cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
PROFIL KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2013 Tasik, Novita Limbu; Kapantow, Grace M.; Kandou, Renate T.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10957

Abstract

Abstract: Vulvovaginalis candidiasis (VVC) is a disease of female reproductive organs with the site of infection at the vulva and vagina mucosa characterized by vaginal discharge and itching due to the uncontrolled growth of the fungus Candida albicans. This study aimed to obtain the profile of vulvovaginalis candidiasis cases at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospiptal Manado from January to December 2013. This was a retrospective descriptive study using the medical record. The results showed that of 29 VVC cases (0.70%), the largest age groups were 15-24 and 25-44 years (41.4%). Housewives and students were the most found jobs (20.7%). The discharge accompanied by itching was found in 34.5% of cases. The use of douching and pregnancy were predisposing factors (13.8%). Gram examinations resulted in spores, budding cell, and pseudohyphae were found in 62.1% of cases. Patients who was infected by VVC for the first time were 82.8%. The most frequent type of therapy was combination therapy (48.3%). Keywords: vulvovaginalis candidiasis   Abstrak: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan suatu penyakit organ reproduksi pada wanita dimana terjadi infeksi pada mukosa vulva dan vagina ditandai dengan adanya keputihan dan gatal dikarenakan pertumbuhan tidak terkendali dari jamur Candida albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien kandidiasis vulvovaginalis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan mengevaluasi catatan rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 29 kasus KVV. Kelompok umur terbanyak 15-24 dan 25-44 tahun (41,4%); pekerjaan terbanyak ialah ibu rumah tangga dan pelajar (20,7%); keputihan disertai gatal (34,5%); faktor predisposisi terbanyak yaitu penggunaan douching dan kehamilan (13.8%). Pemeriksaan Gram ditemukan spora, buddingcell dan pseudohifa ditemukan pada 62,1% kasus. Pasien yang baru pertama kali terinfeksi KVV  sebanyak 82,8%. Jenis terapi terbanyak yang diberikan yaitu terapi kombinasi sebanyak 48,3%). Kata kunci: kandidiasis vulvovaginalis
Profil glomerulonefritis akut pasca streptokokus pada anak yang dirawat di Bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hidayani, Agung R.E; Umboh, Adrian; Gunawan, Stefanus
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14678

Abstract

Abstract: Acute post streptococcal glomerulonephritis (APSGN) is a form of inflammation of the glomerulus in histopathology showed inflammatory & proliferation of glomeruli are preceded of infection Streptococcus group A β-hemolytic, often found in the age group of 2-3 years, and is twice as common in boys compared with the girls. This study aims to know the profile of APSGN in children treated at Department of Pediatrics Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period August 2012 – August 2016. This study is a descriptive retrospective and conducted in September-November 2016. The sample of this study is all children patients being treated in the diagnosis of APSGN. The research results obtained 53 patients with diagnosis of APSGN, with ages 3-13 years, male 56.6% and 43.4% women. Hematuria microscopic 90,6%, edema 83%, proteinuria 79,2%, hypertension 60,8%, Oliguria 5,7%, increase of ASTO 45,3%, decreased C3 66 %, Azotemia 73,6%, declining GFR 90,6%, and complications AKI 17,6%. Conclusion: APSGN was found in children aged 3-13 years are more commonly found in men than women and the clinical symptoms of the most widely found is hematuria. The importance of knowledge about APSGN for the parents and surveillance against the child in order to not easily infected is live with clean and healthy.Keywords: glomerulonephritis, APSGN, Children Abstrak: Glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) adalah suatu bentuk peradangan glomerulus yang secara histopatologi menunjukkan proliferasi & inflamasi glomeruli yang didahului oleh infeksi group A β-hemolitik streptokokus,sering ditemukan pada kelompok usia 2-15 tahun, dan dua kali lebih sering terjadi pada anak laki–laki dibandingkan dengan anak perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil GNAPSpada anak yang dirawat di bagian Ilmu Kesehatan Anak RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Agustus 2012 – Agustus 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif restropektif yang dilakukan pada bulan September- November 2016. Sampel penelitian adalah semua pasien anak yang dirawat di diagnosis GNAPS. Hasil penelitian didapatkan 53 pasien dengan diagnosis GNAPS, dengan usia 3-13 tahun, laki-laki 56,6% dan perempuan 43,4%. Hematuria 90,6%, edema 83%, proteinuria 79,2%, hipertensi 60,8%, Oliguria 5,7%, peningkatan ASTO 45,3%, penurunan C3 66 %, Azetomia 73,6%, LFG menurun 90,6%, dan komplikasi AKI 17,6%. Simpulan: GNAPS ditemukan pada anak usia 3-13 tahun yang lebih sering ditemukan pada laki-laki dibandingkan perempuan dan gejala klinis yang paling banyak ditemukan adalah hematuria. Pentingnya pengetahuan tentang GNAPS pada orang tua dan pengawasan terhadap anak agar tidak mudah terinfeksi dengan hidup bersih dan sehat. Kata kunci: Glomerulonefritis, GNAPS, Anak
KESEHATAN TELINGA SISWA SMK NEGERI 2 MANADO DAN SMK NEGERI 1 TUMPAAN Tumundo, Sharon; Dehoop, Julied; Mengko, Steward
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.5040

