Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Analisis Pengaruh Persepsi Pasien Tentang Mutu Pelayanan Terhadap Kepuasaan Pasien Rawat Jalan Unit Kedokteran Nuklir Instalasi Radiologi RSUP Dr. Kariadi Semarang Nopriwan Nopriwan; Septo Pawelas Arso; Nurjazuli Nurjazuli
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 10, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.10.2.2022.115-124

Abstract

ABSTRACTThe form of excellent service quality is often discussed in previous studies, including through indicators; tangibles, responsiveness, assurance, empathy and reliability. In this study, the service quality variable used is different from previous studies, namely using the Kennedy & Young theory, which uses indicators; availability, responsiveness, convenience and on time. The purpose of the study was to analyze the effect of patient perceptions of service quality on outpatient satisfaction of the nuclear medicine unit at the radiology installation of RSUP Dr. Kariadi Semarang. This type of research is observational with a quantitative approach, namely research that intends to test hypotheses. The research analysis unit is an outpatient who comes to get services from the nuclear medicine unit at the radiology installation of RSUP Dr. Kariadi Semarang in February 2022, as many as 314 patients, a sample size of 86 respondents was taken through simple random sampling.The results show that: the service quality variable affects the overall satisfaction variable, with an R2 value of 0.389. The service quality variable has an effect on the expectation variable with an R2 value of 0.456. The service quality variable affects the experience variable with an R2 value of 0.454. The conclusion of this study is that the service quality variable has a positive effect on patient satisfaction in the Outpatient Nuclear Medicine Unit, Radiology Installation, Dr. Kariadi Semarang.
TEKNIK PEMERIKSAAN CT-SCAN KEPALA KONTRAS KASUS CEPHALGIA DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KARANGASEM Ni Nyoman Sarjani; I Kadek Yuda Astina; I Bagus Gede Darmawan
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 7 No. 2 (2022): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v7i2.266

Abstract

Pendahuluan. Cephalgia merupakan keluhan yang sering dirasakan di daerah kepala. Cephalgia dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder. CT Scan diperlukan sebagai penunjang diagnostik pada pasien yang datang dengan keluhan nyeri kepala. Metode. Jenis  penelitian  yang  dilakukan adalah   kualitatif   dengan   pendekatan   studi   kasus   teknik   pengambilan   data dengan  observasi  langsung,  wawancara  dengan  nara  sumber  dan  dokumentasi yang  di  lakukan di Instalasi Radiologi RSUD Kab. Karangasem. Hasil. Hasil dari penelitian ini tentang teknik pemeriksaan CT scan kepala kontras kasus cephalgia area scan dari vertex sampai batas bawah sinus maksilaris bertujuan untuk melihat lebih banyak organ yang menunnjukkan penyebab dari cephalgia itu, seperti dari sinus, nasopharing, dll. Flow rate diatur 1,5 presure 75 psi supaya selang injector tidak lepas, tidak terjadi edema. Kesimpulan dan saran. Untuk area scan pemeriksaan CT Scan kepala kontras sebaiknya mengikuti teori yang ada yaitu dari vertex sampai basic cranii. Pengaturan flow rate 1,5 ml/s pada pemeriksaan CT Scan kepala kontras sebaiknya juga mengikuti teori yaitu 2-3 ml/s supaya meningkatkan enhacemen media kontras pada pembuluh darah di kepala.
PENEGAKAN DIAGNOSA ARTHRITIS REUMATIC DENGAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KELURAHAN GUNUNG TERANG KEC. LANGKA PURA irma rahmania
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8084

