Filter By Year

1945 2024


Found 25,207 documents
Search Information

IMPLEMENTASI PERINGKASAN KONTEN UTAMA HALAMAN WEB DENGAN ALGORITMA HYBRID HIDDEN MARKOV MODEL EXTRACTION METHOD DALAM PENERAPAN PADA INFORMATION RETRIEVAL Alfian Akbar Gozali; Imelda Atastina
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencarian dokumen di Internet memiliki karakteristik khusus yang harus dipertimbangkan yaitu bandwidth atau kecepatan akses yang terbatas serta waktu pencarian relatif lebih lambat daripada pencarian di desktop. Karena itu perlu dilakukan indexing pada proses Information Retrieval agar dapat mempercepat dan mempermudah pencarian. Makin banyak term yang terindeks akan makin membutuhkan waktu ekstra untuk mencari sebuah term. Sehingga diperlukan metode khusus untuk memangkas jumlah term dalam indeks. Salah satunya dengan melakukan ekstraksi dokumen menggunakan algoritma Hybrid Hidden Markov Model. Metode yang dipakai dalam sistem ekstraksi ini adalah dengan melakukan pendekatan statistik yang dikombinasikan dengan pendekatan tata bahasa dan HMM Hedge sebagai model HMM.Metode yang digunakan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah yang terjadi pada sistem Information Retrieval yang hanya menggunakan ekstraksi dokumen dengan algoritma Hidden Markov Model.
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Pajak Berbasis Financial Information System Model : Suatu Kajian Pendahuluan Agung Darono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2009
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi memerlukan manajemen pajak agar pembayaran pajak sesuai dengan ketentuan perpajakannamun tetap mempertahankan keinginannya untuk meraih laba dan likuiditas yang diharapkan sehingga tetapmemaksimalkan kemakmuran para pemiliknya. Perkembangan implementasi teknologi informasi ke dalamsistem informasi organisasi telah sedemikian pervasif sehingga hampir semua kegiatan organisasi, termasukcatatan perpajakan, terekam ke dalam sistem informasi yang dikelolanya. Namun ternyata penggunaan sisteminformasi untuk mendukung fungsi perpajakan ini masih terbatas pada kegiatan compliance process, belummencapai kegiatan yang memberikan nilai tambah, seperti memberikan profil risiko perpajakan organisasi.Tulisan ini mengajukan suatu usulan pengembangan model sistem informasi manajemen pajak yang bertujuanuntuk menyediakan informasi perpajakan secara komprehensif sehingga dapat mencapai tujuan manajemenpajak sehingga sejalan dengan tujuan organisasi. Tulisan ini merupakan suatu kajian pendahuluan yang masihterbatas pada eksplorasi berbagai konsep dan memerlukan kajian lanjutan. Hasil kajian pendahuluan ini dalamkonteks System Development Life Cylce (SDLC), selanjutnya dapat digunakan untuk melakukan analisiskebutuhan pemakai dengan pendekatan user-requirement yang sesungguhnya. Manfaat lainnya, model inidiharapkan dapat menjadi model referensi untuk pengembangan arsitektur sistem informasi yangmempertimbangkan aspek manajemen pajak. Sedangkan dari sudut pandang penelitian empiris, hasil kajian inidapat menjadi referensi untuk penelitian yang bertujuan mengetahui keberadaan sistem informasi manajemenpajak dalam suatu organisasi.Kata Kunci: model, sistem informasi, manajemen pajak
CHIEF INFORMATION OFFICER DAN PERANNYA DALAM AKTUALISASI MANAJEMEN STRATEGI Agung Darono
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2011
