Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Pemeriksaan Radiologi untuk Deteksi Kanker Payudara Dian Araminta Ramadhania
Cermin Dunia Kedokteran Vol 44, No 3 (2017): Infeksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v44i3.837

Abstract

Kanker payudara menempati urutan pertama kasus baru dan kematian akibat kanker baik di dunia maupun di Indonesia. Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum diderita kaum wanita. Kombinasi berbagai modalitas pemeriksaan radiologi seperti mamografi, USG dan MRI dapat digunakan untuk deteksi dini yang akan meningkatkan harapan hidup penderitanya.Breast cancer has the highest incidence and mortality rates both in the world and in Indonesia. Breast cancer is the most common cancer found in women. The combination of various medical imaging modalities such as mammography, USG and MRI can be utilized for early detection that will improve survival. 
Karsinoma Serviks: Gambaran Radiologi dan Terapi Radiasi Arini Pramodavardhani Puteri
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 4 (2020): Arthritis
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v47i4.385

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan berasal dari serviks. Penyebab kanker serviks diketahui adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) sub tipe onkogenik, terutama sub tipe 16 dan 18. Gambaran radiologi tumor terlihat setidaknya pada stadium IB. MRI adalah modalitas pencitraan pilihan untuk menggambarkan tumor primer dan menilai persebaran lokal sedangkan persebaran metastasis jauh terbaik dinilai dengan CT atau PET. Radioterapi terdiri atas kombinasi radiasi eksterna daerah pelvis dan brakiterapi. Kombinasi pembedahan dan radiasi maupun kemoradiasi pada stadium I dan II merupakan tindakan radikal dan dapat memberikan hasil memuaskan.Cervical cancer is a malignancy originating from the cervix. The cause of cervical cancer is HPV (Human Papilloma Virus) oncogenic sub-type, especially sub-types 16 and 18. Radiological features of the tumor are seen at least at stage IB. MRI is the imaging modality of choice for primary tumors description and assessing local distribution while distant metastatis is best assessed by CT or PET. Radiotherapy consists of a combination of external radiation for the pelvic region and brachytherapy. Combination of surgery and radiation as well as chemoradiation in stages I and II is a radical treatment and can provide satisfactory results.
Pencegahan Efek Radiasi pada Pencitraan Radiologi Reginald Maleachi; Ricardo Tjakraatmadja
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 7 (2018): Onkologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i7.647

Abstract

Efek radiasi dalam bidang radiologi tidak dapat dihindari. Ahli radiologi perlu berhati-hati terhadap bahaya dan efek radiasi, mengetahui batasan dosis radiasi yang aman, cara meminimalkan paparan radiasi, dosis terkecil untuk visualisasi pencitraan yang baik. Keselamatan pasien dan petugas medis perlu mendapat perhatian khusus. Proteksi radiasi penting untuk pasien, staf, serta ahli radiologi sendiri dengan cara menaati indikasi pemeriksaan yang tepat, jumlah pemeriksaan seminimal mungkin, dan sedapat mungkin memilih modalitas pencitraan yang tidak memerlukan radiasi.The effects of radiation in radiology can not be avoided. Radiologists should be cautious, know the limit of radiation dose, minimize radiation exposure, and to get the best visualization image with minimal dose. Safety of patients and medical staffs need special attention. Radiation protection is important for patients, staffs, and radiologists through proper indications, minimizing examinations, and to prioritize non-radiation imaging modalities.
Gambaran Radiologi untuk Deteksi Prenatal Osteogenesis Imperfecta Kartika -; Dewa Gde Mahiswara Suadiatmika
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i6.659

Abstract

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan heterogen genetik tulang dan jaringan ikat disebabkan mutasi dominan gen kolagen tipe I, COL1A1 dan COL1A2. Pemeriksaan radiologi masih menjadi alat skrining pertama untuk menentukan evaluasi genetik dini.Osteogenesis imperfecta (OI) is a genetic heterogenous disorder of bone and connective tissue caused by dominant mutation in collagen type I genes, COL1A1 and COL1A2. Radiological examination remains to be the first screening tool for early prenatal genetic evaluation.
Angka Kuman Udara Ruang Radiologi BP4 Yogyakarta Setelah Disinfeksi dengan Sinar Ultra Violet Rusdiyanti Nurhanifah
Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 2 No. 4 (2010): Februari
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1154.3 KB)

