Filter By Year

1945 2024


Found 840 documents
Search RADIOLOGI

UJI KELUARAN TEGANGAN TABUNG (kVp) PADA PESAWAT SINAR-X MOBILE UNIT HYUNDAI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD DR. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN Andriani, Intan; Edi, Sum; Udin, Saif
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.109

Abstract

Adanya ketidaksesuaian antara tegangan tabung yang diatur pada?control panel?dengan keluaran tegangan tabung akan mempengaruhi kuantitas sinar-X dan kualitas radiograf. Untuk itu penulis melakukan pengujian keluaran tegangan tabung pada pesawat sinar-X?mobile?unit Hyundai di lnstalasi Radiologi RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen yang belum pernah dilakukan pengujian sehingga belum ada?baseline?data kuantitatif mengenai pengujian keluaran tegangan tabung. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui metode penguj ian tegangan tabung dan hasil pengujian sebagai data kuantitatif dari evaluasi hasil pengujian tegangan tabung pada pesawat sinar-X?mobile?unit Hyundaidi ruang pemeriksaan satu lnstalasi Radiologi RSUD Dr.Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode pendekatan observasional partisipatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pengujian terhadap keluaran tegangan tabung pesawat sinar-X dengan menggunakan alat ukur?Cobia?smart?R/F?dari nilai keluaran 40 kVp, 50 kVp, 60 kVp, 70 kVp,80 kVp,90 kVp, 100 kVp, 110 kVp dengan nilai mAstetap sebesar 10 mAs.Selanjutnya data pengukuran yang diperoleh diolah dan dianalisa dalam bentuk tabeldan grafik untuk lebih mudah diambiI kesimpulanHasil dari penelitian ini didapatkan bahwa adanya peyimpangan pada 40 kVp sebesar 8,17 o/o , 50 kVp sebesar 3,96 ?/o , 60 kVp sebesar 2,98 ?/o , 70 kVp sebesar 2,27 ?/o, 80 kVp sebesar 3,25 ?/o, 90 kVp sebesar 3,14 ?/o, 100 kVp sebesar 2,14 ?/o dan 110 kvp sebesar 1 ?/o . Persentase penyimpangan keluaran kVp yang dihasilkan oleh pesawat sinar? X tersebut dari 50 kVp - 110 kVp masihdalam batas toleransi penyimpangan yang diizinkan yaitu sebesar <5 ?/o, kecuali pada 40 kVp yang melebihi dari batas toleransi yang telah ditentukan.Kata kunci: Uji Keluaran kVp, Cobia Smart RIF, Pesawat Sinar-X Mobile Unit Hyundai?
PENENTUAN HASIL OPTIMAL KUALITAS CITRA MSCT THORAKS PADA KASUS TUMOR PARU DENGAN VARIASI NILAI WINDOWING (Di Instalasi Radiologi RS Telogorejo Semarang) PUSPITA, MEGA INDAH
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.786 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.100

