Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

RAGAM PERTANYAAN DAN TEKNIK BERTANYA PENGAJAR BIPA DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS Zamahsari, Gamal Kusuma; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Ansori, Redhitya Wempi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.v2i2.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ragam pertanyaan dan teknik bertanya pengajar BIPA dalam pembelajaran di kelas. Pendekatan dan desain penelitian ini adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar BIPA cenderung menuturkan ragam pertanyaan yang berupa pertanyaan referensial, pertanyaan pancingan, pertanyaan klarifikasi, pertanyaan konfirmasi, dan pertanyaan pemahaman. Aspek-aspek teknik bertanya yang baik dalam pembelajaran yaitu menjaga pemelajar tetap fokus pada proses tanya jawab, menyusun pertanyaan dengan sangat baik, menyediakan waktu tunggu, memberikan umpan balik yang positif, dan memeriksa jawaban untuk diperbaiki telah dilakukan oleh pengajar.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA: Membaca untuk Pemula Bermuatan Budaya Jawa Timur Desy Proklawati; Roekhan Roekhan; Gatut Susanto
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 6, No 1: JANUARI 2021
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v6i1.14372

Abstract

Abstract: This research was conducted with the aim of (1) Producing BIPA teaching materials: reading for beginners (A1) containing East Javanese culture. This study uses a research design using the Research and Development (R & D) development model which refers to the ADDIE development model consisting of 5 main steps, namely: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the research results, it was concluded (1) the results of the validation of the material experts obtained a validity value of 91% and were included in the valid and suitable criteria for learning, (2) the results of the design expert validation obtained a validity value of 96% and entered into valid criteria and suitable for learning (3) validation results Overall, the validity value is 94% and is included in the valid and suitable criteria for learning, (4) Practitioners' responses obtained a value of 94.00% and were declared feasible and accepted  as teaching materials.Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan bahan ajar BIPA membaca untuk pemula (A1) bermuatan budaya Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) yang merujuk pada model pengembangan ADDIE ini terdiri dari lima langkah utama, yaitu Analysis (Analisis), Design (Perancangan), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan (1) hasil validasi ahli materi diperoleh nilai kevalidan mencapai 91% dan masuk dalam kriteria valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, (2) hasil validasi ahli desain diperoleh nilai kevalidan mencapai 96% dan masuk dalam kriteria valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, (3) hasil validasi secara keseluruhan diperoleh nilai kevalidan mencapai 94% dan masuk dalam kriteria valid dan layak digunakan untuk pembelajaran, dan (4) tanggapan praktisi diperoleh nilai 94,00% dan dinyatakan layak dan diterima sebagai bahan ajar.
Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Membaca Model Graves Mahasiswa BIPA Dian Uswatun Hasanah; Dwi Kurniasih; Novita Nurul Halimah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.1872

