Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR MENULIS SURAT PRIBADI BERMUATAN KONSTRUKTIVISME DI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 11 LUBUK LINGGAU Rahmasari, Erma; Nugroho, Agung; Ramadan Lazuardi, Dian
Linggau Jurnal Language Education and Literature Vol. 5 No. 2 (2026): Linggau Jurnal Language Education and Literature
Publisher : LP3MKIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran konstruktivisme dalam kemampuan menulis surat pribadi kelas VII SMP Negeri 11 Lubuk Linggau. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan dengan model Four-D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: pendefinisian (define), perancanaan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dissiminate). Berdasarkan hasil analisis penelitian oleh 3 ahli, yaitu: ahli Bahasa Ibu (Dr. Indah Puspita Sari M.Pd.), ahli Media bapak (Dr. Leo Charli, M.Pd.) dan ahli Materi (Cekman, M.Pd.) menunjukan bahwa mengembangkan modul ajar bermuatan konstruktivisme kategori valid dengan presentase akhir 72,5%. Sedangkan hasil analisis penilaiguru dengan kategori sangat praktis yakni 90,66%, analisis lembar penilaian one to one kategori sangat praktis 88,66%, hasil analisis kelompok kecil dengan kategori praktis yakni 74,33%, dan hasil analisis uji lapangan dengan kategori praktis yakni 70,48%. Dapat di simpulkan Sehingga dalam penilaian ini diperoleh pembelajaran menggunakan modul ajar lebih baik dari pada pembelajaran tanpa menggunakan modul ajar.
LITERASI DIGITAL GURU BAHASA INGGRIS: MEMBANGUN KAPASITAS DALAM PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBANTUAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Sholihah, Fitri Awaliyatush; Azami, Mochamad Imron; Ismiatun, Febti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36909

Abstract

Abstrak: Transformasi pembelajaran berbasis teknologi menuntut guru bahasa Inggris memiliki literasi digital dan kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan perangkat ajar. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun modul ajar, media pembelajaran, dan asesmen digital berbasis AI. Metode pelaksanaan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan terstruktur, pendampingan praktik, dan evaluasi kegiatan. Peserta berjumlah 28 yang terdiri dari guru bahasa Inggris jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, serta calin guru. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan melalui kuesioner pra dan pasca pelatihan untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pemanfaatan AI. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata kompetensi peserta dari 56% menjadi 88% pada aspek literasi AI. Selain itu, peserta melaporkan peningkatan efisiensi waktu dalam penyusunan perangkat ajar serta dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Kegiatan ini menunjukan bahwa pelatihan berbasis AI efektif dalam mendukung pengembangan profesional guru dan implementasi kurikulum merdeka maupun pembelajaran berdampak. Abstract: Technology-driven learning transformation requires English teachers to possess digital literacy and the ability to utilize artificial intelligence (AI) in developing instructional materials. This community service program aimed to enhance teachers’ capacity to design AI-based teaching modules, instructional media, and digital assessments. The implementation method comprised needs analysis, structured training, guided practice, and program evaluation. The participants consisted of 28 individuals, including English teachers from elementary, junior high, and senior high schools, as well as prospective teachers. Program effectiveness was evaluated through pre- and post-training questionnaires to measure improvements in participants’ knowledge and skills in utilizing AI. The evaluation results indicate an average increase in participants’ competencies from 56% to 88% in AI literacy, the development of AI-based teaching modules using Magic School, the creation of interactive instructional media using Gamma, and the design of gamified digital assessments through Quizizz AI. In addition, participants reported improved time efficiency in preparing instructional materials and increased student learning motivation. These findings demonstrate that AI-based training is effective in supporting teachers’ professional development and the implementation of the Merdeka Curriculum.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERORIENTASI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN METODE 3R UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Hamidah, Nurul; Ira Rengganis; Lea Christina Br Ginting
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.31757

