cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Medives
Published by IKIP Veteran Semarang
ISSN : 25498231     EISSN : 25495070     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal of Medives (p-ISSN 2549-8231, e-ISSN 2549-5070) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang pada bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Penulis adalah dosen, guru, peneliti, dan bahkan mahasiswa. Jurnal ini menerbitkan artikel asli hasil penelitian atau kajian pustaka di bidang pendidikan matematika meliputi pembelajaran matematika, evaluasi pembelajaran matematika, atau pengembangan media pembelajaran matematika.
Arjuna Subject : -
Articles 78 Documents
Pemahaman Konsep Geometri dan Self Confidence Mahasiswa Calon Guru Matematika pada Mata Kuliah Pembelajaran Mikro untuk Persiapan Pelaksanaan PPL Di Sekolah Asnawati, Sri; Dewi, Irmawati Liliana Kusuma
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self confidence mahasiswa, hubungan pemahaman konsep geometri dan self confidence mahasiswa pada mata kuliah Pembelajaran Mikro. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pada mata kuliah Pembelajaran Mikro terdapat 8 keterampilan dasar mengajar, salah satunya adalah keterampilan menjelaskan dimana mahasiswa harus dapat mengorganisasikan konsep geometri transformasi dalam tata urutan yang terencana secara sistematis, sehingga mudah dipahami oleh siswa. Perlu adanya self confidence dalam menyampaikan materi khususnya pemahaman konsep geometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% diperoleh hubungan yang linier antara pemahaman konsep geometri transformasi dan self confidence mahasiswa calon guru matematika pada mata kuliah Pembelajaran Mikro. Tingkat keeratan hubungan kedua variabel berdasarkan koefisien korelasi berada pada kategori kuat yaitu 0,700. Hubungan kedua variabel tersebut menunjukkan arah positif artinya, peningkatan pemahaman konsep geometri transformasi berbanding lurus dengan self confidence mahasiswa calon guru matematika. Kata kunci: pemahaman konsep geometri, self confidence, pembelajaran mikro.   ABSTRACT This study aims to determine the level of self-confidence of students and relationship between understanding the concept of geometry and self-confidence of students in the Micro Learning subject. This research is quantitative research. In the Micro Learning subject there are 8 basic teaching skills, one of them is the skill to explain where students must be able to organize the geometry concept of transformation in a systematic order planned so that it is easily understood by students. Self confidence is needed in delivering the material, especially understanding the concept of geometry. At a significance level of 5% a linear relationship was found between the understanding of the geometry concept of transformation and the self confidence of mathematics teacher candidates in the Micro Learning subject. The relationship between the two variables based on the correlation coefficient is in the strong category, 0.700. The relationship between these two variables shows a positive relation, it means that as the understanding of geometric concept gets better, the self confidence of mathematics teacher candidates get higher. Keywords: understanding of the concept of geometry, self confidence, micro learning subject.
Implementasi Self Regulated Flipped Classroom pada Mata Kuliah Kalkulus Setyawan, Fariz; Istiandaru, Afit
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.699

Abstract

Target yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan sejauh mana pendekatan SRFC mampu membuat mahasiswa program studi pendidikan matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) belajar mandiri. Paradigma baru yang berkembang di perguruan tinggi menuntut pembelajaran harus mampu memandirikan mahasiswa dalam belajar (self regulated learning). Pendekatan pembelajaran yang secara teori berpotensi mampu memfasilitasi belajar mandiri adalah pendekatan SRFC. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Bedasarkan hasil penelitian, penulis berharap pendekatan Self Regulated Flipped Classroom (SRFC) tidak hanya diterapkan pada mata kuliah Kalkulus diferensial saja melainkan dapat menjadi rujukan pada mata kuliah lain. Adapun pelaksanaan SRFC dari sisi kognitif masih memiliki kekurangan dimana mahasiswa belum terlibat aktif dalam melakukan refleksi berpikir selama pembelajaran, namun mahasiswa lebih terlibat aktif dalam sisi intepretasi. Selain itu, motivasi dan perilaku mahasiswa cenderung positif selama menggunakan pendekatan pembelajaran SRFC. Hal ini dikarenakan adanya dukungan dari pengajar dan teman sejawat serta interaksi selama pembelajaran berlangsung. Kata kunci: kalkulus, SRFC, kemandirian belajar.   ABSTRACT This research aims to describe the SRFC approach through self regulated indicators and the result of the study of college students in Universitas Ahmad Dahlan. The new paradigm related to Higher Level Education strive for students whom can independently get their own knowledge. SRFC has a potential method to make the students study independently. This research is using qualitative descriptive approach. Based on the result, the author recommend to used SRFC approach not only implemented in Calculus Diferential course but also the other subject. As far as the SRFC activities, cognitive domain hasn’t actively contributed in teaching and learning process because the students havent involve their reflection in learning the subject. However, their intepretation of the subject is actively involved better. In addition, the motivation and the attitude of the students is positive in using SRFC approach. It is because there are support from the teacher and their collegaues and their interaction while they were studying. Keywords: calculus, self-regulated learning, mastery learning.
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning pada Materi Sudut untuk Siswa Kelas XII MIPA Ikhwan, Muh
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.705

