Filter By Year

1945 2024


Found 395 documents
Search ANALISIS PERENCANAAN LABA , by title

Analisis Perencanaan Laba dengan Metode Break Even Point pada PT. Ultrajaya Milk Industry & Trading Tbk Tuti Sriwedari; Heva Gracia Manurung; Cris Diana Sidabutar; Aurel Ramadhanti Surya
Accounting Research Unit (ARU Journal) Vol 7 No 1 (2026): Accounting Research Unit (Aru Journal)
Publisher : Program Studi Akuntansi PSDKU Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/arujournalvol7iss1pp58-67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan laba PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk menggunakan metode Break Even Point (BEP). Perusahaan yang bergerak di industri makanan dan minuman ini mencatatkan penjualan neto sebesar Rp 8.874 miliar dengan laba bersih Rp 1.154 miliar pada tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan konsolidasian audited tahun 2024. Analisis dilakukan melalui klasifikasi biaya, perhitungan contribution margin, Break Even Point, margin of safety, dan simulasi skenario target laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya perusahaan didominasi biaya variabel sebesar Rp 5.724 miliar (77,6%) dengan biaya tetap Rp 1.656 miliar (22,4%). Break Even Point berada pada level penjualan Rp 4.665 miliar dengan margin of safety 47,4%, mengindikasikan posisi keuangan yang solid. Contribution margin ratio sebesar 35,5% menunjukkan setiap rupiah penjualan berkontribusi 35,5 sen untuk menutup biaya tetap dan menghasilkan laba. Simulasi perencanaan laba mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan laba hingga 30% menjadi Rp 1.500 miliar, perusahaan hanya memerlukan peningkatan penjualan sebesar 0,2%. Analisis sensitivitas menunjukkan perubahan biaya variabel memiliki dampak paling signifikan terhadap pencapaian target laba. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis bagi manajemen untuk fokus pada pengendalian biaya variabel dan efisiensi operasional dalam mencapai target profitabilitas
Analisis Break Even Point sebagai Alat Perencanaan Laba pada Usaha “Hawa Butik Makassar” Iqranul Citrana; Nuraisyiah; Masdar Ryketeng
Jurnal Penelitian Ekonomi Akuntansi Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33059/jensi.v10i1.14124

Abstract

This study aims to analyze the Break-Even Point (BEP) as a profit planning tool at Hawa Butik Makassar. This study employs a qualitative approach, focusing on data related to Break-Even Point analysis, including costs, sales, and net profit. Data collection techniques were conducted through interviews, documentation, and direct observation at Hawa Butik Makassar. Data analysis was performed by calculating the Break-Even Point, contribution margin, and margin of safety to determine the business’s ability to achieve profit targets. The results indicate that Break-Even Point analysis can serve as an effective profit planning tool for Hawa Butik Makassar. Through Break-Even Point calculations, management can determine the minimum sales level required to avoid losses and set sales targets to achieve desired profits. Additionally, the analysis of contribution margin and margin of safety provides useful information for evaluating the level of sales security and supports decision-making regarding cost control and future sales planning. Thus, the application of Break-Even Point analysis can help improve the effectiveness of profit planning and the sustainability of Hawa Butik Makassar.
ANALISIS BREAK EVEN POINT (BEP) SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA USAHA KULIT LUMPIA SAHABAT CAP MERAH DESA JENETALLASA KECAMATAN PALLANGGA KABUPATEN GOWA Firdayanti Firdayanti
Worksheet : Jurnal Akuntansi Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wjs.v5i3.8720