Abstract

This research is motivated by the low level of critical thinking skills and the lack of student awareness regarding waste issues in their surrounding environment. One of the contributing factors is the use of learning materials that are not aligned with students' needs. Therefore, the purpose of this study is to develop a teaching module oriented toward the Problem-Based Learning model, supported by the 3R (Reduce, Reuse, Recycle) method, to improve the critical thinking skills of students in Phase B. This study adopts the Design and Development (D&D) method using the ADDIE development model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Data collection techniques include observation, interviews, questionnaires, and tests, with both qualitative and quantitative data analysis. The initial design of the module includes components such as the front cover, preface, table of contents, general information, core competencies, learning activities, conclusion, appendices, and back cover. Expert validation was conducted twice: before and after revision. The feasibility scores increased after revision, with assessments from subject matter experts improving from 94.2% to 99.4%, media experts from 91.4% to 94.8%, and learning experts from 86.4% to 90.6%. The overall average increased from 90.6% to 94.9%. Implementation of the module with fourth-grade Phase B students showed improved learning outcomes. The average pretest score increased from 49.7 to 80.9 in the posttest. The N-Gain score of 0.61 indicates a “Moderate” improvement. Therefore, this PBL-oriented module using the 3R method is effective in improving students’ critical thinking skills.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR YANG TERINTEGRASI SAINS ISLAM PADA MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL MATERI SIKLUS AIR Al 'Izzaiyah, Khamidah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Order
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.32874

Abstract

The purpose of this development research was to determine the need for developing an integrated Islamic science module in the science lesson on the water cycle to improve students' cognitive learning outcomes. The subjects were fifth-grade students at MI NU Tsamrotul Wathon. This research was a Research and Development (R&D) study using the ADDIE model. Data collection techniques included questionnaires and tests. A limited-scale test was conducted in class VB with 10 students, and a large-scale test was conducted in class VA with 30 students. Data analysis techniques used normality tests, homogeneity tests, t-tests, and gain tests. The results showed that: (1) The need for development of this module includes the need for feasibility in writing, teaching materials, and module benefits, as well as feasibility in aspects of content, construction, and language. (2) The development of this module was valid based on validation by media experts, material experts, and practitioner experts. The feasibility criteria for writing appearance were 62.5% (fairly adequate), teaching materials 72.5% (fairly adequate), function 91.6% (very adequate), and benefits 87.5% (very adequate). The feasibility criteria for the content aspect are 83.92% (very feasible), the construction aspect is 68.75% (feasible), and the language aspect is 60% (quite feasible). (3) The results of the development of this module are very effective in influencing student learning outcomes as indicated by the increase in cognitive learning outcomes with a Pvalue < α, namely Pvalue = 0.00 < 0.005. The gain test is 0.467 (moderate category).
Pengembangan Modul Ajar dengan Model Problem Based Learning Berorientasi Kemampuan Pemecahan Masalah Ariawan, Rezi; -, Reza Utami; Herlina, Sari; Istikomah, Endang
GAUSS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/gauss.v5i1.3930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari pengembangan modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning (PBL) berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integral kelas XI SMA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE yang dimodifikasi karena penelitian dilakukan pada masa Covid-19 yang terdiri dari tahap (Analysis, Design, dan Development). Objek penelitian ini adalah modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi pokok integal. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik nontes dengan meminta validasi dari 2 dosen Pendidikan MatematikaFKIP UIR dan 1 guru Matematika SMA N 14 Pekanbaru. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Berdasarkan uji validitas, modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning berorientasi kemampuan pemecahan masalah dinyatakan valid dengan validitas indeks Aiken sebesar 0,68 (validitas sedang). Dari hasil tersebut, mengidentifikasikan bahwa modul yang dikembangkan valid. Kata kunci: Modul, Model Problem Based Learning, Kemampuan Pemecahan Masalah
Pelatihan pengembangan modul ajar dalam menyiapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) pada guru SMAS IT Kyai Sekar AL-Amri Probolinggo Zukhrufurrohmah, Zukhrufurrohmah; Rahmandani, Fahdian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.33980