Abstract

Abstract: In Indonesia, ear disorders and hearing loss is still a problem that society is facing. The purpose of this study is to describe the health status of the ear on vocational senior secondary school students in Manado and Tumpaan. This research used descriptive observational with cross-sectional study. The subjects are 12th grader students of Stone Concrete’s majors in SMK Negeri 2 Manado and Lightweight Automotive’s majors in SMK Negeri 1 Tumpaan. Based on the results of ear physical examination on SMK Negeri 2 Manado’s students there are 3 people with bilateral ear wax, 2 people with unilateral ear secretions, 2 people with bilateral ear secretions and 1 person with bilateral hyperemia of the outer ear canal. While in SMK Negeri 1 Tumpaan, we found 1 person with unilateral ear wax, 7 people with bilateral ear wax and 1 person with bilateral ear edema. From the results of hearing screening at SMK Negeri 2 Manado all students are normal, while at SMK Negeri 1 Tumpaanthere is 1 person who has an unilateral ear hearing loss.The health status of the ear in SMK Negeri 1 Tumpaan and SMK Negeri 2 Manado is almost the same. This comparison shows that the health status of the ear in urban and rural areas had not much different. Keywords: ear health, hearing screening.     Abstrak: Di Indonesia, gangguan telinga dan ketulian masih merupakan satu masalah yang dihadapi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui status kesehatan telinga pada siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) di Manado dan Tumpaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional secara studi cross-sectional. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII jurusan Teknik Konstruksi Batu Beton SMK Negeri 2 Manado dan jurusan Otomotif Ringan SMK Negeri 1 Tumpaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik telinga, didapatkan di SMK Negeri 2 Manado ada 3 orang dengan serumen telinga bilateral, 2 orang dengan sekret telinga unilateral, 2 orang dengan sekret telinga bilateral dan 1 orang dengan hiperemis liang telinga luar lokasi bilateral, sedangkan di SMK Negeri 1 Tumpaan didapatkan 1 orang dengan serumen telinga unilateral, 7 orang dengan serumen telinga bilateral dan 1 orang dengan edema telinga bilateral. Dari hasil skrining pendengaran di SMK Negeri 2 Manado semua siswa normal sedangkan di SMK Negeri 1 Tumpaan ada 1 orang yang mengalami gangguan pendengaran telinga unilateral.Status kesehatan telinga di SMK 1 Tumpaan dan SMK 2 Manado hampir sama. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perbandingan status kesehatan telinga di daerah perkotaan dan pedesaan sudah tidak jauh berbeda. Kata kunci: kesehatan telinga, skrining pendengaran.
Profil Magnetic Resonance Imaging Lumbosakral pada Penderita dengan Nyeri Punggung Bawah di Bagian/Instalasi Radiologi FK Unsrat/RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado Periode April - Oktober 2019 Wilyo, Ryan D.; Rondo, Alfa G. E. Y.; Tubagus, Vonny N.
e-CliniC Vol 8, No 1 (2020): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.8.1.2020.27010