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in supporting Indonesia’s economy through job creation, increasing community income, and contributing to the national Gross Domestic Product (GDP). However, many MSMEs still face limitations in financial management, particularly profit planning, which may hinder business growth and reduce competitiveness. This problem is also experienced by Sahabat Cap Merah Lumpia Skin Business located in Jenetallasa Village, Pallangga District, Gowa Regency, which still faces difficulties in determining profit targets, controlling production costs, and dealing with monthly sales fluctuations. These conditions indicate the absence of structured profit planning, which may affect business decision-making. This study aims to analyze the Break Even Point (BEP) as a profit planning tool for the business. The research method used was descriptive qualitative with quantitative data in the form of cost, production, and sales data for the January–December 2024 period obtained through interviews and documentation. The results showed that fixed costs amounted to Rp385,015,000 per year and variable costs amounted to Rp244,879,654 per year. The contribution margin was Rp10,559.23 per unit with a contribution margin ratio of 75%. The break-even point was achieved at sales of 3,039 units or Rp42,539,484 per month. The Margin of Safety (MOS) ranged from 1,461 to 5,841 units, indicating that the business was in a safe condition. To achieve the profit target, the business needs to sell at least 3,986 units or Rp55,798,028 per month. In conclusion, Break Even Point analysis can be effectively used as a profit planning tool to determine minimum sales targets, control costs, and support better business decision-making for MSMEs. 
Analisis Perhitungan Break Even Point (BEP) dalam Perencanaan Laba pada Usaha Sarung Tenun di Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba Lismayani Mutmainnah
Worksheet : Jurnal Akuntansi Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS DHARMAWANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wjs.v5i3.8680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan Break Even Point (BEP) dalam perencanaan laba pada usaha sarung tenun di Desa Bira Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba. Fokus Penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Break Even Point (BEP) dalam perencanaan laba pada usaha sarung tenun di desa Bira kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba dengan menggunakan data bulan Januari-Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha sarung tenun memiliki struktur biaya yang efisien dengan biaya tetap Rp7.570.000,00 per tahun dan biaya variabel Rp42.230.000,00 Setiap unit sarung tenun menghasilkan margin kontribusi sebesar Rp739.733,00 atau rasio 49%, yang menandakan efisiensi biaya yang baik. Titik impas usaha berada pada penjualan 1 unit atau Rp1.287.414,00 per bulan, dengan nilai margin of safety (MOS) yang selalu positif pada kisaran 1-5 unit, sehingga usaha tetap berada dalam kondisi aman dari risiko kerugian. Untuk mencapai target laba bulanan, usaha perlu menjual minimal 3 unit atau Rp4.348.639,00 Dengan penjualan aktual yang konsisten berada di atas titik impas, usaha sarung tenun dapat dikategorikan stabil secara profitabilitas.
Analisis Break Even Point Multi Produk sebagai Alat Bantu Perencanaan Laba pada UMKM Tape Uli Mak Can Gita Lestari; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari; Achmad Nawawi; Madjidainun Rahma
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/ikraith-ekonomika.v9i2.7132

Abstract

Traditional food micro, small, and medium enterprises (MSMEs) play an important role in Indonesia’s economy; however, many business owners have not yet implemented data-driven profit planning or Break Even Point (BEP) analysis. Tape Uli Mak Can, a traditional Betawi food business located in North Cikarang, Bekasi Regency, has never systematically applied BEP analysis. This study aims to analyze the cost structure, calculate the multi-product BEP based on the sales mix, determine the sales target required to achieve the planned profit, and measure the Margin of Safety (MoS). A quantitative descriptive approach was employed using primary data collected through interviews, observations, and financial documentation over one month. The analysis included cost classification, Contribution Margin Ratio (CMR), Weighted Average Contribution Margin Ratio (WACMR), multi-product BEP, profit planning, and MoS. The results indicate that the total monthly cost was IDR 1,416,111, consisting of 2.83% fixed costs and 97.17% variable costs. The CMR was 14% for Tape and 26% for Uli, resulting in a WACMR of 22%. The overall BEP was achieved at monthly sales of IDR 182,323. To increase profit by 10%, sales need to increase by approximately 9%. An MoS of 90% indicates a very high level of business safety. The multi-product BEP analysis proved to be an effective tool for profit planning and financial decision-making for MSMEs.
Analisis Break Even Point Sebagai Alat Perencanaan Laba pada Edy Konveksi dan Tailor Palembang Aisyah Nur Zahra; Maria; Choiruddin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akuntansi, Bisnis & Ekonomi Vol 4 No 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Akuntansi Bisnis dan Ekonomi (JPMABE)
Publisher : Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/jpmabe.v4i3.12223

