cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
Pola kanker tiroid periode Juli 2013 – Juni 2016 di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado Parura, Yolanda; Pontoh, Victor; Werung, Marselus
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14475

Abstract

Abstract: Thyroid cancer is a common malignant disease found in endocrine system and is increasing in incidence every year, in Indonesia found around 9 from 10 malignancy. Based on histopathological types, thyroid carcinomas are divided into papillary carcinoma, follicular carcinoma, medullary carcinoma, and anaplastic carcinomas. The most common are papillary carcinoma and then follicular carcinoma. Factors that can influence the histopathological type of thyroid carcinomas is geographical factor, which most commonly found in mountainous areas. Thyroid cancer is rare in men, most often in women with a ratio of 1: 3.Conclusion: Female gender, mountainous terrain and adulthood to older people who suffered most thyroid cancer. Keywords: thyroid cancer Abstrak: Kanker tiroid penyakit keganasan tersering ditemukan pada sistim endokrin dan insidennya meningkat setiap tahun, di Indonesia menempati urutan 9 dari 10 keganasan yang sering ditemukan. Berdasarkan gambaran histopatologinya, karsinoma tiroid dibagi menjadi tipe papiler, folikuler, meduler, dan anaplastik. Kasus terbanyak adalah karsinoma tiroid papiler dan terbanyak kedua adalah karsinoma tiroid folikular. Salah satu faktor yang mempengaruhi gambaran histopatologi karsinoma tiroid adalah keadaan geografis, dimana paling banyak ditemukan pada daerah pegunungan. Kanker tiroid jarang terjadi pada laki-laki, paling sering pada perempuan dengan perbandingan 1:3. Simpulan: Jenis kelamin perempuan, daerah pegunungan dan usia dewasa sampai lanjut usia yang paling banyak menderita kanker tiroid. Kata kunci: kanker tiroid
INSIDEN PENDERITA HIV/AIDS DENGAN KOMPLIKASI INTRAKRANIAL YANG DIRAWAT OLEH BAGIAN NEUROLOGI DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JULI 2011 - JUNI 2012 Leunupun, Sarlito
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3739

Abstract

Abstract: HIV (Human Immunodeficiency Virus) is a virus that causes immune deficiency that can lead to a collection of symptoms or the disease called AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) . Neurological complications occur in more than 40 % of patients with HIV. Attack to the central nervous system is the most common and important manifestations of AIDS. In some patients, neurological manifestations may be the only picture that appeared or the earliest appearing in HIV infection. The purpose of this study is to describe the incidence of HIV patients with intracranial complications that treated by Neurology department in Prof. Dr. R. D. Kandou hospital period July 2011 – June 2012. A retrospective descriptive study. Research subject were all HIV patients with intracranial complication that hospitalized and treated by Neurology department in Prof. Dr. R. D. Kandou hospital from July 2011 to June 2012. Patients that include in inclusion criteria were all HIV patients with intracranial complication that treated by Neurology department in Prof Dr. R. D. Kandou Hospital. Conclusion: From 31 patients, there were 13 patients (41,93%)  with intracranial complication. The most intracranial complication that found is cryptococcal meningitis.Keywords: HIV, Intracranial complication, Opportunistic Infection   Abstrak: HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah suatu virus yang menyebabkan terjadinya penurunan kekebalan tubuh yang dapat menimbulkan kumpulan gejala atau penyakit yang disebut AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Komplikasi neurologi timbul pada lebih dari 40% pasien dengan HIV. Serangan pada sistem saraf pusat merupakan manifestasi AIDS yang umum terjadi dan penting. Pada beberapa pasien, manifestasi neurologis dapat merupakan satu-satunya gambaran yang muncul atau yang paling awal muncul pada infeksi HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran insiden penderita HIV dengan komplikasi intrakranial yang dirawat oleh bagian Neurologi di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado periode Juli 2011-Juni 2012.Penelitian deskriptif retrospektif. Subjek penelitian adalah Seluruh penderita HIV dengan komplikasi intrakranial yang pernah dirawat inap oleh bagian Neurologi di RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado sejak Juli 2011 sampai  Juni 2012. Pasien yang masuk dalam kriteria inklusi adalah semua penderita HIV dengan komplikasi intrakranial yang dirawat oleh bagian Neurologi di BLU RSUP Prof. DR. R. D. Kandou Manado. Kesimpulan: Dari 31 pasien yang menderita HIV, komplikasi intrakranial di temukan pada 13 pasien (41,93%). Komplikasi Intrakranial yang paling banyak ditemukan adalah Cryprococcal Meningitis. Kata Kunci: HIV, Komplikasi Intrakranial, Infeksi Oportunistik
Hubungan Stunting dengan Prestasi Belajar Anak Sekolah Dasar di Kecamatan Tikala Manado Gunawan, Gregorius; Manoppo, Jeanette I. Ch.; Wilar, Rocky
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.2.2018.22128

