cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
PROFIL PASIEN HIPERTENSI DI POLIKLINIK GINJAL-HIPERTENSI Tamburian, Marillyn M.; Moeis, Emma Sy.; Gosal, Fandy
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11034

Abstract

Abstract : Hypertension is chrocnic medical condition which the blood pressure has elevated above 140mmHg systolic and 90 mmHg diastolic. Hypertension is one of top 10 of the causes of death worldwide. It is because hypertension affects in damaged of some organs like heart, brain, renal, retinal, ect.The purpose of this study is to give the information about profile of hypertensive patients and about antihypertensive drugs which most commonly used in Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado.This is descriptive retrospective study. The data had been taken from medical records in Nephrology and Hypertension Clinic at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado.Keywords : Hypertension, Complication, Antihypertensive drugsAbstrak : Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistol diatas 140 mmHg dan tekanan darah diastol diatas 90 mmHg.Hipertensi menjadi salah satu penyebab kematian terbanyak didunia karena hipertensi dapat mempengaruhi kerusakan pada organ-organ target yang lain seperti organ jantung, otak, ginjal, mata dan lain-lain.Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran tentang profil pasien hipertensi serta jenis obat antihipertensi yang digunakan di poliklinik ginjal-hipertensi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2014 - Maret 2015.Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif retrospektif dengan data sekunder di poliklinik ginjal-hipertensi RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2014 - Maret 2015. Sampel penelitian sebanyak 311 pasien.Kata Kunci : Hipertensi, Komplikasi, Obat Antihipertensi
Gambaran Kadar Asam Urat pada Pasien Infark Miokard Akut di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode September 2016 – Agustus 2017 Gonie, Bella M.T.; Wantania, Frans E.N.; Umboh, Octavianus R.H.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18573

Abstract

Abstract: Acute myocardial infarction (AMI) is a cardiovascular disease that becomes one of the leading causes of death worldwide. Rupture of atherosclerotic plaque followed by thrombus formation and occlusion of coronary arteries causes an acute decrease in the blood supply to some parts of myocardium resulting in myocardial infarction, associated with inflammatory responses that may cause increased uric acid level. Patients of myocardial infarction accompanied by high uric acid level have higher mortality rate. This study was aimed to determine the description of uric acid level in patients with AMI at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a retrospective descriptive study using medical record data of patients with AMI hospitalized at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of September 2016 until August 2017. The results showed 92 AMI cases (60.1%) who had elevated uric acid level. The majority of AMI cases were males (115 patients; 75.2%), aged 51-60 years old, (52 patients; 34%), Minahasan ethnic (138 cases; 90.2%), and had no family history of high uric acid level (24 cases; 15.7%). Conclusion: The majority of the patients with AMI had elevated uric acid level.Keywords: acute myocardial infarction, uric acid, inflammatory response. Abstrak: Infark miokard akut (IMA) merupakan penyakit kardiovaskular yang menjadi salah satu penyebab kematian di dunia. Pecahnya plak aterosklerosis dengan pembentukan trombus dan oklusi pembuluh koroner menyebabkan penurunan pasokan darah secara akut ke sebagian miokardium sehingga terjadi infark miokard, diikuti respon inflamasi yang menyebabkan asam urat meningkat. Pada pasien IMA dengan kadar asam urat tinggi dapat terjadi peningkatan angka kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada pasien IMA di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September 2016 sampai Agustus 2017. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien IMA yang dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September 2016 sampai Agustus 2017. Hasil penelitian memperlihatkan 92 kasus IMA (60,1%) memiliki kadar asam urat meningkat. Mayoritas kasus IMA berjenis kelamin laki-laki (115 pasien; 75,2%), usia 51-60 tahun (52 pasien; 34%), suku Minahasa (138 pasien; 90,2%), dan tidak memiliki riwayat keluarga asam urat (24 pasien; 15,7%). Simpulan: Sebagian besar pasien dengan IMA memiliki kadar asam urat yang meningkat.Kata kunci: infark miokard akut, asam urat, respon inflamasi
PERBANDINGAN KECEPATAN BERJALAN PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH MEKANIK SUBAKUT DAN KRONIK MENGGUNAKAN TIMED UP AND GO TEST Kalangi, Patricia; Angliadi, Engeline; Gessal, Joudy
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6755

