cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
HUBUNGAN ANTARA JARAK TEMPUH TES JALAN 6 MENIT DAN FRAKSI EJEKSI PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KRONIK TERHADAP KEJADIAN KARDIOVASKULAR Harikatang, Agung D.; Rampengan, Starry H.; Jim, Edmond L.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10963

Abstract

Abstract: Obesity is a condition that exceeds the relative weight of a person as a result of the accumulation of nutrients, especially carbohydrates, fats, and proteins. Hypertension is defined as systolic and diastolic blood pressures above than 95th percentile according to sex, age, and height. This study aimed to determine the relationship between body weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng. This was an analytical study using a cross sectional approach. Population was junior high school students grades 7 and 8 aged 12-14 years of 3 Junior High Schools located in Kecamatan Pineleng. There were 75 samples obtained by using simple random sampling technique. The Chi-Square test showed a p value of 0.001 (<0.005). Conclusion: There was a significant relationship between weight and blood pressure among junior high school students in Kecamatan Pineleng.Keywords: weight, blood pressure. Abstrak: Obesitas adalah suatu keadaan yang melebihi dari berat badan relatif seseorang, sebagai akibat penumpukan zat gizi terutama karbohidrat, lemak dan protein. Hipertensi adalah tekanan darah sistolik dan diastolik yang melebihi persentil 95 menurut jenis kelamin, usia, dan tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain potong lintang. Populasi yang diambil ialah siswa SMP kelas 7 dan 8 yang berusia 12 – 14 tahun di 3 SMP yang berada di Kecamatan Pineleng. Jumlah sampel 75 siswa diperoleh dengan teknik simple random sampling. Hasil analisis dengan uji Chi-Square menyatakan nilai signifikansi 0,001 (< 0,005). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara berat badan dengan tekanan darah pada siswa SMP di Kecamatan Pineleng.Kata kunci: berat badan, tekanan darah.
Perbandingan FEV1 antara subjek perokok dan non perokok pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado Bata, Maniata F.; Wongkar, Maarthen C.P.; Sedli, Bisuk P.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14685

Abstract

Abstract: Smoking is one of the factors causing decline of lung function characterized by impairment of Forced Expiratory Volume in 1 second (FEV1), Forced Vital Capacity (FVC), and FEV1/FVC. This study was aimed to obtain the differences in FEV1 between smokers and non smokers, among smokers based on duration of smoking, and among smokers based on the number of cigarettes per day in medical students of University of Sam Ratulangi Manado. This was an observational analytic study. Data were analyzed by using the independent T test and the ANOVA with the F Test. Subjects were 40 males, consisted of 20 smokers and 20 non-smokers. Six smokers had smoked for 2-5 years and 14 smokers had smoked for >5 years. Smoking less than10 cigarettes/day, 10-20 cigarettes/day, and more than 20 cigarettes/day were found in 8, 9, and 3 subjects respectively. The independent T-test showed that there was no significant difference in FEV1 between smokers and non-smokers (p=0.250). The independent T-test also showed that there was no significant difference in FEV1 between smokers of 2-5 years and smokers of more than 5 years (p=0.117). The ANOVA test showed that there was no significant difference in FEV1 between smokers of <10 cigarettes/day, 10-20 cigarettes/day, and >20 cigarettes/day (p=0.481). Conclusion: In this study there were no significant differences in FEV1 between smokers and non smokers, among smokers based on duration of smoking, and among smokers based on the number of cigarettes per day.Keywords: smoker, non smoker, FEV1, duration of smoking, number of cigarette Abstrak: Merokok adalah salah satu faktor penyebab penurunan fungsi paru yang ditandai oleh penurunan nilai volume Forced Expiratory Volume in 1 Second (FEV1), Forced Vital Capacity (FVC), dan rasio FEV1/FVC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan FEV1 antara subjek perokok dan non perokok, antar subjek perokok berdasarkan lama merokok, dan antar subjek perokok berdasarkan jumlah batang rokok yang dihisap per hari pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan uji T independent dan uji ANOVA dengan uji F. Subjek penelitian ialah 40 orang laki-laki terdiri dari 20 subjek perokok dan 20 subjek non perokok. Hasil penelitian mendapatkan terdapat 6 subjek perokok yang telah merokok selama 2-5 tahun dan 14 subjek telah merokok selama >5 tahun sedangkan yang menghisap rokok <10 batang/hari, 10-20 batang/hari, dan >20 batang/hari ialah masing-masing 8 orang, 9 orang, dan 3 orang. Uji T-independent menunjukkan tidak terdapat perbedaan bermakna antara FEV1 subjek perokok dan non perokok (p=0,250). Hasil uji T independent terhadap perbedaan FEV1 subjek perokok yang telah merokok 2-5 tahun dengan yang telah merokok >5 tahun mendapatkan p=0,117. Uji ANOVA terhadap perbedaan nilai FEV1 antara subjek perokok yang menghisap rokok sebanyak <10 batang/hari, 10-20 batang/hari, dan >20 batang/hari mendapatkan p=0,481. Simpulan: Pada penelitian ini tidak terdapat perbedaan bermakna antara FEV1 subjek perokok dan non perokok, antar subjek perokok berdasarkan lama merokok, dan antar subjek perokok berdasarkan jumlah batang rokok yang dihisap per hari.Kata kunci: perokok, non perokok, FEV1, lama merokok, jumlah batang rokok
PROFIL SUPPLEMENTARY SCALES MINNESOTA MULTIPHASIC PERSONALITY INVENTORY-2 (MMPI-2) ADAPTASI INDONESIA PADA MAHASISWA SEMESTER 1 TAHUN AKADEMIK 2013/2014 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Palempung, Heidy; Kandow, L F. J.; Kairupan, B H. R.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5098