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen strategi merupakan serangkaian keputusan dan tindakan manajerial yang menentukan kinerjaorganisasi dalam jangka panjang. Perkembangan teknologi informasi (TI) juga memengaruhi perkembangankonsep dan implementasi manajemen strategi dalam organisasi. Sejalan dengan perubahan keberadaan fungsiTI dari level operasional menjadi strategis di beberapa organisasi, muncul pula satu fungsi manajerial baruyang disebut dengan Chief Information Officer (CIO). Tulisan ini akan menggunakan Strategic ManagementModel (Wheelen dan Hunger, 2004) sebagai kerangka kerja aktualisasi manajemen strategi. Sementara itu,peranan CIO akan menggunakan kerangka “Tiga Pasang Peran” (IBM Institute for Business Value, 2009).Tulisan ini memanfaatkan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana. Berdasarkan hasil analisisyang ada, peneliti memetakan dari setiap peran dari peran yang ada dalam “Tiga Pasang Peran” ke setiaptahapan yang ada dalam SMM. Hasil pemetaan tersebut menunjukkan, terdapat peran tertentu yang lebihbanyak diperlukan dalam aktualisasi manajemen strategi. Pendekatan pemetaan peran dalam tulisan inimempunyai keterbatasan karena masih sangat mengandalkan inter-subjektifitas peneliti dengan hanya berbasispada analisis teks, tanpa dilengkapi pendekatan partisipatif/survei. Penelitian selanjutnya diharapkan dapatmenggunakan metode penelitian lain yang memungkinkan generalisasi hasil penelitian secara lebih memadai.
MANAJEMEN RESIKO TEKNOLOGI INFORMASI I UNTUK KEBERLANGSUNGAN LAYANAN PUBLIK MENGGUNAKAN FRAMEWORK INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY (ITIL VERSI 3) Irfan Maliki
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2010
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta meluasnya perkembangan infrastruktur informasiglobal telah mengubah pola dan cara beraktivitas pada organisasi, institusi, industri, maupun pemerintahan.Fakta semakin meningkatnya ketergantungan organisasi kepada TI untuk mencapai tujuan strategi dankebutuhan organisasi menjadi pendorong utama pentingnya TIK. Begitupula pemanfaatan TIK di pemerintahan,sebagai upaya mengefisiensikan dan mengefektifkan penggunaan TI agar dapat memberikan pelayanan kepadapublik dengan baik. Keberlangsungan layanan pada pelayanan publik merupakan salah satu hal yang perluditata kelola agar penyelenggaran pelayanan dapat terselenggara dengan baik sehingga masyarakat danpengguna dapat terlayani sesuai dengan kebutuhannya. Manajemen resiko TI perlu dilakukan untukmengurangi dan menanggulangi resiko-resiko yang mungkin terjadi. Manajemen resiko TI dan merencanakanstrategi-strategi dalam keberlangsungan layanan TI harus dilakukan secara sistematis dan latihan yang terusmenerus untuk meningkatkan dan memperbaiki proses layanan TI. Kerangka kerja ITIL versi 3 digunakansebagai panduan dalam rangka menyusun langkah-langkah operasional agar keberlangsungan layanan TIdapat berfungsi dengan baik.Kata Kunci: Manajemen resiko TI, ITIL, Tata kelola, Keberlangsungan, Layanan TI
RANCANGAN ARSITEKTUR EXECUTIVE INFORMATION SYSTEM (EIS) UNTUK MENUNJANG PENGAMBILAN KEPUTUSAN STRATEGIS UNTUK SEKTOR PEMERINTAHAN Farisya Setiadi; Albaar Rubhasy; Muhaemin .
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang mempunyai potensi besar untuk berperan penting di dalam globalisasi dunia. Potensi Indonesia terletak pada wilayahnya yang sangat strategis dan memiliki keanekaragaman budaya dan hayati serta sumber daya manusia yang besar. Namun potensi besar tersebut perlu pengelolaan yang baik agar menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Pemerintah merupakan komponen terpenting dalam ketatanegaran yang menjalankan roda pemerintahan. Namun hingga kini, Pemerintah dianggap masih lamban dan kurang tepat sasaran dalam pengambilan keputusan-keputusan strategis. Untuk mengambil keputusan strategis tentunya diperlukan sarana untuk membantu pimpinan dalam menjalankan tugasnya. Makalah ini merupakan rancangan arsitekur EIS yang berisi teknik dan teknologi yang dibagi berdasarkan lapisan-lapisan collection, processing, analysis, presentation dan management. Di mana lapisan-lapisan tersebut saling mendukung dan terintegrasi yang berguna sebagai arah pengembangan suatu Executive Information System yang berfungsi untuk menunjang pengambilan keputusan strategis di dalam sektor pemerintahan.
