cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Pengaruh Kadar Hemoglobin Terhadap Lebam Mayat (Livor Mortis) Umboh, Reynaldo B.; Mallo, Nola T. S.; Kristanto, Erwin G.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10987

Abstract

Abstact: Death can be identified by using advanced signs of death as follows: postmortem lividity (livor mortis), rigor mortis, decomposition, mummification, and adipocere. Postmortem lividity occurs right after clinical signs of death. Erythrocytes will accumulate to the lowest area of the body due to gravity, fill the veins and venules, and then form reddish purple spots called lividity. This study aimed to find the effect of hemoglobin level on colors indicating postmortem lividity and the time when the lividity vanishes due to pressure. This study used a cross-sectional design and was carried out at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from October to December 2015. In this study, pressure was given to the livor mortis of the deceased patients. Hemoglobin levels were obtained from the medical records. The results showed that there was a statistically significant effect of hemoglobin levels on the vanishing time of livor mortis (p<0.05, p=0.040), meanwhile there was no significant effect of hemoglobin levels on the colors indicating livor mortis (constant). Additional samples with more accurate instrument for measuring the differences in colors and periodical documentation with videos are recommended for further studies. Keywords: hemoglobin postmortem lividity (livor mortis) Abstrak: Kematian dapat dikenal pada seseorang melalui adanya tanda-tanda kematian lanjut berupa lebam mayat, kaku mayat, pembusukan, mumifikasi dan adiposera. Lebam mayat (livor mortis) terjadi setelah kematian klinis. Eritrosit akan menempati tempat terbawah akibat gaya gravitasi, mengisi vena dan venula, membentuk bercak warna merah ungu (livide) pada bagian terbawah tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kadar hemoglobin terhadap warna lebam mayat dan hilangnya (detik) ketika diberi penekanan. Jenis penelitian potong lintang. Penelitian dilakukan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Oktober – Desember 2015 dengan mengamati dan menekan lebam mayat pasien meninggal. Data rekam medis pasien ditelusuri untuk melihat kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh kadar hemoglobin terhadap hilangnya lebam mayat pada penekanan (p<0,05 atau p=0,040) dan tidak ada pengaruh kadar hemoglobin terhadap warna lebam mayat (livor mortis) = konstan. Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar menggunakan sampel yang lebih banyak dengan penggunaan alat ukur warna maupun alat ukur untuk melakukan penekanan serta melakukan dokumentasi foto ataupun video secara berkala.Kata kunci: hemoglobin, lebam mayat (livor mortis)
Pengaruh Kesehatan Lingkungan terhadap Perubahan Epidemiologi Demam Berdarah di Indonesia Wowor, Ribka
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.16879

Abstract

Abstract: In Indonesia, dengue hemorrhagic fever (DHF) is a serious health problem. Infection of dengue has occurred in Indonesia for the last two decades. It is a self limiting disease, however, its clinical manifestations has become worsened since several years ago. Epidemiologic pattern of dengue infection changes every year, and there is a peak of new cases every 10 years. Nowadays, adolescence and adult individuals belong to the high risk population of this infection. This epidemiologic changing of DHF is influenced by several environmental factors, inter alia: 1) increasing of human population; 2) uncontrolled urbanization; 3) no effective control of mosquitoes in endemic areas; and 4) modernized public transportation.Keywords: environmental sanitation, epidemiology, dengue hemorrhagic fever Abstrak: Di Indonesia, demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting. Infeksi dengue terjadi secara endemis di Indonesia selama dua abad terakhir. Penyakit ini bersifat self limiting namun dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan manifestasi klinis yang semakin berat sebagai DBD dan frekuensi kejadian luar biasanya semakin meningkat. Pola epidemiologi infeksi dengue mengalami perubahan dari tahun ke tahun, jumlah kasus memuncak setiap siklus 10 tahunan. Kelompok usia yang terserang dengue berubah menjadi kelompok remaja dan dewasa. Perubahan epidemiologi DBD ini turut dipengaruhi oleh faktor kesehatan lingkungan. Faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan dan penyebaran kasus DBD sangat kompleks yaitu, antara lain: 1) pertumbuhan penduduk yang tinggi dan cepat; 2) urbanisasi yang tidak terencana dan tidak terkendali; 3) tidak adanya kontrol vektor nyamuk yang efektif di daerah endemis; serta 4) peningkatan sarana transportasi.Kata kunci: kesehatan lingkungan, epidemiologi, demam berdarah dengue
PROFIL PENYAKIT JANTUNG KORONER DI IRINA F JANTUNG RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO Syukri, Andi Eka Dharma Putra
e-CliniC Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i1.6036