Abstract

108 halaman+ tabel+gambar+bagan+lampiranMulti Slice Computed Tomography (MSCT) adalah salah satu modalitas utama dalam mendiagnosa kasus tumor paru pada pemeriksaan thoraks. Dalam MSCT thoraks gambar yang dihasilkan biasa dibuat dalam tiga jenis metode window, yaitu window mediastinum, window lung dan bone window. Window mediastinum diutamakan untuk melihat jaringan soft tissue yang berada daerah thoraks, seperti jantung, pembuluh darah, dan jaringan soft tissue lainnya. Window lung digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas organ paru?paru. Sementara bone window digunakan untuk memperlihatkan lebih jelas struktur jaringan tulang yang berada pada daerah thoraks. Nilai window width dan nilai window level yang digunakan dalam CT Scan thoraks window lung adalah merupakan suatu rentang nilai, nilai window width antara 1000 sampai dengan 2000 dan nilai window level antara -250 sampai dengan -850.Tujuan Penelitian : Untuk membuktikan bahwa terdapat hasil optimal terhadap kualitas citra MSCT Thoraks pada kasus tumor paru dengan menggunakan variasi nilai Window Width dan window level yang tepat.Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post test only. Besar sampel adalah satu pasien dengan dilakukan pengukuran langsung terhadap variasi nilai window width 1100-2000 dan nilai window level -500, -600, -700 pada radiograf polos (pre kontras) potongan axial. Kemudian dilakukan penilaian terhadap hasil kualitas citra anatomi oleh observer yaitu 3 orang dokter spesialis radiologi dengan menggunakan instrumentasi lembar kuisioner, kuisioner tersebut berisi 15 pertanyaan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Friedman Test.Hasil Penelitian : Dengan menggunakan uji friedman test pada variasi nilai window width 1100-2000 dengan menggunakan pengaturan window level ? 500, - 600, dan ? 700 didapatkan dari rata-rata nilai dari 3 observer maka terlihat distribusi dari nilai rata-rata (mean) yang paling optimal adalah pada nilai Window Width 1700 dan Window Width 1800 dengan menggunakan window level ? 600 sebesar 69,00, mean rank 8,67 dengan asymp sig .019. Hal ini berarti bahwa pada taraf signifikansi 95% didapatkan p value sebesar <0,001 atau probabilitas (a) di bawah 0,05 sehingga Ho ditolak Ha diterima.Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan dari kualitas citra anatomis MSCT Thoraks dengan variasi nilai window width dan window level.Kata Kunci??? : MSCT Thoraks, Tumor Paru, Variasi Nilai WindowingKepustakaan : 21 (1998-2013)
PENGUJIAN KOLIMATOR MENGGUNAKAN METODE KAWAT “L” PADA PESAWAT HITACHI TIPE ZU-L3TY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PERMATA MEDIKA SEMARANG Utami, Asih Puji; Suraningsih, Nanik; Andriani, Intan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.248 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i1.91

Abstract

Telah dilakukan pengujian kolimator menggunakan metode kawat ?L? yang belum pernah dilakukan uji fungsi ulang pada pesawat Hitachi Tipe ZU-L3TY di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Permata Medika Semarang. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X.Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Pengujian kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X dilakukan pada pesawat Hitachi ZU-L3TY di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Permata Medika Semarang menggunakan metode kawat ?L? dilakukan dengan menggunakan FFD 100 cm dengan luas lapangan cahaya ukuran luas yang lebih kecil dari pada luas kaset. Data dan hasil pengujian ditabulasi, kemudian dianalisa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian luas lapangan cahaya kolimator dengan luas lapangan berkas sinar-X pada pesawat Hitachi ZU-L3TY menunjukkan bahwa ada pergeseran sebesar 2,33% dan penyempitan luas lapangan sebesar 0,66%. Ketidaksesuaian rata-rata terjadi pada sumbu horisontal (x1 + x2) pada pengujian 1, 2, 3 adalah 2,33 cm dengan persentase 2,33%, sedangkan pada sumbu vertikal (y1 + y2) adalah 0,66 cm dengan persentase 0,66%. Penyimpangan yang terjadi pada FFD 100 cm lebih dari 1 mm atau sudah melewati batas toleransi 1% dari FFD.?Kata kunci : Kolimator, Kesesuaian, Kawat ?L?
PENGUJIAN KOLIMATOR DENGAN METODE COLLIMATOR TEST TOOL PADA PESAWAT SINAR-X MEREK SHIMADZU DI INSTALASI RADIOLOGI RS BHAYANGKARA SEMARANG Suraningsih, Nanik; Puspita, Mega Indah; Budiwati, Trisna
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.095 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v6i2.110