Abstract

Laporan ini bertujuan mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai Edy Konveksi dan Tailor Palembang agar tidak mengalami kerugian, serta merencanakan target laba perusahaan untuk periode mendatang. Masalah utama yang dihadapi mitra adalah fluktuasi jumlah pesanan yang tidak menentu serta belum adanya perhitungan matematis yang jelas mengenai Break Even Point (BEP) untuk setiap lini produk unggulan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data melalui klasifikasi biaya tetap dan variabel, perhitungan bauran penjualan (sales mix), BEP dalam unit dan rupiah, Margin of Safety (MOS), serta perencanaan laba berdasarkan target penjualan tahun berikutnya. Objek penelitian difokuskan pada tiga produk dengan volume pesanan tertinggi tahun 2025, yaitu Kemeja Bordir, Jaket Fleece, dan Seragam PDH, dengan sales mix berturut-turut 35%, 28%, dan 37%. Berdasarkan analisis multiproduk dengan total biaya tetap Rp70.000.000, diperoleh BEP Kemeja Bordir sebesar 173 unit (Rp43.209.876), Jaket Fleece 107 unit (Rp32.183.908), dan Seragam PDH 130 unit (Rp65.239.294), dengan MOS masing-masing 90,62%, 91,26%, dan 87,05%, yang menunjukkan tingkat risiko operasional perusahaan relatif aman. Simulasi perencanaan laba menunjukkan perusahaan dapat menetapkan kuota produksi optimal guna mencapai target laba tahun 2026 secara terukur.
Analisis Break Event Point (BEP) dalam Perencanaan Laba pada Usaha Batu Bata Qais Alzaidan di Desa Bontoramba Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa Salwania Salwania; Mukhammad Idrus; Samsinar Samsinar
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9175

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan Break Even Point (BEP) dalam perencanaan laba pada Usaha Batu Bata Qais Alzaidan di Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa dengan menggunakan data penjualan dan biaya selama periode Januari–Desember 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan biaya produksi, volume penjualan, serta laporan keuangan usaha. Data dianalisis menggunakan pendekatan Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), Margin Contribution (MC), dan perhitungan target laba untuk mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian serta kemampuan usaha dalam menghasilkan laba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Batu Bata Qais Alzaidan memiliki struktur biaya yang relatif efisien dengan biaya tetap sebesar Rp65.539.200 per tahun dan biaya variabel sebesar Rp34.656.000. Setiap unit batu bata menghasilkan margin kontribusi sebesar 640 dengan rasio margin kontribusi sebesar 80%, yang menunjukkan efisiensi dalam pengendalian biaya variabel. Hasil analisis Break Even Point menunjukkan bahwa titik impas usaha berada pada tingkat penjualan sebesar 8.534 unit atau senilai Rp6.827.000 per bulan. Selain itu, nilai Margin of Safety (MOS) berada pada kisaran 8.966–9.566 unit per bulan, yang menunjukkan bahwa tingkat penjualan aktual masih berada jauh di atas titik impas sehingga risiko kerugian relatif rendah. Untuk mencapai target laba yang telah ditetapkan, usaha harus mampu menjual minimal 16.346 unit atau senilai Rp13.077.000 per bulan. Dengan penjualan aktual yang secara konsisten berada di atas titik impas dan target laba, Usaha Batu Bata Qais Alzaidan dapat dikategorikan sebagai usaha yang stabil, memiliki kemampuan menghasilkan laba, serta layak menjadikan analisis Break Even Point sebagai dasar dalam perencanaan laba dan pengambilan keputusan usaha.
ANALISIS ANGGARAN BIAYA OPERASIONAL SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PT. TANJUNG UNTUNG TANJUNGPINANG Muhammad Rizki
Economic, Accounting Scientific Journal (CASH) Vol 1 No 01 (2018): CASH: Economic, Accounting Scientific Journal
Publisher : STIE PEMBANGUNAN TANJUNGPINANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52624/cash.v1i01.187

