Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

ANALISIS DAN MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) DAN KONTROL ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus : Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sambas) Tutik Tutik; Nurul Mutiah; Ibnur Rusi
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 10, No 02 (2022): Edisi September 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v10i02.55082

Abstract

Penerapan teknologi informasi merupakan hal penting untuk menunjang proses operasional serta mencapai visi, misi dan tujuan organisasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sambas merupakan salah satu organisasi yang menerapkan teknologi informasi untuk melakukan berbagai proses bisnis. Proses bisnis pada Diskominfo menggunakan teknologi informasi tidak terlepas dari risiko dan belum adanya dokumentasi mengenai keamanan informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi risiko aset keamanan informasi, mengidentifikasi, menilai serta memberikan rekomandasi mitigasi risiko pada Diskominfo. Metode Failure Mode and Effect Analysis digunakan untuk melakukan identifikasi proses bisnis, penyebab kegagalan, dampak kegagalan, dan pencegahan terjadinya kegagalan serta memberikan penilaian berdasarkan tingkat keparahann(severity), tingkat kejadiann(occurance) dan tingkat deteksii(detection). Sedangkan ISO/IEC 27001:2013 digunakan untuk memberikan rekomandasi mitigasi risiko berdasarkan dengan klausul objektif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui wawancara dengan pihak Diskominfo Kabupaten Sambas yang diperoleh yaitu terdapat 23 risiko aset keamanan informasi dengan 11 potensi kegagalan pada perangkat keras, 4 potensi kegagalan pada perangkat lunak, 2 potensi kegagalan pada data, 2 potensi kegagalan pada sumber daya manusia, dan 5 potensi kegagalan pada jaringan. Hasil pengkategorian risiko tersebut didapatkan 1 risiko kategori tingkat tinggi (high), 4 risiko kategori tingkat sedang (moderate),  7 risiko kategori tingkat rendah (low), dan 11 risiko  kategori sangat rendah (very low). Serta rekomandasi mitigasi terdapat 6 klausul ISO/IEC 27001:2013 diantaranya yaitu Kebijakan Keamanan Informasi, Keamanan Sumber Daya Manusia, Kontrol Akses, Keamanan Fisik dan Lingkungan, Keamanan Operasional serta Keamanan Komunikasi.
PENGUKURAN TINGKAT KEAMANAN INFORMASI MENGGUNAKAN METODE INDEKS KAMI Samsiana Firmayanti Rahayu; Dian Prawira; Ibnur Rusi
Coding Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 9, No 03 (2021): Edisi Desember 2021
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v9i03.51126

Abstract

Teknologi informasi yang terus menerus berkembang pesat, Semakin majunya teknologi harus dibarengi dengan terjaminnya keamanan informasi yang sangat rentan terhadap ancaman. Sehingga diperlukan kesiapan keamanan dan teknologi informasi untuk menjaga data dan informasi dengan baik. Dengan menjaga keamanan informasi berarti pula diperlukan adanya usaha dalam memperhatikan faktor-faktor keamanan dari seluruh piranti pendukung, fasilitas serta jaringan dalam proses pengolahan keamanan informasi. Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, menggunakan metode Indeks KAMI. Indeks KAMI merupakan alat yang disusun oleh tim Biro Keamanan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengukur dan menganalisis kesiapan atau kematangan keamanan informasi suatu organisasi. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perbaikan dan hasil akhir berupa pengukuran keamanan informasi menggunakan Indeks KAMI hasil yang diperoleh adalah tingkat kematangan keamanan  informasi pada DISKOMINFO Kota Pontianak untuk divisi SE memiliki nilai 33 dengan kategori Tinggi, Divisi II Manajemen Tata Kelola Keamanan Informasi memiliki skor 51 dengan tingkat kematangan I+, Divisi III Manajemen Risiko Keamanan Informasi memiliki skor 36 dengan tingkat kematangan II+, Divisi IV Kerangka Manajemen Keamanan Informasi memiliki skor 65 dengan tingkat kematangan II, Divisi V Pengendalian Aset Keamanan Informasi memiliki skor 87 dengan tingkat kematangan II, Divisi VI Teknologi Informasi dan Keamanan memiliki skor 61 dengan tingkat kematangan III+ dengan hasil tersebut maka tingkat kematangan keamanan informasi berada pada (level) I+ s/d III+. Dengan demikian keamanan informasi pada DISKOMINFO Kota Pontianak masih memerlukan perbaikan keamanan.Kata Kunci : Indeks KAMI, , Keamanan Sistem Informasi, DISKOMINFO Kota Pontianak.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TATA KELOLA KEAMANAN INFORMASI DAN JARINGAN OLEH DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN CIAMIS Nandang Firmansyah; Regi Refian Garis; Asep Nurdin Rosihan Anwar
Journal Education and Government Wiyata Vol 1 No 3 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Panca Bakti Wiyata Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71128/e-gov.v1i3.13