Customer Information Gathering Menggunakan Metode Temu Kembali Informasi dengan Model Ruang Vektor Muhammad Erwin Ashari Hariyono; Wahyudi Wahyudi
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2005
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu perusahaan sangat memerlukan saran dan masukan dari para pelanggan (customer) yangmempergunakan jasa dan layanan yang diberikan oleh perusahaan tersebut. Kesan dan saran tersebut akandigunakan perusahaan untuk meninjau dan memperbaiki kinerja dan proses pelayanan yang selama ini telahdilakukan demi kepentingan perusahaan untuk lebih maju lagi kedepannya. Terkadang saran dari pelanggantersebut kurang mendapat respon dan tanggapan dari perusahaan. Saran telah diberikan tetapi untuk waktuyang lama perusahaan tersebut tidak secara baik meninjau. Hal ini terjadi karena proses yang dilakukan secaramanual dan terkadang penggolongan terhadap kesan dan kritik terhadap sub bidang proses perusahaantersebut sangat sulit untuk diimplementasikan. Hal ini dikarenakan sistem peninjau harus mencari satu persatusaran tersebut secara manual, walaupun telah menggunakan media komputer untuk merekam informasitersebut. Model Vektor sangat tepat digunakan untuk mencari dokumen masukan saran pelanggan (customergathering information) terutama pada penentuan kemiripan query dan penggolongan kritik dan saran tersebut.Model yang dikembangkan dan diusulkan telah diterapkan dan di implementasikan pada salah satu perusahaanmultinasional di Indonesia yang oleh penulis tidak disebutkan dalam paper ini.Kata Kunci: customer information gathering, model ruang vektor
PERANCANGAN MODEL APLIKASI FUZZY DATABASE UNTUK MENANGANI KETIDAKSEMPURNAAN INFORMASI (IMPERFECT INFORMATION) PADA DATA QUESTIONER CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT RUMAH SAKIT "X" LAMPUNG TENGAH Agus Suryana; Tri Susilowati
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2012
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses penerapan Customer Relationship Management pada badan usaha rumah sakit diperlukan sebuah basis data yang dapat mengakomodasi kebutuhan akan informasi yang diperlukan dalam proses penyimpan dan analisis data yang dihasilkan dalam setiap pelayanan jasa rumah sakit. Penggunaan model basis data relasional sangat efektif untuk data yang pasti dan tidak ambigu. Namun demikian pada kenyataannya, aplikasi sistem informasi rumah sakit yang menerapkan frame work CRM seringkali mengandung informasi yang tidak tepat (imprecise) dan tidak pasti (uncertain) didalamnya. Tidak konsisten, tidak tepat, tidak jelas, tidak pasti, dan dwi makna merupakan ketidaksempurnaan informasi (imperfect information) dalam basis data dan sistem informasi. Model basis data relasional yang ada saat ini tidak dapat mengakomodasi informasi yang tidak sempurna sehingga diperlukan sebuah pengembangan dan penyempurnaan model basis data relasional yang dapat memenuhi kebutuhan itu. Pada penelitian ini questioner kepuasan dan loyalitas pasien rumah sakit merupakan proses yang sangat menarik dalam menggali dan menganalisa informasi apa yang dirasakan (percept value) pasien terhadap produk pelayanan rumah sakit. Query Fuzzy Database dapat mengukur satisfaction degree dari query databases secara lebih natural sesuai dengan kondisi dan kebutuhan dari user.