Abstract

This study aims to develop BIPA teaching materials on reading skills with Graves model. This study uses qualitative research methods that are adapted to conditions in the field. The stages of the Graves model implemented are four stages, namely: 1) needs analysis, 2) determining general and specific objectives, 3) sorting and selecting teaching materials and activities developed, and 4) organizing the content and activities of teaching materials. The results showed that the preparation of teaching materials for reading BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta has its own characteristics. This specialty is found in the theme used in teaching materials, namely "Learning Indonesian Through Cultural Wisdom". Through the material in reading teaching materials, foreign students are introduced to the variety of cultures found in Indonesia, especially in the city of Solo. So, not only language is the focus of learning, but also the culture and Islamic values that apply. This was done with the consideration that the BIPA institution was under PTKIN so that foreign students studying at UIN Raden Mas Said Surakarta, were required to have knowledge about language, culture, and Islamic insight. In addition, products developed by BIPA teaching materials for reading skills are not only produced in the form of hard files. However, in the form of e-books in PDF format. The use of teaching materials in the form of electronic books can make it easier for foreign students to access and study them. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan materi ajar BIPA pada keterampilan membaca dengan model Graves pada mahasiswa BIPA di UIN Raden Mas Said Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Tahapan model Graves yang dilaksanakan ini ada empat tahap, yaitu: 1) analisis kebutuhan, 2) menentukan tujuan umum dan khusus, 3) memilah dan menyeleksi materi ajar dan aktivitas yang dikembangkan, dan 4) mengorganisasikan isi dan aktivitas bahan ajar. Data dikumpulkan dengan cara data pengembangan bahan ajar dan data uji coba. Analisis data menggunakan analisis data pengembangan dan analisis data uji coba bahan ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan bahan ajar membaca BIPA UIN Raden Mas Said Surakarta mempunyai ciri khas tersendiri. Kekhasan tersebut terdapat pada tema yang digunakan dalam bahan ajar yakni “Belajar Bahasa Indonesia Melalui Kearifan Budaya”. Melalui materi dalam bahan ajar membaca, mahasiswa asing diperkenalkan tentang ragam budaya yang terdapat di Indonesia, khususnya di Kota Solo. Dengan demikian, tidak hanya bahasa yang menjadi fokus pembelajarannya, tetapi juga budaya dan nilai-nilai keislaman yang berlaku. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan bahwa lembaga BIPA berada di bawah PTKIN sehingga mahasiswa asing yang belajar di UIN Raden Mas Said Surakarta, diwajibkan memiliki pengetahuan mengenai bahasa, budaya, dan wawasan keislaman. Selain itu, produk hasil pengembangan bahan ajar BIPA keterampilan membaca tidak hanya diproduksi dalam bentuk hard file. Akan tetapi, dalam bentuk e-book dengan format PDF. Penggunaan bahan ajar dalam bentuk buku elektronik dapat memudahkan mahasiswa asing untuk mengakses dan mempelajarinya.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi. 
Kemampuan Mengajar Pengajar BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) dalam Pelatihan Tingkat Dasar se-Kota Bengkulu melalui Model Induktif Partisipatif Arono Arono; Wisma Yunita; Ildi Kurniawan
Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing Vol 4 No 1 (2021): Silampari Bisa: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa Indonesia, Daerah, dan Asing
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/silamparibisa.v4i1.1248

Abstract

Every teacher who is trained in teaching is influenced by the experience and intensity of practicing in teaching. However, in reality there are still teachers who sometimes have been teaching for a long time, but are still poorly trained in carrying out professional teaching practices, especially in teaching BIPA. This study aims to describe the teaching ability of BIPA teachers at the basic level with a participatory inductive model. This research method uses a qualitative descriptive method. Descriptively describes the mastery and teaching abilities of BIPA teachers at the basic level, while qualitatively it describes the processes and activities of the trainees through a participatory inductive model. The results of this study, namely the mastery of understanding BIPA material by training participants before training (average 65.12) and after training (85.68) increased by 21%. Aspects that become indicators of participants' mastery in mastering BIPA material, namely methodology, teaching materials, media, lesson plans, and evaluation. The teaching ability of participants in teaching BIPA at the basic level is good (4.09). However, there are several aspects that need to be observed in the ability to teach BIPA even though it is good, such as aspects of the assessment process (3.91) and reflection and summary (3.79). This success was carried out with a participatory inductive training model by following six stages, namely fostering intimacy, identification, formulation of goals and group discussions, program preparation, training process, and assessment of the training process. The participatory inductive model that is applied will produce better teaching skills if it is presented systematically or gradually or adapted to the training material.
Tindak Tutur Ekspresif Berbahasa Indonesia oleh Mahasiswa Pembelajar BIPA Asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta Istifatun Zaka
EDUCASIA: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol 5 No 2 (2020): EDUCASIA
Publisher : Pusat Pelatihan, Riset, dan Pembelajaran Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21462/educasia.v5i2.57