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know and compare the gait velocity between subacute and chronic mechanical low back pain patients using Timed Up and Go Test at Installation Medical Rehabilitation Hospital Prof. Dr R.D. Kandou Manado. This research used observational analytic design with cross-sectional study. The samples choosen using consecutive sampling technique. Data obtained from the gait velocity measurement using Timed Up and Go Test conducted by researcher. From this research obtained the average gait velocity in patient group of subacute mechanical LBP is 18.92 seconds and the average gait velocity in patient group of chronic mechanical LBP is 17.17 seconds. The results of independent t-test hypothesis testing showed that there is a significant difference between gait velocity in subacute and chronic mechanical LBP patients (p = 0.034). Conclusion, gait velocity in chronic mechanical LBP patients is better than subacute mechanical LBP patients.Keywords: Gait velocity, mechanical LBP, TUG testAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan kecepatan berjalan antara pasien nyeri punggung bawah (NPB) mekanik subakut dan kronik menggunakan Timed Up and Go (TUG) Test di Instalasi Rehabilitasi Medik RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik observasional dengan pengamatan sewaktu (studi cross sectional). Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data diperoleh dari hasil pengukuran kecepatan berjalan menggunakan Timed Up and Go Test yang dilakukan sendiri oleh peneliti. Dari penelitian ini diperoleh kecepatan berjalan rata-rata pada kelompok pasien NPB mekanik subakut adalah 18,92 detik dan kecepatan berjalan rata-rata pada pasien NPB mekanik kronik adalah 17,17 detik. Hasil uji hipotesis independent t-test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kecepatan berjalan pada pasien NPB mekanik subakut dengan kecepatan berjalan pada pasien NPB mekanik kronik (p = 0,034). Kesimpulan, kecepatan berjalan pasien NPB mekanik kronik lebih baik dibandingkan kecepatan berjalan pada pasien NPB mekanik subakut.Kata kunci: Kecepatan berjalan, NPB mekanik, tes TUG
PERBANDINGAN NYERI YANG TERJADI 24 JAM PASCA OPERASI PADA PENDERITA YANG DIBERIKAN ANESTESIA UMUM DAN ANESTESIA SPINAL Muhammad, Fiska M.; Kumaat, Lucky; Posangi, Iddo
e-CliniC Vol 3, No 3 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i3.10594

Abstract

Abstract: Pain can be described as an unpleasant sensory and emotional experience associated with tissue damage which has already occured or potentially will be occurred. General anesthesia is oftenly perfomed on a wide range of surgical procedures. There are two techniques of general anesthesia: inhalation anesthesia and intravenous anesthesia. Spinal anesthesia is one of the simplest and most reliable of regional anesthesia technique. This study aimed to compare the pain between general anesthesia and spinal anesthesia 24 hours post operative. This was an analytical prospective study. Samples were 24 patients consisting of 12 patients with general anesthesia and 12 patients with spinal anesthesia. The inclusion criteria were patients aged 20-60 years old, duration of operation 1-4 hours, and the operations were caesarean section and hysterectomy. The pain assessment used VAS score as well as blood pressure, pulse, and respiration. Data were statistically analyzed by using the Mann-Whitney test and showed a p-value 0.876. Conclusion: There was no significant difference in 24-hour-post-operative pain using VAS score among patients with general anesthesia and with spinal anesthesia.Keywords: VAS scores, general anesthesia, spinal anesthesia.Abstrak: Nyeri dapat digambarkan sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang sudah atau berpotensi terjadi. Anestesia umum sering dilalukan pada berbagai macam prosedur pembedahan dan terbagi atas anestesia inhalasi dan anestesia intravena. Anestesia spinal merupakan salah satu anestesia yang paling sederhana dan paling dapat diandalkan dari tehnik anestesia regional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nyeri pada pemberian anestesia umum dan anestesia spinal 24 jam pasca operasi. Penelitian ini menggunakan metode analitik prospektif. Terdapat 24 sampel yang terbagi atas 12 penggunaan anestesia umum dan 12 penggunaan anestesia spinal, dengan kriteria rentang umur pasien 20-60 tahun, lama operasi 1-4 jam serta jenis pembedahan seksio sesarea dan histerektomi. Penilaian nyeri menggunakan skor VAS serta tekanan darah, nadi dan respirasi. Data diolah dengan menggunakan program SPSS versi 20. Hasil uji statistik Mann-Whitney mendapatkan nilai p= 0,876 yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna dari skor VAS. 24 jam pasca operasi dengan anestesia umum dan anestesia spinal. Simpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna nyeri 24 jam pasca operaasi dinilai dengan skor VAS pada pemberian anestesia umum dan anestesia spinal.Kata kunci: Skor VAS, anestesia general, anestesia spinal
Gambaran profil lipid pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik yang di rawat inap di Irina F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juli 2015-Juni 2016 Laulo, Astrid; Tumboimbela, Melke J.; Mahama, Corry N.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14491

