Filter By Year

1945 2024


Found 24,895 documents
Search Information

Information Media on Internet Providers Based on 2D Animation Ida Bagus Andre Putra Dewangkara; Putu Satria Udyana Putra
Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni Vol. 1 No. 02 (2023): Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni, October 2023
Publisher : Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research endeavors to produce a two-dimensional animated video for the Hinet organization that provides company-related information. The information presented in this two-dimensional animation video comprises the company's products, its benefits, and contact information for potential stakeholders. There are multiple phases involved in the creation of this two-dimensional animation video: pre-production, production, and post-production. The objective of producing this two-dimensional animation video at the Hinet company is to pique public interest in joining the organization, in addition to introducing the company to the general public. This two-dimensional animated video's completion will be disseminated across all social media platforms, including Facebook, Instagram, and others. Based on the responses to the community questionnaire, a significant majority of respondents (98%) expressed confidence in the community's ability to embrace the animated video and concurred that the purpose of its release was to introduce the Hinet company and encourage individuals to become members.
A Documentary Film on Bio Gas for Farmer Groups: An Implementation of Information Media I Wayan Khrisna Sangging Wiguna; Putu Satria Udyana Putra; Ni Putu Eka Kherismawati
Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni Vol. 1 No. 02 (2023): Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni, October 2023
Publisher : Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simantri, also known as the Integrated Farming System, is an agricultural program designed to enhance the well-being of farmers, alleviate poverty, and reduce unemployment. One of the initiatives undertaken by Simantri is the generation of biogas. Over the past few years, the Simantri Farmer Group has engaged in the development of biogas products, resulting in the creation of a diverse range of products that cater to the needs of the local community. Nevertheless, a significant number of individuals residing in Br. Sandakan, Sulangai, Petang remain uninformed about the biogas goods. The findings of the interViews performed in Sulangai Village provided more support for this assertion, since 70% of the 30 participants expressed a lack of awareness regarding the biogas products. Approximately 30% of the participants shown awareness regarding the biogas products. The objective of this study is to disseminate knowledge to the community in Br. Sandakan by utilizing a documentary video-based methodology to introduce biogas goods. The present study employed a qualitative methodology. The research employed many methodologies, such as observation, interviews, and questionnaires. The media creation method for showcasing the biogas products of the Simantri Farmer Group in Br. Sandakan, Sulangai, Petang, involved three distinct stages: pre-production, production, and post-production. The research findings suggest that the use of documentary video-based information media is efficacious in acquainted the community in Br. Sandakan with biogas goods
Animation Videos as a Medium for Information in Introducing the Tradition of Ratu Brutuk I Gusti Putu Made Dwija Semarayasa; Putu Satria Udyana Putra; Dwi Novitasari; I Wayan Adi Putrayasa; I Nyoman Widhi Adnyana
Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni, April 2025
Publisher : Jurnal Ekspresi : Desain Komunikasi Visual dan Seni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research develops a two-dimensional animation as an educational medium to introduce and preserve the Ratu Brutuk tradition of Trunyan Village, Bangli, Bali. The impetus for this study lies in the limited understanding among youth regarding the significance and history of the Ratu Brutuk tradition, compounded by the lack of appealing informational media. Data were gathered through direct observation, in-depth interviews with key figures, and questionnaires. Production followed structured stages, encompassing pre-production, production, and post-production, with a focus on combining narrative, illustrative visuals, and culturally authentic audio. Evaluation included media and content experts as well as a target audience of young viewers, all of whom gave high ratings to the animation’s effectiveness. The results indicate that 2D animation serves as an effective platform for raising awareness and cultivating interest in the safeguarding of local traditions among younger generations.
EVALUASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY (ICT) DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS PENDIDIKAN Agus Susanto
Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 8 No. 2 (2022): Management of Education: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/moe.v8i2.12415