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis penyusunan anggaran biaya operasional, menganilis selisih anggaran biaya operasional dengan merealisasinya dan menganalisis peran anggaran biaya operasional sebagai alat perencanaan laba PT. Tanjung Untung Tanjungpinang. Dari hasil penelitian ini menunjukkan hasil perhitungan menggunakan analisis varians yaitu terjadi selisih tidak menguntungkan (unfavourable) pada biaya operasional di tahun 2011 smpai dengan tahun 2013, hal ini menunjukkan belum efektifnya anggaran yang dibuat perusahaan. Hasil perhitungan untuk perencanaan laba menunjukkan bahwa margin kontribusi tahun 2011-2013 sebesar 8%, 7% dan 8% hal ini menunjukkan adanya peningkatan dan penurunan laba perusahaan
Analisis Break Even Point sebagai Dasar Perencanaan Laba pada Usaha Retail: Studi Empiris pada Toko Kembar Plastik Padang Oktaviani, Nichy; Gery, Mexano Hans; Rahayu, Sari; Handayani, Deby
Jurnal Pustaka Aktiva (Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Valuta) Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Aktiva (Pusat Akses Kajian Akuntansi, Manajemen, Investasi, dan Va
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakaaktiva.v6i1.2458

Abstract

Kemampuan usaha dalam melakukan perencanaan laba menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menghadapi perubahan biaya operasional dan dinamika pasar yang semakin kompetitif. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam perencanaan laba adalah analisis Break Even Point (BEP) yang merupakan bagian dari pendekatan Cost Volume Profit Analysis. Melalui analisis BEP, manajemen dapat mengetahui tingkat penjualan minimum yang harus dicapai agar usaha tidak mengalami kerugian serta menentukan target laba berdasarkan hubungan antara biaya, volume penjualan, dan pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Break Even Point terhadap penganggaran laba pada Toko Kembar Plastik Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal asosiatif. Data penelitian menggunakan data sekunder berupa laporan penjualan dan laporan keuangan Toko Kembar Plastik Padang periode Januari–Desember 2025. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan aplikasi statistik, yang meliputi pengujian asumsi klasik, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Break Even Point berpengaruh positif dan signifikan terhadap penganggaran laba pada Toko Kembar Plastik Padang dengan nilai signifikansi sebesar 0,021. Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,425, yang berarti bahwa Break Even Point mampu menjelaskan sebesar 42,5% variasi penganggaran laba, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan analisis Break Even Point dapat menjadi instrumen penting bagi UMKM dalam menetapkan target penjualan dan menyusun perencanaan laba yang lebih realistis. Temuan penelitian memberikan implikasi praktis bahwa pemilik usaha perlu mengintegrasikan analisis biaya-volume-laba dalam proses pengambilan keputusan agar strategi pencapaian laba dapat dilakukan secara lebih terukur.
ANALISIS BREAK-EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA UMKM TOKO KELONTONG SALSABIL Joyce Michelle Tania; David Aditya Putra; Asadullah Khoir Uddin; Daffa Alkautsar W.K; Sumaryanto Sumaryanto
KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 3 (2026): KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toko Kelontong Salsabil merupakan salah satu usaha mikro sembako di Yogyakarta yang masih menerapkan pencatatan kas sederhana tanpa memisahkan Harga Pokok Penjualan, biaya operasional, dan laba bersih, sehingga pemilik kesulitan menentukan target penjualan yang realistis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi struktur biaya, menghitung margin kontribusi, serta menentukan Break-Even Point (BEP) sebagai dasar perencanaan laba mitra. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan studi kasus, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi data biaya serta penjualan selama April–Mei. Data dianalisis menggunakan perhitungan BEP untuk masing-masing dari empat produk representatif (rokok, gula, beras 5kg, dan LPG 3kg) secara individual berdasarkan margin kontribusi per unit dan alokasi biaya tetap secara proposional pada tiap produk, kemudian hasilnya dijumlahkan untuk memperoleh BEP total toko. Hasil analisis menunjukkan total biaya tetap sebesar Rp5.000.000 per bulan dengan rasio margin kontribusi 13,88%, sehingga titik impas usaha berada pada penjualan Rp34.804.904 per bulan, setara dengan 37 unit gabungan keempat produk per hari. Produk beras 5 kg memberikan margin kontribusi per unit terbesar. Kegiatan ini menghasilkan rekomendasi pemisahan pencatatan HPP dan biaya operasional serta penggunaan BEP sebagai acuan target penjualan, sehingga Toko Salsabil dapat mengelola keuangannya secara lebih terukur dan profesional.

Page 39 of 40 | Total Record : 395