Abstract

Pengujian kolimator dengan metode collimator test tool di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang, berdasarkan observasi yang dilakukan, penulis menemukan adanya ketidaksesuaian luas lapangan cahaya kolimator pada pesawat sinar-X merek Shimadzu, sehingga penulis ingin melakukan pengujian kembali setelah sebelumnya pengujian dilakukan pada tahun 2012 namun belum diketahui hasilnya serta untuk mengetahui kembali kesesuaian antara luas lapangan kolimator dengan berkas sinar-X terhadap film dengan menggunakan alat Collimator Alignment Test Tool di sertai pengukurannya yang bertujuan untuk mengetahui hasil pengujian kolimator pada pesawat tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan eksperimental. Pengujian kolimator dilakukan pada pesawat sinar-X merek Shimadzu di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang menggunakan variasi FFD 100 cm dan 90 cm serta variasi luas lapangan dengan ukuran 26x26 cm untuk daerah Adan 18x24 untuk daerah B dengan kV yang sama yaitu 42 kV pada eksposi yang pertama dan kedua, namun nilai mAs yang berbeda yaitu 3.2 mAs pada eksposi yang pertama dan 1.2 mAs pada eksposi yang kedua. Setelah data terkumpul, dilakukan penghitungan agar didapatkan hasil pengujian yang nilai pergeserannya tidak boleh>2% dari FFD yang digunakan.Hasil pengujian kolimator dengan metode collimator test tool pada pesawat sinar-X merek Shimadzu di Instalasi Radiologi RS Bhayangkara Semarang menunjukkan pada luas lapangan daerah Adengan variasi FFD 90 cm yaitu pada sumbu horizontal atau sisi X terjadi pergeseran luas lapangan kolimator terbesar yaitu sebesar 2.52% melebihi batas toleransi yang diperbolehkan, sedangkan untuk pergeseran terkecil terjadi pada luas lapangan daerah Adengan FFD 90 cm yaitu pada sumbu vertikal atau sisi Y yaitu sebesar 0.74%, namun pergeseran tersebut masih dalam batas toleransi yang diperbolehkan. Sebaiknya dilakukan perbaikan dan pengujian kolimator pada pesawat sinar-X merek Shimadzu, apabila perbaikan belum bisa dilakukan, sebaiknya setiap petugas ketika melakukan pemeriksaan diinstruksikan untuk mengatur luas lapangan cahaya kolimator lebih besar daripada biasanya. Hal ini bertujuan untuk menghindari terpotongnya gambaran radiograf akibat dari berkas sinar-X yang bergeser ke sisi dalam. Sedangkan untuk pengujian kolimator sebaiknya dilakukan secara berkala setiap satu bulan sekali, agar jika terjadi pergeseran luas lapangan kolimator dapat segera ditangani.?Kata Kunci : Kolimator, Pengujian, Collimator Test Tool
PEMERIKSAAN RADIOLOGI PADA KASUS HIPERTROPHY PYLORIC STENOSIS (HPS) Fauzy Ma'ruf
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.721 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.50

Abstract

Hipertropi pyloric stenosis (HPS) merupakan gangguan gastrointestinal paling sering pada bayi. Pada HPS terjadi penebalan muskulus sirkuler antropyrolus dan menyebabkan konstriksi serta obstruksi di gastric outlet. Pemeriksaan dengan barium merupakan pemeriksaan penting untuk deteksi HPS. Selain itu USG juga digunakan sebagai pilihan prosedur diagnostik HPS karena tekniknya cepat dan relatif mudah dilakukan. Sensitivitas dan spesifitas pemeriksaan USG bisa mencapai 89% sampai 100% dan akurasinya bisa sampai100%. Hal ini merupakan alasan mengapa USG digunakan secara luas.
Analisis Radiasi Hambur di Luar Ruangan Klinik Radiologi Medical Check Up (MCU) Muh. Zakky Arizal; Budi Santoso; Dwi Bondan Panular; Febria Anita
Jurnal Ilmiah Giga Vol 20, No 2 (2017): Volume 20 Edisi 2 Tahun 2017
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.459 KB) | DOI: 10.47313/jig.v20i2.556

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang Analsisis Radiasi Hambur di Luar Ruangan Klinik Radiologi Medical Check Up (MCU). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis radiasi hambur yang diterima titik perisai dan Pola sebaran radiasi hambur di belakang titik perisai. Penelitian ini menggunakan surveymeter sebagai alat ukur radiasi. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara peneliti berdiri dibelakang dinding setiap dilakukan pemeriksaan dengan faktor eksposi yang sudah ditentukan yaitu 50, 55, dan 60 kV dengan waktu 16 mAs. Pengambilan data dilakukan dengan beberapa kali agar datamenjadi lebih akurat. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan laju dosis radiasi sebesar 0,477, 0,76, dan 0,897mSv/tahun masih jauh dari nilai batas dosis untuk pekerja radiasi 20 mSv dan masyarakat umum 1 mSv. Pola sebaran radiasi hambur kenaikan yang signifikan ditujukan oleh dinding penahan yang merupakan shielding F yang terletak di didalam ruangan untuk tempat berlindungnya petugas radiasi ketika melakukan pemeriksaan.
ANALISIS KUANTITAS DAN HITUNG JENIS LEUKOSIT PADA PETUGAS RADIOLOGI DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BBKPM) MAKASSAR Suciyani Suciyani; Nurlia Naim; Zulfian Armah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 12, No 1 (2017): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.492 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v12i1.129