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya permasalahan yaitu belum optimalnya Implementasi Kebijakan Tata Kelola keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ciamis . Hal ini dapat dilihat dari indikator-indikator: terdapat beberapa permasalahan yaitu : Terdapatnya berita hoaks yang masih marak dan di terima oleh masyarakat khususnya di Kabupaten Ciamis. Hal tersebut dibuktikan dengan masih adanya masyarakat yang menerima berita hoaks melalui media sosial. Sehingga rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis Dalam penyusunan penelitian ini penulis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan yaitu bersumber dari data primer yang berasal dari Dinas Komunikasi dan Informatika serta Masyarakat, sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi dan studi pustaka baik berupa dokumen-dokumen, peraturan-peraturan, studi lapangan laporan hasil penelitian, buku-buku, internet, karangan ilmiah, dan bacaan lainnya. Teknik pengumpulan data yang digunakaan yaitu melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Adapun teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa secara keseluruhan menganalisis Implementasi Kebijakan Tata Kelola Keamanan Informasi dan Jaringan Oleh Dinas Komunikasi dan Jaringan Kabupaten Ciamis masih belum optimal.
Pengaruh Teknologi Informasi Komunikasi Dan Budaya Masyarakat Pesisir Kabupaten Barru Terhadap Keamanan Maritim Alwi Sibali; Erhanuddin Erhanuddin; Jainuddin Jainuddin
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.3729

Abstract

Untuk menghadapi dan mengantisipasi situasi, diperlukan pengembangan teknologi informasi komunikasi guna menjaga keamanan maritim yang bebas dari segala ancaman, gangguan maupun hambatan. Penggunaan teknologi informasi komunikasi ini tak luput peranan dari masyarakat maupun aparat yang berperan aktif dalam menciptakan keamanan maritim guna menjaga kedaulatan NKRI. Wilayah Kabupaten barru merupakan wilayah yang sangat dekat dengan selat makassar dan merupakan wilayah yang sangat strategis karena merupakan jalur transportasi laut. Sehingga wilayah ini rawan akan ancaman, gangguuan maupun hambatan yang datang dari dalam maupun luar negeri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil kuisioner dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknologi informasi komunikasi dan budaya masyarakat pesisirvterhadap keamanan maritim. Populasi penelitian ini adalah masyarakat di kecamatan mallusetasi kabupaten barru, dengan jumlah sampel sebanyak 120 orang. Hasil penelitian adalah terdapat pengaruh teknologi informasi komunikasi dan budaya masyarakat terhadap keamanan maritim.
Ancaman Keamanan Pada Sistem Informasi Manajemen Perusahaan Adi Saputra, Lanang; Muhammad Akbar, Fadel; Cahyaningtias, Febrina; Puspa Ningrum, Mega; Fauzi, Achmad
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April-Juni 2023)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v1i2.48