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil Ujian Nasional mata pelajaran Matematika di SMA Negeri 3 Semarang tahun 2018. Terdapat 22,72% siswa yang menjawab salah dalam menentukan sudut pada ruang dimensi tiga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas, keaktifan, keterampilan proses, dan meminimalkan kesalahan siswa. Subyek penelitian adalah siswa kelas XII. Variabel penelitian meliputi keaktifan, kreativitas, keterampilan proses, dan prestasi hasil belajar. Penelitian ini memberikan hasil bahwa dengan model pembelajaran Cooperative Learning yang memanfaatkan media animasi powerpoint mampu meminimalkan kesalahan siswa yang semula 26,3% hingga tinggal 5%. Model pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan kreatifitas siswa sebesar 24,5%, keaktifan siswa 38,4%, keterampilan proses 26,8%, dan prestasi hasil belajar 22,3%. Dengan demikian model pembelajaran Cooperative Learning dapat digunakan sebagai referensi para guru maupun pengembang kurikulum matematika dalam pemilihan model pembelajaran matematika materi geometri maupun pengembangan penyusunan silabus pembelajaran. Kata kunci: kreatifitas, Cooperative Learning, animasi.   ABSTRACT This research is motivated by the results of the National Examination of Mathematics in SMAN 3 Semarang in 2018. There were 22.72% students who answered incorrectly in determining angles in the three-dimensional space. This study aims to increase creativity, activity, process skills, and to minimize student errors. The research subjects were 12th grade students. Research variables are activity, creativity, process skills, and learning outcomes. The result is Cooperative Learning model by using power point animation media is able to minimize student errors from 26.3% to 5%. This method is also able to increase student creativity up to 24.5% more creative than before, the activity of students 38.4%, process skills 26.8%, and learning outcomes 22.3%. Thus the Cooperative Learning model can be used as a reference for teachers and mathematical curriculum developers to select mathematics’ learning models for geometry material and to develop learning syllabus. Keywords: creativity, cooperative learning, animation.
Pengaruh Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Sarniah, Siti; Anwar, Chairul; Putra, Rizki Wahyu Yunian
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.709

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan metode eksperimen semu. Desain yang digunakan adalah Pretest-Posttest Control Group Design. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VIII di salah satu SMP Lampung Selatan. Simple random sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel pada penelitian ini. Kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII B sebagai kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji hipotesis N-gain kemampuan pemahaman konsep matematis pada materi relasi dan fungsi diperoleh bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) lebih baik dari pada siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa. Kata kunci: Auditory Intellectually Repetition, pemahaman konsep.   ABSTRACT This study aims to determine whether the increasing of students mathematical concepts understanding on the class with Auditory Intellectually Repetition (AIR) model is better than on the class with usual learning models. This study is a quantitative research by using the quasi-experimental method. The design is Pretest-Posttest Control Group Design. The population is all of eighth grade students of a Junior High School in South Lampung. Simple random sampling technique is used to get the sample. The VIII A class is the experimental class and VIII B class is the control class. Based on the results of the N-gain hypothesis test of the ability to understand mathematical concepts in relation and function material, the understanding of students' mathematical concepts with the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model is better than students who use usual learning models. Keywords: Auditory Intellectually Repetition, concept understanding.
Analisis Soal Penilaian Akhir Semester Mata Pelajaran Matematika Berdasarkan Level Berpikir Himmah, Wulan Izzatul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.698

