Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

OPTIMALISASI MEDIA DIGITAL QUIZLET SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BIPA UNTUK KETERAMPILAN BERBAHASA Pradiani, Yulia Ika Putri; Amalia , Zarya; Mirnawati, Mirnawati; Muzaki, Helmi
Hasta Wiyata Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2024.007.01.03

Abstract

BIPA learning is growing rapidly, with many foreign speakers who have an interest in learning Indonesian. Innovation in BIPA learning is needed, and one of the innovations is utilising digital media in the form of applications and web that provide interesting features and can be utilised in learning. The Quizlet application is one of the digital media that can be used for learning because it has various features. This research aims to describe the use of Quizlet in BIPA learning. This research uses a qualitative approach with a literature study method. In this study, researchers used similar studies or studies that have a relationship with the use of Quizlet applications as BIPA learning media. The results of this study indicate that Quizlet has features that can be used as a BIPA learning medium for language skills. The features that can be used as a medium of learning include flashcards, learn, spell, write, test, and match. This study also shows that the Quizlet application can be used to support learners’ mastery of new vocabulary and terms.
MUATAN KAJIAN BAHASA DAN CERITA SASTRA DI MEDIA MASSA SEBAGAI SARANA DALAM PEMBELAJARAN BIPA Pratikno, Heru; Muttaqin, Zainul
Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/widyabastra.v12i1.20396

Abstract

Adanya perkembangan media massa di Indonesia ternyata belum banyak digunakan sebagai media pembelajaran bagi pemelajar BIPA. Padahal, hal tersebut mampu meningkatkan ketertarikan dan kemahiran berbahasa bagi mereka. Namun, keberadaan media tersebut tidak diimbangi dengan pemakaian bahasa Indonesia yang baik, santun, dan benar. Selain itu, muatan artikel dan kajian tentang kesusastraan juga masih sangat jarang ditemukan di surat kabar harian. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak penggunaan bahasa Indonesia di media massa bagi pemelajar BIPA dan untuk mengetahui seberapa intensitas kolom sastra yang terdapat di media massa sebagai upaya menambah ketertarikan dalam pembelajaran BIPA. Tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui peran media massa dalam pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini memakai sumber data primer yang berasal dari surat kabar berskala lokal dan nasional versi online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa di surat kabar yang berskala nasional sudah lebih baik dibandingkan surat kabar lokal sehingga hal tersebut dapat menjadi referensi bagi pemelajar BIPA untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia. Meskipun demikian, kedua surat kabar tersebut masih sedikit dalam memberitakan kususastraan di Indonesia. Padahal, dengan sastra, pemelajar BIPA akan lebih tertarik lagi untuk belajar bahasa Indonesia karena di dalamnya terdapat bahasa yang estetik.
Pengenalan Budaya Indonesia Melalui Dongeng Cinta Budaya Sebagai Bahan Ajar BIPA Andriana, Wahyu Dian; Suyatno, Suyatno; Mulyono, Mulyono
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 7, No 1 (2024): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v7i1.23481

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan budaya Indonesia yang terkandung dalam buku Dongeng Cinta Budaya dan pengenalan budaya Indonesia melalui buku Dongeng Cinta Budaya sebagai bahan ajar BIPA. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Jenis dan pendekatan tersebut dipilih karena untuk menginterpretasikan data hasil temuan dari buku Dongeng Cinta Budaya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu buku digital Dongeng Cinta Budaya karya Watiek Ideo dan Fitri Kurniawan pada tahun 2015 dengan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang relevan dengan fokus penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Sementara teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Miles dan Huberman yang terdiri dari tiga tahap, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Dongeng Cinta Budaya mengandung budaya Indonesia dari berbagai daerah, meliputi Sunda, Bali, Palembang, Kalimantan, Jawa, dan Betawi. Budaya tersebut, meliputi 1) alat musik angklung, 2) lagu manuk dadali dan bubuy bulan, 3) tempat sanggar tari, 4) tari Pendet, 5) pantai Kuta, 6) makanan pempek, 7) permainan bagasing, 8) pakaian kebaya dan batik, 9) ondel-ondel, dan 10) permainan congklak. Kesepuluh budaya tersebut dapat diintegrasikan dalam bahan ajar BIPA berbasis budaya melalui berbagai pendekatan yang relevan, seperti bahan ajar berbasis multimedia dan CTL yang relevan dengan budaya Indonesia. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengenalan budaya Indonesia melalui Dongeng Cinta Budaya sebagai bahan ajar BIPA dapat mengajak pemelajar BIPA untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia secara langsung dan autentik.Kata Kunci: Budaya Indonesia, bahan ajar BIPA, Dongeng Cinta Budaya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SHOW AND TELL PADA KETERAMPILAN BERBICARA MAHASISWA ASING DALAM PEMBELAJARAN BIPA 3 Eldiana, Sheilla
Journal Educational of Indonesia Language Vol 4, No 2 (2023): jURNAL EDUCATIONAL OF INDONESIA LANGUAGE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v4i2.802