Abstract

Abstract: Low back pain (LBP) is still a common health problem. Magnetic resonance imaging (MRI) examination is the best radiological modality if pain originated from soft tissue is suspected. This study was aimed to determine the profile of MRI in patients with LBP. Tjis was a retrospective and descriptive study. Data were obtained from the PACS computer in the Radiology Department. The results obtained 112 patients with MRI examination. Most patients were female as many as 59 patients (51.75%), and the most frequent age group was > 50 years as many as 69 patients (60.53%). The most common MRI diagnosis was disc herniation of bulging type in 86 patients (76.78%) especially in L4-L5 and L5-S1, followed by spinal canal stenosis in 49 patients (43.75%), ligamentum flavum hypertrophy in 44 patients (39.28%), and nerve root compression in 40 patients (35.71%). In conclusion, the most common profile of MRI diagnosis among patients with LBP was disc herniation of bulging type located in L4-L5 and L5-S1, followed by spinal canal stenosis, ligamentum flavum hypertrophy, dan nerve root compression.Keywords: low back pain, magnetic resonance imaging Abstrak: Nyeri punggung bawah (NPB) masih merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi. Pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) merupakan modalitas radiologis terbaik bila dicurigai nyeri berasal dari jaringan lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil MRI pada penderita dengan NPB. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Data diperoleh melalui komputer PACS di Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian mendapatkan 112 pasien dengan diagnosis MRI, yang terbanyak ialah perempuan berjumlah 59 orang (51,75%). Kelompok usia yang paling sering ialah >50 tahun sebanyak 69 pasien (60,53%). Profil MRI yang paling banyak ditemukan berupa herniasi diskus pada 86 pasien (76,78%) dengan tipe terbanyak ialah bulging, dan lokasi tersering pada L4-L5 dan L5-S1, diikuti oleh stenosis kanalis spinalis 49 pasien (43,75%), hipertrofi ligamentum flavum 44 pasien (39,28%), dan kompresi akar saraf 40 pasien (35,71%). Simpulan penelitian ini ialah profil MRI pada pasien dengan NPB yang terbanyak ialah herniasi diskus dengan tipe bulging pada L4-L5 dan L5-S1, diikuti oleh stenosis kanalis spinalis, hipertrofi ligamentum flavum, dan kompresi akar saraf.Kata kunci: nyeri punggung bawah, magnetic resonance imaging
PREVALENSI DEPRESI PADA PASIEN STROKE YANG DI RAWAT INAP DI IRINA F RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE NOVEMBER – DESEMBER 2012 Dudung, Jeffking; Kaunang, Theresia M. D.; Dundu, Anita E.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.7610

Abstract

Abstract: Depression is one of the most common mental disorders associated in chronic diseases such as stroke. Symptoms of post-stroke depression often unnoticed by clinicians, whereas early management, accurate and integrated, will be more effective. Post-stroke depressive patients who receive good treatment will have better quality of life. This was a descriptive quantitative study with a cross sectional design by using the HDRS instrument. The data were processed by using a univariat analysis. The results showed that 45.8% respondents had mild depression, 25% had medium depression, 4,2% had severe depression, and 25% not had depression.Keywords: depression, stroke, HDRSAbstrak: Depresi merupakan gangguan mood yang sering dikaitkan dengan penyakit kronis seperti stroke.Gejala depresi pasca stroke sering luput dari perhatian para klinisi, padahal penanganan yang lebih awal, tepat dan terpadu akan berhasil lebih efektif. Pasien depresi pasca stroke yang mendapatkan penanganan dengan baik mengalami peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dan menggunakan instrumen HDRS. Data penelitian diolah dengan analisis univariat. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 45,8% responden mengalami depresi ringan, 25% responden mengalami depresi sedang, 4,2% responden mengalami depresi berat, dan 25% responden tidak mengalami depresi.Kata kunci: depresi, stroke, HDRS
Kesehatan hidung masyarakat di komplek perumahan TNI LANUDAL Manado Tangkelangi, Anita R.; Tumbel, Ronaldy E.C.; Mengko, Steward K.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14219