Peramalan Harga Saham Perusahaan Menggunakan Artificial Neural Network dan Akaike Information Criterion Eliyani Eliyani
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) 2007
Publisher : Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan syaraf tiruan merupakan model yang meniru cara kerja jaringan neural biologis. Padamakalah ini menerapkan salah satu metode jaringan syaraf tiruan yaitu backpropagation dengan fungsi aktivasisigmoid untuk peramalan harga saham perusahaan. Kriteria informasi untuk seleksi model menggunakanAkaike Information Criterion.Penentuan peramalan saham ini berdasarkan pada variabel-variabel data transaksi saham biasa, berupakombinasi harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah, harga penutupan, index pergerakan saham danvolume saham yang terjual. Hasil peramalan adalah harga saham penutupan esok hari. Arsitektur jaringanyang digunakan untuk peramalan adalah 5-30-1 dengan learning rate 0.04 dan momentum 0.8.Kata kunci: Backpropagation, Fungsi Aktivasi, Sigmoid, Learning Rate, Momentum dan Akaike InformationCriterion.
Pengaruh Asymmetric Information Terhadap Efektifitas Mekanisme Pengurang Masalah Agensi Zaenal Arifin
Sinergi: Kajian Bisnis dan Manajemen Vol. 9 No. 2 (2007)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/js.v9i2.56

Abstract

This research investigates the influence of asymmetric information to the effectiveness of agency problem-reduction mechanisms in Indonesian listing companies. Using samples of manufacturing companies in Jakarta Stock Exchange from 2001-2004, this research find out that asymmetric do have influence the effectiveness of dividend mechanism in reducing agency problem. The dividend mechanism effectives in reducing agency problem only if the level of asymmetric information is high. This research also find out that the debt mechanism and the independent board of direction mechanism do not effective in reducing agency problem whether the level of asymmetric information high or low. Keywords:    asymmetric information, agency problem, dividend, debt, and independent board of director
PERAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “MANAGEMENT INFORMATION SYSTEM” DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN KEJURUAN Thomas, Paulina
Prosiding APTEKINDO Tahun 2010
Publisher : FTK Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perhatian pada manajemen informasi semakin lama semakin besar. Informasi semakindisadari sebagai sumber daya organisasi yang perlu dikelola dengan baik. Peningkatan kinerjapendidikan diperlukan sistem informasi dan teknologi informasi yang tidak hanya berfungsi sebagaisarana pendukung, tetapi lebih sebagai senjata utama untuk mendukung keberhasilan duniapendidikan, sehingga mampu bersaing di pasar global. Sistem pendidikan Indonesia telah melakukanperbaikan yang mendadar, misalnya melalui tiga bentuk kebijakan pemerintah. Pertama,meningkatkan ketentuan wajib belajar dari 6 ke 9 tahun, kedua,mengarahkan pendidikan agar lebihrelevan dengan perkembangan industri dan teknilogi informasi atau memiliki keterkaitan dankesesuaian (link and match), ketiga, mndorong pendidikan sekolah menengah untuk lebih banyakmenyiapkan tenaga terampil, sehingga lulusannya tidak memandang perguruan tinggi sebagai satusatunyaalternatif pilihan masa depan. Khusus mengenai Pendidikan Kejuruan, menurut Undang-Undang Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional: “Pendidikan Kejuruan merupakan pendidikanyang mempersiapkan peserta didik untuk dapat bekerja dalam bidang tertentu”. Arti pendidikankejuruan dijabarkan lebih spesifik dalam Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 190 tentangPendidikan Menengah yaitu: “Pendidikan Menengah Kejuruan adalah pendidikan pada jenjangpendidikan menengah yang mengutakan pengembangan kemampuan peserta didik untukpelaksanaan jenis pendidikan tertentu”.Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen, Pendidikan Kejuruan

Page 320 of 2521 | Total Record : 25207