Abstract

ABSTRACTAt this time, Indonesian language learning continues to develop along with the progress of the times. One of the Indonesian language learning activities that are currently in great demand is learning BIPA or Indonesian for Foreign Speakers. The same applies to the process of learning Indonesian at school. In BIPA learning, foreign speakers are also taught 4 language skills. However, some foreign speakers often feel insecure to speak or tell stories in front of many people during BIPA learning. This is because foreign speakers are afraid of mispronouncing words, and embarrassed because they are not used to telling stories or speaking in front of new people. The purpose of this study was to determine the effect of the Show and Tell learning model on the speaking skills of foreign students in BIPA learning. This research uses descriptive qualitative method. Until the results found are the Show and Tell method is very influential in improving the speaking skills of foreign students in BIPA learning. Keywords: BIPA, Foreign Speaker, Speak
PENERAPAN MEDIA KOTAK WAYANG BERMUATAN WAWASAN KEINDONEESIAAN PADA KETERAMPILAN BERBICARA BIPA 3 Nabilah, Hasna
Journal Educational of Indonesia Language Vol 4, No 2 (2023): jURNAL EDUCATIONAL OF INDONESIA LANGUAGE
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36269/jeil.v4i2.800

Abstract

Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) is a program for foreign speakers to learn Indonesian as their second language. This study has a purpose, namely to describe the application of the wayang box media with material containing Indonesian insights on speaking skills in BIPA B1 learning. This study used descriptive qualitative method. This research was conducted through the BIPA learning process at level 3, where the research subjects were 3 foreign students, namely, two students from Thailand, and 1 person from Turkey with the same semester level, namely semester 6. Sources of data used in this study which is obtained from the results of the students' speaking skills using several techniques, including data collection techniques in the form of observing, taking notes, and giving oral tests, then drawing conclusions. The results of the study on BIPA level B1 learning on students' speaking skills, showed that the wayang box media containing Indonesian insights greatly affected the speaking skills of students, namely foreign students in BIPA learning. In addition, the wayang box media is very effectively used by BIPA teachers to achieve students' speaking skills.  Keywords: Puppet Box, Learning Media, Bipa.
Praktik Baik dalam Pengajaran Tata Bahasa BIPA Suharsono, Suharsono
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i1.18418

Abstract

Salah satu kompetensi yang perlu dikuasai oleh pemelajar BIPA dalam belajar bahasa Indonesia adalah kompetensi linguistik. Kompetensi linguistik adalah kemampuan untuk menggunakan kode linguistis secara akurat. Salah satu kemampuan yang perlu dikuasai dalam kompetensi linguistis adalah kompetensi yang berhubungan dengan gramatikal atau tata bahasa. Kemampuan gramatikal atau tata bahasa ini sering dipandang oleh kebanyakan pemelajar BIPA sebagai kemampuan yang lebih sulit dikuasai dibandingkan dengan kemampuan yang lain, seperti membaca, berbicara, menulis, dan menyimak, padahal kemampuan dalam tata bahasa menjadi dasar bagi kemampuan empat keterampilan berbahasa tadi. Begitu juga bagi pengajar BIPA, tata bahasa sering dianggap sebagai bidang yang lebih sulit diajarkan daripada empat keterampilan berbahasa. Tidak jarang pengajar BIPA menghindari penjelasan yang berkaitan dengan aspek ketatabahasaan apalagi jika yang dihadapi adalah pemelajar BIPA yang berada pada tingkat (level) lanjut. Makalah ini hendak menyajikan praktik baik dalam pengajaran tata bahasa BIPA. Diharapkan bahasan ini dapat memberikan wawasan dan inspirasi bagi pengajar BIPA yang mengajarkan tata bahasa atau yang karena tugasnya harus menjelaskan aspek-aspek ketatabahasaan BIPA. Yang dimaksud dengan praktik baik di sini adalah bagaimana cara memahamkan konsep tata bahasa bahasa Indonesia kepada pemelajar BIPA dengan mudah. Pembahasannya akan ditinjau dari segi sifat linearitas bahasa, sifat bahasa yang berpola, konteks, dan teknik penyajian
Interferensi Bahasa Asing dalam Teks Menulis Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) di Thammasat University Tahun Akademik 2020/2021 Sari, Sinta Putrika; Mukhlis, Mukhlis; Kurniawan, Latif Anshori
Sasindo : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/sasindo.v12i2.19500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk interferensi bahasa asing dalam teks menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Thammasat University tahun akademik 2020/2021. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu teknik simak dan catat dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Dari hasil pengumpulan data kemudian dianalisis menggunakan metode padan dan agih. Hasil penelitian ini terdapat 4 jenis interferensi dan 82 bentuk interferensi bahasa asing. Interferensi morfologi atau tatabahasa, berjumlah 37. Interferensi sintaksis berjumlah 28. Interferensi semantik berjumlah 15. Faktor penyebab interferensi bahasa asing dalam teks menulis Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Thammasat University tahun akademik 2021/2022 adalah faktor kedwibahasaan dan kebiasaan.
Star-Up Website ASBAKARA untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Upaya Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia Riyanto, Nobel Rajendra; Arlini, Eva Widya; Juliasari, Lina; Zaul, Yumna; Saddhono, Kundharu
Kode : Jurnal Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Kode: Edisi Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kjb.v13i1.56840