Abstract

Pengetahuan adalah asset terpenting perusahaan. Karena kemampuan memberikan informasi secara cepat dan akurat sangatlah penting. Sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI) sering berperan dalam manajemen informasi. Namun, ketika berkembang, ITU sering terjadi yang dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawabmerupakan ancaman dan risiko yang dapat membahayakan organisasi. Sistem informasi manajemen adalah sarana terstruktur untuk menyediakan informasi tepat waktu bagi manajemen di luar organisasi dan untuk kegiatan operasional di dalam organisasi dengan tujuan memfasilitasi proses manajemen, meningkatkan proses perencanaan dan pengendalian serta mendukung proses pengambilan keputusan. Dengan kemajuan teknologi ancaman demi ancaman mulai bermunculan, beberapa ancaman terhadap system informasi ataralain: 1) Interruption, 3)Interception, 4)Modification. Pada dasarnya, sistem yang aman melindungi informasi yang dikandungnya, seperti Identifikasi pengguna, autentikasi pengguna, dan otorisasi pengguna. Beberapa kemungkinan serangan (peretasan) dapat dilakukan, seperti, Intrusi atau Denial of Service. Joyrider, vandalisme, pencurian, phishing, penipuan dan lain-lain. Sistem informasi terpapar berbagai ancaman, antara lain, Pencurian data, penggunaan sistem yang tidak sah, penghancuran data yang tidak sah, modifikasi data yang tidak sah, kerusakan sistem, kesalahan manusia (SDM sumber daya manusia), bencana alam.
Pentingnya Peranan CIA Triad Dalam Keamanan Informasi dan Data Untuk Pemangku Kepentingan atau Stakholder Harahap, Abdul Halim Harahap; Andani, Claresta Difa; Christie, Angelia; Nurhaliza, Divtyajeng; Fauzi, Ahmad
Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Manajemen dan Pemasaran Digital (April-Juni 2023)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpd.v1i2.34

Abstract

In the sustainability of an organization or company it is important to protect assets related to the organization or company being run. Important assets of companies and organizations include things that ensure the sustainability of an organization and the company itself. Information and data related to an organization or company is the most important thing to protect its security. In protecting information and data security, this paper discusses specific indicators of organizational or company security. This security indicator is known as the "CIA Triad" of Confidentiality, Integrity, Availability. In this study discusses CIA TRIAD in protecting information and data security in an applied system. These three factors are interrelated and maintain bonds with each other, in other words if one of these factors is eliminated Information and data security will be very risky. Therefore, the CIA Triad linkage is very important and has influence.
AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI PADA RS MATA DR.YAP YOGYAKARTA MENGGUNAKAN FRAMEWORK COBIT 5 Rifki Dimas Krisdiyawan; RB Hendri Kuswantoro
Jurnal Ilmiah Manajemen Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Multi Media "MMTC" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56873/jimik.v1i1.44

Abstract

Rumah Sakit Mata "Dr.YAP" Yogyakarta merupakan instansi yang memanfaatkan sistem informasi manajemen rumah sakit sangat memerlukan perlindungan keamanan terhadap data pasien yang ada dalam sistem informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keamanan sistem informasi berdasarkan penerapan Framework COBIT 5 pada Sistem lnformasi Manajemen Rumah Sakit Mata "Dr.YAP" Yogyakarta. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan pengambilan data melalui wawancara, observasi, dan kuesioner serta teknik analisis data menggunakan capability level pada COBIT 5 Framework pada domain Align, Plan, Organize (AP013) dan Delivery, Service, Support (DSS OS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan keamanan pada Sistem lnformasi Manajemen Rumah Sakit Mata "Dr.YAP" Yogyakarta sudah hampir memenuhi keseluruhan aspek dalam domain APO 13 (Manage Security) dan DSS 05 (Manage Security Services) COBIT 5 Framework dibuktikan dengan tingkat kapabilitas yang dicapai pada domain APO 13 yaitu 2,59 berada pada level 3 {Esteblished Process) yang menunjukan bahwa pengelolaan keamanan sistem informasi telah dikelola dengan baik dan masih terus dikembangkan agar semakin mapan. Sedangkan pada domain DSS 05 mencapai angka 3,09 berada pada level 3 {Established Process). Pengelolaanlayanan keamanan sistem informasi telah dikelola dengan baik dan masih terus dikembangkan agar semakin mapan.
Edukasi Kesadaran Keamanan Data/Informasi dan Bermedia Digital pada Siswa/i SMA Kemala Bhayangkari Medan Simamora, Windi Saputri; Harahap, Siti Sarah; Hadistio, Ryan Rinaldi
ULEAD : Jurnal E-Pengabdian Volume 3 Nomor 1 Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Katolik Santo Thomas Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/ulead.v3i1.2797

