p-Index From 2021 - 2026
10.584
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DIKSI Nusa: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan Jurnal Arbitrer English Review: Journal of English Education JURNAL KONFIKS KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Reformasi : Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Suar Betang Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya INDONESIA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (JMPIS) FOUNDASIA JOLLT Journal of Languages and Language Teaching Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Kibas Cenderawasih : Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Pembelajaran Sastra Journal of Language, Literature, and Arts (JoLLA) Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Studies in English Language and Education Kajian Linguistik dan Sastra Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya SAP (Susunan Artikel Pendidikan) Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan
Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI GENDER DALAM BUKU TEKS BIPA Susanto, Gatut
Diksi Vol. 29 No. 2: DIKSI SEPTEMBER 2021
Publisher : Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/diksi.v29i2.42500

Abstract

     (Title: Gender Representation in The BIPA Textbook).  This article aims to describe the gender representation in the Indonesian language for foreign speakers (BIPA) textbook. The method used in this research is descriptive qualitative. The data were textual words and pictures that showing gender identity. Data were collected from BIPA textbook called Let's Speak Indonesian: Ayo Berbahasa Indonesia 1, which is well known as Ayo 1. Data gathered by reading the textbook, marking, classifying, and calculating gender identity markers. By using gender identity as the parameter, data were analyzed by reducing, presenting, calculating the percentage of gender identity representations, interpreting and explaining the representation of the gender. The findings revealed that the representation of female gender in the Ayo 1 textbook has a greater percentage than male gender where female's identities are more highlighted than male identities. Thus, it is concluded that based on the percentage of visual gender, the Ayo 1 textbook represented the gender equality because it's reflects less domination of male over female. This empirical evidence suggests that future BIPA textbook designers need to be aware of the importance of gender representation issues in developing BIPA textbook.Keywords: BIPA textbook, gender identity, gender representation
KOHESI DAN KOHERENSI BAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN MAHASISWA JURUSAN ASEAN STUDIES UNIVERSITAS WALAILAK THAILAND TAHUN 2016 Diah Ayu Puspitasari; Gatut Susanto
BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.556 KB) | DOI: 10.17977/um007v1i22017p008

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan piranti kohesi dan koherensi pada karangan mahasiswa ASEAN Studies Universitas Walailak. Data penelitian ini berupa piranti kohesi dan koherensi dalam karangan mahasiswa ASEAN Studies. Berdasarkan analisis data, diperoleh dua hasil penelitian. Pertama, mahasiswa ASEAN Studies menggunakan beragam piranti kohesi gramatikal dan leksikal. Kedua, mahasiswa ASEAN Studies membentuk koherensi dalam karangannya dengan menghadirkan piranti kohesi, serta memunculkan hubungan parataksis yang ditunjukkan dengan penataan gagasan secara subordinatif.
The Use of Illocutionary Speech Acts in Colloquial by Anak Dalam Jambi Tribe Bambang Prastio; Istiqomah Nurzafira; Abd. Syukur Ibrahim; Gatut Susanto; Roekhan Roekhan
JURNAL ARBITRER Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Masyarakat Linguistik Indonesia Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/ar.7.2.109-117.2020

Abstract

Anak Dalam Jambi Tribe (ADJT) lives in the forest, far from the population, and the existence is rare. This research aims to determine whether ADJT uses illocutionary speech act, function, and type of speech act used. This research uses qualitative with pragmatic research type. The data is in the form of an illocutionary speech act, which is then transcript by putting out the conversation context. This research's data source is from ADJT, who lives in Merangin Regency, Jambi Province, Indonesia. Result research shows that ADJT uses three types of speech acts, which are (1) directive with the function of prohibiting, ordering, and asking, (2) expressive with the function of thankful, and (3) commissive with the function of refusing. It can be concluded that ADJT  frequently uses illocutionary to deliver information to interlocutors. This research is expected can become a preliminary step in further research, especially in the use of language related to indirect meaning in ADJT.
Pengembangan bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis bagi Siswa SMA Kelas XI Siti Latifah Mubasiroh; Endah Tri Priyatni; Gatut Susanto
FOUNDASIA Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Prodi Filsafat dan Sosiologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/foundasia.v10i2.28926

