nuruddin
Indonesian Language Education and Literature Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v5i2.5336

Abstract

In the BIPA Sahabatku Indonesia textbook, competency mapping about personal deixis has been taught at the A1 level. However, in reality, BIPA level B2 learners still use person deixis incorrectly. In fact, persona deixis is closely used in daily life. This study aims to: (1) find out how person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 and (2) find out how the deixis rhetoric in the BIPA Sahabatku Indonesia B2 level textbook. This research uses content analysis with a qualitative approach. The number of types of person deixis in the BIPA Sahabatku Indonesia textbook level B2 is 102 data. The data consists of 55 data (53.92%) first-person deixis, 4 data (3.92%) plural first person deixis, 29 data (28.43%) second persona single deixis, 0 (0%) person deixis second plural, 8 data (7.84%) third single person deixis, and 6 data (5.88%) plural third-person deixis. Meanwhile, deixis rhetoric in the B2 level Sahabatku textbooks has 71 data.Dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia, pemetaan kompetensi tentang deiksis persona sudah diajarkan pada tingkat A1. Namun, kenyataannya pemelajar BIPA tingkat B2 masih salah menggunakan deiksis persona. Padahal, deiksis persona erat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bagaimana deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 dan (2) mengetahui bagaimana retorika deiksis dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2. Penelitian ini menggunakan analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Jumlah jenis-jenis deiksis persona dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia tingkat B2 adalah 102 data. Data tersebut terdiri atas 55 data (53,92%) deiksis persona pertama tunggal, 4 data (3,92%) deiksis persona pertama jamak, 29 data (28,43%) deiksis persona kedua tunggal, 0 (0%) deiksis persona kedua jamak, 8 data (7,84%) deiksis persona ketiga tunggal, dan 6 data (5,88%) deiksis persona ketiga jamak. Sementara itu, retorika deiksis dalam buku ajar Sahabatku Indonesia tingkat B2 ada 71 data.
Implementasi Scaffolding dalam Pembelajaran BIPA di Kelas Pemula Gamal Kusuma Zamahsari; A. H. Roffi’uddin; Widodo HS
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 4, No 1: JANUARI 2019
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v4i1.11860

Abstract

Abstract: This article aims to describe the forms and functions of scaffolding in BIPA learning interactions at the beginner class. The method used is qualitative. The results of this study indicate that teachers in the learning interaction use some variation forms and functions of scaffolding. The visible forms are modeling, bridging, schema building, metacognition development, contextualisation, ilustration, exhibition, and correction. The visible functions are demonstration, recruitment, giving information, direction, explanatory, and direction maintenance. BIPA instructors use these forms and functions to help understand learning material to learners.Abstrak: Artikel ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi scaffolding dalam pembelajaran BIPA di kelas pemula. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik rekam catat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengajar BIPA menggunakan beberapa bentuk dan fungsi scaffolding yang bervariasi. Bentuk yang muncul, yaitu pemodelan, penghubung, pembangunan skemata, pengembangan metakognisi, kontekstualisasi, ilustrasi, peragaan, dan koreksi, sedangkan fungsi yang muncul yaitu mendemonstrasikan, memfokuskan, memberikan informasi, membimbing, menjelaskan, dan mengarahkan. Pengajar BIPA menggunakan bentuk dan fungsi tersebut untuk membantu memahamkan materi pembelajaran kepada pemelajar.
Kesalahan Klausa Dalam Karangan Mahasiswa BIPA Tingkat Pemula Rifa Hanifah; Anang Santoso; Gatut Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 5, No 4: APRIL 2020
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v5i4.13344