Abstract

Abstract: Nose functions as a part of the respiratory system and a sensory organ of smell to recognize the surrounding environment as one of the body armors against the unfavorable environment. This study was aimed obtain the nose health status among residents at Manado Military Airport housing. This was a descriptive observational study with a cross sectional design. There were 36 residents as respondents consisted of 24 males and 12 females. Nose health status was determined by examining the nasal cavity, conchae, mucous layer, secret, septum, and post nasal drips. The results showed that most of the community had normal nose health examination. Conclusion: The nose health status of most residents at Manado Military Airport housing was categorized as good. Keywords: health survey, nose examination. Abstrak: Hidung merupakan organ tubuh yang berfungsi sebagai alat pernapasan dan indera penciuman untuk mengenali lingkungan sekitar sebagai salah satu organ pelindung tubuh terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesehatan hidung masyarakat TNI LANUDAL Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah 36 penghuni Komplek Perumahan TNI LANUDAL Manado terdiri dari 24 laki-laki dan 12 perempuan. Gambaran kesehatan hidung responden diperoleh melallui pemeriksaan kavum nasi, konka, mukosa, sekret, septum, dan post nasal drips. Pemeriksaan hidung menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperlihatkan hasil normal. Simpulan: Hasil pemeriksaan hidung dari penghuni Komplek Perumahan TNI LANUDAL Manado menunjukkan sebagian besar tergolong baik.Kata kunci: survei kesehatan, pemeriksaan fisik hidung
PROFIL PENDERITA MORBUS HANSEN (MH) DI POLIKLINIK KULIT DAN KELAMIN BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JANUARI – DESEMBER 2012 Tiwow, Patricia I.; Kandou, Renate T.; Pandaleke, Herry E. J.
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3604

Abstract

Abstract: Hansen’s Disease is a chronic infection disease caused by Mycobacterium leprae. The transmission of this disease is by direct contact with Hansen’s Disease patients in a long period of time, and by inhalation. This study aimed to evaluate the profile of hansen’s disease patients in Dermatovenereology clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado during the period from January – December 2012. This is a descriptive retrospective study. The result of this study showed that among 112 patients with hansen’s disease, the highest rate was within 25-44 age group (46.4%), where male patients outnumbered females (64.3%). Most of the patients reside in the district of Singkil (12.5%). Multibacillary leprosy was most frequent (89.3%). There were 16% patients with ENL reactions. The disability stage 2 were found in 8,1% patients. Most patients had no history of treatment with MDT (54.5%). Keywords: Hansen’s Disease, profile.   Abstrak: Morbus Hansen (MH) adalah penyakit infeksi kronik yang disebabkan oleh Mycobacterium leprae. Penularan terjadi melalui kontak langsung dalam jangka waktu yang lama dan melalui inhalasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penderita morbus hansen di poliklinik kulit dan kelamin BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Januari-Desember 2012. Penelitian bersifat deskriptif retrospektif. Hasil penelitian memperlihatkan dari 112 penderita MH (10,22%) terbanyak berasal dari kelompok umur 25-44 tahun (46,4%), jenis kelamin laki-laki (64,3%), tempat tinggal kecamatan Singkil (12,5%), tipe MH terbanyak tipe Multibasiler (89,3%), terdapat reaksi ENL sebanyak 16%, kecacatan tingkat 2 sebanyak 8,1%, dan riwayat pengobatan terbanyak belum pernah melakukan pengobatan MDT sebelumnya (54,5%). Kata Kunci: Morbus Hansen, profil.
GAMBARAN PERUBAHAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN PRA-PASCABEDAH DENGAN ANESTESI SPINAL MENGGUNAKAN BUPIVAKAIN DI IBS RSUP PROF. dr. R.D. KANDOU PERIODE DESEMBER 2015 – JANUARI 2016 Lubis, Fajrian R.; Kumaat, Lucky T.; Tambajong, Harold F.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.11004

