Filter By Year

1945 2024


Found 838 documents
Search RADIOLOGI

KETEPATAN PEMERIKSAAN RADIOLOGI DAN BTA APUSAN LANGSUNG DENGAN KULTUR DALAM DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PARU DI MEDAN S*, Erfiyani; Tarigan**, Amira Permatasari
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Januari-April 2015
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemetrian Kesehatan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.108 KB)

Abstract

Lung tuberculosis is one of transmitted diseases which are caused by Mycobacterium tuberculosis throughnuclei droplet. Diagnosis for lung tuberculosis is usually detected by the examination of direct sputumremoval, thorax photo, and Culture. The type of the research was descriptive study by using diagnostic testand the samples consisted of sputum and thorax photo. The sputum was taken accidentally, in the morning,and accidentally which was examined by using Ziehl Nelsen method and culture. The objective of theresearch was to find out the effectiveness of examining direct BTA removal and radiology which werecompared with Culture. The samples were taken from Private Practice of Tuberculosis Specialists in Medanand in BP4, Medan which had fulfilled inclusive criteria, radiology examination and three times of phlegmtaking for direct BTA removal and culture were performed; after that, radiology diagnostic test for directBTA removal was compared with Culture. 60 samples on direct removal method indicated the value ofsensitivity of 59.38%, specificity of 92.86%, value of positive prediction of 90.48%, value of negativeprediction of 66.7%, ratio of positive likelihood of 8.31, and ratio of negative likelihood of 0.44. Radiologymethod indicated sensitivity of 62.63%, specificity of 82.14%, the value of positive prediction of 80.77%,value of negative prediction of 67.65%, ratio of positive likelihood of 3.67, and ratio of negative likelihood of0.42. Of the 21 samples, positive BTA which underwent minimum lung damage of 4 (6.7%), moderatedamage of 9 (15.0%), and wide damage of 5 (8.3%). The result of the research showed that radiologyexamination indicated that the value of sensitivity was higher than direct removal method, compared withculture as gold standard in BTA examination.That clinical benefit was bigger in direct removal method canbe seen from the value of positive prediction which was higher than radiology method so that it isrecommended that both examination techniques be used to diagnose lung tuberculosis
PENGARUH PENDIDIKAN, PELATIHAN DAN PENGETAHUAN PEKERJA RADIASI TERHADAP TINDAKAN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Awan Pelawi
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radiasi selain bermanfaat juga mengandung efek berbahaya, bila pemanfaatannya tidak sesuai aturan keselamatan yang berlaku. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan pendekatan desain cross sectional, yang bertujuan menjelaskan pengaruh tingkat pendidikan, pelatihan, pengetahuan terhadap tindakan keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUP H. Adam Malik Medan. Subyek penelitian adalah 40 pekerja radiasi yang terlibat langsung terhadap pelayanan atau pemeriksaan pasien dan operasional peralatan Sinar–X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dengan tindakan keselamatan radiasi (p=0,010
PENGARUH PERILAKU PEKERJA RADIASI TERHADAP TINDAKAN KESELAMATAN RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN Bambang Kustoyo
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 7 (2017): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sikap terhadap keselamatan kerja sangat penting karena menentukan seberapa besar perhatian seseorang terhadap keselamatan kerja. Keselamatan radiasi merupakan tindakan yang dilakukan untuk melindungi pekerja, anggota masyarakat dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh sikap pekerja radiasi terhadap tindakan keselamatan radiasi di Instalasi Radiologi RSUP H. Adam Malik Medan. Sampel penelitian adalah 40 pekerja radiasi dalam pelayanan atau pemeriksaan pasien dan operasional peralatan Sinar – X. Mayoritas responden menyatakan setuju untuk wajib memakai personal dosimetri (TLD/Film Badge/Pen dose), mayoritas pegawai tidak setuju bahwa tidaklah penting mengetahui berapa dosis radiasi yang diterima karena sudah terbiasa. Distribusi sikap pegawai adalah: sikap kurang: 18 orang (45,5%) dan tingkat sikap baik: 22 orang (87,5%). Mayoritas responden menyatakan sebelum memulai pekerjaan selalu mengecek ruangan, peralatan dan memastikan bahwa alat radiologi berfungsi dengan baik dan mayoritas pegawai tidak selama melakukan pemeriksaan kadang-kadang kolimator mereka biarkan terbuka lebar dan tidak mereka atur sesuai luas obyek yang diperiksa. Distribusi tindakan keselamatan adalah kurang: 13 orang (32,5%) dan baik: 27 orang (67,5%). Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan antara sikap dengan tindakan keselamatan radiasi( p=0,005< 0,05) Kata Kunci: Instalasi radiologi, Pekerja radiasi, Sikap, Tindakan keselamatan radiasi
Analisa Kebutuhan Tenaga Radiografer Ditinjau dari Beban Kerja di Instalasi Radiologi RSU Budi Rahayu Pekalongan Utama, H. Nur; Felayani, Fadli; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.608 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.84

