Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Peran Pendidikan Klinik terhadap Pencapaian Kompetensi Radiologi Kedokteran Gigi pada Mahasiswa Profesi: Sebuah Tinjauan Literatur: Indonesia Naadhira Musfira; Farihah Septina; Tubagus Agnizarridlo
E-Prodenta Journal of Dentistry Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.eprodenta.2022.006.01.8

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan klinik sudah dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dalamilmu kedokteran dan kedokteran gigi serta keterampilan dalam bidang kedokteran gigi. Kompetensi radiologikedokteran gigi merupakan salah satu capaian yang harus dipenuhi guna mencetak dokter gigi yang berkualitas.Mahasiswa profesi perlu mencapai kompetensi radiologi kedokteran gigi agar memperkecil kesalahan dankegagalan yang terjadi. Dalam menentukan diagnosis diperlukan kualitas radiograf yang baik, agar diagnosis tepatdan akurat. Namun, kesalahan dan kualitas radiograf yang kurang baik masih sering ditemukan sehinggamenyebabkan pengambilan radiograf ulang. Hal ini secara signifikan menambah kontak pasien dengan radiasi yangtidak sesuai dengan asas ALARA (As Low As Reasonably Achievable). Institusi memiliki peran penting dalammenanamkan pengetahuan pada mahasiswa sehingga frekuensi kegagalan radiograf dapat dikurangi. Maka,evaluasi dalam pendidikan kedokteran gigi perlu dilakukan untuk melihat tingkat kinerja sistem dan perencanaanmodifikasi sesuai kebutuhan teknis apabila diperlukan. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh pendidikan klinikterhadap pencapaian kompetensi radiologi kedokteran gigi pada mahasiswa profesi. Metode: Jenis penelitian yangdigunakan adalah Study Literatur Review (SLR). Metode SLR digunakan untuk mengidentifikasi, mengkaji,mengevaluasi, dan menafsirkan semua temuan literatur secara sistematis, yang pada setiap prosesnya mengikutilangkah-langkah atau protokol yang telah ditetapkan. Hasil: Tinjauan literatur ini membuktikan bahwa terdapatpengaruh pendidikan klinik terhadap pencapaian kompetensi radiologi kedokteran gigi pada mahasiswa profesi.Pendidikan klinik terbukti memberikan dampak positif dan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatanpemahaman interpretasi radiograf, peningkatan pemahaman optimalisasi dosis, dan penurunan presentasekesalahan pembuatan radiograf.
Kasus Toksoplasmosis Serebri Tak Terduga dengan Gambaran Radiologi yang Menyerupai Keganasan Sekarputri, Cempaka Harsa; Indiralia, Anisia; Roebijanti
Majalah Patologi Indonesia Vol. 31 No. 2, Mei 2022
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55816/mpi.v31i2.503