Abstract

Abstract: Stroke is rapidly developing clinical signs of focal or global disturbance of cerebral function, with symptoms lasting for 24 hours or longer or leads to death, with no apparent cause other than of vascular origin. This study was aimed to know description of lipid profile in patients with ischemic and haemorrhagic stroke hospitalized at Prof.Dr.R.D.Kandou hospital period of July 2015 – June 2016. This research was a descriptive retrospective research using secondary data, including the ischemic and haemorrhagic stroke patient’s medical record. The results showed the highest percentage ischemic and haemorrhagic stroke patients is male, 51-60 year age group, who work as housewifes (40%), had an optimal total cholesterol level, desired levels of HDL cholesterol, a near optimal of LDL cholesterol, an optimal triglyceride level. Based on this research, it can be concluded that patients with ischemic and hemorrhagic stroke had more patients with normal lipid levels.Keywords: stroke, lipid profile Abstrak: Stroke adalah manifestasi klinik dari gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun global, yang berlangsung dengan cepat, berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan kematian, tanpa ditemukannya penyebab selain gangguan vaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran profil lipid pada pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik yang di rawat inap di RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado periode juli 2015-juni 2016. Metode yang digunakan bersifat deskriptif retrospektif yaitu dengan mengambil data sekunder penderita stroke iskemik dan stroke hemorgik periode juli 2015-juni 2016 di bagian rekam medik RSUP Prof.Dr.R.D.Kandou Manado. Hasil penelitian menunjukan bahwa persentase terbanyak pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik adalah berjenis kelamin laki-laki, berusia 51-60 thn, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki kadar kolesterol total optimal, kadar kolesterol HDL diinginkan, kadar kolesterol LDL mendekati optimal, kadar trigliserida optimal. Berdasarkan hasil penilitian ini disimpulkan bahwa pasien stroke iskemik dan stroke hemoragik lebih banyak memiliki kadar profil lipid yang normal. Kata kunci: stroke, profil lipid
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PENINGKATAN ASAM URAT PADA REMAJA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Sipayung, Edwin Z.
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3858

Abstract

Abstract: Obesity is a serious and growing problem for healthcare systems in the world and caused by various factors. The most common causes are genetic factors, lack of physical activity or a combination of these factors. If not treated immediately it will have a negative impact on human health in the short term or long term. Uric acid itself is the end product of purine metabolism in humans. The increased uric acid levels are influenced by various factors e.g. genetics, hypothyroidism, obesity, high diet purine. This study aimed to find the correlation between obesity and the increase of uric acid in teenagers. This was an observational analytic designed with cross sectional approach by using consecutive sampling from November to December 2013. In this study there were 30 obese adolescents consisted of 50% males and 50% females. There were 16 adolescents of 14 years old (53.33%) as the largest group. There were 10 (30%) of adolescents with body mass indeces of 28 (the highest number of samples compared to the other body mass indeces). Uric acid test showed increases of uric acid in 15 teens (50%), and the other 15 teens (50%) without increases of uric acid. Conclusion: There is no relationship between obesity and increases of uric acid. Keywords: obesity, uric acid, adolescentObesitas merupakan masalah yang serius dan berkembang untuk sistem kesehatan di dunia. Obesitas diakibatkan oleh berbagai faktor. Penyebab paling umum adalah faktor genetik, kurangnya aktivitas fisik atau kombinasi dari faktor-faktor ini. Jika tidak segera ditangani maka akan berdampak buruk pada kesehatan manusia dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Asam urat sendiri merupakan produk akhir metabolisme purin pada manusia. Penyebab meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor contohnya genetik, hipotiroid, obesitas, diet tinggi purin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas dengan peningkatan asam urat pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan dengan cara consecutive sampling dari bulan November sampai Desember 2013. Sampel penelitian berjumlah 30 remaja yang mengalami obesitas. Hasil penelitian memperlihatkan 15 remaja perempuan (50%) dan 15 remaja laki-laki (50%). Kelompok umur terbanyak ialah 14 tahun berjumlah 16 remaja (53,33%). Terdapat 10 remaja (30%) yang memiliki indeks massa tubuh 28, dan golongan tersebut memiliki jumlah remaja terbesar dibandingkan golongan indeks masa tubuh lainnya. Hasil pemeriksaan asam urat ditemukan peningkatan sebanyak 15 remaja (50%), dan yang tidak mengalami peningkatan sebanyak 15 remaja (50%). Simpulan: Tidak ada hubungan antara obesitas dengan peningkatan asam urat. Kata kunci: obesitas, asam urat, remaja
Profil Pasien Pasca Laparotomi di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2015 sampai Desember 2017 Tanio, Pratiwi N.; Lalenoh, Diana C.; Laihad, Mordekhai L.
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v6i2.22122