Abstract

Literasi kritis dalam pembelajaran menulis resensi diperlukan untuk menumbuhkan kesadaran kritis bagi siswa untuk menemukan praktik sosial yang termuat dalam teks. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran menulis resensi belum mencapai level kritis. Oleh sebab itu, perlu dikembangkan bahan ajar yang dapat membantu siswa untuk menghasilkan resensi kritis dengan panduan yang jelas dan sesuai dengan level berpikir siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar menulis resensi cerpen berbasis literasi kritis yang memenuhi kelayakan isi, penyajian materi, keterbacaan, kegrafikaan, daya terap dan serap, kebermanfaatan, serta efektivitas bahan ajar dalam pembelajaran bagi siswa SMA kelas XI. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan. Data diperoleh dari hasil validasi produk dan komentar validator serta responden. Hasil validasi dosen ahli, guru, dan respon siswa menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan termasuk dalam kategori layak diimplementasikan dalam pembelajaran menulis resensi kritis cerpen. Kata kunci: Bahan ajar, menulis resensi, literasi kritis
POLA PELAYANAN PUBLIK TERPADU STUDI PADA KANTOR PERIJINAN DAN PELAYANAN TERPADU KOTA BATU Willy Tri Hardianto; Nanang Bagus S; Gatut Susanto
REFORMASI Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.378 KB) | DOI: 10.33366/rfr.v2i1.12

Abstract

Field study to the decentralization factors indicates that: 1) decentralization and authority capacities given to Batu service unit are still limited, 2) institution has not been provided with clear esselon in administration structure, 3) the finding of service unit even results in service centralization, 4) service activity is implemented to two sections, County unit itself and organization unit authorized by the former 5) lack of support from unit of organization authorized in giving service is founded and 6) multiple positions at organization structure are also expressed. The output, as determined from 8 criteria, is used to value the service quality, among other; 1) Simplicity, 2) Clarity and Certainty, 3) Security, 4) Openness, 5) Efficiency, 6) Economy, 7) Justice and Decentralization, 8) Timing accuracy. The adjustment at 8 service types provided by Batu public service unit by separate study, provides that only From the eight of services provided by Batu service unit, only those two offices are called as good service quality provider. Most of the branch are still less in quality. Therefore, it can be summarized that the whole public service in Batu service unit still remains low or less
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi. 
Proses Morfologis dan Makna Semantik Kosakata Pembelajar, Pebelajar, dan Pemelajar Gatut Susanto
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 11, No 1 (2022): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v11i1.2289