Abstract

ABSTRACTToxoplasmosis was Toxoplasma Gondii infection. In HIV-infected patients, the prevalence of toxoplasma infectionranges was 3-97%. Diagnosis cerebral toxoplasmosis almost failed to recognized varians clinical and radiologicalfeatures on organism identifiied from brain biopsy which difficult to extract from alive patient. This case reportdiscussed cerebral toxoplasmosis of brain biopsy HIV positive patient which unknown status HIV patient, previously.A 52-year-old male patient came complained not only loss of apatit and dizzy two months ago, but also fainted.MSCT Scan with and without contrast showed right temporooccipital glioblastoma. Brain MRI showed a lesion on theright temporoparietal area with perifocal edema pressing on the right lateral ventricle. Microscopical feature showedglial tissue containing large areas of necrosis with karyorrhexis debris, PMN and mononuclear leucocyte infiltration,scaterred of tachyzoites and bradyzoites, no signs of malignancy. HIV serological examination was confirmed and thepatient's results were found to be anti-HIV reactive. Conclusion diagnosis as cerebral toxoplasmosis.
Analisis Pengetahuan Perawat Rumah Sakit Terhadap Pentingnya Proteksi Radiasi Pada Saat Pemeriksaan Radiologi: Knowledge Analysis Of Hospital Nurses On The Importance Of Radiation Protection During Radiological Examination Yeni Cahyati; Erino Ilham Yusuf
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan pada dasarnya terdiri dari sejumlah fakta dan teori yang memungkinkan seseorang untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapinya. Pengetahuan juga sebagai alat jaminan yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang, pengetahuan perawat sangat penting dalam melakukan pelayanan kesehatan. Salah satu pengetahuan yang perlu dimiliki oleh perawat adalah hal-hal yang berkaitan dengan perawatan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit, dimana diruang tersebut terdapat pesawat sinar -x sebagai sumber radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengetahuan perawat Rumah Sakit terhadap pentingnya proteksi radiasi pada saat pemeriksaan radiologi. Jenis penelitian ini menggunakan metode Study Cross Sectional dan memberikan angket menggunakan instrumen kuisioner pada perawat di Rumah Sakit. Dari hasil penelitian 68% perawat sudah paham terkait pentingnya proteksi radiasi pada saat pemeriksaan radiologi.
GAMBARAN OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS BERDASARKAN GAMBARAN RADIOLOGI MASTOID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MEURAXA KOTA BANDA ACEH Fuziati Fuziati; Isfanda Isfanda; Maidayani Maidayani
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 3 (2021): Edisi Khusus Dies Natalis Universitas Abulyatama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i3.833

Abstract

The prevalence of chronic suppurative otitis media in some countries is partly due to social, economic, densely populated, hygienic and poor nutrition conditions. Chronic otitis media is the most common ENT disease in developing countries. The purpose of this research is to know the description of chronic suppurative otitis media (OMSK) based on mastoid radiology picture at Meuraxa General Hospital of Banda Aceh City Year 2017. This research is descriptive conducted on May 18 - July 10, 2017. Respondent is 25 respondents conducted by taking data from medical records. In general, the results showed that the picture of chronic suppurative otitis media (OMSK) based on mastoid radiology picture at Meuraxa Municipal General Hospital of Banda Aceh City in 2017, was in negative mastoiditis category, 21 respondents (84.0%). Based on the above results it is expected to patients to always control the condition of the ear in order to prevent the occurrence of mastoiditis in the ear that can interfere with the auditory system.Keywords: Chronic Suppurative Otitis Media (OMSK), Mastoiditis
GAMBARAN GOUT ARTRITIS YANG DI SEBABKAN OLEH HIPERURISEMIA DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM DAN RADIOLOGI RSUD MEURAXA Said Aandi Saida; Fuziati Fuziati
Jurnal Sains Riset Vol 11, No 3 (2021): Edisi Khusus Dies Natalis Universitas Abulyatama
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsr.v11i3.781

Abstract

Gout Arthritis is a group of heterogeneous diseases as a result of deposition of crystals of monosodium veins (C5H4N4O3) in tissue or as a result of supersaturation of uric acid in the extracellular fluid. One of the metabolic disorders that cause gout arthritis is Hyperurisemia, defined as elevated uric acid levels over 7.5 ml / dl in males and 6.5 ml / dl in females. This study aims to determine the description of Gout Artritis caused by hyperuricemia in polyclinic internal disease and radiology Regional Hospital Meuraxa Banda aceh Year 2017. This study is observational analytic with a sample amounting to 43 people who are done by way of diagnosis of doctors in the disease, Patient history and medical redord. In general, the results showed that the Gout Arthritis picture caused by hyperuricemia in polyclinics of internal medicine and radiology of RSUD Meuraxa Banda aceh in 2017 was obtained by gender based on 31 patients (72,1%), Age was age 65 years with total 16 patient (37,2%). Gout Arthritis is closely related to hyperuricemia because of 20 people with high uric acid levels (8 ml / dl in men and 7 ml / dl in females) 19 of whom suffer from Gout Arthritis. From the statistical results show that the average value obtained is p count = 0.01 (p 0.05). These results indicate that there is a relationship between hyperuricemia and Gout Arthritis incidence.Keywords: Gout Artritis, Hiperuricemia
TEKNIK RADIOGRAFI OSSA PELVIS DENGAN SANGKAAN FRAKTUR OS PUBIS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2020 Veryyon Harahap1, Bambang Kustoyo1, Saufa Taslima1
JURNAL PIONIR Vol 8, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i1.2855