Abstract

Abstract: College student as social beings confronted with a lot of exterbal or internal demandings. All the demands can be problematic, either it’s academic nor non academic. It requires subtantial adjusments in the life of someone who is not accustomed to the status of a college student. This research aim to was to conduct a mental status examination to college student as early detection of mental disorders. This research is a cross-sectional survey study to determine the mental status of the first semester students of Medical Faculty of Sam Ratulangi University school year 2013/2014 based on supplementary scales. Instruments used were the Indonesian adaptation of MMPI-2. Sample distribution obtained from 101 respondents by socio-demographic majority in female (72,22%), age 18 (85,71%), origin from North Sulawesi (51,58%),  most tribe originating from North Sulawesi (51,8%), parents working as private sector workers (45,24%). Supplementary scales MMPI-2 distribution, scales obtained with a high precentage of succesion to the low: Mt (25,74%),  A (21,78%), PK (20,19%), Ho (11,88%), AAS (9,9%),  MDS (7,92%), Do (5,94%), MAC-R (5,94%), R (1,98%), Re (0,99%), dan OH (0,99%). Conclusion: From the results above the scales that found high are College Maladjustment Scales,  Anxiety Scales, Post-Traumatic Stress Disorder Scales, and Hostility Scales. Scales for students who demonstrate a high yield should receive attention from faculty leaders to prevent the onset of mental disorders. Keyword: Profile, supplementary scaless, MMPI-2, college student.   Abstrak: Mahasiswa sebagai makhluk sosial hampir selalu diperhadapkan dengan banyak tuntutan eksternal atau internal. Banyaknya tuntutan dapat menimbulkan masalah akademis maupun non-akademis. Dibutuhkan penyesuaian yang besar dalam kehidupan seseorang yang belum terbiasa dalam menyandang status mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini untuk melakukan pemeriksaan status mental pada mahasiswa  sebagai deteksi dini adanya gangguan mental. Penelitian ini merupakan penelitian survey potong lintang untuk mengetahui status mental mahasiwa semester 1 TA 2013/2014 FK UNSRAT berdasarkan supplementary scales. Instrumen yang digunakan adalah MMPI-2 adaptasi Indonesia. Didapatkan distribusi mahasiswa dari 101 responden berdasarkan sosio-demografik terbanyak pada perempuan (72,22%), umur 18 tahun (85,71%), asal daerah berasal dari Sulawesi Utara (51,58%), suku terbanyak berasal dari luar sulawei utara (51,8%), pekerjaan orang tua sebagai pekerja swasta (45,24%). Distribusi supplementary scales MMPI-2, didapatkan skala yang tinggi dengan presentase berturut-turut dari tinggi ke rendah yaitu: Mt (25,74%),  A (21,78%), PK (20,19%), Ho (11,88%), AAS (9,9%),  MDS (7,92%), Do (5,94%), MAC-R (5,94%), R (1,98%), Re (0,99%), dan OH (0,99%). Simpulan: Dari hasil di atas ditemukan skala yang tinggi yaitu College Maladjustment Scales,  Anxiety Scales, Post-Traumatic Stress Dissorder Scales, dan Hostility Scales. Bagi mahasiswa yang skalanya menunjukkan hasil yang tinggi seharusnya mendapat perhatian dari pimpinan fakultas untuk mencegah timbulnya gangguan jiwa. Kata Kunci: Profil, supplementary scales, MMPI-2, mahasiswa.
Gambaran Fungsi Kognitif pada Lanjut Usia di Desa Sendangan Kecamatan Remboken Roring, Nadia V.; nadia.roring@gmail.com, Junita M.; Mahama, Corry N.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v8i1.27138