Abstract

This paper aims to explain the morphological process and semantic meaning of the following three words, namely; pembelajar, pebelajar, and pemelajar. The method used in this study is descriptive analysis. The results show that morphological process of the words pembelajar and pebelajar are formed by giving the prefix peN- on the basic form of belajar (verb). These two words are categorized as agentive one-two in pairs. The first agentive acts as an ordinate, while the second agentive acts as a sub-ordinate. On the other hand, the word pemelajar is formed by the process of prefixing peN- on the basic form of pelajar (noun). Besides, semantically, the word pembelajar means a person who gives learning to students, and the word pebelajar means a person who receives learning. While the word pemelajar, semantically, it does not has a clear concept of meaning. Based on the findings above, it is recommended to the teachers of Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) and to those who concerned about BIPA to be aware of the Indonesian linguistics when they use the three vocabularies to someone who is learning BIPA. AbstrakTulisan ini bertujuan untuk menjelaskan proses morfologis dan makna semantik kosakata pembelajar, pebelajar, dan pemelajar. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif terhadap proses morfologis dan makna semantik terhadap ketiga kosakata tersebut. Hasil analisis morfologis kosakata pembelajar dan pebelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar belajar. Kedua kosakata tersebut berkategori agentif satu-dua secara berpasangan. Proses pembentukan nomina berkategori agentif satu-dua berlaku pada bentuk dasar berupa verba. Kosakata pemelajar adalah nomina yang dibentuk dengan pengimbuhan peN- pada bentuk dasar pelajar. Pembentukan kosakata pemelajar dari bentuk dasar pelajar tidak diperlukan karena pelajar sudah nomina, jadi tidak perlu dinominakan lagi. Secara semantik, pembelajar bermakna sebagai agentif satu dan pebelajar agentif dua. Secara semantik, kosakata pemelajar cenderung membingungkan pemakai bahasa Indonesia (BI). Oleh karena itu, disarankan kepada pemakai BI, terutama pengajar dan pegiat BIPA untuk peka linguistik bahasa Indonesia ketika menggunakan ketiga kosakata tersebut untuk menyebut orang asing yang belajar BIPA. 
Pengembangan Pembelajaran Berpikir Kritis-Kreatif Berbasis Blended Learning di SMA A. H. Rofi'uddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzakki
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.893 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v5i2.414

Abstract

This study aims to develop a creative and critical learning model in which its effectiveness is tested in Bahasa Indonesia classes at the senior high school level. This study employed the Four D Thiagarajan method. The first stage is defined and completed by theoretical and empirical analysis. The theoretical analysis comprises the analysis of the related literature and previous studies. Meanwhile, the empirical analysis is done by analysing the problems, students’ characteristics, assignments, concepts, and the formulation of learning objectives. The second stage designs in which the learning model prototype is planned. The third stage is development, which includes developing and testing the prototype. The fourth stage is dissemination, in which the product is distributed. The final product is the syntax of the Bahasa Indonesia lesson in the senior high school level, which comprises 5M, namely ‘menstimulasi’ (to stimulate), ‘mengeksplorasi’ (to explore), ‘memberi respons’ (to give response), ‘memproduksi’ (to create), and ‘merefleksi’ (to reflect). Based on the testing, it is revealed that there is an increase in students’ scores of around 7.7 on a scale of 100. Therefore, it can be concluded that the creative and critical 5M learning is effective for implementation in Bahasa Indonesia classes at the senior high school level.
Topik-Topik dalam Buku Ajar BIPA Let’s Speak Indonesian: Ayo Berbahasa Indonesia 1 Hanifia; Gatut Susanto; Ariva Luciandika
JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts Vol. 1 No. 6 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.785 KB) | DOI: 10.17977/um064v1i62021p808-824