Abstract

Abstract: Surgical procedure could evoke stress response which will further increase blood glucose levels resulted in hyperglycemia. Spinal anesthesia is assumed to reduce the increase in blood glucose levels. This study was aimed to obtain the profile of blood glucose alterations in pre and postoperative patients with spinal anesthesia using bupivacaine at Central Surgery Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado period December 2015-January 2016. This was a descriptive prospective study with an observational method. Blood glucose levels were examined at pre-operation, as well as 1 hour and 6 hour postoperation at Central Surgery Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado, GMIM Pancaran Kasih Hospital, and Bhayangkara. The results showed that there were 18 patients of spinal anesthesia with bupivacaine. The most frequent percentages were: female (83.3%), age group 26-35 years old (55.6%), sectio caesaria as the type of surgery (83.3%), duration of surgery 90 minutes (89.9%), pre-operative blood glucose levels ≤70 mg/dL (55.6%), 1 hour postoperative blood glucose levels 70-125 mg/dL (61.1%), and 6 hour postoperative blood glucose levels 70-125 mg/dl (82.2%). Conlusion: There was an alteration in blood sugar levels pre-postoperative manifested as an increased blood sugar level.Keywords: blood glucose level, spinal anesthesia Abstrak: Tindakan pembedahan dapat menyebabkan timbulnya respon stres yang selanjutnya dapat meningkatkan kadar gula darah bahkan sampai hiperglikemi. Anestesi spinal diduga dapat mengurangi terjadinya peningkatan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perubahan kadar gula darah pra-pascabedah pada pasien dengan anestesi spinal menggunakan bupivakian di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Desember 2015-Januari 2016. Jenis penelitian ialah deskriptif prospektif dengan metode observasional. Pengukuran kadar gula darah dilakukan saat pra-bedah, serta 1 jam dan 6 jam pascabedah di IBS RSUP Prof. Dr.R.D. Kandou Manado, RSU GMIM Pancaran Kasih dan RS Bhayangkara. Pada hasil penelitian didapatkan 18 pasien dengan anestesi spinal menggunakan bupivakain selama periode Desember 2015-Januari 2016. Distribusi terbanyak pada jenis kelamin perempuan (83,3%), kelompok usia 26-35 tahun (55,6%), jenis operasi sectio caesarea (83,3%), durasi pembedahan 90 menit (89,9%), kadar gula darah pra-bedah ≤70 mg/dL (55,6%), kadar gula darah 1 jam pascabedah 70-125 mg/dL (61,1%), dan kadar gula darah 6 jam pascabedah 70-125 mg/dL (82,2%). Simpulan: Terdapat perubahan kadar gula darah pra-pascabedah berupa peningkatan kadar gula darah. Kata kunci: kadar gula darah, anestesi spinal
Profil CT-Scan Non-kontras pada Penderita Nefrolitiasis di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari – 30 Agustus 2016 Pongsapan, Aprillia G.C.; Tubagus, Vonny; Loho, Elvie
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.17418

Abstract

Abstract: Nephrolitiasis is a disease indicated by the existence of a single or more solid masses of hard material in the kidney tubule, calyx, infundibulum, kidney pelvis, and the whole parts of the kidney. Imaging such as non-contrast CT-Scan is usually used to ascertain the diagnosis of nephrolitiasis. This study was aimed to obtain the profile of non-contrast CT-Scan of the kidney performed on nephrolithiasis cases at Radiology Division of Medical Faculty University of Sam Ratulangi/Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of January 1 to Agust 30, 2016. This was a descriptive retrospective study using medical records at the Radiology Division. The results showed that there were 63 cases of nephrolitiasis in this study. The highest percentages were in males (71.43%) and age group of 56-65 tahun (25.39%). According to the location, most cases with bilateral nephrolitiasis (25.39%). Complication of hydronephrosis was found in 14.29% of cases. Conclusion: Based on the non-contrast CT-Scan of the kidney, most nephrolithiasis cases were found in males, age group of 46-55 years, bilateral nephrolithiasis, and without complication.Keywords: non-contrast CT-Scan of the kidney, nephrolitiasisAbstrak: Nefrolitiasis merupakan suatu penyakit dengan gejala ditemukannya satu atau beberapa massa keras yang terdapat di dalam tubuli ginjal, kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, serta seluruh bagian ginjal. Pemeriksaan yang sering digunakan dalam penegakan diagnosis nefrolitiasis ialah pemeriksaan imaging, salah satunya CT-Scan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil CT-Scan non-kontras pada penderita nefrolitiasis di Bagian Radiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi/RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari-30 Agustus 2016. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medik di Bagian Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari -30 Agustus 2016. Hasil penelitian mendapatkan 63 kasus nefrolitiasis dengan hasil CT-Scan ginjal non-kontras, lebih banyak terjadi pada laki-laki (71,43%) dan kelompok usia 46-55 tahun (33,33%). Berdasarkan letak batu, lebih sering ditemukan letak batu bilateral (36,68%). Komplikasi hidronefrosis ditemukan pada 14,29% kasus. Simpulan: Berdasarkan hasil CT-Scan non-kontras pada penderita nefrolitiasis didapatkan nefrolitiasis lebih sering ditemukan pada laki-laki, kelompok usia 46-55 tahun, dengan letak batu bilateral dan tanpa komplikasi.Kata kunci: CT-Scan tanpa kontras pada ginjal, nefrolitiasis
PROFIL PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DENGAN OBESITAS DI INSTALASI REHABILITASI MEDIK BLU RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO Kusuma, William; Angliadi, Engeline; Angliadi, L. S.
e-CliniC Vol 2, No 3 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.3.2014.6038