Abstract

Abstrak Progam pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan modul ajar yang aplikatif dan kontekstual. Dalam pelatihan pengembangan modul ajar ini, berperan strategis dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagogi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, kontekstual dan menyenangkan. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan pada mitra pengabdian, merencanakan pelatihan dan pendampingan termasuk penyusunan materi pelatihan, pelaksanaan workshop, pendampingan intensif, dan evaluasi berkelanjutan. Peserta pelatihan sebanyak 16 orang guru di SMAS IT Kyai Sekar AL-AMRI Probolinggo. Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 31 Agustus -  30 Desember 2025. Hasil pengabdian menunjukkan kegiatan pengabdian ini telah tercapai sebesar tujuh puluh lima persen (75%). Terjadi peningkatan dalam pemahaman dan keterampilan guru menyusun modul ajar sesuai prinsip kurikulum merdeka. Tertbentuknya komunitas belajar guru di internal sekolah SMAS IT Kyai Sekar AL-AMRI Probolinggo. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam memfasilitasi transisi kurikulum ditingkat sekolah. Kata kunci: kurikulum merdeka; modul ajar; pelatihan guru. Abstract This community service program aims to improve teacher competency through training and mentoring in developing applicable and contextual teaching modules. This module development training plays a strategic role in enhancing teachers' understanding and pedagogical skills in implementing student-centered, contextual, and enjoyable learning. The methods used include needs analysis of community service partners, training planning and mentoring, including the development of training materials, workshop implementation, intensive mentoring, and ongoing evaluation. Sixteen teachers at SMAS IT Kyai Sekar AL-AMRI Probolinggo participated in the training. Results indicate that 75% of the program's achievements have been achieved. There has been an increase in teachers' understanding and skills in developing teaching modules in accordance with the principles of the independent curriculum. A teacher learning community has been established within SMAS IT Kyai Sekar AL-AMRI Probolinggo. This activity has made a significant contribution to facilitating the curriculum transition at the school level. Keywords: independent curriculum; teaching modules; teacher training.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR OPERASI HITUNG PECAHAN BERKONTEKS RESEP WADAI BANJAR DENGAN PENDEKATAN TARL UNTUK SISWA SD/MI Ardi Rahmawan; Iskandar Zulkarnain; Taufiq Hidayanto
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21973

Abstract

Abstrak: Hasil observasi dan temuan dari beberapa penelitian yang relevan menunjukkan bahwa beberapa siswa sekolah dasar mengalami kesulitan dalam memahami dan mengerjakan operasi hitung pecahan. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menyediakan modul ajar yang disesuaikan dengan kemampuan siswa dalam memahami konsep operasi hitung pecahan. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan modul ajar operasi hitung pecahan berkonteks resep wadai Banjar dengan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk siswa SD/MI. Peneliti ini menggunakan metode penelitian pengembangan (R&D) dengan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek implementasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi, angket respons, tes diagnostik, dan tes formatif. Hasil validasi dari dua orang validator rata-ratanya adalah 4,16 yang termasuk kategori valid. Hasil analisis dari angket respons guru dan siswa masing-masing memperoleh skor 86,2% dan 81% dengan kategori praktis. Sedangkan hasil analisis uji keefektifan memperoleh skor N-Gain sebesar 0,57 yang termasuk dalam kategori efektif. Dengan demikian modul ajar yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.  Hasil penelitian ini berkontribusi pada penyediaan alternatif modul ajar dengan pendekatan TaRL yang sesuai dengan kemampuan siswa dalam pembelajaran materi operasi hitung pecahan jenjang sekolah dasar. Kata kunci: Modul Ajar, Resep Wadai Banjar, TaRL, Operasi Hitung Pecahan Abstract: Observational results and findings from several relevant studies indicate that several elementary school students struggle to understand and perform operations involving fractions. One effort to address this issue is the provision of teaching modules tailored to students’ abilities to comprehend the concepts of fraction operations. This study aimed to develop a teaching module on fraction operations using the context of Wadai Banjar recipes, based on the Teaching at the Right Level (TaRL) approach for elementary students. This research employs a Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The implementation subjects in this study were fifth-grade students at SD Negeri Kelayan Tengah 4, Banjarmasin. The research instruments included validation sheets, response questionnaires, diagnostic tests, and formative tests. The validation result from two validators yielded an average score of 4.16, which was categorized as valid. The analysis of teacher and student response questionnaires resulted in scores of 86.2% and 81%, respectively, bothcategorized as practical. Furthermore, the effectiveness test analysis produced an N-Gain score of 0,57, which was classified as effective. Thus, the developed teaching module meets the valid, practical, and effective criteria. The findings of this study contribute to providing an alternative teaching module using the TaRL approach that aligns with students’ abilities in learning fraction operations at the elementary school level. Keywords: Teaching Module, Wadai Banjar Recipe, TaRL, Fraction Operations
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BERBASIS SETS PADA MATERI BIOTEKNOLOGI DI KELAS X MAN TAPANULI SELATAN LOKASI DESA SIPANGE GODANG Lusi Refita Pulungan; Perima Simbolon; Seri Irawati Barubara
JURNAL EDUGENESIS Vol 7 No 3 (2024): Vol. 7 No. 3 Desember 2024
Publisher : PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modul ajar yang digunakan selama ini belum memiliki karakteristik tertentu sehingga siswa masih kurang aktif dan kurang tertarik mengikuti pelajaran yang dilaksanakan. Apabila kondisi tersebut terus dibiarkan, maka akan menyebabkan kurangnya referensi guru untuk menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini menggunakan Model R & D siklus 4D dengan langkah langkah nya yaitu Diefine, Design, Develovment, dan Dissemination. Pada tahap define dilakukan analisis kurikulum, dan analisis siswa. Pada tahap develop (pengembangan) dilakukan uji validitas dan praktikalitas modul ajar pada tahap disseminate dilakukan uji efektifitas modul ajar. Modul yang sudah dirancang divalidasi oleh 4 orang validator. Setelah modul valid, modul diuji praktikalitasnya kepada 2 orang guru biologi MAN Tapanuli Selatan lokasi desa Sipange Godang. Uji efektifitas dilakukan untuk melihat motivasi belajar siswa. Data efektivitas dikumpulkan melalui angket motivasi terhadap 26 orang siswa kelas X 3 MAN Tapanuli Selatan Lokasi desa Sipange Godang. Hasil penelitianpengembangan ini adalah:Modul ajar kurikulum merdeka berbasis SETS pada materi bioteknologi mempunyai validitas 87% dengan kategori sangat valid, Modul ajar kurikulum merdeka berbasis SETS pada materi bioteknologi memunyai praktikalitas 84% dengan kategori sangat praktis, Modul ajar kurikulum merdeka berbasis SETS pada materi bioteknologi mempunyai efektivitas 92 % dengan kategori sangat efektif.
Pengembangan Modul Ajar Berbasisi Project Based Learning Berorientasi Teaching at the Right Level dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Gunungsari Sri Rahma; Ahmad Muzaki; Sri Yuliyanti
Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara (Jurnal KHD)
Publisher : Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jurnalkhd.v2i1.136