Abstract

Abstract: Heart and Blood Vessels Disease is the leading cause of cardiovascular disorder that mostly happened in developed or industrial country, related to new communicable disease or “infection” caused by imitation of unhealthy lifestyle.1 The cardiovascular disease divided into several type of heart disease such as; coronary heart disease (CHD) that caused by narrowing of of the coronary arteries due to deposition of fat gathering in and around the cells lining the walls of the coronary arteries and blocking of the blood flow. This research aimed to know the  CHD Profile in Irina F Jantung of RSUP Prof.Dr. R.D Kandou Manado in period of January-December 2010. This was retrospective-descriptive study that used medical records in Irina F Jantung of RSUP. Prof. Dr. R.D Kandou Manado. During this period of this research reported 230 cases of CHD; 69 cases (30%) byage groups 61-70 years old, 159 cases (69,13%) by gender and 86 cases were accompanied disease with the greatest proportion of Hypertension 52 cases (55,32%), and Old Myocardial Infarction (OMI) 71 cases (30,87%) as being the most clinical symptom. The frequency of Cardiovascular disease will be increasing every year if there’s no change of diet and unhealthy lifestyle by people in both urban and rural environments and other degenerative diseases are caused. Key words: Heart Disease, Coronary Heart Disease, Old Myocardial Infarction   ABSTRAK : Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah (PJPD) adalah penyakit yang mengakibatkan gangguan jantung dan pembuluh darah, paling sering terjadi di negara maju atau negara industri akibat ‘penularan’ yang disebabkan peniruan gaya hidup kurang sehat.1 Penyakit Jantung ini terbagi dalam beberapa jenis penyakit jantung lainnya diantaranya adalah Penyakit Jantung Koroner (PJK) penyakit jantung yang disebabkan oleh penyempitan arteri koroner akibat dari berkumpulnya endapan lemak di dalam dan sekitar sel yang melapisi dinding arteri koroner sehingga menyumbat aliran darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Profil PJK di Irina F Jantung Rsup Prof. Dr. R. D Kandou Manado Periode Januari 2010 - Desember 2010. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metoderetrospektif menggunakan buku register di Irina F Jantung RSUP. Prof. Dr. R.D Kandou Manado periode Januari 2010 sampai Desember 2010. Selama periode Januari 2010 sampai Desember 2010 di Irina F Jantung Rsup Prof. Dr. R. D Kandou Manado tercatat 230 kasus PJK. Berdasarkan kelompok Umur 61-70 tahun sebanyak 69 kasus (30%), Jenis Kelamin sebanyak 159 kasus (69,13%), 86 kasus disertai penyakit penyerta yang terbanyak diantaranya Hipertensi 52 kasus (55,32%), dan manifestasi klinis yang didapat adalah Old Myocardial Infarction (OMI) sebanyak 71 kasus (30,87%). Setiap tahun frekuensi penyakit ini akan terus meningkat jika tidak di atur pola makan atau gaya hidup masyarakat yang kurang sehat, baik di lingkungan urban maupun rural dan disebabkan penyakit degeneratif lainnya. Kata kunci: Penyakit Jantung, Jantung Koroner, Old infark miokard
HUBUNGAN KADAR HEMATOKRIT DENGAN KELAS NYHA PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF OBESITAS SENTRAL YANG DIRAWAT JALAN DAN DIRAWAT INAP DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU Malisan, Ekky; Wantania, Frans E.; Rotty, Linda W. A.
e-CliniC Vol 3, No 2 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i2.8604