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan soal berdasarkan level berpikir, yakni dengan mengelompokkan soal berdasarkan level Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), atau Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta mengelompokkan soal berdasarkan jenis stimulus yang digunakan sebagai dasar pertanyaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif jenis analisis dokumen. Dokumen yang dianalisis pada penelitian ini adalah dokumen soal Penilaian Akhir Semester Genap pada mata pelajaran matematika kelas VIII di tingkat SMP salah satu sekolah di Kota Semarang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat dari keseluruhan soal berada pada kategori Middle Order Thinking Skills (MOTS), kurang dari seperempat dari keseluruhan soal merupakan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS), dan terdapat satu soal yang merupakan soal Lower Order Thinking Skills (LOTS). Soal kategori Higher Order Thinking Skills (HOTS) paling banyak ditemukan pada materi bangun ruang sisi datar, sedangkan pada materi peluang belum ada soal yang memenuhi kriteria Higher Order Thinking Skills (HOTS). Jenis stimulus yang terdapat pada soal adalah gambar, daftar kata, penggalan kasus, tabel, dan diagram dimana penggalan kasus merupakan stimulus yang paling banyak ditemukan, yakni hampir sepertiga dari keseluruhan soal. Kata kunci: penilaian akhir semester, level berpikir, stimulus.   ABSTRACT This research aims to describe the question based on the level of thinking, namely by grouping questions based on the level of Lower Order Thinking Skills (LOTS), Middle Order Thinking Skills (MOTS), or Higher Order Thinking Skills (HOTS) and grouping questions based on the type of stimulus used as a basis question. This research is a descriptive study of the type of document analysis. The documents analyzed in this study are documents about the Final Semester Evaluation on the eighth grade mathematics subjects in one of the Semarang Junior High School in school year 2017/2018. The results showed that more than three-quarters of all questions were in the Middle Order Thinking Skills (MOTS) category, less than a quarter of all questions were Higher Order Thinking Skills (HOTS), and there was one problem which was a matter of Lower Order Thinking Skills (LOTS). The problem with the category of Higher Order Thinking Skills (HOTS) is found mostly on 3-D shape with flat faces materials, while in the probalility materials, there is no problem that meets the criteria of Higher Order Thinking Skills (HOTS). The types of stimulus found in the problem are pictures, word lists, fragments of cases, tables, and diagrams where the fragment of the case is the most common stimulus, that is, almost one third of the questions. Keywords: final semester assessment, thinking level, stimulus.
Pengembangan Student Worksheet Berbahasa Inggris dengan Pendekatan Problem Based Learning Pada Mata Kuliah Matematika Diskrit Ningsih, Siska Candra
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.701

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan students worksheet berbahasa Inggris dengan pendekatan Problem Based Learning yang layak (valid, praktis, dan efektif) digunakan dalam pembelajaran mata kuliah Matematika Diskrit. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model pengembangan 4-D Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran) yang telah dimodifikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket penilaian oleh ahli materi dan bahasa untuk menentukan kevalidan, angket kepraktisan, dan tes untuk menentukan keefektifan. Student worksheet yang dikembangkan telah layak digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi syarat valid, praktis, dan efektif. Student worksheet ini dapat melatih mahasiswa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dengan menggunakan konsep teori graf. Di samping itu, dengan menggunakan student worksheet, mahasiswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan bahasa Inggris. Kata kunci: student worksheet, aplikasi graf, matematika diskrit.   ABSTRACT This research aims to produce an student worksheet using English with Problem based Learning approach. The quality of student worksheet generated based on aspects of validity, practicality and effectiveness. This research is developmental research with develops discrete mathematics student worksheet using the development model adapted from Thiagarajan and Semmel (Define, Design, Develop and Disseminate). The instruments used include a learning device assessment sheet to measure validity, practicality questionnaires to measure practicality, and concept comprehension tests to measure effectiveness. The result of this study indicate that the student worksheet develop is valid, practical, and effective. The student worksheet give excercise for student to solve the problems using graph application. Students can increase their abilities in English using this student worksheet. Keywords: student worksheet, graph application, Discret Mathematics.
Identifikasi Kemampuan Metakognisi Siswa SD dalam Pemecahan Masalah Berdasarkan Disposisi Matematis Aini, Qurrotul
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.688