Abstract

Abstract: This study aims to find out the errors of clauses contained in essays by BIPA beginner level students at State University of Malang. This study uses a qualitative approach to the type of text analysis research. This research data in the form of error clauses with data sources in the form of essays from beginner level BIPA students. This research instrument is based on the error analysis guide, clauses. Data analysis was carried out qualitatively by reading the full essay of BIPA students, marking errors contained in BIPA student essays, grouping error data based on patterns of error clauses into prepared tables, reducing error data by sorting out error data made more than three data sources only, and a summary of results. The results showed that there were errors in clauses. Error clauses in beginner level BIPA student essays include (a) Pø clause errors (empty predicate), (b) Sø clause errors (empty subject), (c) Bitransitive verbal clause errors with meN-i, ber, and me error clauses -i, and meN-, and (d) Mistakes in monotransitive clauses with patterns of ber-, meN-, me-, per-, -i, –an, and –nya.Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui kesalahan klausa yang terdapat dalam karangan mahasiswa BIPA tingkat pemula di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian analisis teks. Data penelitian ini berupa kesalahan klausa dengan sumber data berupa karangan mahasiswa BIPA tingkat pemula. Instrumen penelitian ini didasarkan pada panduan analisis kesalahan klausa. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan membaca karangan mahasiswa BIPA secara utuh, menandai kesalahan yang terdapat dalam karangan mahasiswa BIPA, mengelompokkan data kesalahan berdasarkan pola kesalahan klausa kedalam tabel yang telah disiapkan, mereduksi data kesalahan dengan cara memilah data kesalahan yang dilakukan lebih dari tiga sumber data saja, dan penyimpulan hasil. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesalahan pada klausa. Kesalahan klausa pada karangan mahasiswa BIPA tingkat pemula mencakup (a) Kesalahan klausa Pø (predikat kosong), (b) Kesalahan klausa Sø (subjek kosong), (c) Kesalahan klausa verbal bitransitif dengan pola kesalahan meN-i, ber-an, me-i, dan meN-kan, dan (d) Kesalahan klausa monotransitif dengan pola ber-, mem-, meN-, per-, -i, –an, dan –nya.
A BORDERLAND DISCOURSE ANALYSIS ON ENGLISH LANGUAGE STUDENTS AND GRADUATES TEACHING BIPA Mukti, Thomas Wahyu Prabowo
International Journal of Indonesian Education and Teaching (IJIET) Vol 4, No 1 (2020): January 2020
Publisher : Sanata Dharma University Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.786 KB) | DOI: 10.24071/ijiet.v4i1.2109

Abstract

Teachers’ identity formation and tension in their working place have been the concern of many researchers and experts. However, the concern focuses only on the novice teachers who teach in the same subject as they are assigned to be. There is no sufficient research on identity tension which is faced specifically. This paper aims to find out the identity tension experienced by English language graduates teaching BIPA (Indonesian as a Foreign Language). This study employed a case study in order to generate a new understanding of this phenomena more deeply. Interview guideline with a semi-structured type of interview became the main instrument in this study. The participants of this study were five active Indonesian as foreign language teachers of Lembaga Bahasa Universitas Sanata Dharma. The study found out that teachers’ situatedness* became the main issue that influences teachers’ identity, compared to teachers’ multifaceted nature and their college. This study shows that, although the participants have been teaching for more than two years, or more, they mostly considered themselves still as English teachers.DOI: 10.24071/ijiet.2020.040105
Designing BIPA’s Teaching Material: Inserting The Local Wisdom? Candradewi Wahyu Anggraeni; Endah Ratnaningsih
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 4, No 1 (2020): METATHESIS: JOURNAL OF ENGLISH LANGUAGE, LITERATURE, AND TEACHING
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.635 KB) | DOI: 10.31002/metathesis.v4i1.1880

