Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

PELATIHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANG RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM SEMBIRING Herlina J. El-Matury; Elisabeth Dame Manalu; Saiful Batubara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Putri Hijau
Publisher : INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.698 KB) | DOI: 10.36656/jpmph.v1i2.696

Abstract

In medical, radiation exposure hazard in radiology rooms is higher than other places. Nurses who are exposed to radiation for a long time and continuously can cause health problems due to radiation exposure to nurses in the radiology room. Sembiring Hospital plays an important role in the management system to avoid and reduce radiation exposure hazards. The results of level of compliance and the behavior of using Personal Protective Equipment, out of 30 radiology room nurses, 80% of them did not comply with wearing Personal Protective Equipment when working due to lack of knowledge and awareness. Therefore, it’s necessary to provide health education and training to change the behavior of the use of Personal Protective Equipment. By conducting training of using Personal Protective Equipment and counseling about the dangers of radiation and the importance of using Personal Protective Equipment to nurses who work in the radiology room, it’s hoped that they can increase their knowledge and their ability. This training and counseling forms a mindset and awareness. With the creation of a mindset to be aware, nurses can form compliance with Personal Protective Equipment while working without having to be supervised by the Health Safety Environment Officer at the Sembiring Hospital
Laporan Kasus : Modalitas Radiologi Pada Tumor Colli Sinisitra Ayu Niti Wedayani Anak Agung; Novia Andansari Putri Restuningdyah; Rabsanjani
Unram Medical Journal Vol 11 No 1 (2022): vol 11 no 1
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v11i1.669

Abstract

Latar Belakang : Kanker kepala dan leher mencakup berbagai kelompok tumor biasa yang seringkali agresif dalam perilaku biologis mereka. Selain itu pasien dengan kanker kepala dan leher sering berkembang menjadi tumor primer kedua. Tumor ini terjadi pada tingkat tahunan sebesar 3%-7% dan 50%-75% dari kanker baru seperti terjadi di saluran aerodigestive atas atau paru-paru.4 Massa leher dapat menjadi situasi yang membingungkan dan menantang, terutama pada pelayanan primer. Teknik MRI biasanya digunakan untuk evaluasi pengobatan, Ringkasan Kasus : Seorang laki-laki berusia 66 tahun datang ke poliklinik onkologi dengan keluhan utama leher membesar terus-menerus sejak 6 bulan. Pasien tidak memiliki riwayat keganasan sebelumnya. Pada MRI didapatkan Lesi pertama masih mungkin suatu STT colli dengan perluasan pada submandibular kiri, pterygoideus muscle kiri, sinus maxilaris kiri, infiltrasi optic chiasm kiri, CPA kiri, retroorbital kiri. Lesi kedua masih mungkin swat sphenoid wing meningioma kiri.
Review Penelitian K3 di Bagian Radiologi Rumah Sakit Ratih Oemiati; Ahmad Farid Umar
Jurnal Persada Husada Indonesia Vol 8 No 29 (2021): Jurnal Persada Husada Indonesia
Publisher : STIKes Persada Husada Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56014/jphi.v8i29.317

Abstract

Pelayanan Instalasi Radiologi merupakan bagian integral dari pelayanan penunjang medik di rumah sakit yang menyelenggarakan pelayanan diagnostik. Pemanfaatan radiasi pengion dan non-pengion ini dipandang perlu mendapatkan perhatian khusus oleh karena pelayanan radiologi memiliki peranan yang sangat besar dalam menunjang diagnosa suatu penyakit. Keselamatan kerja dalam radiologi mempunyai risiko baik secara langsung maupun tidak langsung, risiko tersebut dapat terjadi bila kelalaian dan sebab-sebab lain di luar kemampuan manusia. Penelitian ini bertujuan merangkum hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan K3 di bagian radiologi (diagnostik dan intervensional). Penelitian ini mereview 10 jurnal penelitian tentang K3 di bagian Radiologi RS terbitan tahun 2013 sampai dengan tahun 2021. Hasil yang dibahas dikelompokkan pada topik penelitian. Ada tiga topik besar yaitu pengawasan, SDM dan dampak radiasi yang dikaitkan dengan pemakaian APD. Hasil yang dipaparkan adalah tabel karakteristik jurnal dan tabel rangkuman hasil penelitian. Terdapat sebanyak masing-masing 2 artikel terbitan tahun 2013, 2016, 2017 dan 2018. Sedangkan yang terbitan tahun 2020 dan 2021 masing-masing satu artikel. Dari 10 artikel tersebut, delapan artikel membahas tentang manajemen K3, satu artikel membahas tentang dampak radiasi dan satu artikel membahas tentang pocket dosimetri (sebagai APD). Hanya ada satu penelitian yang menyatakan bahwa penerapan K3 pada pelayanan radiologi berkualitas. Selebihnya menilai bahwa penerapan K3 di bagian radiologi masih kurang. Dua artikel membahas keterbatasan SDM yaitu ketiadaan tenaga fisikawan medis dan staf administrasi, yang satu membahas tidak adanya pelatihan dan kurangnya SDM. Pengawasan ada empat artikel yang membahasnya Sedangkan datu artikel membahas dampak radiasi pada pekerja.
Penyuluhan Hipertensi dengan Penegakan Diagnosa Radiologi dan Pemeriksaan Tekanan Darah pada Masyarakat di Wilayah Kelurahan Gunung Terang Kec. Langka Pura Provinsi Lampung Made Yully
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i7.6198