Abstract

Abstract: Stunting is a condition where height is not in accordance with age. It is due to chronic malnutrition which causes nonoptimal brain development that can affect children’s cognitive development, performance at school, and learning ability, as well as consequently influences learning achievement at school. This study was aimed to identify the correlation between stunting and learning achievement of elementary school students at Tikala Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Respondents were elementary school students at Tikala Manado aged 7-13 years that had their average grades. Data were analyzed by using unpaired T-test. The results showed that there were 232 students as respondents. Stunting was found in 103 students (44%) and not stunting in 129 students (56%). The average grade of stunting students was 67.16 and of not stunting students was 68.53. Statistical analysis showed that there was no significant difference between the average student grade in stunting students and not stunting students (P=0.215; α=0.05). Conclusion: There was no significant correlation between stunting and learning achievementKeywords: stunting, learning achievement Abstrak: Stunting merupakan keadaan dimana tinggi badan tidak sesusai dengan usia. Hal ini dapat menyebabkan perkembangan otak tidak optimal sehingga berpengaruh pada perkem-bangan kognitif dan performance anak di sekolah, serta kemampuan belajar, yang selanjutnya berpengaruh pada prestasi belajar anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stunting dan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Tikala Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Responden ialah siswa sekolah dasar di Kecamatan Tikala Manado yang berusia 7-13 tahun dan rerata nilai rapor siswa. Analisis uji statistik yang digunakan ialah uji T-test tidak berpasangan. Hasil penelitian mendapatkan 232 siswa sebagai responden. Stunting didapatkan pada 103 siswa (44%) dan yang tidak stunting 129 siswa (56%). Rerata nilai rapor pada siswa stunting 67,16 dan yang tidak stunting 68,53. Hasil uji analisis menunjukkan tidak terdapat perbedaan rerata prestasi belajar antara siswa stunting dan tidak stunting (P=0,215; α=0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara stunting dan prestasi belajar.Kata kunci: stunting, prestasi belajar
GAMBARAN ULTRASONOGRAFI GINJAL PADA PENDERITA NEFROLITIASIS DIBAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI – 30 JUNI 2014 Ridwan, Moch. Syafrudin; Timban, Joan F. J.; Ali, Ramli Hadji
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6828