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta tahun akademik 2016/2017. Pendekatan dalam penelitian ini merupakan kualitatif. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian studi kasus. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Yogyakarta. Penelitian dilakukan pada tanggal 26 April 2017 di kelas BIPA, yaitu kelas Yunan (Yunan University of Nationalities/Yunan Minzu University/Yunnan Minzu Daxue). Data dalam kajian ini adalah semua kata, frasa, dan kalimat yang merupakan tuturan ekspresif. Data diambil dari sumber data yang berupa percakapan yang dilakukan oleh mahasiswa dari Yunan University of Nationalities (YUN). Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan berbagai cara. Untuk kriteria kredibilitas atau derajat kepercayaan, dilakukan pemeriksaan data dengan teknik ketekunan pengamatan dan pengecekan sejawat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan dua hal. Pertama, bentuk tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun akademik 2016/2017 berdasarkan tataran linguistiknya termasuk tindak tutur langsung literal berupa kata, frasa, dan kalimat. Sementara itu, berdasarkan pengaruh bahasa pertama, dalam tindak tutur ekspresif berbahasa Indonesia tersebut ditemukan adanya alih kode dan campur kode dengan menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Mandarin. Hal ini terjadi karena keterbatasan penggunaan kode terutama bahasa Indonesia. Kedua, fungsi tindak ekspresif berbahasa Indonesia oleh mahasiswa pembelajar BIPA asal Tiongkok di Universitas Negeri Yogyakarta pada tahun akademik 2016/2017 adalah menyetujui, membenarkan, mengklarifikasi, mengungkapkan rasa heran, mengungkapkan rasa bingung, mengungkapkan rasa yakin, dan mengungkapkan rasa senang di mana fungsi tindak tutur ekspresif untuk mengungkapkan rasa bingung merupakan fungsi yang paling banyak ditemukan.
TUTURAN DEKLARATIF DAN INTEROGATIF BAHASA INDONESIA OLEH MAHASISWA BIPA UNIVERSITAS INDONESIA (Kajian Prosodi dengan Pendekatan Fonetik Eksperimental) Dendi - Wijaya
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.181

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan fokus kajian prosodi melalui pendekatan fonetik eksperimental. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosodi dalam hal ini struktur melodic dan struktur temporal yang dilafalkan oleh penutur Jepang dan Australia ketika berbicara dalam bahasa Indonesia serta menemukan formula pengajaran pengucapan bahasa Indonesia untuk penutur asing. Objek dalam penelitian ini adalah ujaran deklaratif dan interogatif yang dituturkan oleh mahasiswa program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Indonesia. Dalam kajian ini, peneliti, mendeskripsikan seperti apa struktur melodik (nada dan tekanan)  dan struktur temporal dalam ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Jepang dan Australia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan struktur melodic dan struktur temporal antara ujaran deklaratif dan interogatif oleh penutur Asutralia dan Jepang. Penutur Jepang dalam hal intonasi lebih mendekati dengan pola intonasi kalimat deklaratif bahasa Indonesia, dibandingkan dengan penutur dari Australia. Sementara itu, intonasi dalam menuturkan kalimat interogatif, baik penutur dari Jepang maupun dari Australia belum bisa mendekati pola intonasi kalimat interogatif bahasa Indonesia. Dalam hal durasi, dapat dikatakan bahwa penutur Australia memiliki durasi yang lebih panjang ketika menuturkan kalimat introgatif dibandingkan dengan penutur dari Jepang.Kata Kunci: tuturan, deklaratif, interogatif, prosodi, struktur melodik, struktur temporal, fonetik eksperimental 
PEMANFAATAN CERITA RAKYAT SEBAGAI BAHAN PENDUKUNG PEMBELAJARAN BIPA DI ASEAN Muhammad Yasif Femi Mifthah
Multilingual Vol 20, No 1 (2021): Multilingual
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/multilingual.v20i1.199

