cover
Contact Name
Sunny Wangko
Contact Email
sunnypatriciawangko@gmail.com
Phone
+628124455733
Journal Mail Official
sunnypatriciawangko@gmail.com
Editorial Address
eclinic.paai@gmail.com
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-CliniC
ISSN : 23375949     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal e-CliniC (eCl) diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 3 (tiga) kali setahun (Maret, Juli, dan November). Sejak tahun 2016 Jurnal e-CliniC diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni dan Desember). Jurnal e-CliniC memuat artikel penelitian, telaah ilmiah, dan laporan kasus di bidang ilmu kedokteran klinik.
Articles 1,074 Documents
HUBUNGAN KEKERASAN DENGAN DEPRESI PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN MALALAYANG KOTA MANADO Hutasoit, Christin Y.; Munayang, Herdy; Kairupan, Bernabas H.R.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14485

Abstract

Abstract: Child abuse is all forms of violence and neglect that occurred against children under the age of 18 years old. One of the psychological impact of violence is depression. Depression is a mood disorder that can happen to anyone, including a child. The purpose of this study is to determine whether there is a relationship of violence with depression in elementary school children in the district Malalayang city of Manado. Design of the study is quantitative analytical research with cross sectional approach. Samples were 4th, 5th, and 6th grade elementary schools students in the district of the city of Manado Malalayang aged 9 to 12 years old. The respondents who followed the study are 316 children consisting of 169 female and 147 male. Screening instrument used for children depression in this study was Children Depression Inventory (CDI). Statistic analysis chi-square test with alternative test fisher. The results showed that of 316 respondents, 315 experience abuse but only 31 respondents become depressed. The result (p value) of the analysis of relationship between violence and depression in children using Fisher test is 1.000 (p> 0.05). Conclusion: Violence is not associated with depression in children, but does not guarantee children who are abused in childhood will not experience depression as they grow up.Keywords: violence, depression, elementary school children, CDI Abstrak: Kekerasan pada anak adalah segala bentuk tindakan kekerasan dan penelantaran yang terjadi terhadap anak di bawah usia 18 tahun. Salah satu dampak psikologis dari kekerasan adalah depresi. Depresi adalah gangguan mood yang dapat terjadi pada siapapun, termasuk seorang anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan kekerasan dengan depresi pada anak sekolah dasar di kecamatan Malalayang kota Manado. Desain Penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian ini adalah siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 sekolah dasar di kecamatan Malalayang kota Manado yang berusia 9 sampai 12 tahun.Responden yang mengikuti penelitian adalah 316 anak yang terdiri dari 169 perempuan dan 147 laki-laki.Intrumen yang digunakan untuk skrining depresi pada anak dalam penelitian ini adalah kuesioner Children Depression Inventory (CDI).Uji analisis yang digunakan adalah chi-square dengan uji alternatif uji fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 316 responden, 315 yang mengalami kekerasan tetapi hanya 31 responden yang depresi. Hasil analisis hubungan kekerasan dengan depresi pada anak menggunakan uji fisher didapatkan nilai p sebesar 1,000 (p > 0,05). Simpulan: kekerasan tidak berhubungan dengan depresi pada anak, tetapi tidak menjamin anak yang mengalami kekerasan pada masa kecil tidak akan mengalami depresi saat dewasa. Kata kunci: kekerasan, depresi, anak sekolah dasar, CDI
HUBUNGAN HELICOBACTER PYLORI DENGAN BERATNYA KEJADIAN INFARK MIOKARD AKUT PADA PASIEN RAWAT INAP DI ICCU RS SEKITAR MANADO PERIODE NOVEMBER 2013 SAMPAI JANUARI 2014 Dharmawan, Suryadi
e-CliniC Vol 2, No 1 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.2.1.2014.3749