Abstract

This research aims to describe the evaluation of Islamic religious education learning based on information and communication technology (ICT) and its implications for the quality of education. The development of the times can be marked by advances in science and advanced technology. Therefore, in the teaching and learning process it is also necessary to develop new ways of teaching. Among them is how to teach using information and communication technology (ICT/ICT). With the presence of ICT, Islamic Religious Education teachers are no longer focused on their role as teachers, but Islamic Religious Education teachers also have the task of learning and developing their resources by mastering scientific knowledge. Islamic Religious Education Teachers must be aware that ICT is also the most important tool in developing Islamic Religious Education learning. The research method used is descriptive qualitative by describing phenomena and existing literature. The results of the study show that ICT facilities in the world of education play an important role in overcoming the problems of limited educational facilities or facilities that support the teaching and learning process of Islamic Religious Education. The presence of technology in schools can improve the quality of Islamic Religious Education learning, because through information and communication technology (ICT) teaching creativity can be developed which is very helpful in the smoothness and success of the teaching and learning process.
INNOVATION LIBRARIAN AS A AGENT OF CHANGE IN DEVELOPING LIBRARY IN ERA INFORMATION Syahril Syahril
AL Maktabah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v4i2.4041

Abstract

Permasalahan dalam penulisan ini yaitu apa saja inovasi pustakawan sebagai agen perubahan dalam mengembangkan perpustakaan di era informasi.Tujuan penulisan ini untuk memaparkan konsep inovasi yang dilakukan oleh pustakawan dalam menghadapi era informasi. Hasil penulisan ini disimpulkan bahwa pustakawan sebagai agen perubahan harus berinovasi di era informasi dan harus mempunyai ide dalam mengembangkan perpustakaan agar memiliki sesuatu yang baru dalam melayani pemustaka.Inovasi pustakawan sebagai agen perubahan dalam mengembangkan perpustakaan di era informasi dengan berinovasi melalui layanan kreatif, inovasi layanan pemustaka, inovasi penataan ruang, daninovasi pembelajaran yang kolaboratif dan inspiratif dan harus mempunyai ide dalam berinovasi agar memiliki sesuatu yang baru dalam melayani pemustaka. Sebagai agen perubahan pustakawan harus unggul dalam memberikan pendampingan, melayani, dan memberikan konsultasi informasi dan pengetahuankepada pemustaka. Pustakawan dalam mengemas informasi dengan cara meningkatkan kompetensi pustakawan. Karena dengan keterampilan dan kepiawaian seorang pustakawan sangat diperlukan untuk memberikan layanan prima kepada para pemustaka dalam menyediakan informasi. Pustakawan masa kini harus mampu menjadi agen perubahan dan fasilitator dalam sebuah lembaga. Pustakawan masa kini dituntut agar bisa menguasai teknologi dan informasi, yang dapat mempermudah akses jaringan, berperan sebagai pendidik yang diharapkan dapat melatih pemustaka jika kesulitan dalam penggunaan perpustakaan. Kompetensi pustakawan harus mengikuti arus perkembangan globalisasi.
Keamanan Informasi (Information Security) Pada Aplikasi Perpustakaan IPusnas Aulia Puspaning Galih
AL Maktabah Vol 5, No 1 (2020): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v5i1.2499