Abstract

Abstract: Nephrolithiasis is a disease which the symptom is indicated by the existence of a single or more solid mass of hard material like a stone which is found in the kidney tubule, calyx, infundibulum, kidney pelvis, and the whole of kidney calyx of the sufferer. Mostly, the doctors use imaging like ultrasonography to checkup the patients’ condition in order to ascertain the diagnosis of nephrolithiasis. Ultrasonography can give the spesific image if there is any stone located in the kidney. As a result, doctors will get some easiness in determining the patients diagnosis. The objective of this research is to figure out the kidney image resulted from ultrasonography of nephrolithiasis sufferers in Radiology Division, Medical Faculty, Samratulangi University/ Faculty Students Senate of Radiology, Public Service Corporation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado, In the period of January 1st – June 30th 2014.The researcher used descriptive retrospective as the research method. By using medical notes found in Radiology Division, Public Service Corpration of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital, Manado, In the period of January 1st – June 30th 2014 as secondary data. Conclusion:The researcher then found that there were 105 cases of nephrolithiasis from totally result of kidney ultrasonography to the sufferers of nephrolithiasis. Many of the suferrers were men (62,9%) in average ages from 56 to 65 years old (36,2%). According to the location, kidney stone were found mostly in bilateral nepholithiasis (37,1%). The resercher also figured out that most of nephrolithiasis sufferers had a complication with chronic kidney disease (39,0%) and complication with hidronephrosis (19,0%). The patients who complain about pain on their weists should have kidney ultrasonography test to help the doctor to diagnose the causes, to avoid the possibity of another abnormal organ, and prevent the serious nephrolithiasis causes.Keywords: kidney ultrasonography, nephrolithiasisAbstrak: Nefrolitiasis merupakan suatu penyakit dengan gejala ditemukannya satu atau beberapa massa keras seperti batu yang terdapat di dalam tubuli ginjal, kaliks, infundibulum, pelvis ginjal, serta seluruh kaliks ginjal. Pemeriksaan yang sering digunakan dalam penegakan diagnosis nefrolitiasis adalah pemeriksaan imaging salah satunya adalah Ultrasonografi.Ultrasonografi dapat memberikan gambaran yang jelas apabila terdapat batu yang berlokasi di ginjal. Sehingga mempermudah dokter untuk menentukan diagnosis pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil Ultrasonografi ginjal pada penderita Nefrolitiasis di Bagian Radiologi FK UNSRAT/SMF Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari – 30 Juni 2014.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder berupa catatan medik yang terdapat di Bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari – 30 Juni 2014. Simpulan:Keseluruhan hasil Ultrasonografi ginjal pada penderita Nefrolitiasis ditemukan 105 kasus nefrolitiasis, dengan penderita nefrolitiasis lebih banyak terjadi padalaki-laki(62,9%).Penderita nefrolitiasis terbanyak pada kelompok umur 56 – 65 tahun (36,2%).Penderita nefrolitiasis berdasarkan letak batu yaitu nefrolitiasis bilateral (37,1%).Penderita nefrolitiasis dengan komplikasi CKD yaitus ebanyak (39,0%).Penderita nefrolitiasis dengan komplikasi Hidronefrosis yaitu sebanyak (19,0%). Penderita yang datang dengan keluhan rasa nyeri pada daerah pinggang sebaiknya dipastikan penyebabnya melalui pemeriksaan Ultrasonografi ginjal untuk membantu mendiagnosis, menyingkirkan kemungkinan kelainan pada daerah organ lainnya dan mencegah memberatnya penyebab nefrolitiasis.Kata kunci: ultrasonografi ginjal, nefrolitiasis
Hubungan indeks massa tubuh dengan profil lipid pada pasien diabetes melitus tipe 2 Koampa, Pradika H.; Pandelaki, Karel; Wongkar, Marthen C.P.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.12106

Abstract

Abstract: Body Mass Index (BMI) is a measurement of nutritional status by calculating the ratio of height and weight. Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is more common in a person with a BMI of more than normal. In patients with T2DM, there is lipid metabolism disorder, dyslipidaemia. Changes in lipid profiles consist of increased levels of total cholesterol, Low Density Lipoprotein (LDL), and triglycerides, and decreased levels of High Density Lipoprotein (HDL). This study aimed to obtain the correlation between body mass index and lipid profile in T2DM patients in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive analytical study using patients’ medical record in Endocrine Clinic Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from September to November 2015. The Pearson correlation test showed correlations between BMI and total cholesterol levels with r=0.037and p=0.763; between BMI and HDL levels with r=-0.249 and p=0.039; between BMI and LDL levels with r=0.091 and p=0,455; and between BMI and triglyceride levels with r=0.179 and p=0.142. Conclusion: Among T2DM patients, there were no significant correlations between body mass index and total cholesterol, LDL cholesterol, as wello as triglyceride levels. However, there was a significant correlation between body mass index and HDL levels. Keywords: body mass index, total cholesterol, HDL, LDL, triglycerides, T2DM Abstrak: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu pengukuran status gizi dengan menghitung perbandingan tinggi badan dan berat badan. Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) lebih sering terjadi pada individu dengan IMT lebih dari normal. Pada pasien DMT2 terjadi gangguan metabolisme lipid yaitu dislipidemia. Perubahan profil lipid yang terjadi yaitu peningkatan kadar Kolesterol Total, Low Density Lipoprotein (LDL), dan trigliserida, serta penurunan kadar High Density Lipoprotein (HDL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan profil lipid pada pasien DMT2di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini deskriptif analitik dengan menggunakan data rekam medik pasien di Poliklinik Endokrin Bagian/SMF Ilmu Penyakit Dalam RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode September – November 2015. Hasil uji korelasi Pearson memperlihatkan nilai hubungan antara IMT dan kadar kolesterol total r = 0,037 dan p = 0,763 ; nilai hubungan antara IMT dan kadar HDL r = -0,249 dan p = 0,039 ; nilai hubungan antara IMT dan kadar LDL r = 0,091 dan p = 0,455; serta nilai hubungan antara IMT dan kadar trigliserida r = 0,179 dan p = 0,142. Simpulan: Pada pasien DMT2 tidak dijumpai hubungan bermakna antara IMT dengan kadar kolesterol total, kadar LDL, dan kadar trigliserida, namun terdapat hubungan bermakna antara IMT dengan kadar HDL.Kata kunci: IMT, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, DMT2
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN PENINGKATAN KADAR ALBUMINURIN PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNSRAT PROGRAM STUDI KEDOKTERAN UMUM Adam, Rizky Natanael
e-CliniC Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.1.3.2013.3238