Abstract

Perhitungan kebutuhan tenaga Radiografer ditinjau dari beban kerja adalah suatu metode perhitungan kebutuhan SDM radiografer berdasarkan pada banyaknya jenis pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh seorang tenaga kerja professional dalam satu tahun kerja sesuai dan telah memperhitungkan waktu libur, ketidakhadiran kerja, cuti tahunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tenaga radiografer dan untuk mengetahui perhitungan kebutuhan tenaga radiografer di Instalasi Radiologi RSU Budi Rahayu Pekalongan.Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Data diperoleh melalui metode pengambilan data secara observasi, wawancara dengan kepala Instalasi/Radiolog, Kepala ruang radiologi dan radiografer sebagai responden. Pengambilan data dilakukan pada bulan Maret sampai April 2013. Analisa data yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari observasi dan diperkuat dengan wawancara diperiksa kembali untuk kemudian dikelompokkan dan diolah untuk mendapatkan hasil dengan langkah menetapkan waktu kerja tersedia, menetapkan unit kerja dan kategori SDM, menyusun standar beban kerja, menyusun standar kelonggaran, perhitungan tenaga per unit kerja sehingga hasil perhitungan tersebut dapat ditarik kesimpulan.Hasil dari Perhitungan kebutuhan tenaga ditinjau dari beban kerja di Instalasi Radiologi RSU Budi Rahyu Pekalongan adalah dua orang. Sedangkan menurut standar pelayanan radiologi dibutuhkan tenaga lulusan radiografer sebanyak enam orang, dan menurut waktu pelayanan di Instalasi Radiologi RSU Budi Rahayu Pekalongan sebanyak tiga orang radiografer.?Kata kunci : beban kerja, Analisa Kebutuhan Tenaga Radiografer
PERANAN FOTO THORAX SEBAGAI PEMERIKSAAN PENUNJANG DIAGNOSTIK PADA PENDERITA CA. MAMMAE DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK Sudarsih, Kesawa; Budiwati, Trisna; Felayani, Fadli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.552 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i1.93

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang peranan foto thorax sebagai pemeriksaan penunjang diagnostik pada penderita ca. mammae yang bertujuan untuk mengetahui prosedur dari foto thorax pada penderita ca. mammae, dan untuk mengetahui peranan foto thorax sebagai pemeriksaan penunjang diagnostik pada penderita ca. mammae di Instalasi RSUD Sunan Kalijaga Demak. Menurut Bontrager (2010) Teknik Pemeriksaan Radiografi Foto Thorax pada Penderita Ca. mammae dilakukan dengan dua(2) proyeksi, yaitu proyeksi PA/AP dan Lateral, akan tetapi Teknik Radiografi Foto Thorax pada Penderita Ca. mammae di RSUD Sunan Kalijaga hanya satu (1) proyeksi yaitu: Proyeksi PA/AP.Metode penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, serta studi dokumentasi, subyek penelitian, radiolog, radiografer, dokter pengirim, dan pasien. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi kemudian dibuat transkrip selanjutnya dikategorikan untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interpretasi data untuk mendapatkan kesimpulandan saran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeriksaan thorax pada penderita ca. mammae di Instalasi Radiologi RSUD Sunan Kalijaga Demak menggunakan satu proyeksi yaitu: proyeksi Postero Anterior (PA). Sedangkan peranan dari foto thorax adalah untuk memperlihatkan ada tidaknya metastase ca yang berada pada paru-paru. penanganan kanker difokuskan pada pemeriksaan Patologi Anatomi, dan Imaging.?Kata kunci?????????? :? Thorax, Ca. Mammae, Proyeksi Postero Anterior, Lateral
ANALISA PELAKSANAAN SASARAN KESELAMATAN PASIEN RAWAT JALAN OLEH RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK Manurung, Daniel; Sudarsih, Kesawa; Suraningsih, Nanik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.879 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.89