Abstract

This study aims to explain the teaching materials used and needed in BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) learning and to develop BIPA teaching materials based on local wisdom as pedagogical content knowledge at Tidar University. BIPA Learning at Tidar University is facilitated by the Integrated Service Unit for Language Centre. BIPA learning at University Tidar is still relatively new and still requires further research to find out the needs of foreign learners studying here. Teaching materials that have been used need to be developed by paying attention to local wisdom as pedagogical content knowledge, generally in Indonesia and specifically in Magelang, so that learners have a better understanding about the concept of Indonesian language by paying attention to the values or characters contained in the learning material. This research uses research and development methods (Research & Development). The subjects of this study were BIPA instructors and learners at Tidar University. The object of this research is the BIPA teaching materials document which will be developed using the local wisdom base as pedagogical content knowledge. Data collection techniques used in this study are questionnaire and interview techniques. The findings show that teaching material for the local wisdom as the pedagogical content knowledge is important to be inserted in BIPA teaching and learning process.  
SIMPLIFIED WAYANG PERFORMANCE AS A MEDIUM OF TEACHING OF INDONESIAN LESSON FOR FOREIGN SPEAKER (BIPA) IN ISLAMIC UNIVERSITY (PTKI) IN FACING INDUSTRY 4.0 REVOLUTION ERA Isnaniah, Siti
Al Qalam Vol 36 No 2 (2019): July - December 2019
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.738 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v36i2.2341

Abstract

This paper is aimed to analyze how wayang can be used as a medium of teaching BIPA in PTKI in facing industry 4.0 revolution era. Wayang (shadow puppet) as learning media of BIPA can be applied in industry 4.0 revolution era in advanced level by using a simplified performance of wayang as a learning media. The method in this research was descriptive analytic method. The techniques of collecting the data included documentary techniques and content analysis. The data were analysed, described,  and concluded. The techniques of analysis data used Literature Based Thematic (LBT) and interactive model. LBT, a model of literature appreciation, is applied in learning the simplified wayang performance. This model will lead students to learn literature as a way of life. Students watch wayang performance in a film together in Indonesian language, then students discuss the good things or character education that need to be implemented or not in life, students are also asked to compare the characters each other, after that the students write the results of the discussion in Indonesian language and they will have a peer-review activity to evaluate their work.
BAHASA INDONESIA GOES GLOBAL: PENGAJARAN BIPA (BAHASA INDONESIA UNTUK PENUTUR ASING) BERLANDASKAN TEORI BEHAVIORISM, INNATISM, DAN INTERACTIONISM Dwi Ratnasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2018: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 5 MEI 2018
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.033 KB)

Abstract

Abstract — The Indonesian Language Teaching Program for Foreigners (BIPA) is increasingly widespread both in BIPA training institutions in Indonesia as well as in BIPA training institutions overseas. This development indicates that currently Indonesian language has started to reach the interest of foreigners both residing in Indonesia and overseas with various purposes. Unfortunately, as foreigners, they often make mistakes in Indonesian language. Due to the misuse of Indonesian language by foreigners, there needs to be a deeper study about what factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and about how to teach Indonesian language to foreigners by considering the theories of language acquisition, i.e. behaviorism, innatism, and interactionism. The purpose of this paper is to briefly describe the factors that cause foreigners make mistakes in the use of Indonesian language and the theories of language acquisition, namely behaviorism, innatism, and interactionism. Keywords — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorism, innatism, interactionismAbstrak — Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) semakin marak dilaksanakan baik di lembaga-lembaga pelatihan BIPA dalam negeri maupun di lembaga-lembaga pelatihan BIPA luar negeri. Perkembangan ini menunjukkan bahwa saat ini Bahasa Indonesia sudah mulai dilirik dan diminati oleh penutur asing baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri dengan berbagai tujuan. Namun sebagai penutur asing, mereka seringkali melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia. Dengan adanya masalah berupa kesalahan penggunaan Bahasa Indonesia oleh penutur asing ini, perlu adanya sebuah kajian yang lebih dalam tentang faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan tentang bagaimana sebaiknya mengajarkan Bahasa Indonesia kepada penutur asing dengan mempertimbangkan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori  behaviorist, innatist, dan interactionist.Tujuan dari makalah ini adalah untuk memaparkan secara singkat faktor–faktor yang menyebabkan penutur asing melakukan kesalahan dalam berbahasa Indonesia dan teori-teori pemerolehan bahasa, yaitu teori behaviorist, innatist, dan interactionist. Kata Kunci — pengajaran, pembelajar, instruktur, BIPA, behaviorist, innatist, interactionist
LITERASI TERKINI DALAM PEMBELAJARAN BIPA PADA ERA REVOLUSI DIGITAL Aria Septi Anggaira
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 2019: SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN 12 JANUARI 2019
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.434 KB)