Abstract

ABSTRAK Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik,kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. Ada beberapa istilah yang dipakai untuk menjelaskan tipe fraktur yaitu. Fraktur Transversal,Fraktur Longitudinal, Fraktur Segmental, Fraktur Kompresi dan Fraktur Avulsi.Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui hasil gambar radiografi, Apabila terjadi fraktur atau benturan serta diakibatkan oleh faktor KLL(kecelakaan lalulintas). Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana teknik pemeriksaan  radiogrfi Ossa Pelvis dengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Berastagi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data dengan cara observasi, studi dokumentasi dan studi literature (kepustakaan). Hasil penelitian pemeriksaan Ossa Pelvisdengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi adalah secara umum dengan menggunakan proyeksi AP(AnteriorPosterior). Pesawat Rontgen yang ideal untuk radiografi Ossa Pelvis adalah jenis pesawat rontgen yang portable atau mobile X-Ray unit dengan kemampuan yang relatif rendah. Film rontgen yang digunakan jenis high speed yang dikombinasikan dengan intensifying screen (IS) yang fast screen dimana jenis film dan intensifying screen (IS) ini dapat menghasilkan gambaran dengan detail dan ketajaman yang baik. Dengan demikian dosis radiasi juga dapat dikurangi bagi pasien dan operator itu sendiri. Proses pencucian film rontgen yang digunakan sebaiknya menggunakan Automatic Processing. Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dari hasil radiografi khususnya pada kasus Fraktur Os Pubis.Kata  kunci : Ossa Pelvis, fraktur Os Pubis    ABSTRACT               A fracture is a fracture, usually caused by trauma or physical exertion, the strength and angle of the force, the state of the bone itself, and the soft tissue surrounding the bone will determine whether the fracture is complete or incomplete. Complete fracture occurs when the entire bone is broken, whereas incomplete fracture does not involve the entire thickness of the bone. There are several terms used to describe the type of fracture, namely. Transverse Fractures, Longitudinal Fractures, Segmental Fractures, Compression Fractures and Avulsion Fractures.The examination aims to determine the results of radiographic images, if there is a fracture or collision and it is caused by the KLL factor (traffic accident). The research objective was to find out how the Ossa Pelvis radiographic examination technique with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Berastagi Hospital in 2020. This type of research is descriptive research using data collection techniques by means of observation, documentation study and literature study (literature). The results of the research on the examination of Ossa Pelvis with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Etaham Berastagi Hospital were generally using the AP (Anterior Posterior) projection. The ideal X-Ray aircraft for radiographs. Ossa Pelvis is a portable or mobile X-Ray unit with relatively low capability. The x-ray film used is a high speed type combined with a fast intensifying screen (IS) where this type of film and the intensifying screen (IS) can produce images with good detail and sharpness. Thus the radiation dose can also be reduced for both the patient and the operator himself. The process of washing the X-ray film used should be Automatic Processing. It is hoped that it can be used as a reference for radiographs, especially in cases of Os Pubis fracture.Key words: Ossa Pelvis, Os Pubis fracture 
TEKNIK RADIOGRAFI OSSA PELVIS DENGAN SANGKAAN FRAKTUR OS PUBIS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2022 Veryyon Harahap, Saufa Taslima
JURNAL PIONIR Vol 8, No 2 (2022): Juli
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v8i2.2856