Abstract

The Radiology Officer is one of the groups that has a risk to the danger of radiation exposure and it caused of the healthy in the certain level. Then, it could cause the Chronis disease until with the death. The effect of Chronis could appear in years later. Indicator of Hematopoietic commonly used as radiation exposure. It was differential count leukocyte, lymphocyte, absolute count, neutrophil, platelet and erythrocyte. The disturbance of hematopoitic system is caused radiation exposure that the effecting of the amount erythrocytes decreased as sensitivity and the life expectancy, which was the lymphocyte reacted firstly. It is followed by granulocyte, thrombocyte, and erythrocyte. The aim of this research is to know the quantity and differential count leukocyte with radiology officer. The kind of this research was descriptive research through quantity and differential count leukocyte with the radiology officer. There were 7 samples on 24 of February 2017 until 4 March 2017 in Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar. The quantity of the research with the radiology office in BBMK Makassar was 85,71% normally and it increased (14,29%) while the differential count leukocyte was 100% basofil in the amount of normal, 42,86% eosinophil increased, 14,29% neutrophil decreased, 14,29% lymphocyte increased, 14,29% monocyte decreased and 14,29% monosit increased. It should be more increased the effecting of dangerous radiation and the using of personal protective equipments should be increased based on the regulation of Bapeten number 8 at 2011 and radiology officer should be more attention to the nutritional and their healthy.Keywords: Quantity of Leukocyte, Differential Count Leukocyte, The Radiology Officer
GAMBARAN RADIOLOGI NECROTIZING ENTEROCOLITIS DENGAN FOTO POLOS ABDOMEN PADA ASFIKSIA NEONATORUM DENGAN BERBAGAI USIA KEHAMILAN Yurida Binta Meutia; Eddy Sudijanto1; Muhammad Sholeh Kosim
Media Medika Muda Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.214 KB)

Abstract

Latar belakang: Asfiksia neonatorum akan menyebabkan hipoksia dan iskemia yang dapat mengakibatkan kelainan gastrointestinal berupa Necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans (EKN) yang merupakan manifestasi yang paling sering  dengan morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Meskipun lebih sering terjadi pada bayi prematur, akan tetapi juga didapatkan pada bayi aterm dan prematur lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan usia kehamilan dengan NEC pada asfiksia berdasarkan pemeriksaan foto polos abdomenMetode: Desain penelitian ini adalah cross sectional retrospektip. Penelitian di RSUP Dr. Kariadi. Data diambil dari Catatan medis dan dokumentasi gambar radiologi. Subjek adalah neonatus aterm dan prematur yang memenuhi kriteria inklusi yang dirawat pada periode 1 Januari 2010 – 31 Desember 2012. Diteliti tentang gambaran klinis dan radiologis. Diagnosis gambaran radiologik ditentukan berdasarkan kesepakatan dua observer (dengan KAPPA test hasil nya: 93,80%).Usia gestasi dan gejala klinis berdasarkan yang tertulis di dalam catatan medis. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis deskriptip dan X2 test.Hasil: Subjek 78 neonatus terdiri aterm : 39 (50%), prematur : 39(50%).Gambaran radiologis yang menggambarkan adanya NEC pada ke dua kelompok ternyata tidak berbeda secara bermakna (p >0,05), kecuali gambaran pneumotosis intestinalis (p=0,016). Gambaran radiologi berturut turut paling banyak adalah meteorismus, normal, pneumatosis intestinalis dan pneumoperitonium. Gambaran klinis tidak berhubungan dengan gambaran radiologi pada ke dua kelompok (p>0,05)  Simpulan: Bayi aterm dan prematur yang mengalami asfiksia mepunyai gambaran radiologis NEC yang sama berdasarkan pemeriksaan radiologis  foto polos abdomen. Tidak terdapat hubungan bermakna antara hubungan gambaran klinis dan gambaran radiologiNEC
Pengujian Tabung Kolimator Pesawat Sinar-X Merk Toshiba Type E2739 di Laboratorium Radiologi Universitas Baiturrahmah Padang Dasril, Dila Nelvo
Jurnal Ilmu Fisika Vol 11, No 2 (2019): Published in September 2019
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.757 KB) | DOI: 10.25077/jif.11.2.56-61.2019