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dan keefektifan modul ajar berbasis project based leaning (PjBL) berorientasi Teaching At The Right Level (TaRL) dalam meningkatkan motivasi dan kemampuan berpikir kreatif siswa yang dikembangkan. Metode penelitian ini menggunakan 4-D (Define, Design, Develop, Desiminate), yang dilakukan pada 30 siswa kelas X jurusan DKV SMKN 1 Ginungsari. Objek penelitian ini adalah modul ajar berbasis project based learning (PjBL) berorientasi teaching at the right level (TARL). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, angket dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu angket validasi ahli media, validasi ahli materi, angket respon guru dan siswa, angket motivasi belajar, dan tes. Dari hasil validasi ahli media dan hasil validasi ahli materi dengan kriteria sangat layak. Hasil angket menunjukkan respon guru dan siswa kriteria sangat Layak. Berdasarkan penyebaran angket motivasi belajar kepada siswa dengan kriteria tinggi dan hasil tes kemampuan berpikir kreatif siswa yang diperoleh skor dengan rata-rata 86.27 dengan nilai besar gain yaitu 0,751152 yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik meningkat. dengan demikian hasil rata rata siswa menunjukkan kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa modul ajar berbasis Project Based Learning (PjBL) berorientasi Teaching At The Rigt Level (TaRL) dalam nnmeningkatkan motivasi belajar dan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada materi permulaan dan deret aritmatika valid (sangat layak) digunakan.
Pengembangan Modul Ajar Berbasisi Project Based Learning Berorientasi Teaching at the Right Level dalam Meningkatkan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Gunungsari Nurul Aini; Ahmad Muzaki; Yuntawati Yuntawati
Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Kependidikan Ki Hajar Dewantara (Jurnal KHD)
Publisher : Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tunas Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jurnalkhd.v2i1.164

Abstract

The purpose of this study was to describe how the application of contextual teaching and learning approach in improving students' mathematical connection ability at SMAN 1 Lingsar. This type of research is a classroom action research consisting of two cycles, each cycle consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection. The subjects in this study were students of class X IPA 1 SMAN 1 Lingsar which amounted to 37 people consisting of 20 women and 17 men. Data collection was done by using evaluation test (post-test) which includes indicators of students' mathematical connection ability, namely connections between mathematics topics and connections between mathematics in everyday life. The test results of students' mathematical connection ability in cycle I with a percentage of classical completeness of 51.72% and increased in cycle II by 65.62% which was measured using two indicators, so it can be said that there was an increase in students' mathematical connection ability from cycle I to cycle II. Although it did not meet the criteria for classical completeness of 70%, this research was stopped in cycle II due to time constraints and school conditions that had begun to carry out even semester final exams.Keywords: Contextual Teaching and Learning approach and mathematical connection ability

Page 86 of 90 | Total Record : 896