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk penelitian kualitatif dan pembuatan media pembelajaran. Langkah-langkah pembuatan website Asbakara melalui tahap pendefinisian, tahap pembuatan atau perancangan, tahap pengembangan, dan tahap penyebarluasan pengguna. Sebelum perancangan dilakukan observasi kelemahan dalam pembelajaran BIPA oleh pengajar BIPA serta bagaimana ketertarikan pemelajar asing dalam memahami konsep pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah mengetahui kelemahan, kemudian dirancang sebuah konsep laman yang sesuai kebutuhan pengguna. Konsep yang dibuat kemudian dirancang suatu model dan desain website pembelajaran. Adanya platform pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing bertujuan untuk memudahkan para pembelajar mampu mengakses materi secara mudah dimanapun dan dapat diulang sesuai keinginan. Website pembelajaran juga sebagai penunjang pembelajaran dan fungsi kedua adalah media sumber belajar.
PROSES PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARDS BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING (BIPA) UNESA HAJJAH, RIKA ROFI’ATUL; MINTOWATI, MINTOWATI; INDARTI, TITIK
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i2.3059

Abstract

This research aims to describe the process of developing local wisdom-oriented flashcard media for learning speaking skills integrated with writing and reading skills in Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Surabaya State University and to describe the quality of local wisdom-oriented flashcard media for learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at State University Surabaya. Development research focuses on product development. The product developed in this research is flashcards learning media. This research approach is mixed methods. The research model in this development research uses the Addie research model. This research procedure uses the ADDIE development model. The ADDIE development procedure has five procedures, namely Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. The results obtained in the development of East Java local wisdom-oriented flashcards media in speaking learning integrated with reading and writing for Indonesian Language and Foreign Speakers (BIPA) students at the Faculty of Languages ??and Arts, Surabaya State University resulted in the conclusion that East Java local wisdom-oriented flashcard media can be used in learning spoke about BIPA because it had carried out a series of ADDIE development stages which were based on needs analysis. ADDIE's stages in developing flashcards media are analysis, design, development, implementation and evaluation. Based on the five development stages, flashcards media has gone through the evaluation stage, namely changing or improving according to the direction of the validator. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan media flashcards berorientasi kearifan lokal untuk pembelajaran keterampilan berbicara berintegrasi keterampilan menulis dan membaca Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya dan mendeskripsikan kualitas media flashcards berorientasi kearifan lokal untuk pembelajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Universitas Negeri Surabaya. Penelitian pengembangan berfokus pada pengembangan produk. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini yakni media pembelajaran flashcards. Pendekatan penelitian ini yakni mixed methods. Model penelitian dalam penelitian pengembangan ini yakni menggunakan model penelitian Addie. Prosedur penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE. Prosedur pengembangan ADDIE memiliki lima prosedur yakni Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluations. Hasil yang diperoleh dalam pengembangan media flashcards berorientasi kearifan lokal Jawa Timur pada pembelajaran Berbicara berintegrasi membaca dan menulis peserta didik Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya menghasilkan simpulan yakni media flashcards berorientasi kearifan lokal Jawa Timur dapat digunakan dalam pembelajaran berbicara BIPA karena telah melakukan rangkaian tahapan pengembangan ADDIE yang dilandasi oleh analisis kebutuhan. Tahapan ADDIE dalam pengembangan media flashcards ini yakni analisis, desain, development, implementacion, dan evaluasi. Berdasarkan kelima tahapan pengembangan tersebut, media flashcards telah melalui hingga tahapan evaluasi yakni mengubah atau memperbaiki sesuai arahan validator.
EFFECTIVENESS OF PADLET MEDIA USE FOR BEGINNER LEVEL BIPA LEARNING Nugraheni, Luthfa; Ristiyani, Ristiyani; Setiawati, Rani; Sumaji, Sumaji
RETORIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 17, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/retorika.v17i2.63775

Abstract

This study aims to describe the effectiveness of using padlet media in beginner-level BIPA learning. This type of research is experimental. The research sample for this study was BIPA students at Muria Kudus University, totaling 27 people. The data in this study are the results of BIPA learning using Padlet media. Data analysis techniques at this stage used descriptive and inferential statistical analysis. The results showed that Padlet media was effectively used in learning beginner-level BIPA at Muria Kudus University. Students' beginner-level BIPA learning outcomes improved by using Padlet media compared to before using the media. Padlet Media provides feedback, information exchange, and portfolio documentation for learning implementation.

Page 72 of 118 | Total Record : 1176