Abstract

Abstract: Obesity and hematocrit play a role in the inflammatory process, infection, systemic heart disease, and thrombosis process, therefore, they can lead the exacerbation of congestive heart failure to become acute heart failure. This study aimed to determine the correlation between the hematocrit level and NYHA class of congestive heart failure and central obesity patients (in-patients and out-patients). This was an observational analytical study with a cross sectional design. Samples were CHF patients with central obesity at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from November 2014 until January 2015. Samples consisted of 20 in-patients and 20 out-patients selected by a purposive sampling method. The coefficient correlation Spearman test showed a correlation r= 0.558 with a P-value=0.000 (P<0.05). Conclusion: There was a significant correlation of hematocrit level and the NYHA class of CHF patients (in-patients and out-patients) with central obesity.Keywords: congestive heart failure, central obesity, hematocrit, NYHA classAbstrak: Obesitas dan hematokrit dapat berperan dalam proses inflamasi, infeksi, penyakit jantung sistemik, dan proses trombosis sehingga dapat menyebabkan eksaserbasi gagal jantung kongestif menjadi gagal jantung akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hematokrit dengan kelas NYHA pada pasien gagal jantung kongestif obesitas sentral yang dirawat jalan dan dirawat inap. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan metode potong lintang. Sampel penelitian ialah pasien gagal jantung kongestif obesitas sentral di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado yang berlangsung dari bulan November 2014-Januari 2015. Sampel terdiri dari 20 pasien rawat jalan dan 20 pasien rawat inap yang dipilih secara purposive sampling. Hasil analisis korelasi spearman menunjukkan korelasi r = 0,558 dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Simpulan: Terdapat tingkat hubungan yang sedang dan bermakna antara kadar hematokrit dan kelas NYHA pada pasien gagal jantung kongestif obesitas sentral yang dirawat jalan dan dirawat inap.Kata kunci: gagal jantung kongestif, obesitas sentral, hematokrit, kelas NYHA
Gambaran malaria pada anak di RSU GMIM Bethesda Tomohon periode 2011-2015 Paendong, Boy A.I.; Tatura, Suryadi N.N.; Lestari, Hesti
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14457

Abstract

Abstract: Malaria is an endemic disease that is often found in the world, particularly in tropic areas. Four types of plasmodiums that often infect human are falciparum, vivax, malariae, and ovale. The symptoms of malaria that usually occur are fever, chills, and sweats. This study was aimed to obtain the profile of malaria in children at GMIM Bethesda Hospital Tomohon. This was a descriptive retrospective study with a cross sectional design. The results showed that of 105 children who suffered from malaria, only 92 children fulfilled the inclusion criteria. Malaria was found in the years 2011-2015. The highest percentages were age 5-9 years (31.5 %), males (66 %), plasmodium falciparum (63%), and fever as the clinical manifestation (100%). The manifestation of malaria such as fever, chill, and ssweating perspiring was found in 13.1% of cases and complication of severe anemia in 1,1% of cases. Most cases were treated with DHP and primaquin. Conclusion: In this study, malaria was still an endemic disease in GMIM Bethesda Hospital Tomohon, most among males aged 5-9 years. Plasmodium falciparum was the most common type and fever was the clinical manifestation mostly complained.Keywords: malaria, plasmodium, children Abstrak: Malaria adalah penyakit endemis yang sering dijumpai di seluruh dunia, terutama di daerah tropis. Empat plasmodium yang biasa menginfeksi manusia yaitu falciparum, vivax, malariae, dan ovale. Gejala umum pada malaria ialah demam, menggigil, dan berkeringat. Menurut data WHO, di dunia kasus penyakit malaria pada tahun 2015 berjumlah 214 juta kasus. Di Sulawesi Utara pada tahun 2014 jumlah kasus malaria menyentuh angka 2.244 jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran malaria pada anak di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan desain potong lintang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 105 anak yang menderita malaria didapatkan 92 anak sebagai subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Malaria terdapat sepanjang tahun dari 2011-2015. Mayoritas anak dengan malaria ialah usia 5-9 tahun (31,5%), jenis kelamin laki-laki (66%), jenis plasmodium falciparum (63%), dan gejala klinis demam (100%). Gejala malaria demam, menggigil, berkeringat ditemukan sebanyak 13,1% dan komplikasi anemia berat 1,1%. Terapi yang banyak digunakan ialah DHP dan primakuin. Simpulan: Pada studi ini malaria masih merupakan penyakit endemik di RSU GMIM Behesda Tomohon, sering terjadi pada anak laki-laki, usia 5-9 tahun, dengan mayoritas plasmodium falciparum dan gejala klinis demam. Kata kunci: malaria, plasmodium, anak
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KONTRASEPSI DI BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO Sakamole, Sitti
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i1.3672