Abstract

ABSTRAKHipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan masalah yang ditemukan pada masyarakat baik di negara maju maupun berkembang termasuk Indonesia. Menurut WHO batas normal tekanan darah adalah 120–140 mmHg tekanan sistolik dan 80 – 90 mmHg tekanan diastolik. Seseorang dinyatakan mengidap hipertensi bila kanan darahnya > 140/90 mmHg. Dimana seperti yang kita ketahui Hipertensi merupakan faktor resiko yang kuat untuk terjadinya stoke hemoragik yang dapat dimodifikasi baik bagi laki‐laki ataupun wanita. Maka dari itu selain menjaga pola makan dengan baik dan benar diharapkan setiap orang untuk rutin memeriksakan kesehatannya terutama dalam pemeriksaan tekanan darah agar selalu terkontrol. Tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu agar masyarakat mengetahui bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi peningkatan/kenaikan tekanan darah dan bagaimana cara mengendalikan  Hipertensi. Hasil penyuluhan menunjukan masyarakat setempat memahami cara mencegah agar tidak terjadinya peningkatan tekanan darah (Hipertensi). Pada saat pengukuran tekanan darah. Dari 27 orang yang hadir, ditemukan 23 orang memiliki tekanan darah normal (120/90 mmHg) dan ditemukan 4 orang yang memiliki tekanan darah yang di atas normal (140/90 mmHg) . Hal ini harus dilakukan pengukuran diwaktu berbeda sehingga bila sdh 2-3kali pengukuran menunjukkan diatas 140/90 mmHG, kemungkinan indikasi penderita hipertensi terutama di kalangan lansia. Pada sesi penyampaian materi, ternyata ada beberapa masyarakat yang belum memahami penyakit hipertensi. Kesimpulan diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat agar tekanan darah selalu terpantau dengan baik sehingga mencegah untuk terjadinya Hipertensi. Kata Kunci : Penyuluhan, Pemeriksaan, Hipertensi  ABSTRACT Hypertension or high blood pressure is a problem found in society both in developed and developing countries, including Indonesia. According to WHO, the normal limit for blood pressure is 120-140 mmHg systolic pressure and 80-90 mmHg diastolic pressure. A person is declared to have hypertension if the right blood is > 140/90 mmHg. Where as we know Hypertension is a strong risk factor for the occurrence of hemorrhagic strokes that can be modified for both men and women. Therefore, in addition to maintaining a good and correct diet, everyone is expected to regularly check their health, especially in checking blood pressure so that it is always controlled. The purpose of community service is for the community to know how to prevent an increase/increase in blood pressure and how to control hypertension. The results of the counseling show that the local community understands how to prevent an increase in blood pressure (hypertension). At the time of measuring blood pressure. Of the 27 people who attended, 23 people had normal blood pressure (120/90 mmHg) and 4 people had blood pressure above normal (140/90 mmHg). This must be measured at different times so that if 2-3 times the measurement shows above 140/90 mmHg, it may be an indication of hypertension sufferers, especially among the elderly. The conclusion is that it is hoped that with this activity the community can apply a healthy lifestyle so that blood pressure is always monitored properly so as to prevent the occurrence of hypertension. Keywords : Counseling, Examination, Hypertension 
ANALISIS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 24 TAHUN 2020 TENTANG PELAYANAN RADIOLOGI KLINIK TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN USG BAGI IBU HAMIL inda nurdahniar
Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum Vol 21 No 1 (2022): Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum XXI:1:2022
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/paramarta.v21i1.172