Abstract

ABSTRAK Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik,kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila seluruh tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang. Ada beberapa istilah yang dipakai untuk menjelaskan tipe fraktur yaitu. Fraktur Transversal,Fraktur Longitudinal, Fraktur Segmental, Fraktur Kompresi dan Fraktur Avulsi.Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui hasil gambar radiografi, Apabila terjadi fraktur atau benturan serta diakibatkan oleh faktor KLL (kecelakaan lalu lintas). Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana teknik pemeriksaan  radiogrfi Ossa Pelvis dengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Berastagi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data dengan cara observasi, studi dokumentasi dan studi literature (kepustakaan). Hasil penelitian pemeriksaan Ossa Pelvisdengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi adalah secara umum dengan menggunakan proyeksi AP(AnteriorPosterior). Pesawat Rontgen yang ideal untuk radiografi Ossa Pelvis adalah jenis pesawat rontgen yang portable atau mobile X-Ray unit dengan kemampuan yang relatif rendah. Film rontgen yang digunakan jenis high speed yang dikombinasikan dengan intensifying screen (IS) yang fast screen dimana jenis film dan intensifying screen (IS) ini dapat menghasilkan gambaran dengan detail dan ketajaman yang baik. Dengan demikian dosis radiasi juga dapat dikurangi bagi pasien dan operator itu sendiri. Proses pencucian film rontgen yang digunakan sebaiknya menggunakan Automatic Processing. Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dari hasil radiografi khususnya pada kasus Fraktur Os Pubis. Kata  kunci : Ossa Pelvis, fraktur Os Pubis        ABSTRACT               A fracture is a fracture, usually caused by trauma or physical exertion, the strength and angle of the force, the state of the bone itself, and the soft tissue surrounding the bone will determine whether the fracture is complete or incomplete. Complete fracture occurs when the entire bone is broken, whereas incomplete fracture does not involve the entire thickness of the bone. There are several terms used to describe the type of fracture, namely. Transverse Fractures, Longitudinal Fractures, Segmental Fractures, Compression Fractures and Avulsion Fractures.The examination aims to determine the results of radiographic images, if there is a fracture or collision and it is caused by the KLL factor (traffic accident). The research objective was to find out how the Ossa Pelvis radiographic examination technique with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Berastagi Hospital in 2020. This type of research is descriptive research using data collection techniques by means of observation, documentation study and literature study (literature). The results of the research on the examination of Ossa Pelvis with suspected Os Pubis Fractures in the Radiology installation of the Efarina Etaham Berastagi Hospital were generally using the AP (Anterior Posterior) projection. The ideal X-Ray aircraft for radiographs. Ossa Pelvis is a portable or mobile X-Ray unit with relatively low capability. The x-ray film used is a high speed type combined with a fast intensifying screen (IS) where this type of film and the intensifying screen (IS) can produce images with good detail and sharpness. Thus the radiation dose can also be reduced for both the patient and the operator himself. The process of washing the X-ray film used should be Automatic Processing. It is hoped that it can be used as a reference for radiographs, especially in cases of Os Pubis fracture.Key words: Ossa Pelvis, Os Pubis fracture
TEKNIK RADIOGRAFI OS HUMERUS DENGAN KASUS FRAKTUR 1/3 DISTAL HUMERUS DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM BERASTAGI KABUPATEN KARO TAHUN 2022 Veryyon Harahap1, Bambang Kustoyo2, Awan Pelawi3, Saufa Taslima4
JURNAL PIONIR Vol 7, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Asahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36294/pionir.v7i1.2853

Abstract

ABSTRAK Humerus (Latin, humerus) adalah tulang  terpanjang dari anggota gerak atas pada manusia. Humerus adalah bagian dari rangka apendikular atas dan terletak di wilayah lengan. Ini berarti kulasi di bagian atasnya dengan skapula, melalui sendi bahu (atau sendi gleno humeral) dan di bagian bawah dengan ulna dan jari-jari, melalui sendi siku (atau sendi humero radioulnar). Ujung proksimal humerus memiliki kepala, leher bedah dan anatomi, dan tuberkel mayor dan minor. Humerus adalah tulang panjang (Berdasarkan jenis tulangnya). Ini terdiri dari tiga komponen: ujung atas, ujung bawah, dan poros. Pada ujung proksimal, humerus membentuk bagian halus, struktur seperti bola yang dikenal sebagai kepala humerus. Kepala humerus membentuk sendi bola dan soket pada bahu, dengan rongga gleno idalis dari scapula bertindak seperti soket. Bentuk bulat dari kepala humerus memungkinkan humerus bergerak dalam lingkaran lengkap (sirkumduksi) dan berputar di sekitar porosnya pada sendi bahu.Tepat di bawah kepala, humerus menyempit kebagian anatomi leher humerus.       Kata Kunci : Humerus, appendicular 
ANALISIS IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR Hanafi Nasution
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i2.366