Abstract

Obesitas merupakan penyakit karena asupan dan pengeluaran energi tidak seimbang yang menyebabkan jaringan lemak berlebihan, yang mengakibatkan keluarnya protein terutama albumin lewat urine terjadi karena adanya gangguan pada sistem filter di ginjal tepatnya di glomerulus yang mengakibatkan banyak protein yang keluar atau „bocor‟ yang disebut Mikroalbuminurin, Mikroalbuminuria merupakan salah satu penanda keterlibatan ginjal sebagai organ target pada penderita obesitas yang dinilai melalui pemeriksaan Rasio Albumin Kreatinin Urin (RAKU). Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan Obesitas dengan peningkatan kadar Albuminurin pada mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum.Metode: Metode Penelitian ini bersifat opservasional dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah 30 orang dengan membandingkan 15 orang obesitas dan 15 orang non-obesitas pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum yang berlangsung pada bulan November – Desember 2012.Hasil: Pada pemeriksaan RAKU didapati 4 sampel atau 13,33% sampel pada obesitas yang kadar albuminurin ialah mikroalbumin, dan juga pada tekanan darah sistolik dan diastolik terdapat perbedaan antara kelompok obesitas dan non-obesitas dimana di kelompok obesitas lebih tinggi rata-ratanya , penelitian ini menggunakan uji spearman dimana nilai RAKU p= 0,001 dan juga ditemukan pada sistolik p=0,05 dan diastolik p=0,032 hasil ini menunjukannya ada hubungan obesitas dengan peningkatan kadar albuminurin pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNSRAT program studi Kedokteran Umum.Kesimpulan: Di temukan hubungan obesitas dengan peningkatan albuminurin pada pemeriksaan Rasio Albumin Kreatinin Urin.Kata Kunci : Obesitas, Lingkar Pinggang, Rasio Albumin Kreatinin Urin (RAKU)AbstractObesity is a disease that attributed by consume and dispensing energi that not balance and cause more fat tissue, and also cause protein dispensing especially albumine through urine. It is happen because there is disruption infiltration system in kidney especially in glomerulus and it is make more protein dispensing or “leak” and namely as microalbuminurine. Microalbuminurine is the one sign of kidney involvement as target organ to obesity pasient who assessed by Urine creatinine albumine ratio essay. The objective of this research is to investigate the associate of obesity with albuminurine concentrate increasing to students in general medicine program study, faculty of medicine, University of Sam ratulangi.Methode: Methode of this research is observational typical with cross-sectional approach. The sample of this research is 30 students including 15 students with obesity and 15 students with non-obesity. This research conducted during november – december 2012Results: On Urine creatinine albumine ratio essay found 4 samples or 13,33 % toward obesity with albuminurine concentration is microalbumine. There was different toward sistolic and diastolik blood pressure that high in obesity group observed. This research used Spearmen tested with value of Urine creatinine albumine ratio p= 0,001 and to sistolic p=0,05 and also diastolic p=0,032. This findings show an association between obesity and albuminurine concentration increased.Conclusion: This research found an association between obesity with the increasing of albuminurine concentration on Urine creatinine albumine ratio essay.Key words: Obesity, waist bend, Urine creatinine albumine ratio.
Pengaruh latihan gerak aktif menggenggam bola pada pasien stroke diukur dengan handgrip dynamometer Prok, Winona; Gessal, Joudy; Angliadi, L. S.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.1.2016.10939