Abstract

Perkembangan teknologi informasi di era saat ini mengalami perkembangan pesat, hal ini ditandai dengan banyak ber- munculan program inovasi untuk layanan informasi, termasuk dalam layanan perpustakaan. Salah satu inovasi layanan perpusta- kaan adalah iPusnas, aplikasi milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeta- hui penerapan keamanan informasi pada aplikasi iPusnas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jenis penelitian yang digu- nakan dalam artikel ini adalah studi literature dan observasi. iPusnas sebagai salah satu bentuk inovasi layanan informasi harus mempertahankan keamanan informasi. Keamanan informasi dalam konteks layanan informasi ini harus memperhatikan aspek kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan. Aplikasi ini telah menjamin kerahasiaan data pribadi pengguna dan data koleksi yang dipinjam pengguna. Aplikasi iPusnas memiliki kebijakan lisensi dimana ketika pengguna memiliki akun dan login dengan akun tersebut maka pengguna dinyatakan menyetujui semua ketentuan yang ada pada kebijakan lisensi iPusnas.
Kemampuan Literasi Informasi Pemustaka Di Perpustakaan Universitas Negeri Padang Menggunakan Information Literacy Standars For Higher Education Fauzan Faula Azaki; Gustina Erlianti
AL Maktabah Vol 8, No 1 (2023): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v8i1.2533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi informasi pustakawan di Universitas Negeri Padang dengan standar membaca perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan pengetahuan 5 orang dari Program Studi Perpustakaan dan Informasi tahun 2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan literasi pegawai yang menggunakan literasi informasi untuk perguruan tinggi secara umum baik karena sebagian besar mengikuti literasi informasi. Hal ini terlihat dari gambaran penyajiannya, yaitu: (1) Siswa dapat mengenali informasi penting, terlihat bahwa siswa memahami atau mengetahui informasi yang dibutuhkan, (2) Siswa dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan. informasi yang mereka butuhkan dengan baik dan efektif, (3) Siswa dapat menganalisis informasi dan sumber informasi dengan cermat dan dapat memasukkan beberapa informasi ke dalam pengetahuan dan manfaat yang ada, (4) Siswa dapat menggunakan atau memanfaatkan informasi dengan baik. mencapai tujuan tertentu, melalui penelitian, banyak mahasiswa yang memilih untuk menggunakan dan menggunakan informasi, (5) Mahasiswa dapat memahami aspek ekonomi, hukum dan sosial dari penggunaan informasi serta memiliki kemampuan untuk mengakses dan menggunakan informasi secara etis dan legal. Ngomongngomong, dari hasil penelitian, mahasiswa sudah memiliki pemahaman yang utuh tentang masalah plagiarisme, mereka tahu bagaimana melaporkan dan menghargai karya orang lain dengan mencari informasi di situs resmi. Penelitian ini harus memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi keterampilan literasi informasi dalam kemampuan untuk mengenali informasi penting di masa depan.
KONSEPSI LITERASI INFORMASI (INFORMATION LITERACY) DALAM PENDIDIKAN ISLAM Basinun Basinun
AL Maktabah Vol 3, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/mkt.v3i1.1220

Abstract

Era globalisasi menuntut dunia  pendidikan untuk  bisa berakselerasi mengikuti  tuntutan jaman.  Kurikulum, tenaga  pengajar, proses pengajaran, media,  sarana dan prasarana pendidikan harus disesuaikan dengan kebutuhannya. Salah satu yang mem- berikan  indikasi ke arah  ini adalah dengan banjirnya  informasi  dan  pertumbuhan media  yang terus menunjukan dinamisasi dan  inovasi tanpa henti dan  bervariasi,  mulai dari kontennya, kemasannya, ruang  lingkupnya  serta pola dan  cara  aksesnya. Bagaimanapun juga efek dari information booming adalah manusia yang melek terhadapnya. Manusia yang melek informasi akan  lebih cepat mengkuti  perkembangan dan  tuntutan yang ada.  Inilah tuntutan sebenarnya bagi kalangan masyarakat aka- demisi.Literasi informasi bagi dalam  dunia  pendidikan sangat diperlukan, agar nantinya pendidikan nasional  mampu bersaing pada level global. Untuk itu, sudah  saatnya instansi pendidikan khususnya Islam, mulai dari tingkat dasar  sampai  perguruan tinggi memperhatikan kepentingan ini. Meski membutuhkan modal  yang tidak sedikit, namun jika diawali dengan semangat untuk mau melakukan perubahan maka apapun akan bisa dilakukan.  Meski perubahan itu sendiri pada sifatnya akan mencip- takan resiko, ketidakpastian serta biaya baik biaya ekonomis maupun psikologis. Agar komitmen  perubahan bisa ditumbuhkan, perlu dilahirkan visi bersama (shared  vision) tentang  bagaimana memperbaiki situasi dan tujuan bersama (shared  aim) menuju masa  depan. Ketersediaan sarana teknologi  informasi  (internet)  serta perpustakaan yang tentunya sudah  ada  di tiap institusi pendidikan harus  terus dikembangkan dan  benar-benar dimanfaatkan secara  optimal.  Pemanfaatan sumber  daya  yang  ada (teknologi dan sumber  informasi) untuk pendidikan akan lebih efektif, efisien dan optimal apabila  dibekali dengan penguasaan literasi informasi.  Dengan  menguasai literasi informasi  maka  akan  menumbuhkan jiwa kritis, kreatif, inovatif,  meningkatkan kinerja serta kesiapannya dalam bersaing di era globalisasi. Tidak ada kata terlambat atau tidak bisa bagi civitas akademik agar bisa melek informasi. Melek informasi menjadi  salah satu modal  kemajuan suatu negara  melalui jalur pendidikan
Literature Review: Evaluation of the Performance of the Pharmacy Management Information System (SIM-Farmasi) Using the HOT-Fit Model Dzakiya Alya Musyafa Satriad; Rasmi Zakiah Oktarlina; Citra Yuliyanda Pardilawati
International Journal Of Health Science Vol. 6 No. 1 (2026): March: International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v6i1.6778