Abstract

Rheumatoid arthritis atau sering disingkat RA merupakan penyakit yang banyak dialami oleh penduduk dunia. Penelitian tahun 2012 menyatakan bahwa prevalensi penduduk dunia yang mengidap RA sebanyak 0,5 – 1 %. Meskipun saat ini ada berbagai program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat untuk mempermudah mereka menikmati fasilitas kesehatan yang tersedia. Namun dalam kenyataannya adanya proses administrasi yang berbelit-belit terkadang membuat masyarakat enggan untuk memanfaatkan sarana tersebut. Untuk meringankan beban masyarakat dan untuk meningkatkan derajat kesehatan  maka diperlukan tindakan  nyata dari berbagai pihak terkait untuk terjun secara langsung ketengah-tengah masyarakat. Tindakan nyata tersebut dapat berupa pemberian pelayanan kesehatan secara cuma-Cuma. Salah satu bentuk pelayanan yang dibutuhkan yaitu berupa penyuluhan tentang penyakit Rheumatoid Arthritis. Tujuan setelah adanya penyuluhan ini nantinya dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait penyakit tersebut dan kedepannya pravalensi penyakit Rheumatoid Arthritis di wilayah kelurahan gunung terang kecamatan langka pura tersebut dapat menurun. Adapun salah satu bentuk kegiatan pelayanan yang dibutuhkan yaitu berupa penyuluhan tentang penyakit Rheumatoid Arthritis. Terdapat peningkatan proporsi pengetahuan masyarakat tentang penyakit tersebut dan kedepannya pravalensi penyakit Rheumatoid Arthritis.Kata Kunci :Penyuluhan Kesehatan, Rheumatoid Atrhritis, Masyarakat.
PENGENALAN BAHAYA RADIASI PADA PEMERIKSAAN RADIOLOGI TERHADAP MASYARAKAT DI SWADAYA IV KECAMATAN GUNUNG TERANG BANDAR LAMPUNG yeni maharisa
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8086

Abstract

Radiasi merupakan energi yang dilepaskan, baik dalam bentuk gelombang maupun partikel. Berdasarkan muatan listrik yang akan dihasilkannya setelah menumbuk obyek tertentu, radiasi dibagi menjadi radiasi ion dan radiasi non-ion. Bahaya radiasi biasanya lebih umum ditemukan pada jenis radiasi ion, karena sifatnya yang akan memberi substansi bermuatan listrik terhadap obyek yang ditabraknya. Kondisi ini biasanya akan memberikan pengaruh, terutama bila obyek tersebut adalah mahluk hidup. Tujuan setelah pemaparan diharapkan kepada masyarakat mengetahui tentang bahaya dari radiasi radiologi di Swadaya IV Kec. Gunung Terang Bandar Lampung. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi tentang bahaya dari radiasi radiologi di Swadaya IV Kec. Gunung Terang Bandar Lampung.
Analisis Yuridis Pelayanan Radiologi Klinik terhadap Dokter Gigi dan Pasien Rio Faisal Ariady; Asmuni Asmuni
Perspektif Hukum VOLUME 22 ISSUE 2
Publisher : Faculty of Law Hang Tuah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/ph.v22i2.166

Abstract

Juridically analyze the regulations governing the services of Clinical Radiology for Dentists and Patients. The purpose of this research is to look at the aspects of Norms Conflict, Legal Responsibilities, and also legal protection for related legal subjects. The research method used is normative law, namely document studies with a statutory approach and a conceptual approach. This research aims to determine the norms in the Regulation of the Minister of Health which regulates related to Radiology Services are contrary to the norms in the laws and regulations that regulate the competence of a dentist as well as those that regulate the rights of patients. The use of principle of legal conflict lex superior derogate legi Inferiore is used because the regulation of the authority of dentists has been explicitly regulated in the Act where the hierarchy in the legislation has a higher position than the Regulation of the Minister of Health. So that the dentist in terms of responsibility for clinical radiology services still adheres to the law that regulates the competence of dentists. In terms of protecting dentists or patients, it can be taken through preventive and repressive legal protection.
Analisis Penerapan SMK 3 Pada Instalasi Unit Radiologi Di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2021 Muthya Yuninda, Dedi Andria, Aulina Adamy
Journal of Health and Medical Science Volume 1 Nomor 4 Oktober 2022
Publisher : CV. Pusdikra Mitra Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada 09-11 Oktober tahun 2021 dengan jumlah responden 4 orang. Data utama penelitian ini adalah data primer dilengkapi dengan data sekunder. Data sekunder di ambil dari profil Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Data primer didapatkan dengan melakukan Indepth Interview (wawancara mendalam) kepada seluruh petugas unit Radiologi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang sudah terdapat SMK3 dan dijalankan dengan kurang baik oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang. Hal ini ditemukan oleh penulis setelah melakukan wawancara dengan unit radiologi, dimana saat melakukan foto rontgen keluarga pendamping pasien belum dilengkapi dengan alat proteksi radiasi, kemudian untuk petugas di unit radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang saat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih belum lengkap seperti yang dianjurkan oleh Badan Tenaga Nuklir (BATAN). Disarankan kepada Ketua ruangan di instalasi Unit Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Aceh Tamiang menyediakan alat proteksi radiasi untuk keluarga pasien yang mendampingan saat melakukan foto rontgen dan saat melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh seperti yang sudah di anjurkan.
KARAKTERISTIK PASIEN PRESUMTIF TUBERKULOSIS PARU BERDASARKAN FOTO TORAKS DI BAGIAN RADIOLOGI RSUD TIDORE KEPULAUAN TAHUN 2020 Miftahur Hifzhan Baksir
Kieraha Medical Journal Vol 4, No 1 (2022): KIERAHA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kmj.v4i1.4424