Abstract

Abstract: Increased elderly in Indonesia grows in number and affects the health problems such as impaired cognitive function. Examination carried out by using Indonesian version Montreal Cognitive Assessment (MoCA-INA), Trail Making Test (TMT), and the Clock Drawing Test (CDT) are used to determine the cognitive function. This study was aimed to obtain the profile of cognitive function among the elderly at nursing home and outside of nursing home at Sendangan, Remboken. This was a descriptive study with a cross sectional design. The results showed that there were 59 people that met inculsion criteria. The Ina-MoCA examination showed that 94.9% of the elderly had a decline in cognitive function. Moreover, the TMT-A and TMT-B found that 100% of the elderly had impaired cognitive function. Meanwhile, the CDT found that 49.2% of the elderly had impaired cognitive function. In conclusion, the Ina-MoCA, TMT-A, TMT-B, and CDT indicated that the majority of the elderly at Sendangan, Remboken had impaired cognitive function.Keywords: elderly, cognitive function, Ina MoCA, TMT-A, TMT-B, CDT Abstrak: Peningkatan lanjut usia di Indonesia semakin bertambah yang berdampak pada masalah kesehatan, salah satunya ialah gangguan fungsi kognitif. Pemeriksaan Montreal Cognitive Assesment versi Indonesia (INA-MoCA), Trail Making Test (TMT), dan Clock Drawing Test (CDT) dapat digunakan untuk medeteksi gangguan fungsi kognitif, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada lanjut usia di Panti Werdha dan luar Panti Werdha di Desa Sendangan Kecamatan Remboken. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian mendapatkan 59 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Pemeriksaan Ina-MoCA menunjukkan 94,9% lanjut usia mengalami penurunan fungsi kognitif. Pada pemeriksaan TMT-A dan TMT-B didapatkan 100% lanjut usia terganggu. Pemeriksaan CDT mendapatkan 49,2% lanjut usia terganggu. Simpulan penelitian ini ialah hasil pemeriksaan Ina-MoCA, TMT-A, TMT-B, dan CDT menunjukkan bahwa sebagian besar lansia di Desa Sendangan Kecamatan Remboken memiliki fungsi kognitif yang terganggu.Kata kunci: lanjut usia, fungsi kognitif, Ina MoCA, TMT-A, TMT-B, CDT
Profil Kegawatdaruratan Pasien Berdasarkan Start Triage Scale di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari 2018 sampai Juli 2018 Bazmul, Muhammad F.; Lantang, Eka Y.; Kambey, Barry I.
e-CliniC Vol 7, No 1 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v7i1.23538