Abstract

Perawatan ibu hamil telah menjadi concern pemerintah dalam Undang-Undang Kesehatan. Hal ini ditujukan untuk menjaga kesehatan ibu sehingga mampu melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas serta mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Salah satu cara yang dilakukan adalah upaya preventif seperti USG. Turunan Undang-Undang kesehatan dan peraturan lainnya mempertegas bahwa pelayanan USG ini dapat dilakukan oleh dokter umum dan/atau dokter SPOG. Tetapi Permenkes Pelayanan Radiologi Klinik 2020 menyatakan bahwa yang boleh melakukan pelayanan radiologi termasuk USG adalah dokter spesialis radiologi saja. Permasalahannya terlihat bahwa aturan ini memberikan clinical previlage dan clinical appointment hanya pada dokter spesialis radiologi, sehingga dikhawatirkan mengakibatkan penurunan pelayanan USG bagi Ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan pelayanan radiologi klinik terhadap pelayanan USG bagi ibu hamil nyatanya saling bertentangan, karena aturan permenkes tersebut memberikan kewenangan terbatas pada dokter lainnya padahal dokter tersebut adalah tenaga kesehatan yang dibutuhkan dalam pelayanan USG bagi ibu hamil dan hal tersebut dijamin oleh Undang-Undang Kesehatan. Pemerintah tidak seharusnya memberikan kewenangan terbatas terhadap dokter yang memiliki kompetensi melakukan USG mengingat USG sudah menjadi pelayanan kesehatan wajib bagi ibu hamil dan USG nyata terbukti menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT TK II PUTRI HIJAU MEDAN TAHUN 2021 Fikri Akbar; Kesaktian Manurung; Otniel Ketaren; Frida Lina Tarigan
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i1.3554

Abstract

Keberhasilan rumah sakit dalam menjalankan fungsinya ditandai dengan adanya mutu pelayanan yang berkualitas. Agar hal ini dapat terwujud, sebuah rumah sakit sebaiknya dikelola secara profesional oleh sumber daya manusia yang berkompeten serta tersedianya sarana prasarana yang mendukung. Kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pada pasien. Untuk mencapai kepuasan perlu diselenggarakannya pelayanan kesehatan yang berkualitas sesuai lima dimensi kualitas, yaitu tangible (sarana-prasarana), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan mutu) dan empathy (kepedulian). Saat ini sedang terjadi pandemi global penyakit Coronavirus (COVID-19) yang dimulai sejak Desember 2019 dan menyebar ke seluruh dunia. Angka kejadian wabah ini mencapai 26 juta kasus dengan 870 ribu diantaranya mengalami kematian diseluruh dunia. Pemeriksaan radiologi termasuk berperan penting dalam penegakkan diagnosis dan penilaian pengobatan untuk melawan wabah COVID-19. Pada beberapa kasus dengan hasil tes virologi yang negatif, pemeriksaan radiologi dapat menunjukkan adanya infeksi paru-paru. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan terhadap kepuasan pasien di instalasi radiologi Rumah Sakit Putri Hijau Medan dengan total sampel sebesar 96 orang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa semua variabel independen yang mewakili penilaian terhadap kualitas pelayanan berhubungan dengan kepuasan pasien (p<0,05). Dengan kesimpulan unit Instalasi Radiologi Rumah Sakit Putri Hijau Medan memiliki kualitas pelayanan yang sangat baik, dimana hanya ada sebesar 29,2% yang merasa tidak puas dan untuk setiap dimensi masih ada yang tidak baik sebesar 22,9% responsiveness, 26% assurance, 22,9% tangible, 29,2% empathy, dan 25% reliability. Kata kunci: Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pasien, Instalasi Radiologi
Gambaran Pemeriksaan Ultrasonografi pada Pasien Struma di Bagian/SMF Radiologi RSUP DR. M. Djamil Periode Januari–Desember 2019 Irfan Fadilah; Dina Arfiani Rusjdi; Dinda Aprilia
Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia Vol 2 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1280.802 KB) | DOI: 10.25077/jikesi.v2i1.285

Abstract

Background: A goiter is an enlargement of the thyroid gland caused by abnormalities of the thyroid gland in the form of malfunctioning or disorders of the structure of the gland and its morphology. According to WHO, the incidence of goiter is still quite high with iodine deficiency as the main cause. Objective: This study aims to determine the description of ultrasound examinations in goiter patients in Department of Radiology DR. M. Djamil January-December 2019 period. Method: This research was a retrospective descriptive study using cross sectional method using secondary data on 123 patients with thyroid goiter who meet the inclusion criteria in RSUP DR. M. Djamil Padang period January 2019-December 2019. The sampling method used a total sampling technique. Result: The results showed that 112 patients with thyroid goiter disorders met the inclusion criteria. The most clinical diagnosis results were goiter nodusa as many as 61 people (54.5%). The highest incidence was in the age range 41-50 years with 35 people (31.3%). The most gender was 88 women (78.6%). The results of ultrasonography in most goiter patients were diffuse in 43 people (38%).Conclusion: The conclusion of this study, it was found that the most age group of patients suffering from goitre were 41-50 years old, the majority of goiters occurred in the female compared to the male and the results of the most thyroid ultrasound images were diffuse goiter
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI RUANGAN X-RAY KONVENSIONAL UNIT RADIOLOGI RSIA ZAINAB Ehlis Sri Ayuni; Tengku Mohammad Yoshandi; Devi Purnamasari
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2022): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v11i1.138

