Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HIGH SCHOOL STUDENT’S RESPONSE TOWARDS AUTHENTICCOLLABORATIVE ASSESSMENT MODEL BOOK OF POETRY WRITING Suci Sundusiah; Ahmad Rofi'uddin; Heri Suwignyo; Imam Agus Basuki
ISLLAC : Journal of Intensive Studies on Language, Literature, Art, and Culture Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.062 KB) | DOI: 10.17977/um006v1i12017p140

Abstract

The current research is a part of improvement research on authenticcollaborative assessment model book for High School. Book's arrangement was based on the problem that implementation on authentic assessment in poetry writing class at introduction study in three student groups collaboratively has not been well accomplished. Poetry writing learning aims at objective authentic assessment and involves student collaboratively. Tested unlimited and extensive student groups, the book is able to be accepted and applied as assessment model which improves learning result.
RESPON TUTUR SISWA AUTIS TERHADAP TUTUR DIREKTIF GURU DALAM INTERAKSI PEMBELAJARAN DI KELAS Siti Robiah; Abdul Syukur Ibrahim; Ahmad Rofi'uddin
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 44, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.365 KB)

Abstract

The aim of this study is to describe the form, function and response strategies from autistic studentson the teachers’ directive in the classroom. This study used a case study. The results showed that there are two categories of the students’ spoken responses: (1) speech production in the form of assertive, directive, commissive and expressive; and (2) the speech responses are based on the senses including auditory, visual and emotions. In addition, the function of the students’ responses is categorized into two: (i) the effect of speech production in terms of complaining, agreeing, asking, stating something, thanking, apologizing, asserting, reporting, mentioning and offering; and (ii) the students’ responses as the effect of the teachers’ directive speech acts. Furthermore, the students’ response strategies are divided into two categories, namely: (i) internal and external factors, and (ii) the delivery of the students’ responses  Permalink/DOI: dx.doi.org/10.17977/um015v44i22016p111
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi. 
Pengembangan Pembelajaran Berpikir Kritis-Kreatif Berbasis Blended Learning di SMA A. H. Rofi'uddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzakki
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.893 KB) | DOI: 10.30872/diglosia.v5i2.414

Abstract

This study aims to develop a creative and critical learning model in which its effectiveness is tested in Bahasa Indonesia classes at the senior high school level. This study employed the Four D Thiagarajan method. The first stage is defined and completed by theoretical and empirical analysis. The theoretical analysis comprises the analysis of the related literature and previous studies. Meanwhile, the empirical analysis is done by analysing the problems, students’ characteristics, assignments, concepts, and the formulation of learning objectives. The second stage designs in which the learning model prototype is planned. The third stage is development, which includes developing and testing the prototype. The fourth stage is dissemination, in which the product is distributed. The final product is the syntax of the Bahasa Indonesia lesson in the senior high school level, which comprises 5M, namely ‘menstimulasi’ (to stimulate), ‘mengeksplorasi’ (to explore), ‘memberi respons’ (to give response), ‘memproduksi’ (to create), and ‘merefleksi’ (to reflect). Based on the testing, it is revealed that there is an increase in students’ scores of around 7.7 on a scale of 100. Therefore, it can be concluded that the creative and critical 5M learning is effective for implementation in Bahasa Indonesia classes at the senior high school level.
Fungsi Tindak Tutur Ilokusi Direktif dalam Tradisi Baantaran Jujuran Serah Terima Suku Banjar di Kalimantan Selatan Nabilla; Anang Santoso; Ah. Rofi'uddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3138

Abstract

Tradisi baantaran jujuran merupakan salah satu tradisi sebelum melakukan pernikahan. Pihak calon mempelai laki-laki beserta rombongan keluarga mendatangi rumah calon mempelai wanita dengan melakukan prosesi penyerahan uang jujuran dan barang jujuran (barang pelengkap seserahan). Baantaran jujuran dipandu oleh pembawa acara dan sambutan oleh perwakilan pihak calon mempelai laki-laki dan sambutan dari pihak calon mempelai wanita. Tuturan yang disampaikan perwakilan dari pihak masing-masing kedua mempelai memiliki maksud yang ingin disampaikan. Tindak tutur dalam baantaran jujuran menarik untuk dikaji pada kebahasaanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan fungsi tindak tutur direktif dalam tradisi baantaran jujuran serah terima suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian adalah kata, frasa, atau kalimat berupa tuturan pada saat proses tradisi baantaran jujuran yang mengandung fungsi tindak tutur direktif. Sumber data dalam penelitian ini adalah para partisipan yang melakukan tuturan dalam peristiwa tradisi baantaran jujuran serah terima tersebut berlangsung. Penelitian ini menggunakan metode teknik rekam, simak, dan catat. Observasi langsung untuk mengamati fenomena dan wawancara mendalam menggali data yang berkaitan erat dengan baantaran jujuran sesuai cara pandang masyarakat suku Banjar. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian, yaitu dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam baantaran jujuran ditemukan fungsi-fungsi tindak tutur ilokusi yaitu: (1) fungsi tindak tutur direktif mengajak, (2) fungsi tindak tutur direktif meminta, (3) fungsi tindak tutur direktif menyuruh, dan (4) fungsi tindak tutur direktif menasihati.
Pengembangan Bahan Ajar BIPA Daring Tingkat Pemula Rendah Ahmad Rofiuddin; Gatut Susanto; Didin Widyartono; Sultan Sultan; Helmi Muzaki; Pensri Panich
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 10, No 1 (2021): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v10i1.3376

Abstract

The aim of this study is to develop Indonesian language teaching online materials as a Foreign Language (BIPA) which are suitable for beginner low level learners. This research is conducted in Malang in 2020. The procedure in this study uses the (Gall et al., 2007). The characteristics of the product consist of thirteen lessons that are used for online BIPA learning. Each lesson is developed based on actual topics according to beginner low level learner needs. The actual topics cover introduction, campus, home, office, canteen, park, and market. The variety of Indonesian uses in this teaching material is communicative variety. In addition, this teaching material is equipped with English as an complementary language. Based on the use test on the aspects of content, language, and presentation order, it can be concluded that online BIPA teaching material for beginner low-level learners has high feasibility. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) daring yang memiliki kelayakan untuk digunakan bagi pebelajar tingkat pemula rendah. Penelitian ini dilakukan di Malang pada tahun 2020. Prosedur yang digunakan adalah model (Gall et al., 2007). Karakteristik bahan ajar yang dihasilkan terdiri atas tiga belas unit pelajaran yang digunakan untuk pembelajaran BIPA secara daring. Tiap unit pelajaran dikembangkan bertumpu pada topik aktual sesuai dengan kebutuhan pebelajar tingkat pemula rendah. Topik-topik aktual tersebut antara lain tentang perkenalan, kampus, rumah, kantor, kantin, taman, dan pasar. Ragam bahasa Indonesia yang digunakan dalam bahan ajar ini ragam komunikatif. Selain itu, bahan ajar ini difasilitasi bahasa bantu bahasa Inggris. Berdasarkan uji pakai terhadap aspek isi, bahasa, dan struktur penyajian dapat disimpulkan bahwa bahan ajar BIPA daring untuk pebelajar tingkat pemula rendah daring ini memiliki kelayakan tinggi.