Abstract

Abstract: Laparotomy is a surgical procedure involving an incision through the abdomen. Laparotomy can be performed on patients with hemoperitoneum due to abdominal trauma, gastrointestinal bleeding, acute abdominal pain, chronic abdominal pain, and if there is an intra-abdominal clinical finding that requires emergency surgery, such as pertonitis as well as ileus (obstruction or perforation). This study was aimed to obtain the profile of post laparotomy patients at ICU Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January 2015 to December 2017. This was a descriptive retrospective study using medical record data of post laparotomy patients at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. There were 107 post laparotomy patients at the ICU. The highest percentages were found in: peritonitis (38.3%), males (62%), and ages 45-64 years (50%). There were 87% of post laparotomy patients that used mechanical ventilators. The average of length of stay of post laparotomy patients in ICU was 7-14 days (33%). There were 40 patients (37%) in 24-48 hours after admission in the ICU and caused by sepsis (77.5%). Conclusion: Most post laparotomy patients were 45-64 years old, male, had main diagnosis as peritonitis, length of stay of 7-14 days, and used mechanical ventilators. Moreover, there were 40 patients died in 24-48 hours after admission.Keywords: laparotomy, peritonitis, mortality, length of stayAbstrak: Laparotomi adalah suatu tindakan bedah berupa insisi pada dinding perut atau abdomen. Laparotomi dapat dilakukan pada pasien yang menderita trauma abdomen dengan hemoperitoneum, perdarahan gastrointestinal, nyeri abdomen akut, nyeri abdomen kronik, dan jika ditemukan kondisi klinis intra abdomen yang membutuhkan pembedahan darurat seperti peritonitis, ileus obstruksi, dan perforasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien pasca laparotomi di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2015 - Desember 2017. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif, menggunakan data rekam medik pasien pasca laparotomi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 107 orang pasien pasca laparotomi di ICU dengan diagnosis penyakit terbanyak pada peritonitis (38,3%), jenis kelamin laki-laki (62%), dan usia 45-64 tahun (50%). Pasien pasca laparotomi banyak yang menggunakan ventilator mekanik (87%). Rerata lama perawatan pasien pasca laparotomi di ICU 7-14 hari (33%). Terdapat 40 orang yang meninggal (37%) pada 24-48 jam dirawat di ICU, dan disebabkan oleh sepsis (77,5%). Simpulan: Pasien pasca laparotomi terbanyak pada usia 45-64 tahun, jenis kelamin laki-laki, dengan diagnosis penyakit dilakukan laparotomi peritonitis, lama rawat ICU 7-14 hari, dan menggunakan ventilator mekanik. Didapatkan 40 pasien yang meninggal pada 24-48 jam dirawat di ICU.Kata kunci: laparotomi, peritonitis, mortalitas, lama rawat inap
GAMBARAN PASIEN CEDERA KEPALA DI RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI 2013 – DESEMBER 2013 Simanjuntak, Fonda; Ngantung, Danny J.; Mahama, Corry N.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.7129