Abstract

The human resources in BP4 Yogyakarta pose risk to acquire diseases es- pecially respiratory disease which are spread through the air. Based from the preliminary survey it is known that the number of air microorganism in the radi- ology exceeded the maximum limit regulated in Ministry of Health decree No. 1204/Menkes/SK/X/2004. One effort to control the microorganism is by conducting disinfection with ultraviolet. The disinfection should be regularly implemented in order to keep the number of air microorganisms below the treshold. The objectives of the research is to know the influence of ultraviolet disinfection toward the decline of air microorganism number and the required disinfection period. The method of the research is quasi-experiment following times series design. The location of the research is radiology room of BP4 Yogyakarta. The samples was taken before disinfection and after the 1st, 2nd, 3rd, 4th 5th and 6th day to measure the declining. The results show that disinfection with ultraviolet can reduce the number of air microorganisms in average of 86,1%, and this number has fulfilled the requirement. Based on the regression analysis, the num- ber of air microorganisms is predicted to reach the permitted treshold in the 3rd day after disinfection, therefore the disinfection should be conducted every 3 days.
EVALUASI PENGARUH PAPARAN RADIASI TERHADAP EFEK SITOTOKSIK DAN GENOTOKSIK PADA Allium cepa SEBAGAI BIOINDIKATOR KONDISI LINGKUNGAN KERJA BAGIAN RADIOLOGI RUMAH SAKIT Yunika Sopandi; Indah Rachmatiah S. Salami
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 19 No. 2 (2013)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtl.2013.19.2.10

Abstract

Abstrak: Penggunaan radiasi pengion dalam bidang kedokteransemakin mengalami peningkatan terutamapada pemeriksaan diagnostik, radioterapi, serta intervensi non-bedah. Teknik diagnosis dan intervensi non-bedah seperti fluoroskopi, radiologi dan kardiologi intervensi menghasilkan dosis radiasi yang tinggi tidak hanya pada pasien tetapi juga pada pekerja medis. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemantauan kondisi lingkungan kerja pada kegiatan medis tersebut untuk melindungi pekerja dari efek kesehatan jangka panjang akibat paparan radiasi. Pemantauan efek langsung pada makhluk hidup akibat paparan radiasi pengion hampir jarang dilakukan. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi lingkungan kerja rumah sakit yang terpaparradiasi pengion menggunakanAllium cepa sebagai bioindikator. Penelitian dilakukan di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung padaempat (4) lokasi yaitu ruang periksa dan operator pada tindakan kardiologi intervensi, ruang periksa dan operator tindakan fluoroskopi,ruang operator tindakan CT-Scandanradioterapi.Bioindikator ditempatkan pada masing-masing ruang tindakan tersebut. Efek yang dilihat pada tanaman A. cepa adalah indeks mitotikdan aberasi kromosom. Hasil perhitungan dosis radiasi pada semua ruang operator di keempat lokasi studi masih berada di bawah nilai ambang batas, begitu pula dengan nilai rerata indeks mitotik dan aberasi kromosom yang dapat dikatakan tidak bersifat toksik terhadap sel A. cepa.Sementara itu dosis radiasi pada ruang periksa kardiologi intervensi berada di atas ambang batas, hal ini pun sejalan dengan nilai indeks mitotik dan aberasi kromosom yang dihasilkan. Berdasarkan kurva dosis-respon, hubungan antara dosis akumulasi terhadap persentase indeks mitotik dan aberasi kromosom bersifat logaritmik dengan nilai korelasi (R2) yang tinggi yaitu berturut-turut 0,862 dan 0,933.
Gambaran Manajemen Alat Pelindung Diri (APD) Radiasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Palembang Tassya Damayanti; Mustika Fatimah; Rizka Muliani; Anisah Anisah; Hasto Pratikno; Muthia Feliyanti
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 22, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v22i2.1881

Abstract

The radiology installation is one of the supporting specialist medical services at the hospital that uses x-rays for diagnosis. One of the efforts to protect workers from occupational health and safety in radiology installations is to implement a radiation Personal Protective Equipment (PPE) management system. This type of research is descriptive qualitative with observation data collection techniques, interviews with two informants and documentation studies. Test the validity of the data using source triangulation techniques and triangulation techniques. This study shows that from 4 variables, 18 components, 27 points where as many as 14 points (51.85%) are met and in accordance with standards, 1 point (3.70%) is met but not according to standards/regulations, and as many as 12 points (44.44%) are not met by the radiology installation of Bhayangkara Hospital Palembang. Several radiation protection requirements and Standard Operating Procedures (SOP) for the operation of radiology equipment and the use of Personal Protective Equipment (PPE) at the radiology installation of Bhayangkara Hospital Palembang have met the standards and related education and training have been carried out.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG PERAN RADIOLOGI PARU Denny Denny; Alicia Sarijuwita; Salwa Deyo Maharani; Sephia Maharani; Dorena Kasego
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.697 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19915