Abstract

Abstract: The Language Development and Cultivation Agency (2012) explains that BIPA is an Indonesian language learning process targeted to foreigners who are interested in learning Indonesian for a specific purpose. The process of learning Indonesian in general cannot be equated with learning Indonesian for foreign speakers. The textbook used contains materials used for teachers in implementing the learning process. The materials cover knowledge, skills that students must learn to achieve goals by competency standards. Because that's the use of language that suits the students' abilities. The purpose of this research is to describe the topics in the teaching material "Let's Speak Indonesia: Come on Indonesian Language 1". The data were obtained from the teaching materials contained in the teaching materials "Let's Speak Indonesia: Let's Speak Indonesian 1". With the data collected, researchers get the topics in textbooks. Based on the analysis of the topics used, it can support the learning process in the classroom and contains actual topics such as the environment, human relations, events. Presentation of topics in the teaching materials is in the form of verbal and visual. With a variety of presentation forms, the topic can be conveyed well. Keywords: BIPA, textbook, topic Abstrak: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2012) menjelaskan bahwa BIPA adalah proses pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan kepada orang asing yang berminat mempelajari bahasa Indonesia untuk tujuan tertentu. Proses pembelajaran bahasa Indonesia pada umumnya tidak dapat disamakan dengan pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing. Buku teks yang digunakan berisi materi yang digunakan untuk guru dalam melaksanakan proses pembelajaran. Materi meliputi pengetahuan, keterampilan yang harus dipelajari siswa untuk mencapai tujuan sesuai standar kompetensi. Karena itulah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kemampuan siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan topik-topik dalam bahan ajar “Ayo Bicara Indonesia: Ayo Bahasa Indonesia 1”. Data diperoleh dari bahan ajar yang terdapat pada bahan ajar “Ayo Bicara Indonesia: Mari Bicara Bahasa Indonesia 1”. Dengan data yang terkumpul, peneliti mendapatkan topik-topik dalam buku teks. Berdasarkan analisis topik yang digunakan dapat mendukung proses pembelajaran di kelas dan berisi topik aktual seperti lingkungan, hubungan manusia, peristiwa. Penyajian topik dalam bahan ajar dalam bentuk verbal dan visual. Dengan berbagai bentuk presentasi, topik dapat tersampaikan dengan baik. Kata kunci: BIPA, bahan ajar, topik
Representation of Indonesian Children's Politeness in an Animated Film: a Pragmatic Study NFN Aswan; Gatut Susanto
SUAR BETANG Vol 18, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/surbet.v18i1.833