Abstract

Abstract: Head injury is a mechanical trauma to the head that occurs either directly or indirectly, which then can lead to disorders of neurological function, physical function, cognitive, and psychosocial, temporary or permanent. This study aimed to describe patients with head injuries admitted at the Emergency Surgery Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of January 2013 to Desember 2013. This was a retrospective descriptive study. Subjects were patients at the Emergency Surgery Installattion Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital period January 2013-December 2013 and were diagnosed with head injuries. Gender, age, occupation, causes of head injuroes, and diagnosis obtained from medical records. The results showed that there were 420 patients with head injuries, most of them were males 302 people (71.9%) compared to 118 females (28.1%). The climax of incidence was in the age group 15-19 (17.1%) with the highest profession as student were 138 persons (32.9%) and the fewest was Army/Police and priest, each of them was 1 patient (0.2%). Most of the head injury cases (298 people, 71.0%) were caused by traffic accidents and 178 males were diagnosed with comotio cerebral which was the most common diagnosis (40.8%). Conclusion: In this study, most of the head injury cases were males in the age group 15-19 years. Students were the most frequent background with traffic accidents as the major cause and commotio cerebral was the most common diagnosis.Keywords: head injury, causes of head injury.Abstrak: Cedera kepala adalah trauma mekanik pada kepala yang terjadi baik secara langsung atau tidak langsung yang kemudian dapat berakibat gangguan fungsi neurologis, fungsi fisik, kognitif, psikososial, dapat bersifat temporer atau permanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penderita cedera kepala yang masuk ke Instalasi Rawat Darurat Bedah (IRDB) RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado dalam periode Januari 2013 – Desember 2013. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif. Subjek penelitian ialah pasien yang masuk ke IRDB RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Januari 2013 – Desember 2013 yang didiagnosis cedera kepala. Jenis kelamin, usia, pekerjaan, penyebab cedera kepala dan diagnosis dicatat dari rekam medik pasien. Hasil penelitian memperlihatkan 420 kasus cedera kepala, sebagian besar berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 302 orang (71,9%) sedangkan jenis kelamin perempuan 118 orang (28,1%). Puncak kejadian pada kelompok umur 15-19tahun (17,1%) dengan profesi terbanyak sebagai pelajar/mahasiswa sejumlah 138 orang (32,9%) dan profesi yang paling sedikit TNI/POLRI dan pendeta masing – masing 1 pasien (0,2%). Dari rekam medik didapatkan penyebab cedera kepala tersering ialah kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh 298 orang (71,0%) dan 178 orang didiagnosis komosio serebri yang merupakan diagnosis tersering sebanyak 40,8%. Simpulan: Pada penelitian ini cedera kepala terbanyak terjadi pada laki-laki dengan kelompok usia15-19 tahun. Pelajar/mahasiswa merupakan profesi terbanyak, kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama, dan komosio serebri sebagai diagnosis tersering.Kata kunci: cedera kepala, morfologi cedera kepala
Hubungan rasio netrofil limfosit pada anak penderita diare akut tanpa dehidrasi dan dengan dehidrasi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Samad, Darulisman; Mantik, Max F.J.; Manoppo, Jeanette I.C.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.12261

Abstract

Abstract: Diarrhea is a major cause of morbidity and mortality in children worldwide. In Indonesia, diarrhea is still one of the major public health problems. High population growth rate and mothers’ knowledge about diarrhea are very important. Hematology examination, such as neutrophil and lymphocyte ratio, is suggested for acute diarrhea. This was a survey analytical retrospective study using medical record at the Department of Pediatrics Prof Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in December 2014. The results showed that patients’ age groups were: 6-12 months (average 8.5 months), 13-24 months (average 16.5 months), and 25-36 months of age (average 33.3 months). Children who suffered from dehydration and without dehydration were 14 and 26 children respectively. The chi-square test of neutrophil lymphocyte ratio in diarrhea patients with dehydration and without dehydration showed a p value 0.058. Conclusion: There was no relationship between neutrophil lymphocyte ratio in children who suffered from acute diarrhea with dehydration and without dehydration. Keywords: neutrophil lymphocyte ratio, acute diarrhea with dehydration and without dehydration. Abstrak: Penyakit diare adalah salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia. Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama. Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi serta pengetahuan mengenai diare penting untuk diketahui ibu. Salah satu pemeriksaan penunjang yang disarankan ialah pemeriksaan hematologi, yaitu hitung rasio netrofil dan limfosit. Jenis penelitian ini survei analitik retrospektif dengan menggunakan rekam medis di Bagian Ilmu Kesehatan anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado bulan Desember 2014. Hasil penelitian memperlihatkan usia pasien di kelompok umur 6-12 bulan (rerata 8,5 bulan), umur 13-24 bulan (rerata 16,5 bulan), dan umur 25-36 bulan (rerata 33,3 bulan). Anak yang menderita dehidrasi didapatkan 14 orang dan tanpa dehidrasi 26 orang. Uji chi-square rasio netrofil limfosit pada diare dengan dehidrasi dan tanpa dehidrasi menunjukkan nilai p = 0,058. Simpulan: Tidak terdapat hubungan rasio netrofil limfosit pada anak penderita diare akut dengan dehidrasi dan tanpa dehidrasi.Kata kunci: rasio netrofil limfosit, diare akut dengan dehidrasi dan tanpa dehidrasi
GAMBARAN ANEMIA PADA PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK DI BLU. RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU Pali, Dwifrista Vani; Moeis, Emma Sy.; Rotty, Linda W. A.
e-CliniC Vol 1, No 2 (2013): Jurnal e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i2.3282