Abstract

Latar belakang: Sesuai definisi WHO, tuberkulosis adalah penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan seluruh dunia. Sebesar 90% penderita tuberkulosis adalah orang dewasa. Secara global, terjadi 1.000.000 kasus tuberkulosis dan 233.000 kematian yang disebabkan oleh tuberkulosis anak pada tahun 2018. Oleh sebab banyak pasien tuberkulosis, baik dewasa maupun anak, datang ke fasilitas kesehatan sudah dengan penyulit tahap lanjut di Maluku Utara, diagnosis tuberkulosis penting ditegakkan secara dini, termasuk pada pasien yang diduga/presumtif menderita tuberkulosis paru.Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien presumtif tuberkulosis paru berdasarkan pemeriksaan foto toraks di RSUD Tidore Kepulauan tahun 2020.Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan metode total sampling terhadap data foto toraks pasien presumtif tuberkulosis paru dari bagian Radiologi RSUD Tidore Kepulauan tahun 2020.Hasil: Dari 202 sampel, usia 46-60 tahun menempati proporsi usia tertinggi (28,7%), 58,4% laki-laki, 71,29% memiliki gejala batuk berdahak bercampur darah dan 56,9% memperlihatkan gambaran foto toraks tuberkulosis.Simpulan: Sebagian besar pasien presumtif tuberkulosis paru pada studi ini berusia 46-60 tahun, laki-laki, dengan lokasi lesi biletaral, dan memiliki gejala batuk berdahak bercampur darah. Lebih dari separuh foto toraks kelompok pasien ini ditemukan memperlihatkan gambaran tuberkulosis.                                                                           Kata kunci: Presumtif, tuberkulosis, Tidore.
PERBEDAAN KUALITAS CITRA PADA PEMERIKSAAN MRI ANKLE JOINT DENGAN MENGGUNAKAN COIL ANKLE DAN FLEX COIL DI INSTALASI RADIOLOGI RS. UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Nurhikmah, Nurhikmah
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia 
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i2.2795