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kemampuan metakognisi siswa SD dalam pemecahan masalah berdasarkan disposisi matematis. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 siswa kelas V yang masing-masing memiliki disposisi matematis rendah, disposisi matematis sedang, dan disposisi matematis tinggi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket/kuisioner, Tes Kemampuan Metakognisi (TKM), pedoman wawancara, dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi teknik yaitu dengan cara mengambil data yang sama dengan teknik yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan disposisi matematis rendah kurang mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Subjek dengan disposisi matematis sedang mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Subjek dengan disposisi matematis tinggi sangat mampu merencanakan, memonitor, dan mengevaluasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkan disposisi matematis siswa mempengaruhi kemampuan metakognisi siswa SD dalam pemecahan masalah. Kata kunci: metakognisi, pemecahan masalah, disposisi matematis.   ABSTRACT The objective of this study is to identify the metacognition abilities of elementary school students in problem solving based on mathematical dispositions. This research is a qualitative research with an explorative approach. The subjects in this study were 3 students from 5th grade with a low, medium, and high mathematical disposition. Questionnaire, Metacognition Ability Test (MAT), interview guidelines, and observation sheets are used in this study to get the data. Data analysis techniques used is the Milles and Huberman models, which are data reduction, data presentation, and conclusions. The data validity is checkec by using technical transcription by taking the same data with different techniques. The results are subject with low mathematical dispositions is not able to plan, monitor, and evaluate. Subject with mathematical dispositions is able to plan, monitor, and evaluate. Subject with high mathematical dispositions is very capable in planning, monitoring, and evaluating. The conclusion of this study is student’s mathematical disposition affects the ability of elementary school students in problem solving. Keywords: metacognition, problem solving, mathematical dispositions.
Pengembangan Buku Ajar Kompilasi Teori Graf dengan Model Addie Puspasari, Ratih
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 3 No 1 (2019): Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Veteran Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v3i1.702

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah selama proses perkuliahan Teori Graf berlangsung buku yang digunakan oleh mahasiswa mengacu pada berbagai buku teks yang beredar di pasaran namun urutan penyampaiannya tidak seragam dan terstruktur. Buku teks khusus teori graf sangat jarang sekali ada. Kalaupun ada, seringkali masuk pada sub bab matematika diskrit, sehingga dosen sering mengalami kesulitan untuk meramu materi yang sesuai dengan silabus dan RPS. Ketidaktersediaan buku Teori Graf yang dijadikan acuan sebagai sumber belajar menyebabkan mahasiswa sulit memahami konsep. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan buku ajar kompilasi Teori Graf yang berkualifikasi baik dan layak diterapkan dalam perkuliahan teori graf oleh dosen dan mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan model ADDIE yang terdiri dari analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil validasi buku ajar teori graf menunjukkan bahwa ahli isi/materi menilai buku ajar berkualifikasi baik, ahli desain pembelajaran menilai buku ajar berkualifikasi baik, dan ahli media pembelajaran menilai buku ajar berkualifikasi baik. Rerata hasil uji pada kelompok kecil baik dosen maupun mahasiswa menunjukkan bahwa buku ajar yang dihasilkan berada pada kualifikasi baik. Hasil penelitian pengembangan adalah buku ajar kompilasi teori graf berkualifikasi baik, layak, dan siap digunakan oleh dosen dan mahasiswa di STKIP PGRI Tulungagung. Kata kunci: buku ajar kompilasi, teori graf, model ADDIE.   ABSTRACT The background of this research is, during the Graph Theory lecture, the books used by students are textbooks on the market which have an unstructured contents and order. Special textbooks on graph theory are very rare, even if they are often included in the sub-chapter of discrete mathematics, so that lecturers often have difficulty compiling material that is in accordance with the syllabus and lesson plans. The unavailability of the graph theory book as learning sources has made the lack of students’ understanding the concept. The purpose of this study is to produce good quality and feasible text theory compilation textbooks in lectures on graph theory by lecturers and students at STKIP PGRI Tulungagung. This research is a development research. The development model used in this study is the ADDIE model, which includes five steps: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data is collected using questionnaire. The results of the validation of graph theory textbooks are content/material experts assess textbooks as well qualified, learning design experts assess textbooks as well qualified, and learning media experts assess textbooks as well qualified. The average test results in small groups both lecturers and students indicate that the textbook is in good qualification. Thus the development research stated that the textbook compilation of qualified graph theory is good, feasible, and ready to be used by lecturers and students at STKIP PGRI Tulungagung. Keywords: compilation textbook, graph theory, ADDIE model.