Abstract

AbstractCultural issues often become learning matters in the Indonesian as a foreign language (BIPA) program. In fact, ASEAN learners also face the learning experience. Hence, the use of folklores is an option to overcome the issue. The famous folklores from the learners’ country were considered on choosing Indonesian folklores as a learning material for BIPA learners. It regards the Gagne schema theory that emphasizes on the learner’s insight as the fundamental of understanding. This study elaborates the use of proper Indonesian folklores in learning BIPA, especially for ASEAN learners.  The comparative literature focusing on the Aarne-Thompson motif-index was used to compare Indonesian folklores to target BIPA learners’. The result depicted that some of ASEAN folklores are identical to Indonesian folklores. The Indonesian folklores like ‘Ande-Ande Lumut’ or ‘Bawang Merah dan Putih’, ‘Si Kancil dan Pak Tani’ or ‘Raja Palsu (Petualangan si Kancil)’ have similarities in the Cinderella motif and the trickster motif to Thailand folklores like ‘Kao and the Golden Fish’ and ‘Xiang Miang and The Snail’; Vietnam folklores like ‘The Story of Tam and Cham’ and ‘The Peasant, ‘The Buffalo, and The Tiger’; Filipina folklores like ‘Abadeha’ and ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’; and Malaysia folklores like ‘Bawang Merah dan Putih’ and ‘Kerbau and Buaya’. In brief, the Indonesian folklores having similarities to target learners’ can be considered as a cultural material in learning BIPA, especially for ASEAN learners.Key words: folklores, motif-index, BIPA. AbstrakMeski di ASEAN sekalipun, faktor budaya sering menjadi hambatan dalam pembelajaran BIPA. hal itu dapat dijembatani dengan memanfaatkan cerita rakyat Indonesia yang memiliki kesamaan dengan cerita dari negara asal pemelajar. Mengacu teori skema strategi pembelajaran bahasa asing Gagne, pembelajaran BIPA di ASEAN perlu mempertimbangkan dengan serius faktor budaya dalam pemilihan/penentuan bahan ajar. Kajian ini menawarkan teknik pemilihan cerita rakyat Indonesia yang akan digunakan sebagai bahan ajar BIPA dengan memanfaatkan metode sastra bandingan dan teori kesamaan tipe/indeks motif Aarne dan Thompson. Hasil kajian menunjukkan bahwa cerita rakyat di ASEAN identik dengan tipe/motif Cinderella dan the trickster. Cerita rakyat Indonesia dengan tipe Cinderella seperti; ‘Ande-Ande Lumut’ atau ‘Bawang Merah dan Putih’, dan cerita bertipe the trickster seperti; ‘Si Kancil dan Pak Tani’, atau cerita ‘Raja Palsu’ (Petualangan Si Kancil) dapat dijadikan bahan ajar BIPA di ASEAN karena memiliki kesamaan dengan cerita rakyat Thailand; ‘Kao and the Golden Fish’ dan ‘Xiang Miang and The Snail’, cerita rakyat Vietnam; ‘The Story of Tam and Cham’ dan ‘The Peasant, the Buffalo, and the Tiger’, cerita rakyat Filipina; ‘Abadeha’ dan ‘Pilandok and the Sumusong-sa-Alongan’ dan cerita rakyat Malaysia; ‘Bawang Merah dan Putih’ dan ‘Kerbau dan Buaya’.Kata-kata kunci: Cerita rakyat, tipe, motif, bahan ajar, BIPA
PENGEMBANGAN MODEL MATERI AJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Etsa Purbarani; Liliana Muliastuti; Siti Farah
BASA Journal of Language & Literature Vol 1, No 2 (2021): Bulan 10 Tahun 2021
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/basa.v1i2.13715