Abstract

Telah dilakukan pengujian tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui iluminensi lampu kolimator dan kesamaan berkas cahaya kolimasi pada pesawat tersebut. Penelitian dilakukan di laboratorium radiologi jurusan DIII Radiologi Universitas Baiturrahmah. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif experimental dengan langsung meneliti  ke lapangan. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lux Meter, Collimator Alignment Test Tool dan Beam Alignment Test Tool, dengan menggunakan Focus Film Distace (FFD) 100 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian untuk uji iluminensi lampu kolimator adalah 124,75 lux masih berada dalam batas toleransi yaitu lebih dari 100 lux pada jarak 1 meter dan untuk hasil uji kesamaan berkas cahaya kolimasi adalah berupa penyimpangan sebesar ΔX sebesar 1 cm dan ΔY sebesar 1,3 cm dan deviasi sebesar 1,5 derajat. Nilai ini masih berada dalam rentang toleransi pengukuran NCRP (National Council on Radiation Protection and Measurements) yaitu ΔX dan ΔY ≤ 2% FFD dan deviasi ≤ 30. Dengan demikian pengujian terhadap tabung kolimasi pesawat sinar-X konvensional ini telah sesuai standar KEPMENKES No.1250/MENKES/SK/XII/2009 tentang Pedoman Kendali Mutu (Quality Assurance) Peralatan Radiodiagnostik.Kata kunci: pesawat sinar-X Toshiba type E2739, uji iluminensi, uji kesamaan berkas kolimasi.
ANALISA PENOLAKAN FOTO GIGI INTRA ORAL DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MUNTILAN KABUPATEN MAGELANG Manurung, Daniel; Utama, H. Nur; Rosidah, Siti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.599 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i1.92

Abstract

Pemeriksaan kesehatan dalam suatu rumah sakit pada masa globalisasi sudah semakin kompleks, oleh karena itu diperlukan kinerja pelayanan kesehatan yang handal dan didukung oleh suatu alat radiologi yang canggih untuk meningkatkan mutu pelayanan. Adanya control kualitas dalam hal ini adalah analisa penolakan radiograf, maka kemungkinan pengulangan foto dapat ditekan. Penekanan pengulangan foto dapat menghemat waktu maupun sumber daya yang ada. Dan dalam 6-12 bulan terakhir belum pernah dilakukan perhitungan penolakan hasil radiograf gigi intra oral, jadi tidak tahu berapa persen angka penolakan radiografi gigi intra oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penolakan (reject) radiografi gigi intra oral di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang.Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional dimana penulis menggambarkan dan menyajikan dalam bentuk grafik kemudian membuat kesimpulan dan memberikan solusi. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil lokasi di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang. Obyek pengamatan yang digunakan adalah jumlah radiografi gigi intra oral ditolak, sedangkan subyeknya adalah jumlah film gigi intra oral di RSUD Muntilan Kabupaten Magelang selama 20 minggu pada bulan Mei sampai bulan September 2013. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa analisa penolakan (reject) foto gigi intra oral di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang didapatkan hasil pengamatan dokumentasi pada Bulan Mei sampai dengan bulan September 2013 di Instalasi Radiologi RSUD Muntilan Kabupaten Magelang didapatkan jumlah film yang ditolak 13 lembar dari jumlah keseluruhan pasien sebanyak 129 orang. Dan urutan faktor penyebab penolakan film gigi intra oral yaitu yang pertama faktor posisi pemotretan dan yang kedua faktor eksposi. Dari hasil analisa penulis, didapatkan presentase radiograf sebanyak 7,4%, Presentase ini merupakan nilai yang tinggi dan melebihi diatas ambang   bataspenolakan radiograf yaitu 4-6%. Kata Kunci : Penolakan Foto, Gigi Intra Oral

Page 10 of 84 | Total Record : 840