Abstract

The Vision of Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) is the implementation of teaching that is able to enhance Indonesia's positive image in the international world in order to make Indonesian as a broad language of communication at the level of nations. To be able to realize the integrated learning objectives of BIPA culture, BIPA teachers must always update information, especially human, art, culture; more broadly is Indonesian culture. In this case, the instructors in the BIPA program are required to be able to develop systematic learning tools. BIPA teachers must be able to become the front guard in civilizing Indonesia through new literacy, including data literacy, technology literacy, and human literacy. This condition marks the beginning of the era of the digital industry world which has become a paradigm and reference in the present order of life.
KAJIAN ONOMASTIKA MAHASISWA UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN DAN KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BIPA TINGKAT PRAPEMULA Sudaryanto, Sudaryanto; Ferdianti, Dini; Khatimah, Husnul; Andriana, Linda; Purnami, Ludviana Eka; Febriana, Cindy
Belajar Bahasa Vol 4, No 2 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.088 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i2.2562

Abstract

Nama orang Indonesia itu sangat khas. Ada nama yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, atau kombinasi antarkeduanya, atau kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan nama mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Jawa, dan kombinasi antarkeduanya, serta kombinasi dari bahasa daerah dan bahasa asing lainnya, dan keterkaitannya dengan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat prapemula atau A1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah metode observasi dengan teknik simak libat cakap (SLC) dan teknik catat. Metode analisis data penelitian ini adalah metode padan dengan teknik padan referensial, teknik padan translasional, dan teknik padan pragmatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nama-nama mahasiswa UAD ada yang berasal dari bahasa Arab (7 orang), bahasa Jawa (6 orang), kombinasi bahasa Arab dan Jawa (5 orang), dan kombinasi bahasa asing dan daerah lain (6 orang). 
PERAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Mayasari, Diana; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.639 KB) | DOI: 10.31004/jptam.v4i1.443

Abstract

Sosiolinguistik memiliki peran dalam pembelajaran bahasa,yakni adanya berbagai sumbangan terhadap pengajaran bahasa sebagai manifestasi sosiolinguistik dalam bidang linguistik terapan. Sosiolinguistik sebagai bagian dari linguistik makro tidak hanya membahas aspek-aspek yang sempit, namun juga berbagai aspek yang luas, seperti variasi bahasa yang digunakan dalam sekolah, interferensi sebagai bentuk penyimpangan bahasa, dan etnografi komunikasi sebagai wujud masyarakat yang beraneka budaya. Bahan atau materi di dalam pengajaran bahasa juga ditentukan oleh sosiolinguistik, yakni untuk menentukan variasi bahasa yang muncul di sekolah, adanya kesalahan bahasa karena pengaruh kontak bahasa sehingga muncul interferensi, serta adanya etnografi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kontribusi sosiolinguistik dalam penentuan variasi bahasa yang digunakan di sekolah, penentuan interferensi yang muncul pada komunikasi pembelajar sebagai suatu bentuk kesalahan bahasa, etnografi komunikasi dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk pengguna bahasa asing, dan penyediaan bahan pengajaran bahasa dari sudut pandang sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran dalam pembelajaran BIPA yakni untuk menentukan bahasa pengantar, materi pembelajaran dan perencanaan pembelajaran (silabus). Pemilihan variasi bahasa dengan menggunakan etnografi komunikasi dibutuhkan dalam pembelajaran untuk terwujudnya komunikasi yang dapat dipahami antarpartisipan yang memiliki perbedaan budaya, bahasa dan adat istiadat.

Page 21 of 118 | Total Record : 1176