Abstract

Sampai saat ini, jumlah dan variasi materi ajar BIPA masih minim. Materi ajar BIPA yang sudah disahkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI pun belum dapat dikatakan memenuhi kebutuhan komunikasi yang dimaksud. Materi tata bahasa, keterampilan berbahasa, dan budaya disampaikan secara integratif, tetapi kegiatan belajar di dalamnya belum sepenuhnya menjembatani pemelajar asing untuk dapat berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara layak dengan memperhatikan konteks, masyarakat, dan budaya Indonesia. Hal tersebut menimbulkan masalah bagi pemelajar asing. Pemelajar asing menemukan bahwa bahasa Indonesia yang dipelajari di dalam kelas berbeda dengan penggunaan bahasa Indonesia pada masyarakat. Pemelajar asing bisa saja mendapatkan nilai yang tinggi di dalam kelas, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri, pemahaman, dan kompetensi berkomunikasi dalam bahasa Indonesia. Berdasarkan situasi, penelitian ini berfokus pada pengembangan model materi ajar BIPA berbasis CEFR dengan mengintegrasikan aspek-aspek komunikasi (communication), budaya (cultures), keterkaitan (connections), perbandingan (comparison), dan masyarakat/komunitas (communities). Kelima aspek tersebut dikenal dengan istilah 5C dan menjadi landasan penting dalam mempelajari bahasa asing, salah satunya bahasa Indonesia. Dengan mengintegrasikan kelima aspek tersebut dalam materi ajar menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan tata bahasa, pemelajar asing dapat menguasai kompetensi berbahasa Indonesia dengan lebih baik serta komprehensif. Selain itu, pemelajar asing juga didorong untuk menguasai kompetensi berkomunikasi dalam bahasa Indonesia secara lebih layak sehingga tidak terjadi missing link antara bahasa Indonesia yang dipelajari di kelas maupun bahasa Indonesia yang secara nyata digunakan dalam masyarakat. Model materi ajar yang dikembangkan akan terfokus pada tingkat B1 atau menengah awal karena pada tingkat tersebut pemelajar BIPA sudah mulai mampu memahami, mendiskusikan, dan berkomunikasi tentang topik-topik yang lebih abstrak seperti topik kebudayaan non-kebendaan yang berkaitan dengan logika kolektif, kebiasaan, dan tradisi.
Materi Ajar Membaca Teks Bermuatan Kesantunan:BIPA Level I Monica Refinanda Batu Bara; Cahyo Yusuf; Ayu Wulandari
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 1 (2021): REPETISI VOLUME 4 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belum banyak materi-ajar bermuatan kesantunan mendukung dikonstruksinya materi-ajar kesantunan yang mengacu Kurikulum Kursus dan Pelatihan BIPA Tahun 2016  fokus keterampilan membaca. Capaian-belajar keterampilan membaca BIPA Level I dalam Kurikulum ini, bahwa pelajar BIPA Level I mampu membaca nyaring teks deskriptif sederhana berkaitan dengan informasi pribadi: nama, alamat, pekerjaan, negara asal, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan memformula materi-ajar membaca teks bermuatan kesantunan bertutur (verbal), bersikap, dan bertindak saat perkenalan diri. Metode analisis data dalam penelitian ini ialah metode padan subjenis referensial kesantunan verbal berupa persona saya yang mereferensi orang pertama dalam situasi kelas, referensial gerak pada kesantunan bersikap berupa senyuman, serta tubuh sedikit membungkuk mereferensi kesantunan bertindak. Hasil analisis data menunjukkan: (1) lima pelajar mengimplementasikan kesantunan verbal kata saya digunakan dalam situasi formal; (2) empat pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bersikap tersenyum saat perkenalan diri; serta (3) tiga pelajar BIPA mengimplementasikan kesantunan bertindak menempelkan kedua telapak tangan ke dada.Kata Kunci: Kesantunan, Kurikulum BIPA, materi-ajar membaca, dan perkenalan diri

Page 32 of 118 | Total Record : 1176