Abstract

Interpretasi radiologi paru penting untuk mendeteksi kelainan paru. Informasi yang terbatas terkait hasil radiologi paru maka perlu dilakukan promosi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan terkait peran radiologi paru untuk membantu diagnosis penyakit paru. Berdasarkan permasalahan diatas maka tim pengabdian masyarakat FK UNTAR berupaya melakukan edukasi kesehatan terkait peran radiologi paru. Kegiatan edukasi kesehatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait pencitraan radiologi paru. Kegiatan edukasi tentang peran radiologi paru dapat dilaksanakan dengan jumlah peserta yang mengikuti edukasi sebanyak 118 peserta terdiri dari 95 perempuan dan 23 laki-laki. Kegiatan edukasi peran radiologi dilakukan pada hari Sabtu tanggal 19 Maret 2022, dimulai dari pukul 08.00-12.00 WIB. Nilai rata-rata pre-test adalah 23,7 sedangkan nilai rata-rata post-test adalah 30,25. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang telah dikerjakan peserta edukasi tentang radiologi paru terjadi peningkatan sebesar 27,63%. Kegiatan edukasi tentang peran radiologi paru perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan tujuan meningkatan pengetahuan serta minat terhadap radiologi di bidang kesehatan menjadi lebih baik.
Peran Radiologi Dalam Diagnosis Endobronchial Carcinoid Tumor AZIZA G. ICKSAN
Indonesian Journal of Cancer Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3000.087 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v8i4.364

Abstract

Bronchial carcinoid tumors are rare neuroendocrine neoplasma consist of 1?2% of all pulmonary neoplasms and 12?15% of carcinoid tumors in United States. Recently, there is no data in Indonesia. The imaging play important role in diagnosing bronchial carcinoid tumor. This case presentation reported A 35 years old woman with chief complaint of hemoptysis. Acid fast bacilli smear was negative and mantoux test positive. From chest X ray there is a right paracardial consolidation. Chest CT Scan has been done and there was consolidation in right middle lobe with endobronchial mass in intermedius of right bronchial lung. The multidiscipline team diagnosis were endobronchial mass and pulmonary TB. Anti TB treatment had been given. The follow up CT scan after 1 month Anti TB treatment was improvement in consolidation, but the endobronchial mass was stable. She got PET CT Scan and the result was non metabolic nodule. Surgical treatment was done to remove endobronchial mass. The histopathology finding from specimen was typical bronchial carcinoid tumor.
Kualitas Sistem Informasi Pelaporan Standar Pelayanan Minimal Instalasi Radiologi Berbasis Web (e-spmrad.com) Romadhoni, Efriza Nur; Santoso, Bedjo; Darmini, Darmini; Satoto, Bambang; Wibowo, Gatot Murti
Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo Vol 8, No 2 (2022): JMK Yayasan RS.Dr.Soetomo, Oktober 2022
Publisher : STIKES Yayasan RS.Dr.Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.701 KB) | DOI: 10.29241/jmk.v8i2.972

Abstract

ABSTRAKPengembangan laporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) radiologi diharapkan dapat mempermudah dan mendukung proses pengambilan keputusan. e-spmrad.com sebagai sistem pelaporan SPM radiologi yang dikembangkan pada tahun 2021 ekuivalen sebagai pelaporan SPM radiologi, Namun dalam penelitian belum dilakukan analisis terhadap kualitas sistem, kualitas informasi dan kepuasan pengguna. Padahal, kualitas sistem dan kualitas informasi mempengaruhi kepuasan pengguna sistem terhadap penggunaan sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis e-spmrad.com efektif terhadap kualitas sistem informasi dalam pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi. Desain penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di instalasi radiologi RSUI Madinah Kasembon Malang pada Bulan Februari- Juli 2021. Uji coba dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimen design dengan rancangan one group pre-post test. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan kualitas sistem, kualitas informasi dan kepuasan pengguna pada seluruh aspek sebelum dengan sesudah pemberian sistem baru (p-value ≤ 0,005). sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem informasi pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi efektif terhadap kualitas sistem informasi dalam pelaporan standar pelayanan minimal instalasi radiologi, terbukti nilai p-value adalah 0,005.

Page 28 of 85 | Total Record : 841