Abstract

Abstract: The high population growth rate, maternal mortality problem, and the low number of new family planning participants led to important need of contraceptive knowledge. Pregnant women as those who have an interest to use postpartum contraception are expected to have good contraceptive knowledge that can increase the effectiveness of contraceptive use and avoid high-risk pregnancies. This research used an analytic survey method with a cross sectional study through questionnaire. Only half  respondents had a good contraceptive knowledge. There is no relationship between the age of pregnant women and the contraceptive knowledge. There is a relationship between the education of pregnant women and the contraceptive knowledge. There is a relationship between the job of pregnant women and the contraceptive knowledge. Most pregnant women whose have good contraceptive knowledge is pregnant women with age more than 35 years, high school educated and working. Keywords: pregnant women, contraception, contraceptive knowledge     Abstrak: Angka pertumbuhan penduduk yang tinggi, kematian maternal dan rendahnya jumlah peserta KB baru menyebabkan pengetahuan mengenai kontrasepsi penting untuk diketahui. Ibu hamil sebagai pihak yang memiliki kepentingan untuk menggunakan alat kontrasepsi pascapersalinan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik mengenai kontrasepsi sehingga efektivitas penggunaan kontrasepsi bisa meningkat dan menghindari kehamilan resiko tinggi. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan studi cross sectional melalui kuesioner.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan menggunakan data catatan medik pasien. Hasil penelitian yaitu hanya setengah responden yang memiliki pengetahuan baik tentang kontrasepsi. Tidak ada hubungan antara usia ibu hamil dan pengetahuan tentang kontrasepsi. Ada hubungan antara pendidikan dan pengetahuan tentang kontrasepsi. Ada hubungan antara pekerjaan dan pengetahuan tentang kontrasepsi. Ibu hamil yang paling banyak memiliki pengetahuan baik tentang kontrasepsi adalah ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun, berpendidikan SMA dan bekerja. Kata kunci: ibu hamil, kontrasepsi, pengetahuan kontrasepsi
GAMBARAN PERTUMBUHAN PADA ANAK DENGAN RIWAYAT ASMA DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU Kinanti, Prima; Pateda, Vivekenanda; Wahani, Audrey M. I.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11035