Abstract

Abstract: Stroke is the clinical signs are growing rapidly as a result of brain dysfunction focal (or global), with symptoms lasting for 24 hours or more, can cause death, regardless of the cause other than vascular. Stroke can cause deficit of hand function. Design of study is quasi experiment with pre and post test design. Study was done at Public Hospital of Prof.R.D. Kandou Manado on october until november 2015 with 18 samples of stroke patients and was selected by using purposive sampling method. The ball handgrip active exercise carried out for a month. Force of handgrip was measured by using handgrip dynamometer. The result of study showed mean of force of handgrip before exercise 10,56 Kg, after exercise 14,06 Kg. There was significant different of mean of muscle power before and after exercise (p = 0.000). Conclusion of study there was significant affect of the ball handgrip active exercise program to muscle power of hand on stroke patients.Keywords: stroke, ball handgrip active exercise, muscle powerAbstrak: Stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang cepat akibat gangguan fungsi otak fokal (atau global), dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, dapat menyebabkan kematian, tanpa penyebab lain selain vaskular. Stroke dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tangan. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pre and post test one group design. Penelitian dilaksanakan di Rumah sakit umum Prof kandou Manado pada bulan oktoberl sampai dengan november 2015. Sampel berjumlah 18 pasien stroke yang diambil dengan purposive sampling. Perlakukan dalam penelitian ini yaitu latihan gerak aktif menggenggam bola karet selama 1 bulan. Kekuatan otot diukur dengan handgrip dynamometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kekuatan otot sebelum latihan sebesar 10,56 Kg dan sesudah latihan 14,06 Kg. Hasil analisis data menunjukkan ada perbedaan bermakna rata-rata kekuatan otot sebelum dan sesudah latihan (p= 0,000). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh bermakna latihan gerak aktif menggenggam bola terhadap kekuatan otot tangan pada pasien stroke .Kata kunci: stroke, latihan gerak aktif menggenggam bola, kekuatan otot
Gambaran pengetahuan stroke pada penderita dan keluarga di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Semet, Giovanni R.; Kembuan, Mieke A.H.N.; Karema, Winifred
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14560

Abstract

Abstract: Stroke or circulatory disorders of the brain is a major problem in the field of neurology. Not only the number of events is increasing, but also the possibility of sequel will disturb for a long time. During this time, most people only assume that strokes only occur in adult or old people. In fact, stroke can also occur in adolescents. In Indonesia, it is estimated that each year 500,000 people are affected by stroke, about 2.5% or 125,000 people died, and the rest have mild or severe disabilities. Risk factors for stroke include hypertension, atherosclerosis, high level of cholesterol, heart problems, diabetes, family history of stroke, smoking, aging, unhealthy food, alcohol, less activitiy/exercise, oral contraceptives, obesity, and stress. This was a descriptive study conducted with survey method at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from November to December 2015. Conclusion: Most respondents consisted of 19 patients and 27 relatives of patients had high level of knowledge of the stroke. Knowledge of stroke patients was higher than their relatives. Keywords: stroke, knowledge of stroke Abstrak: Stroke atau gangguan peredaran darah otak merupakan problem utama dibidang neurologi. Bukan hanya angka kejadiannya yang makin meningkat, tapi juga kemungkinan tersisanya sekuel yang menganggu untuk waktu yang lama. Pendapat umum menganggap bahwa stroke hanya dialami oleh mereka pada usia dewasa atau tua. Padahal stroke juga bisa terjadi pada remaja. Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terjadi 500.000 penduduk terkena serangan stroke, sekitar 2,5% atau 125.000 orang meninggal, dan sisanya cacat ringan maupun berat. Faktor risiko terjadinya stroke antara lain hipertensi, kolestrol anteriosklerosis, gangguan jantung, DM, riwayat stroke dalam keluarga, merokok, usia, makanan tidak sehat, alcohol, kurang berolaraga, kontrasepsi oral, obese dan stress. Jenis penelitian ialah deskriptif yang dilaksanakan dengan metode survei di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode November-Desember 2015. Simpulan: Dari 19 pasien dan 27 keluarga pasien memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap stroke. pengetahuan pada pasien stroke lebih tinggi dari pada keluarga. Kata kunci: stroke, pengetahuan mengenai stroke
PROFIL KUALITAS TIDUR PADA PASIEN STROKE AKUT DI BAGIAN NEUROLOGI RSUP PROF. DR. R. D KANDOU MANADO PERIODE NOVEMBER 2013 – DESEMBER 2013 Mambrasar, Marcos; Tumboimbela, Melke J.; Kembuan, Mieke A. H. N.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.2.2014.4695