Abstract

Introduction: The use of information technology has become a necessity and an increasing demand for public service providers, including hospital pharmacy departments. The pharmacy department plays a vital role in supporting patient recovery through the provision of pharmaceutical services oriented toward patient and community needs. To enhance service quality, an effective management information system is required. SIM Farmasi (Pharmacy Management Information System) is designed to improve drug distribution management, ensure medicine availability according to patient needs, and support accurate inventory control. This study applied the HOT-Fit model to evaluate the performance of SIM Farmasi in hospital pharmaceutical services. Methods: This study employed a literature review method by collecting and analyzing previous research articles selected based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The selected studies were evaluated and synthesized to strengthen the theoretical foundation, identify knowledge gaps, and support the development of a conceptual framework. Results and Discussion: The effectiveness of SIM Farmasi implementation is strongly influenced by human factors (staff competence and training), organizational factors (management support and standard operating procedures), and technological factors (system quality and data accuracy). Major challenges include limited human resource skills, inadequate system features, and weak organizational policies. Continuous training, system enhancement, and strengthened management commitment are therefore essential to optimize system performance. Conclusion: Overall, the HOT-Fit evaluation indicates that the implementation of SIM Farmasi has not yet been optimal. The main obstacles include insufficient staff training, weak management support, and data accuracy issues within the system.
Pengaruh Strategi Kepala Madrasah dalam Pembelajaran Berbasis Information Technology Terhadap Peningkatan School Brand Image di Madrasah Interaktif Mimha Bandung Salma Nirmala; Mustaqim Mustaqim; Nina Nurmila
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i2.5200

Abstract

This study discusses the influence of the madrasah principal's strategy in information technology-based learning on improving the school brand image at Madrasah Interactive MIMHa Bandung. The madrasah principal plays an important role in integrating information technology to improve the quality of learning and the attractiveness of the school. This study aims to describe the madrasah principal's strategy in information technology-based learning, explain the improvement of the school's image, and analyze the influence between the two. The method used is a survey with an ex post facto approach, involving 33 teachers as respondents. Data were collected through questionnaires, documentation, and interviews, then analyzed quantitatively. Based on the results of the study, the madrasah principal's strategy in information technology-based learning has an influence of 43.7% on improving the school brand image, while the rest is influenced by other factors. This means that the better the technology-based learning strategy implemented by the madrasah principal, the more positive the madrasah's image in the eyes of the public. This study recommends the development of innovative technology-based strategies to strengthen the competitiveness and reputation of educational institutions.

Page 2234 of 2490 | Total Record : 24895