Abstract

Di bidang radiodiagnostik konvensional dengan melihat karakteristik rumah sakit, maka berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1691/MENKES/PER/VIII/2011 bab IV pasal 8 tentang Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit dari 6 sasaran keselamatan pasien untuk rumah sakit ada tiga sasaran keselamatan pasien di Instalasi Radiologi yang bisa di lakukan penilaian, meliputi: a) ketepatan indentifikasi pasien, b) peningkatan komunikasi yang efektif, dan c) kepastian tepat-lokasi dan tepat-prosedur. Berdasarkan observasi yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Sunan Kalijaga, penyebab banyak terjadinya kesalahan pada sasaran keselamatan pasien adalah mengenai ketepatan identifikasi pasien hal ini dikarenakan pada saat kondisi ramai pemeriksaan pasien, identitas pasien sering tertukar dengan identitas pasien yang lain. Tujuan dari penelitian ini sendiri adalah untuk menjelaskan bagaimana pelaksanaan identifikasi pasien, peningkatan komunikasi yang efektif dan kepastian tepat lokasi dan prosedur oleh radiografer di Instalasi Radiologi RSUD Sunan Kalijaga.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan waktu cross sectionaluntuk melakukan analisa sasaran keselamatan pasien di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Sunan Kalijaga Demak yang diambil dalam satu waktu penelitian yang disajikan secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan tiga variabel bebas dengan jumlah sampel 6 informan. Hasil wawancara mendalam diolah dengan menggunakan content analisis (analisa isi).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Identifikasi pasien telah dilakukan tetapi masih belum terlaksana? secarabertingkat secara keseluruhan pada pasien sesuai standar. Komunikasi secara efektif sebelum, selama dan setelah proses pemeriksaan telah terlaksana dengan baik. Telah dilaksanakan proses kepastian tempat lokasi dan prosedur dengan memastikan obyek yang dikeluhkan dan permintaan pemeriksaan rontgen oleh dokter yang selanjutnya proses pemeriksaan dikerjakan sesuai SOPyang ada.?Kata kunci :Sasaran keselamatan pasien, identifikasi, komunikasi, tepat lokasi dan prosedur.
TEKNIK PEMERIKSAAN GIGI GELIGI INTRA ORAL PADA KASUS IMPAKSI DENGAN MENGGUNAKAN PESAWAT GENERAL PURPOSE DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD KOTA MUNTILAN Felayani, Fadli; Budiwati, Trisna; Puspita, Mega Indah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.474 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.85

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang teknik pemeriksaan gigi geligi intra oral pada kasus impaksi dengan menggunakan pesawat general purpose di Instalasi Radiologi RSUD Kota Muntilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan gigi geligi intra oral pada kasus impaksi menggunakan pesawat general purpose dengan teknik kesejajaran dan untuk mengetahui proteksi radiasi yang dilakukan pada pemeriksaan gigi geligi intra oral.Jenis penelitian yang dilakukan penulis adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara dengan dokter gigi, radiografer, dan pasien. Data analisis yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi kemudian direduksi untuk dibuat koding terbuka selanjutnya dilakukan interpretasi data dengan cara membandingkan antara teori dan lapangan untuk mendapatkan kesimpulan dan saran.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa teknik pemeriksaan gigi geligi intra oral pada kasus impaksi menggunakan pesawat general purpose di Instalasi Radiologi RSUD Kota Muntilan dilakukan menggunakan proyeksi kesejajaran dengan posisi pasien duduk di kursi pemeriksaan tanpa sandaran kepala dengan arah sinar horisontal. Fiksasi film di dalam mulut pasien menggunakan jari telunjuk atau ibu jari pasien. Proteksi radiasi yang dilakukan yaitu membatasi luas lapangan penyinaran seluas obyek yang dituju. Namun pasien tidak dipakaikan baju timah hitam (apron).?Kata Kunci : Gigi Geligi, General Purpose, Proteksi Radiasi
ANALISA PENOLAKAN RADIOGRAF DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG Suraningsih, Nanik; Rosidah, Siti; Felayani, Fadli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.253 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i1.103