Abstract

Abstract: Asthma is a chronic inflammatory disorder of the airways that causes increased airway hyperresponsiveness which triggers symptoms such as wheezing, breathlessness, chest tightness and coughing, especially at night or early morning. Asthma as a chronic disease in general may affect a child's growth through several factors. The purpose of this study was to determine the growth in children with a history of asthma who were treated in the Division of Pediatric, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. Research conducted a retrospective descriptive univariate data analysis. Samples were pediatric patients aged 5-18 years with a primary diagnosis of asthma treated in the Division of Pediatric, Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in January 2011 - September 2015. Research data analysis using CDC-2000 growth curve. From the research, based on W / A and H / A, obtained the majority of children with normal growth. Based on the weight / height and BMI, obtained the majority of children with good nutritional status.Keywords: asthma, growth, children.Abstrak: Asma adalah gangguan inflamasi kronik saluran napas yang menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan napas yang menimbulkan gejala berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam atau dini hari.Asma sebagai penyakit kronik secara umum dapat mempengaruhi pertumbuhan anak melalui beberapa faktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan pada anak dengan riwayat asma yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado.Penelitian yang dilaksanakan bersifat deskriptif retrospektif dengan analisis data univariat.Sampel penelitian ini adalah pasien anakusia 5 - 18 tahun dengan diagnosis utama asmayang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak Anak RSUP Prof.Dr.R.D. Kandou Manado pada bulan Januari 2011 – September 2015.Analisis data penelitian menggunakan kurva pertumbuhan CDC-2000. Dari hasil penelitian, berdasararkan BB/U dan TB/U, didapatkan mayoritas anak dengan pertumbuhan normal. Berdasarkan BB/TB dan IMT, didapatkan mayoritas anak dengan status gizi baik.Kata Kunci: asma, pertumbuhan, anak.
Gambaran Fungsi Kognitif pada Pasien Epilepsi di Poliklinik Saraf RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Sigar, Raymond J.; Kembuan, Mieke A.H.; Mahama, Corry N.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v5i2.18582

Abstract

Abstract: Epilepsy is one of most common neurological disorders that causes cognitive decline. This stuayd was aimed to ascertain the overview of cognitive function in epilepsy patients at the Neurology Clinic of Prof Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a prospective descriptive study with a cross-sectional design. Data were obtained through anamnesis and direct test to 35 epileptic patients by using questionnaire, MMSE, and Ina-MoCA instruments in the Neurology Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from October to November 2017. The results MMSE showed 77.10% of patients had normal cognitive function. Meanwhile, the Ina-MoCa resulted in 89% of respondents suffering from cognitive decline. Conclusion: There were impaired cognitive functions ranging from mild to severe in epileptic patients that could affect their quality of life and functional status.Keywords: epilepsy, cognitive function Abstrak: Epilepsi adalah salah satu gangguan neurologik yang terbanyak yang menyebabkan gangguan fungsi kognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi kognitif pada pasien epilepsi di Poliklinik Saraf RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif prospektif dengan desain potong-lintang. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dan pengujian langsung terhadap pasien epilepsy yang berjumlah 35 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner, serta instrumen MMSE dan Ina-MoCA dilakukan di Poliklinik Saraf RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado sejak bulan Oktober s/d November 2017. Hasil pemeriksaan dengan MMSE menunjukkan 77,10% dari pasien dengan fungsi kognitif normal sedangkan pemeriksaan dengan Ina-MoCA menunjukkan 89% dari pasien mengalami gangguan fungsi kognitif. Simpulan: Terdapat gangguan fungsi kognitif ringan-berat pada pasien epilepsi yang dapat memengaruhi kualitas hidup dan status fungsional.Kata kunci: epilepsi, fungsi kogntif
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA USIA 12-14 TAHUN Sompie, Kevin A.; Mantik, Max F. J.; Rompis, J.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v3i1.6756