Abstract

Abstract: Anemia is the most common complication in patient with Chronic Kidney Disease (CKD). Anemia itself coud be a risk predictor to cardiovascular event and prognosis to kidney disease itself. The goal is to know the profile of anemia on CKD patient at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The methods in this research is the observasional study with cross sectional device in CKD patient s tage 3, 4, and 5 at at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. The results are from 25 total patient who included in research criterion there 15(60%) man and 10(40%) woman, age distribution basic on CKD stages, Group of age 30-40 have 1(4%) in stage 4, 2(8%) in stage 5, group 36-40 in stage 3 theres 2 (8%), in stage 42(8%). Group 41-45 5(20%) in stage 4 and 3(12%) in stage 5. Group 46-50 3 (12%) in stage 3, 2(8%) in stage 4 and 5(20%) in stage 5. Anemia distribution basic on CKD stages, normal iron deficiency there’s 4 people in stage 3. 4 people in stage 6, and 4 people stage 5. Iron deficiency fungtional 1 person in stage 3, 4 people in stage 4 and 4 people in stage 5. Iron deficiency absolute there’s 2 people in stage 5. The Conclusions in this research is the most status of anemia in this research is normal iron deficiency are 14 people Key Words : Anemia, CKD, Transferrin Saturation, Ferittin Serum    Abstrak : Latar Belakang dari penelitian ini yaitu anemia merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penyakit ginjal kronik (PGK). Anemia sendiri juga dapat menjadi prediktor resiko terjadinya kejadian kardiovaskular dan prognosis dari penyakit ginjal sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran anemia pada penderita PGK di poliklinik ginjal – hipertensi bagian ilmu penyakit dalam BLU.RSU. Prof.dr R.D Kandou Manado. Metodologi Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan potong lintang pada pasien (PGK) stadium 3, 4, dan 5 di poliklinik ginjal – hipertensi bagian ilmu penyakit dalam BLU.RSU. Prof.dr R.D Kandou Manado selama kurun waktu 2 bulan (November-Desember 2012) .Hasil dari peneltian ini adalah dari 25 pasien yang memenuhi kriteria inklusi terdapat 15 (60%) pasien laki-laki dan 10 (40%) perempuan, distribusi umur berdasarkan derajat PGK kategori umur 30-40  tahun terdapat 1 (4%) orang pada stadium 4, 2(8%) pada stadium 5. Kategori  36-40 terdapat 2(8%) orang pada stadium 3, 2 (8%) pada stadium 4. Kategori umur 41-45, 5(20%) orang pada stadium 4 dan 3(12%) orang pada stadium 5. Kategori 46-50 terdapat 3(12%) orang pada stadium 3, 2(8%) pada stadium 4 dan 5(20%) pada stadium 5. Distribusi anemia berdasarkan derajat PGK, anemia defisiensi besi cukup terdapat 4 orang pada stadium 3, 4 orang stadium 6, 4 orang stadium 5. Anemia defisiensi besi fungsional stadium 3 , 1 orang. Stadium 4, 4orang. Stadium 5, 4 orang. Anemia defisiensi besi absolut terdapat 2 orang stadium 5. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kasus terbanyak yaitu anemia defisiensi besi cukup yaitu 14 orang. Kata Kunci : Anemia, PGK, Saturasi Transferin, Serum Feritin

Page 13 of 108 | Total Record : 1074