Abstract

Abstract: Emergency Department provides first emergency services to patients with threats of death and disability in an integrated manner involving multi disciplines. Patients who come to the Emergency Department are always assessed as 3 priorities, namely priorities 1, 2 and 3. Priority 1 is case/disease with life-threatening emergency or severe emergency; Priority 2 is case/disease with mild emergency; and Priority 3 is non-emergency case/disease. This study was aimed to obtain the Triage profile of patients at Emergency Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a retrospective descriptive study using patients’ medical records. Samples were all patients treated at the Emergency Department of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital from January 2018 until July 2018. The results showed that there were 19,229 patients as samples. Based on sex, most patients were male, meanwhile based on age most were 51-70 years, with the highest number of patients in March 2018. There were 6,913 patients (35.9%) in the orange or emergency category (Priority 2) and 6,130 patients (31.8%) in the yellow category (Priority 3). Conclusion: Based on the Start Triage in Emergency Department, the majority of patients were in Priority 2 category, followed by Priority 3 category.Keywords: Emergency Department, Start Triage Abstrak: Instalasi Gawat Darurat (IGD) memberikan pelayanan pertama yang bersifat emergency pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan multi disiplin ilmu. Pasien yang datang di IGD selalu dinilai kegawatannya menja-di 3 prioritas, yaitu prioritas 1, 2, dan 3. Prioritas 1 yaitu kasus/penyakit dengan kegawat-daruratan yang mengancam jiwa atau gawat darurat berat. Prioritas 2 untuk kasus/penyakit dengan gawat darurat ringan. Prioritas 3 untuk kasus/penyakit yang bukan gawat darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil skala Triase pasien yang masuk di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif-retrospektif, menggunakan data rekam medis pasien. Sampel penelitian ialah seluruh pasien yang dirawat di IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari 2018 sampai Juli 2018. Hasil penelitian mendapatkan data pasien yang masuk ke Ruang IGD RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado terhitung sejak Januari hingga Juli 2018 sebanyak 19.229 orang. Distribusi pasien terbanyak berdasarkan jenis kelamin ialah laki-laki, dan berdasarkan usia ialah 51-70 tahun, dengan jumlah pasien terbanyak pada bulan Maret 2018. Pasien IGD terbanyak ialah kategori jingga yaitu emergency (Prioritas 2) berjumlah 6.913 orang (35,9%) serta kategori kuning (Prioritas 3) berjumlah 6.130 orang (31,8%). Simpulan: Berdasarkan skala Triase di IGD, pasien terbanyak ialah Prioritas 2, disusul dengan Prioritas 3.Kata kunci : Instalasi Gawat Darurat, skala Triase
Hubungan derajat dehidrasi dengan kadar hematokrit pada anak penderita diare di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Rumayar, Angely C.; Manoppo, Jeanette I.Ch.; Mantik, Max F.J.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14349

Abstract

Abstract: The most severe threat that can inflicted by diarrhea is dehydration. In dehydration patients, hematocrit levels can increase. This study was aimed to find out the relationship between degree of dehydration and hematocrit level among diarrhea children at Prof. Dr. R. D. Kandou Manado hospital.This was an observational analytical study. Data were obtained from the medical record of pediatric patients retrospectively and were analyzed with the chi square test. The results showed that there were 40 pediatric patients with diarrhea. Most were females (57.5%), and the average age was 8.5 years. Increased hematocrit level in diarrhea cases without dehydration was more dominant than in diarrhea cases with dehydration. The chi square test showed a p value of 0.949. Conclusion: There was no significant relationship between degree of dehydration and hematocrit level.Keywords: diarrhea, children, degree of dehydration, hematocrit level Abstrak: Ancaman paling parah yang ditimbulkan oleh diare ialah dehidrasi. Dalam keadaan dehidrasi kadar hematokrit penderita dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan derajat dehidrasi dengan kadar hematokrit pada anak penderita diare di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari rekam medik pasien anak di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dan dianalisis dengan uji chi square. Hasil penelitian mendapatkan 40 pasien anak dengan diare, terbanyak pada perempuan (57,5%), usia rata-rata 8,5 tahun, Peningkatan kadar hematokrit pada kasus diare tanpa dehidrasi lebih banyak dibandingkan kasus diare dengan dehidrasi. Hasil uji chi square menunjukkan nilai p = 0,494. Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara derajat dehidrasi dengan kadar hematokrit. Kata kunci: diare, anak, derajat dehidrasi, kadar hematokrit
HUBUNGAN TROMBOSITOPENIA DAN HEMATOKRIT DENGAN MANIFESTASI PERDARAHAN PADA PENDERITA DEMAM DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE Livina, Andrea; Rotty, Linda W. A.; Panda, Lucia
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3610