Abstract

Kualitas citra MRI yang optimal ditentukan oleh empat karakteristik yaitu signal to noise ratio (SNR), contrast to noise ratio (CNR), resolusi spasial dan waktu scan. SNR sangat berpengaruh terhadap kualitas citra, peningkatan nilai SNR diikuti dengan peningkatan kualitas citra. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi SNR. Salah satunya adalah penggunaan kumparan frekuensi radio (RF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui coil mana yang lebih baik digunakan antara ankle coil dan flex coil pada pemeriksaan Ankle Joint MRI dan untuk mengetahui perbedaan kontras citra dan resolusi spasial serta tingkat kebisingan yang dihasilkan oleh penggunaan Ankle dan Flex coil dalam pemeriksaan MRI Ankle Joint. Penelitian ini menggunakan eksperimen kuantitatif yaitu melakukan percobaan terhadap objek yang diamati, untuk mencari jawaban dari permasalahan yang diangkat dengan melakukan pemeriksaan MRI Ankle Joint dengan menggunakan dua jenis kumparan yang berbeda yaitu ankle coil dan flex coil. Penulis mengambil 10 sampel dari para relawan yang bersedia menjadi sampel. Data tersebut kemudian diolah menggunakan spss. Berdasarkan hasil nilai SNR yang diperoleh dari masing-masing sampel yang telah diolah menggunakan SPSS, berdasarkan perbedaan kualitas citra pada pemeriksaan MRI sendi pergelangan kaki menggunakan ankle coil dan flex coil di Instalasi Radiologi RS Universitas Hasanuddin Makassar.
Evaluasi Proteksi Radiasi di Ruang CT-Scan Intalasi Radiologi Rumah Sakit Otak (RSO) DR. Drs. M Hatta Bukittinggi Cindy Wulanda Harwin; Dian Milvita; Nunung Nuraeni; Emidatul Manzil
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.766 KB) | DOI: 10.25077/jfu.12.1.77-81.2023

Abstract

Evaluasi proteksi radiasi telah dilakukan di sekitar ruangan CT-Scan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Otak (RSO) DR. Drs. M Hatta Bukittinggi menggunakan Surveymeter Fluke 451b. Penelitian bertujuan untuk mengukur laju dosis radiasi dan dan evaluasi fasilitas ruangan CT-Scan. Pengambilan data dilakukan di titik yang berbeda sebanyak tiga kali dengan tegangan 120 kV dan arus 240 mA. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju dosis radiasi di sekitar ruangan CT-Scan berkisar antara 0-0,367 µSv/h. Laju dosis yang didapatkan masih berada di bawah nilai yang ditentukan oleh Perka BAPETEN No. 8 Tahun 2011. Fasilitas proteksi radiasi di sekitar ruangan CT-Scan instalasi radiologi rumah sakit telah memenuhi syarat Safety Report Series (SRS) No. 39 IAEA
Studi Kualitatif Phenomenology: Peran Radiografer Dalam Mengerjakan Pemeriksaan Radiologi Untuk Pasien Covid-19 Falentina Syivasari
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 8, No 2: JULY 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v8i2.8209

Abstract

Background: Until now, Indonesia has become one of the countries with the highest health worker death rate in ASIA and the 3rd highest in the world due to exposure to COVID-19, reaching 647 people. Radiographers are one of the first lines of health professionals who are very likely to be exposed to COVID-19. The purpose of the study is to find out the adaptation of new radiographer habits during the COVID-19 pandemic including radiographer work experience, radiographer health conditions (including fisk and mental health) and radiographer resilience in pandemic times.Methods: Research design uses a qualitative approach with phenomenological types of research. The selection of informants is obtained from observations and interviews to radiographers. The study used purposive sampling techniques. Research instruments use observation sheets, interview guidelines and documentation study sheets. This research was conducted in the Radiology Unit at COVID-19 referral hospitals, public hospitals and private hospitals, around the city area of Surabaya, east Java. The data collection time is expected to be held in April - June 2021.Results: The results showed the work experience of radiographers before the pandemic period was very different from the experience during the pandemic. Radiographers experienced more convenience when working in the time before the pandemic. Much of the change lies in the use of personal protective equipment. The majority of respondents had high optimism about their health condition as well as a great sense of responsibility in caring for patients suspected of Covid-19. The majority of respondents continue to carry out the obligation to treat patients suspected of Covid-19 or who are confirmed positive for Covid-19 because it is an obligation for every radiographer. These differences include restrictions on the number of radiographers in the room, the use of PPE at level 3, and the screening process that must be done before examining patients.Conclusions: The role of radiographers is very important in carrying out radiological examinations, especially in pandemic times. Radiographers who are competent and comply with the SOP during the pandemic so as to minimize exposure to Covid 19.

Page 31 of 85 | Total Record : 841