Abstract

Abstract: One of the causes of low hemoglobin is inadequate nutrition. Nutrition obtained from various foods and drinks we consume such as: rice, meat, vegetables, fish, and water. Nutritional intake is one of the determinants of nutritional status can be measured by anthropometric status. This study aimd to find the relationship between hemoglobin levels with daily nutritional status in teen aged 12-14 years with an analytical study design using cross sectional approach. Samples of this study were a part of the population who met the inclusion and exclusion criteria were 45 people. Data collected through anthropometric measurements and measurements of hemoglobin, then analyzed using Pearson Correlation test. The results showed that the nutritional status (BMI/U) that was normal 48.89%, overweight 22.22%, obesity 28.89%, and there was no respondents with malnutrition, while non-anemic 82.2% and anemic 17.8%. Conclusion: There was no correlation between nutritional status (BMI / U) for hemoglobin levels with a p-value is 0.343 > α = 0.05.Keywords: hemoglobin, nutritional status, teenAbstrak: Salah satu penyebab Hb rendah adalah nutrisi yang inadekuat. Nutrisi didapatkan dari berbagai makanan dan minuman yang biasa kita konsumsi seperti: nasi, daging-daging, sayur-sayuran, ikan, dan air. Asupan gizi adalah salah satu indikator penentu status gizi yang dapat diukur melalui status antropometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin dengan status gizi sehari-hari pada remaja usia 12-14 tahun dengan rancangan penelitian bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel dari penelitian ini merupakan bagian dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 45 orang. Data yang dikumpulkan melalui pengukuran antropometri dan pengukuran hemoglobin, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Pearson Correlation. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Status Gizi (IMT/U) yang normal sebesar 48.89%, overweight sebesar 22.22%, obesitas sebesar 28.89%, dan tidak ada responden dengan gizi kurang maupun sangat kurang, sementara nonanemis sebesar 82.2% dan anemis sebesar 17.8%. Simpulan: Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara status gizi (IMT/U) terhadap kadar hemoglobin dengan nilai p yaitu 0.343 > α = 0.05.Kata kunci: kadar hemoglobin, remaja, status gizi
PREVALENSI PENDERITA LUTS YANG DISEBABKAN BPH DI PUSKESMAS TUMINTING, PUSKESMAS WONASA, PUSKESMAS PANIKI, PUSKESMAS TIKALA, PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO TAHUN 2015 Palit, Belva M.; Monoarfa, Alwin; Wowiling, P. A.V
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.11005

Abstract

Abstract: Lower urinary tract symptoms (LUTS) often occur in elderly population. One of the causes of LUTS in aged males is benign prostatic hyperplasia (BPH). Males with severe LUTS will suffer from decreased libido, difficulty in maintaining an erection, and decreased level of sexual satisfaction. The severity of LUTS was scored by using the International Prostatic Symptom Score (IPSS) is recommended by the World Health Organization (WHO). This study was aimed to determine the prevalence of LUTS in several primary health centers (PHC) in Manado in 2015. This was a descriptive prospective study using data of several health centers in Manado in 2015. The results showed the prevalences of LUTS at several PHC were as follows: Wonasa 6 cases (19%), Tuminting 9 cases (28%), Paniki 4 cases (13%), Tikala 6 cases (19%), and Bahu 7 cases (22%). LUTS were most common at the age of 60-69 years.Keywords: LUTS, BPH, IPSS score Abstrak: Lower Urinary Tract Symptom (LUTS) sering terjadi pada populasi usia lanjut. Salah satu penyebab yang paling sering ialah benign prostatic hyperplasia (BPH). Laki-lakidengan LUTS yang berat akan mengalami penurunan libido, kesulitan mempertahankan ereksi, dan penurunan tingkat kepuasan seksual. Untuk menilai tingkat keparahan dari LUTS digunakan sistem skoring International Prostatic Symptom Score (IPSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penderita LUTS di beberapa puskesmas Kota Manado tahun 2015. Jenis penelitian ialah deskriptif prospektif dengan mengambil data di beberapa puskesmas Kota Manado tahun 2015. Hasil penelitian menunjukan prevalensi penderita LUTS di Puskesmas Wonasa 6 kasus (19%), Puskesmas Tuminting 9 kasus (28%), Puskesmas Paniki 4 kasus (13%), Puskesmas Tikala 6 kasus (19%), dan Puskesmas Bahu 7 kasus (22%). Penderita LUTS tersering muncul pada usia 60-69 tahun. Kata kunci: LUTS, BPH, skor IPSS

Page 26 of 108 | Total Record : 1074