Abstract

The occupational health and safety management system (SMK3) is part of the company's overall management system in order to control risks related to work activities in order to create a safe, efficient, and productive workplace. The 5 basic principles of implementing SMK3 are: OHS Policy, Planning, Planning Implementation, Monitoring OHS Performance Evaluation and OHS Performance Improvement Review. At RSIA Zainab, the exposure of images in the exposure room uses a shielding door to protect radiation workers with a distance of approximately 1.5 meters from x-rays, in other hospitals that researchers have observed, the process of patient exposure is different from RSIA, the exposure process is carried out by workers outside the room. irradiation/exposure. The purpose of this research is to find out whether the occupational safety and health management system has been running at RSIA Zainab by examining 3 basic principles of implementing Management system OHS namely: OHS Policy, OHS Performance Evaluation Monitoring and OHS Performance Improvement Review. This research uses descriptive qualitative research through field observations, interviews, documentation and literature studies. The study was conducted at the Radiology Unit of RSIA Zainab in April-June 2021. Management system OHS at RSIA Zainab has been running, but from the 3 basic principles of Management system OHS studied there is 1 principle that is no longer running, namely reviewing and improving OHS performance due to lack of implementation, constrained by financial costs and evaluation so that it is integrated into the OHS policy program. In order to achieve the objectives of the Occupational Health and Safety Management System Principle, the hospital must re-organize the OHS Performance Review and Improvement Program because to improve the OHS performance and improvement of the hospital, there must be a review and improvement of OHS performance.
Pemeriksaan Radiologi dan Imaging untuk Perforasi Hollow Organ Abdomen Komang Ady Widayana
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 1 (2022): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i1.1646

Abstract

Perforasi saluran gastrointestinal melibatkan organ lambung, duodenum, usus kecil, atau usus besar terjadi akibat kerusakan dinding saluran gastrointestinal disertai pelepasan konten intraluminal ke dalam rongga peritoneal atau retroperitoneal. Perforasi saluran gastrointestinal merupakan keadaan darurat medis umum dengan angka kematian tinggi; biasanya membutuhkan pembedahan darurat. Diagnosis dan pengobatan segera sangat penting untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas. Foto polos abdomen dapat menjadi bantuan penting untuk diagnosis perforasi saluran gastrointestinal. Ultrasonografi dapat berguna untuk menentukan tidak hanya keberadaan, tetapi juga penyebab pneumoperitoneum. Multidetector computed tomography merupakan modalitas pilihan untuk evaluasi dugaan perforasi karena sensitivitas dan akurasinya yang tinggi. Perforation of the gastrointestinal tract involves organs of the stomach, duodenum, small intestine, or large intestine that result from damage of the gastrointestinal tract accompanied by intraluminal content release into the peritoneal or retroperitoneal cavities. Gastrointestinal perforation is a common medical emergency associated with high mortality; usually requires emergency surgery. Prompt diagnosis and treatment is essential. Plain abdominal radiographs can be an important aid for diagnosis gastrointestinal perforation. Ultrasound can also be used to determine not only the presence, but also the cause of pneumoperitoneum. Multidetector computed tomography is the modality of choice for the evaluation of suspected perforation because of its high sensitivity and accuracy. 
Peran Radiologi untuk Mendiagnosis Lipoblastomatosis Biddulth -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i12.558

Abstract

Lipoblastomatosis merupakan kasus jarang, berupa tumor jinak jaringan lunak mengandung komponen embrionik lemak putih, terdiri atas sel-sel adiposit dan lipoblas (adiposa immatur) yang menginvasi jaringan sekitarnya. Predileksi tersering pada anak-anak, di subkutis atau jaringan lunak lebih dalam di regio ekstremitas atas atau bawah. Pemeriksaan radiologi konvensional berfungsi membedakan massa jaringan lunak dari keterlibatan tulang atau tumor primer tulang. Modalitas radiologi lain CT scan maupun MRI membantu mengevaluasi massa, juga menilai ekstensi massa ke jaringan sekitarnya. Pemeriksaan histopatologi diperlukan sebagai standar baku emas untuk diagnosis.Lipoblastomatosis is a benign rare soft tissue mass containing embryonic white fat of adipocytes and lipoblasts that invade adjacent structures. It mostly occurs in children with predilection in subcutanous or deeper structure of upper or lower extrimities. Conventional radiographs serves to distinguish soft tissue mass with bone involvement or bone primary tumors. Other radiological modalities, CT scan or MRI assess mass extension into the surrounding tissue. Histopathological examination is required as diagnosis gold standard.

Page 27 of 85 | Total Record : 841