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus diupayakan bagi seluruh pekerja rumah sakit termasuk pekerja radiasi. Instalasi radiologi merupakan salah satu pelayanan medis spesialis penunjang di rumah sakit. Pemeriksaan radiologi memanfaatkan sinar-X untuk keperluan diagnosis. Sinar-X selain dapat memberikan manfaat juga dapat menimbulkan bahaya. Untuk mencegah hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan aspek-aspek manajemen keselamatan radiasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi sistem manajemen Keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. Jenis penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan data wawancara dengan 4 informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan dari 3 variabel yang diteliti yaitu variabel Sumber daya manusia (Personil) yang terdiri dari 4 kriteria telah memenuhi yaitu telah tersedia dokter spesialis radiologi, radiografer, PPR dan tenaga administrasi. Dari variabel Peralatan Protektif Radiasi (APD) memenuhi 2 dari 6 kriteria yang ada yaitu tersedianya apron dan pelindung tiroid, peralatan protektif radiasi lain seperti kacamata, sarung tangan, pelindung gonad dan tabir/tirai belum tersedia. Sedangkan dari variabel Pelatihan Proteksi dan Keselamatan Radiasi belum pernah difasilitasi oleh rumah sakit sehingga tidak memenuhi 2 kriteria yaitu tanggung jawab dalam proteksi dan keselamatan radiasi dan pentingnya menerapkan proteksi dan keselamatan radiasi selama melaksanakan pekerjaan yang terkait dengan radiasi. Saran yang direkomendasikan bagi radiografer agar selalu menggunakan alat protektif radiasi dengan konsisten dan bagi pihak rumah sakit agar melengkapi peralatan proteksi radiasi (APD) yang terdapat di Instalasi Radiologi.
Analisis Fungsi Manajemen (Planning, Organizing,Actuating, Controling) Dalam Pemeliharaan Alat Kesehatan Di Ruang Radiologi RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur Hanafi Nasution
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 1, EDISI MARET 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i1.425

Abstract

Menurut UU RI No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan bahwa Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tujuan penelitian untuk mengetahui fungsi manajemen (Planning, Organizing, Actuating,Controling) dalam pemeliharaan alat kesehatan di ruang Radiologi RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur. desain penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kualitatif, dimana data dan sumber datanya diperoleh dari lapangan melalui observasi dan wawancara. Informan dalam penelitian ini adalah sebanyak 3 orang 1) Kepala Instalansi Radiologi, 2) Kepala Instalansi Sarana dan Prasarana Rumah Sakit. 3) Kepala Bidang Manajemen Penunjang Medik. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah menggunakan teknik sebagai berikut: Observasi, Wawancara (Interview), Dokumentasi. Hasil penelitian adalah Jenis program jangka panjang: dengan memberikan alat, setelah digunakan alat dibersihkan jika perlu pengontrolan pihak IPSRS Jangka pendek: jika ada kerusakan langsung dilaukan pelaporan Jangaka menengah: dilakukan pemeliharaan secara rutin terhadap alat kesehatan yang ada di bidang radiologi. Tidak ada struktur organisasi tidak pemeliharaan alat kesehataan, tetapi RS hanya memiliki tim IPSRS yang bertangung jawab jika terjdi perusakan maupun perbaikan. Program kepala ruangan untuk memperbaiki kinerja karyawan dan staf tidak ada namun kepala ruangan langsung menegur karyawan yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan tangung jawab yang ditetapkan. Kepala ruangan melakukan monitoring setiap saat karena memang semua alat harus dilakukan monitoring karena jika alat tersebut bermasalah akan menimbulkan keterlambatan dalam pemeriksa pasien.

Page 30 of 85 | Total Record : 841