Abstract

Abstract: Dengue fever (DF) and dengue haemorrhagic fever (DHF), an infection disease who still become a health problem in Indonesia. There was increasing cases reported in Indonesia from 2011 to 2012. Thrombocytopenia and plasma leakage signed by haemoconcentration are important indicator in dengue. Bleeding manifestation appears as clinical symptom of DF and DHF that increases mortality ratio of dengue infection. The aim of this study is toinvestigatethe correlation of thrombocytopenia and hematocrit tobleeding manifestation of dengue fever and dengue haemorrhagic fever.This study is retrospective cross-sectional. Forty two men and thirty five women were evaluated in this study, fifty nine of them were diagnosedas DF and eighteen of them were diagnosed asDHF. The correlation of thrombocytes to hematocrit used nonparametric Spearman test, the result were significant with p=0,000 and r=-0,183. The correlation of thrombocytes to the occurrence of bleeding manifestation and hematocrit to the occurrence of bleeding manifestation, both were not significant, with p=0,714 and p=0,153. This study suggest that there were a very weak correlation between thrombocytes and hematocrit and no correlation between thrombocytopenia and hematocrit with bleeding manifestation. Keywords: Dengue Fever, Dengue Haemorrhagic Fever, Thrombocytopenia, Hematocrit, and Bleeding Manifestation.   Abstrak: Demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Telah dilaporkan terdapat peningkatan jumlah kasus di Indonesiadari tahun 2011 ke tahun 2012. Berdasarkan kriteria laboratorium WHO, jumlah trombosit yang rendah (trombositopenia) dan kebocoran plasma yang ditandai dengan hemokosentrasi merupakan indikator penting pada DD dan DBD. Gejala klinis DD dan DBD dapat disertai dengan manifestasi perdarahan yang akan meningkatkan rasio mortalitas penderita infeksi dengue. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan trombositopenia dan hematokrit dengan manifestasi perdarahan pada penderita demam dengue dan demam berdarah dengue ini menggunakanmetode retrospektif dengan studi cross-sectional.Sampel pada penelitian ini terdiri dari 42 orang laki-laki dan 35 orang perempuan. Penderita DD berjumlah 59 orang dan penderita DBD berjumlah 18 orang. Uji nonparametrik Spearman terhadap trombosit dan hematokrit mendapat hasil signifikan (p=0,000 ; r=-0,183). Uji nonparametrik Spearman terhadap trombosit dan manifestasi perdarahan mendapat hasil yang tidak signifikan (p=0,714). Uji nonparametrik Spearman terhadap hematokrit dan manifestasi perdarahan mendapat hasil yang tidak signifikan (p=0,153). Dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang sangat lemah antara trombosit dan hematokrit, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara trombositopenia dan hematokrit dengan manifestasi perdarahan. Kata kunci:Demam Dengue, Demam Berdarah Dengue, Trombositopenia, Hematokrit, dan Manifestasi Perdarahan.
HUBUNGAN KADAR LEUKOSIT DENGAN SEVERITAS LESI PEMBULUH DARAH KORONER PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT DI RSUP. PROF. DR. R. D. KANDOU PERIODE JULI-SEPTEMBER 2015 Tulung, Lucky A.; Panda, A. Lucia; Rampengan, Starry H.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11006

Abstract

Abstract: Acute Coronary Syndrome (ACS) is a set of manifestations or symptoms of coronary artery disease and thrombosis which can threaten the patien’s life due to interfering the blood supply of heart muscle. The infarct size is determined by assessing the coronary arteries lesion, stenosis. This study was aimed to determine the relationship between levels of leukocytes and the severity of coronary arteries lesions in patients with ACS. This was a descriptive analytical study with a cross-sectional retrospective design. The modified Gensini score was used to assess the severity of coronary artery lesion. The first leukocyte count examined when the patients was admitted to the hospital was obtained from the medical records period July to September 2015. Data were analyzed by using SPSS 20.0. The Pearson correlation test showed no significant relationship between the levels of leukocytes and the severity of coronary arteries lesions in patients with ACS (p >0.05). Conclusion: There was no significant correlation between the levels of leukocytes and the severity of coronary arteries lesions in patients with ACS.Keywords: leukocyte, severity of lesion, acute coronary syndrome, modified Gensini score Abstrak: Sindrom koroner akut (SKA) merupakan sekumpulan manifestasi atau gejala akibat penyakit arteri koroner dan trombosis yang dapat mengancam kehidupan pasien karena mengganggu pasokan darah ke otot jantung. Penilaian luas infark dilakukan dengan menilai lesi pembuluh darah koroner yang mengalami stenosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar leukosit dengan severitas lesi pembuluh darah koroner pada pasien SKA. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik retrospektif dengan desain potong lintang. Penilaian severitas pembuluh darah yang mengalami lesi menggunakan skor modifikasi Gensini. Hitung leukosit yang digunakan ialah saat pasien pertama kali masuk Rumah Sakit yang diperoleh dari rekam medis periode Juli-September 2015. Data dianalisis menggunakan SPSS 20.0. Hasil uji korelasi Pearson memperlihatkan tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar leukosit dan severitas lesi pembuluh darah koroner pada pasien SKA (p >0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar leukosit dan severitas lesi pembuluh darah koroner pada pasien Sindrom Koroner Akut. Kata kunci: leukosit, severitas lesi, sindrom koroner akut, skor modifikasi Gensini
Gambaran Kejadian Dermatitis Kontak Akibat Kerja pada Petugas Cleaning Service di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Paendong, Ristya; Pandaleke, Herry; Mawu, Ferra
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18283