Abstract

This study aims to investigate Indonesian child politeness through speech represented by the character Susanti in the animated film Upin-Ipin. The animated films Upin-Ipin are popular for children in Indonesian society. This film is considered to be interesting because it is a foreign animated film featuring Indonesian children's characters. Susanti is presented as a representation of Indonesian children in a multicultural society. Seeing this phenomenon, the researcher aims to further explore Susanti’s utterance in the context of politeness. This study focuses on examining Susanti's politeness based on Leech's politeness principles which consists of six maxims. The qualitative method used in this study utilizes a pragmatic approach as an analytical tool. The research data are utterances of Susanti which were collected from eight events in six episodes of the film. The data source was the six episodes uploaded by Les'copaqe YouTube channel. The results of the study show that Susanti's utterances tens to represent the maxim of wisdom. These results show that Susanti’s utterances represented the politeness of Indonesian children, especially in the preschool context, which was in accordance with the background of the character of Susanti. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menginvestigasi kesantunan anak Indonesia melalui tuturan yang direpresentasikan oleh tokoh Susanti dalam film animasi Upin dan Ipin. Film animasi Upin dan Ipin merupakan salah satu film animasi anak yang populer di masyarakat Indonesia. Film ini dikatakan menarik karena menjadi salah satu film animasi asing yang memunculkan karakter anak Indonesia. Tokoh Susanti dihadirkan sebagai representasi anak Indonesia dalam masyarakat multikultural. Melihat fenomena itu, penulis menelaah lebih lanjut tuturan tokoh Susanti dalam konteks kesantunan. Secara khusus, penelitian ini berfokus pada kesantunan tokoh Susanti berdasarkan prinsip kesantunan Leech yang terdiri atas enam maksim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan pragmatik. Data penelitian adalah tuturan tokoh Susanti yang ditemukan dari delapan peristiwa di enam episode film Upin dan Ipintersebut. Sumber data diambil dari kanal Youtube @lescopaque. Hasil penelitian menunjukkan, dari delapan peristiwa tutur tokoh Susanti, tuturan tokoh Susanti cenderung didominasi oleh maksim kebijaksanaan. Dari hasil tersebut ditemukan bahwa tuturan tokoh Susanti telah merepresentasikan kesantunan anak Indonesia, khusus dalam konteks prasekolah yang sesuai dengan latar belakang tokoh Susanti.
Co-Authors - Martutik A. H. Rofi'uddin A. Syukur Ghazali A. Syukur Ghazali A. Syukur Ghazali, A. Syukur Abd. Syukur Ibrahim Abd. Syukur Ibrahim Abdul Syukur Ibrahim Ade Eka Anggraini Ade Rikky Bongo Adlina, Adlina Afiyahtun Isnaeni Ahmad Abdul Karim, Ahmad Abdul Akhsani, Ilham Aksani, Ilham Alfia, Hana Rosmalia Amiruddin, Nurlina Anang Santaso Anang Santoso Anang Santoso Andriyani, Noni Anri Nofitria Ariva Luciandika Ary Fawzi, Ary Aswan Aswan Asyah, Jamiatul Aulia Rachma Kusumawardani Aulia Rachma Kusumawardani Azizatul Qolbi Bagus Pratomo Bonde, Lossan Bongo, Ade Rikky Bueraheng, Robeeyah Caesar Adlu Hakim Daniel Happy Putra David Pickus Dawud Dawud Dawud Dewi Puji Lestari Dewi, Bintang Cahyaningtyastuti Aisyah Diah Ayu Puspitasari Didin Widyartono Diella Rosa Diella Rosa Dustin Carrell Cowell Dyna Mai Rizca Lestari Dyna Mai Rizca Lestari Elady’s Wiqhoyah Kusnadi Endah Tri Priyatni Faisal Faisal Firman Wally Galuh Prameswari, Renanda Winar Gandonu, Peter Han Han Ulumudin Ismail Hanifah, Rifa Hanifia Hartinah, Yulmi Helmi Muzaki Helmi Muzakki Hilmi Wahyuni Himawan, Riswanda Ibrahim, Abd. Syukur Ida Tri Wahyuni Imam Agus Basuki Imam Suyitno Imam Suyitno Indra Suherjanto Inthase, Wichayanee Iriana, Oktavia Era Istiqomah Nurzafira Istiqomah Nurzafira Ivena Violensia Izhhar Amala Zein Jamiatul Asyah Khisbiyah*, Nurul Kusubakti Andajani Lana Saadatul Abadiyah Lestari, Dewi Puji Madu Trisna Devi Mardawati Mardawati Martutik Maulidia, Tsania Moch. Syahri Mohammad Hudha Nursyairofi Monicha Ana Billa Moorthy, Thilip Kumar Musthofa Kamal Musyarrafah S Nabila Khansa Izzaturrahmi Nanang Bagus S Nanang Purwanto Nardiawan, Lailin Puspita NFN Aswan Ng, Yufita Ningtyas, Yeni Dwi Rahayu Nirmalasari, Yohanna Nofitria, Anri Nurchasanah Nurjihaan Nabiilah Nursyairofi, Mohammad Hudha Nurzafira, Istiqomah Oktavia, Nisa Pambudi, Findi Setya Panich, Pensri Pensri Panich Pickus, David Prastio, Bambang Proklawati, Desy Puspita, Zephaniah Gavrila Bela Radeni Sukma Indra Dewi Rifa Hanifah Rizman Usman Robeeyah Bueraheng Roekhan Roekhan Roekhan Rofiuddin, Ah. Sari, Cut Purnama Sheilla Arumdyahsari Sheilla Arumdyahsari, Sheilla Shirly Rizki Kusumaningrum Sirirawadee Boonyakiat Siti Latifah Mubasiroh Siti Naila Fauzia Sofiyatunnisa, Junita Sri Narindra Wahyu Widayat Sultan Sultan Sultan Sultan Suyono Suyono Thilip Kumar Moorthy Tsania Maulidia Ummah, Maslakhatu Nurul Violensia, Ivena Wahyu P., Gigih Caesar Wahyuni, Hilmi Wichayanee Inthase Widodo Hs Widodo Hs, Widodo WIDYA FATKHAN Willy Tri Hardianto Wodajo, Mengesha Robso Wulan, Nawang Yeni Dwi Rahayu Ningtyas Yulmi Hartinah Zein, Izhhar Amala Zephaniah Gavrila Bela Puspita