Abstract

Dalam dunia digital yang semakin kompleks, penting bagi siswa/i untuk memiliki pemahaman yang baik tentang risiko-risiko yang terkait dengan penggunaan teknologi informasi dan media digital. Melalui penyuluhan dan workshop, siswa/i akan mendapatkan pemahaman praktis dan keterampilan dalam menghadapi risiko-risiko terkait keamanan data/informasi dan bermedia digital. Materi yang disampaikan meliputi pencurian identitas, penipuan online, privasi online, penipuan phishing, perbankan online, virus, tipuan email, dan praktik penggunaan internet yang aman. Selain itu, forum diskusi juga akan memberikan kesempatan bagi siswa/i untuk berdiskusi dan berbagi pandangan terkait keamanan data/informasi dan bermedia digital. Dengan menerapkan solusi-solusi tersebut, diharapkan siswa/i SMA akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keamanan data/informasi dan bermedia digital. Mereka akan menjadi pengguna yang lebih bertanggung jawab dan cerdas dalam menghadapi risiko-risiko di dunia maya. Selain itu, kegiatan ini juga akan memberikan dampak positif yang luas dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan produktif.
PENTINGNYA ASPEK KEAMANAN INFORMASI DATA PASIEN PADA PENERAPAN RME DI PUSKESMAS Pradita, Riska; Kusumo, Retno; Rahmawati
JOURNAL OF SUSTAINABLE COMMUNITY SERVICE Vol. 2 No. 2 (2022): MARCH
Publisher : Transpublika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55047/jscs.v2i2.437

Abstract

This study aims to provide socialization about the importance of health data security and information in the implementation of electronic medical records at Puskesmas Botania. Community Service activities were carried out by involving officers through Focus Group Discussions at Puskesmas Botania. The results show that e-Puskesmas has not fulfilled the principles of confidentiality, integrity, and data availability, so it can be accessed by unauthorized parties. In addition, the recording of electronic medical records in e-Puskesmas needs to be improved to facilitate data changes and the availability of health data related to BPJS patient claims. The PkM team recommends the use of individual usernames and passwords, automatic log off feature, network access blocking, data encryption, and integration with the BPJS Health application and data back up process to maintain patient data security.
MANAJEMEN KEAMANAN INFORMASI UNTUK TRANSFORMASI DIGITAL INSURCO BERBASIS COBIT 2019 FOCUS AREA INFORMATION SECURITY Andyas, Muhammad Anugerah; Mulyana, Rahmat; Nurtrisha, Widyatasya Agustika
ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Vol. 5 No. 3 (2023): Publikasi artikel ZONAsi: Jurnal Sistem Informasi Periode September 2023
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/zn.v5i3.15275

Abstract

Previous research has shown the contribution of IT governance to digital transformation. However, further exploration is needed regarding the role of information security management in overseeing such changes through a case study of InsurCo insurance company. This is necessary in line with the latest guidance provided by PER-2/MBU/03/2023 on corporate governance and the Indonesian Financial Services Sector Master Plan 2021–2025 regarding the acceleration of digital transformation. This research method utilizes Design Science Research based on interview data. DSS05 Managed Security Service, APO13 Managed Security, and APO12 Managed Risk were selected as the priority implementation areas of the COBIT 2019 Information Security Focus Area. Capability assessments, gap analysis, recommendation development, solution design, and roadmap have been conducted on the seven related governance components. An estimated average maturity improvement of 0,8 (30,77%) was observed in these three processes. This study contributes to the knowledge base on the concept of prioritizing information security management to support organizational digital transformation, and it is particularly beneficial for InsurCo in ensuring the success of its strategic programs, as well as for the insurance industry in general.

Page 66 of 131 | Total Record : 1304