Abstract

Abstract: Work-related diseases that cause skin disorders are called occupational skin diseases inter alia contact dermatitis and urticaria. Work-related contact dermatitis reaches 20% of all occupational diseases; 80% of them occur in hands. Occupational contact dermatitis can be experienced by all workers such as cleaning service workers because they are often exposed to irritants and allergen substances in their work places due to unavailable personal protective equipment. This study was aimed to obtain the overview of occupational contact dermatitis incidence among cleaning services of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Respondents of this study involved 135 cleaning service workers obtained by using total sampling method. The results showed that 28 of 135 respondents (20,7%) were suffered from occupational contact dermatitis. Conclusion: Occupational contact dermatitis was found in around 20% of the cleaning service workers at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado.Keywords: occupational contact dermatitis, cleaning service Abstrak: Penyakit akibat kerja yang menyebabkan kelainan pada kulit disebut penyakit kulit akibat kerja yang dapat berupa dermatitis kontak dan urtikaria. Dermatitis kontak akibat kerja (DKAK) mencapai 20% dari seluruh penyakit akibat kerja dan 80% terjadi di tangan. Dermatitis kontak akibat kerja dapat terjadi pada semua pekerja, diantaranya petugas cleaning service akibat sering terpapar bahan iritan dan alergen di tempat kerja tanpa penggunaan alat pelindung diri yang memadai dan tingkat kebersihan diri yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian DKAK pada petugas cleaning service di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Jumlah responden penelitian sebanyak 135 orang diperoleh dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menujukkan bahwa 28 dari 135 responden (20,7%) mengalami dermatitis kontak akibat kerja. Simpulan: Dermatitis kontak akibat kerja ditemukan pada sekitar 20% petugas cleaning service RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.Kata kunci: dermatitis kontak akibat kerja, cleaning service
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI SMP TENTANG KEHAMILAN REMAJA Narasiang, Billy; Wantania, John; Mewengkang, Maya
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6509

Abstract

Abstract: Teenage pregnancy associated with negative consequences for parents, their children, and society. Lack of knowledge of sex and domestic life becomes a major factor of teenage pregnancy and significantly associated with medical and psychosocial risks.To determine the junior high school student knowledge about teenage pregnancy.This research was conducted in a descriptive way through survey method by distributing questionnaires in three junior high schools in the city of Manado, namely, SMP 7 Manado, Eben SMP and SMP Haezar 1 Manado Manado Eben Haezar 2.Of the 183 respondents, the highest obtained at the age of 14 years (55.7%). Most respondents (73.8%) had a good knowledge level. Sources of information about teen pregnancy is the most established through the mass media. The influence of the mass media in conveying information about sexual and reproductive health provides good information.Most respondents have a good knowledge about teenage pregnancy and through mass media many teenagers get resources on teen pregnancy.Keywords: knowledge, student, junior high school, teenage pregnancyAbstrak: Kehamilan remaja berhubungan dengan akibat negatif bagi orang tua, anak mereka, dan masyarakat. Kurangnya pengetahuan seks dan kehidupan rumah tangga menjadi faktor utama kehamilan remaja dan berhubungan secara bermakna dengan resiko medis dan psikososial. Untuk mengetahui pengetahuan siswi SMP tentang kehamilan remaja. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara deskriptif melaui metode survei dengan cara membagikan kuesioner di tiga SMP di Kota Manado yaitu, SMP Negeri 7 Manado, SMP Eben Haezar 1 Manado dan SMP Eben Haezar 2 Manado. Dari 183 responden, didapatkan terbanyak pada usia 14 tahun (55,7 %) . Sebagian besar responden (73,8 %) memiliki tingkat pengetahuan baik. Sumber informasi mengenai kehamilan remaja yang terbanyak didapatkan melalui jalur media massa. Pengaruh media massa dalam menyampaikan informasi mengenai seks dan kesehatan reproduksi memberikan informasi yang baik. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang kehamilan remaja dan melalui media massa remaja banyak mendapatkan sumber informasi tentang kehamilan remaja.Kata kunci: pengetahuan, siswi, smp, kehamilan remaja

Page 12 of 108 | Total Record : 1074