Abstract

Terdapat masalah dalam pelaksanaan Reject Analysis Programme di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, meskipun penolakan radiograf telah didata, namun analisis penolakan film belum dilakukan secara efektif. Radiograf yang mengalami penolakan hanya dicatat dan ditentukan faktor penyebab terjadinya penolakan tetapi tidak dilakukan pelaporan, padahal persentase penolakan radiograf berada di ambang batas yang diperbolehkan yaitu <2% dari seluruh pemeriksaan yang dilakukan (Kepmenkes No. 129 tahun 2008) sehingga penulis tertarik melakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase penolakan radiograf dan faktor penyebab penolakan terbesar dari bulan September sampai November 2014.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Metode pengambilan data dilakukan dengan survei dan dokumentasi. Waktu pengambilan data dimulai dari bulan September sampai November 2014.Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan dan mengelompokkan radiograf yang ditolak berdasarkan ukuran film dan faktor penyebab penolakan radiograf. Kemudian dilakukan penghitungan persentase penolakan film setiap bulan dan persentase penolakan film berdasarkan faktor penyebab untuk menyusun diagram.Hasil penelitian menunjukan persentase penolakan radiograf selama bulan September sampai November 2014 di Instalasi Radiologi Rumah sakit Bhayangkara Semarang dengan jumlah pemakaian film sebanyak 791 lembar dan penolakan radiograf sebanyak 31 lembar, sehingga diperoleh persentase penolakan selama 3 bulan adalah sebesar 3,9%, persentase ini berada di atas nilai batas penolakan yang diperbolehkan yaitu 2% dari seluruh pemeriksaan yang dilakukan. Adapun faktor penyebab penolakan radiograf terbesar adalah faktor eksposi, yaitu sebesar 11,2%.?Kata kunci : reject film, analisis, persentase.
TEKNIK PEMERIKSAAN STERNOCLAVICULAR JOINT METODE HOBBS VIEW DENGAN INDIKASI DISLOKASI DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAHSAKIT ORTOPEDI PROF. DR. R. SOEHARSO SURAKARTA Rosidah, Siti; Andriani, Intan; Utami, Asih Puji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.187 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.90

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang sternoclavicular joint yang kasus cedera sternoclavicular joint juga jarang terjadi. Teknik pemeriksaan sternoclavicular joint dengan indikasi dislokasi dengan proyeksi postero anterior metode Hobbs View di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R Soeharso Surakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan teknik pemeriksaan sternoclavicular joint metode Hobbs View dan untuk menjelaskan efektifitas penggunaan proyeksi Hobbs View dalam menegakkan diagnosaPenelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Metode penelitian dilakukan dengan cara mengambil data primer yaitu hasil observasi, wawancara dari dokter pengirim, radiografer, dan dokter spesialis radiologi, data sekunder berupa lembar permintaan, hasil bacaan dokter, rekam medis, dan hasil radiograf. Setelah semua data terkumpul, dilakukan reduksi, kuotasi dan pengolahan data, kemudian ditarik kesimpulan.Hasil penelitian diperoleh teknik yang digunakan dalam pemeriksaan sternoclavicular joint dengan indikasi dislokasi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Ortopedi Prof. DR. R. Soeharso Surakarta adalah proyeksi Hobbs View. Keefektifan dari proyeksi Hobbs view adalah dapat menampilkan gambaran sternoclavicular joint secara lebih jelas, memastikan adanya dislokasi sternoclavicular joint, serta menentukan posisi atau jenis dari dislokasi tersebut?Kata kunci : Teknik pemeriksaan, jenis dislokasi, keefektifan proyeksi Hobbs View.
TEKNIK PEMERIKSAAN COMPUTED TOMOGRAPHY SCANNING (CT-SCAN) THORAKS DENGAN KASUS MASSA PULMO DI INSTALASI RADIOLOGI RSPAU. DR. S. HARDJOLUKITO Puspita, Mega Indah; Utama, H. Nur; Felayani, Fadli
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.227 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v4i2.86

Abstract

Di Instalasi Radiologi RSPAU Dr. S. Hardjolukito pemeriksaan CT-Scan Thoraks dengan kasus massa pulmo dilakukan tanpa menggunakan media kontras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik pemeriksaan CT-Scan Thoraks dengan kasus massa pulmo, alasan tanpa menggunakan media kontras serta kelebihan dan kekurangan tanpa menggunakan media kontras pada pemeriksaan CT-Scan Thoraks dengan kasus massa pulmo di Instalasi Radiologi RSPAU Dr. S. Hardjolukito.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan cara pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dengan 3 radiografer, 1 dokter spesialis radiologi, 1 dokter pengirim dan 1 orang pasien, serta dokumentasi. Data yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi kemudian dikategorikan untuk dibuat koding terbuka sesuai masalah yang diangkat oleh penulis. Koding tersebut akan memudahkan dalam pembuatan kuotasi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hasil penelitian sehingga dapat ditarik kesimpulan dan saran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Instalasi Radiologi RSPAU Dr. S. Hardjolukito, teknik pemeriksaan CT- Scan Thoraks dengan kasus massa pulmo dilakukan tanpa menggunakan media kontras. Alasannya adalah karena dengan tanpa media kontras saja hasilnya sudah bisa menunjukan adanya kelainan.??Kata kunci : CT-Scan Thoraks, Massa Pulmo, Tanpa Media Kontras

Page 9 of 84 | Total Record : 838