Abstract

Abstract : Stroke is one of the primary causes of deaths and neurological disabilities in Indonesia. This brain condition is a medical emergency that has to be treated rapidly and accordingly. This study aims to determine the sleep quality of acute stroke patients that has been treated at neurological department in Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from November 2013-December 2013. This study uses a prospective descriptive method with PSQI survey (Pittsburgh Sleep Quality Index). This study has 20 samples. The data obtained by interview using the PSQI survey. This study suggests that the majority of the respondents are having a poor quality of sleep by 80%. Conclusion : most of the stroke patients treated are having a poor sleep quality (80%) and the remains are having a good one (20%). Keywords: stroke, neurogic, medical emergency, PSQI.     Abstrak : Stroke merupakan salah satu penyebab kematian dan kecacatan neurologis utama di Indonesia. Serangan otak ini merupakan kegawat-daruratan medis yang harus ditangani secara cepat dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas tidur pada pasien stroke akut yang dirawat di bagian neurologi RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado periode November 2013 ? Desember 2013. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode deskriptif prospektif dengan menggunakan kuesioner PSQI (Piitsburgh Sleep Quality Index) Sampel yang diambil sebanyak 20 orang. Data diperoleh dengan cara wawancara dengan menggunakan kuesioner PSQI (Piitsburgh Sleep Quality Index). Hasil penelitian bahwa pada penelitian ini mayoritas responden mengalami kualitas tidur yang buruk yaitu sebanyak (80%).  Simpulan : Sebagian besar pasien stroke akut yang dirawat mengalami kualitas tidur yang buruk, yakni (80%) dan (20%) mengalami kualitas tidur yang baik. Kata kunci : stroke, neurologis,  kegawat-daruratan medis, PSQI
Faktor-faktor risiko hipertensi yang berperan di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Tumanduk, Waenly M.; Nelwan, Jeini E.; Asrifuddin, Afnal
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.26569

Abstract

Abstract: Hypertension is characterized by increased systolic and diastolic blood pressures. Risk factors that can affect hypertension are divided into modified risk factors such as smoking habit and unmodified risk factors such as genetics, gender, and age. This study was aimed to evaluate the risk factors of hypertension at Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. This was an observational and analytical study with a cross sectional design. There were 75 patients as respondents, obtained by using non-probability random sampling (accidental sampling). Variables in this study were age, sex, smoking habit, and family history of hypertension. Data were analyzed by using the Fisher’s exact test. The results showed that there was a significant relationship between age and hypertension (p=0.041). Albeit, there were no significant relationships between other variables and hypertension, with the p-values as follows: sex (p=1.000), smoking habit (p=1.000), and family history of hypertension (p=1.000). In conclusion, age was the risk factor of hypertension among hypertensive patients at Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado.Keywords: risk factors, hypertensionAbstrak: Hipertensi ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Faktor risiko yang dapat memengaruhi hipertensi terbagi menjadi faktor yang dapat dikendalikan seperti kebiasaan merokok serta faktor yang tidak dapat dikendalikan seperti genetik, jenis kelamin, dan usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Jumlah responden penelitian ini sebanyak 75 pasien yang dipilih menggunakan metode non-probability random sampling yaitu accidental sampling. Variabel penelitian yang diteliti yaitu usia, jenis kelamin, kebiasaan merokok, dan riwayat keluarga. Data yang diperoleh dianalisis secara bivariat menggunakan Fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian hipertensi (p=0,041). Variabel lainnya tidak berhubungan bermakna dengan kejadian hipertensi dengan nilai p sebagai berikut: jenis kelamin (p=1,000), kebiasaan merokok (p=1,000), dan riwayat keluarga (p=1,000). Simpulan penelitian ini ialah faktor usia merupakan faktor risiko kejadian hipertensi pada penyandang hipertensi di Rumah Sakit Robert Wolter Mongisidi Manado.Kata kunci: faktor risiko, hipertensi

Page 41 of 108 | Total Record : 1074