Abstract

Abstract: osteoarthritis is derived from greek meaning bone, arthro meaning joint and itis meaning inflammation. Osteoarthritis is a degenerative joint disease that is chronic,progessive runing slow, often inflamed or causes only mild inflammation, and characterized by deterioration and abrasion of articular cartilage as well as by two risk factor are: risk factors that cannot be changed and modifable risk factors. Obesity is a global epidemic in developed countries and developing countries such as Indonesia, particularly in urban strip. This situation is caused by unbalanced energy intake with energy expenditure and excess energy is stored as body fat within a specified period. Objectives: this study aimed to determine the role of risk factor of obesity on the incidence of osteoarthitis of the knee in patients who visit the Rehabilitation Medical Installation BLU Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Method: this type of research is descriptive research by taking medical record in medical rehabillitation installation at BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Result: in this study was obtained from descriptive data/medical record(MR) found the number of patients diagnosed with osteoarthritis of the knee by 74 people. Obtained as many as 31 people who have data(weight and height),3 complete lack data because just have weight and 40 people don’t have either weight or height. Research results knee OA patient who come control in the installation of medical rehabillitation only 31are listed the data Body Mass Indeks(weight and height), there are 5 people who have normal BMI, and 26 people who had a BMI of both overweight and obesity excess. Conclusion: from here we may see one of the risk factor for OA knee is obesity Keywords: Knee osteoarthritis, obesity.     Abstrak: Osteoartritis (OA) berasal dari bahasa Yunani yaitu osteo yang berarti tulang, arthro yang berarti sendi dan itis yang berarti inflamasi. Osteoartritis adalah penyakit degeneratif sendi yang bersifat kronik,  berjalan progresif lambat, seringkali tidak meradang atau hanya menyebabkan inflamasi ringan, dan ditandai dengan adanya deteriorasi dan abrasi rawan sendi serta  oleh 2 faktor resiko yaitu: faktor resiko yang tidak dapat diubah dan faktor resiko yang dapat diubah. Obesitas merupakan epidemi global pada negara-negara maju dan negara berkembang seperti di Indonesia,  terutama di daerah perkotaan. Keadaan ini diakibatkan  karena pemasukan energi tidak seimbang dengan pengeluaran energi dan kelebihan energi ini disimpan dalam bentuk lemak tubuh dalam jangka waktu tertentu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan faktor resiko obesitas terhadap angka kejadian osteoartritis lutut pada penderita yang berkunjung di Instalasi Rehabilitasi Medik BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan mengambil data rekam medik di Instalasi Rehabilitasi Medik BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado.  Hasil: Pada penelitian yang didapatkan dari data deskriptif/rekam medik (RM) didapatkan jumlah penderita yang didiagnosis dengan osteoartritis lutut sebanyak 74 orang. Didapatkan sebanyak 31 orang yang memiliki data BB dan TB, 3 data kurang lengkap yaitu hanya terdapat data BB dan 40 data yang tidak mempunyai baik BB maupun TB. Hasil penelitian menyatakan penderita OA lutut yang datang kontrol di Instalasi Rehabilitasi Medik,hanya 31 yang tercantum data IMT (BB&TB),terdapat 5 orang yang memiliki IMT normal,dan 26 orang yang memiliki IMT berlebih baik overweight maupun obesitas. Simpulan: Dari sini kita bisa melihat salah satu faktor resiko OA lutut adalah obesitas. Kata Kunci: Osteoartritis lutut, Obesitas.

Page 35 of 108 | Total Record : 1074