Abstract

Abstract: Acute myocardial infarction (AMI) is one of the most frequent causes of death in the United States and other developed countries and estimated the possible relationship between infectious agents in atherosclerosis. Several studies have reported H.pylori infection associated with cardiovascular disease and H.pylori relationship with inflammatory responses in acute myocardial infarction, but only a few researchers who seek a relationship the severity of H.pylori with AMI, although the results are not meaningful. Objective: To determine the correlation between Helicobacter pylori with the severity of acute myocardial infarction case. Methods: This study used a prospective cohort study with observational-analytic approach. The samples in this study were patients AMI in hospitals around Manado period November 2013 - January 2014 with purposive sampling techniques for sampling, the severity of AMI is assessed from measurements Left Ventricle Ejection Fraction (LVEF) using 2D echocardiography and analyzed using Chi-Square test statistic. Results: With the patients who experienced AMI (n = 22), we found six samples (27%) were infected H.pyori and all have FEVK> 30%, and 16 samples (73%) were not infected with H. pylori with two samples have FEVK <30% and 14 samples have FEVK> 30%. The results of the Chi-square test showed that there was no significant correlation between the H.pylori with the severity of the Acute myocardial infarction case (p = 1.000). Conclusions: There was no significant correlation between the H.pylori with the severity of the Acute myocardial infarction case. Keywords: H.pylori, acute myocardial infarction  Abstrak: Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu penyebab kematian paling sering di Amerika Serikat dan negara-negara maju lainnya dan diperkirakan adanya kemungkinan hubungan antara agen infeksius dengan aterosklerosis. Beberapa penelitian melaporkan infeksi H.pylori berkaitkan dengan penyakit kardiovaskular dan adanya hubungan H.pylori dengan respon inflamasi pada infark miokard akut, tetapi hanya beberapa peneliti yang mencari hubungan H.pylori dengan beratnya IMA walaupun hasilnya tidak bermakna. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara H.pylori dengan beratnya kejadian Infark Miokard Akut. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kohort prospektif dengan pendekatan observasional-analitik. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien IMA di RS sekitar Manado periode November 2013 ? Januari 2014 dengan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel, beratnya IMA dinilai dari pengukuran FEVK menggunakan ekokardiografi 2D dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil: Dari pasien yang mengalami IMA (n=22) ditemukan enam sampel (27%) terinfeksi H.pyori dan semuanya memiliki FEVK >30%, serta 16 sampel (73%) tidak terinfeksi H.pylori dengan dua sampel memiliki FEVK <30% dan 14 sampel memiliki FEVK >30%. Hasil uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara H.pylori dengan beratnya kejadian Infark Miokard Akut (p=1.000). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara H.pylori dengan beratnya kejadian Infark Miokard Akut. Kata kunci: H.pylori, infark miokard akut
Profil Pasien Tuberkulosis Paru dengan Penyakit Ginjal Kronik yang Dirawat di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Oktober 2017 – Oktober 2018 Putranto, Michael; Wongkar, Maarthen C. P.; Sugeng, Cerelia
e-CliniC Vol 6, No 2 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.2.2018.22113

Abstract

Abstract: Patients with chronic kidney disease (CKD) have increased risk of tuberculosis compared to patients with normal renal function. This is due to impaired cell-mediated immunity, imunosupressive medication, HIV infection, and diabetes mellitus (DM). Uremia is also associated with immunodeficiency in CKD patients due to functional abnormality of neutrophils, reduced T and B cell function, and impaired monocyte and monocyte-derived dendritic cell function. This study was aimed to obtain the profile of TB patients associated with CKD at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado This was a descriptive retrospective study using medical record data of CKD patients with TB co-infection within one-year. The results showed that of 1369 CKD patients, 32 patients had coinfection with TB (2.34%). The majority of patients were males (81%); 62.5% were in the age range of 46-65 years old. Most of them worked as agricultural farmer (28%). Forty-four percent of the patients had CKD stage 5; 11 of them did not undergo dialysis. Most CKD patients were caused by NSAID nephropathy (65%). Conclusion: The majority of TB patients associated with CKD were males, aged 45-65 years, and worked as farmers. The major cause of CKD was NSAID nephropathy. Most patients suffered from CKD stage 5, some did not undergo dialysis.Keywords: chronic kidney disease, lung tuberculosis Abstrak: Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) mempunyai peningkatan risiko tuberkulosis (TB) dibanding pasien dengan fungsi ginjal yang normal. Hal ini terkait dengan penurunan cell-mediated immunity, pengobatan imunosupresif, koinfeksi human immune-deficiency virus (HIV), dan diabetes melitus (DM). Uremia juga berhungan dengan imuno-defisiensi pada PGK yang disebabkan oleh abnormalitas fungsional dari neutrofil, penurunan fungsi sel T dan B dan terganggunya fungsi monosit dan sel dendritik turunan monosit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan profil pasien TB paru disertai PGK yang dirawat di RSUP Prof. dr. R. D. Kandou Manado periode Oktober 2017-Oktober 2018. Jenis penelitian ialah deskriptif retroskpektif menggunakan data rekam medik pasien PGK dengan koinfeksi TB paru selama satu tahun. Hasil penelitian mendapatkan 1369 pasien PGK; 32 pasien dengan koinfeksi TB paru (2,34%). Mayoritas pasien berjenis kelamin laki-laki (81%), berada pada rentang usia 46-65 tahun (62,5%), dan bekerja sebagai petani (28%). Sebesar 44% dari pasien dengan PGK derajat 5; 11 diantaranya non-dialisis. Paling banyak disebabkan oleh nefropati OAINS (65%). Simpulan: Mayoritas pasien PGK di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-65 tahun, dan bekerja sebagai petani. Penyakit penyebab PGK-nya terbanyak ialah nefropati OAINS. Mayoritas pasien PGK dengan derajat 5, sebagian di antaranya non dialisis.Kata kunci: penyakit ginjal kronik, tuberkulosis paru
SURVEI KESEHATAN TELINGA PADA ANAK PASAR BERSEHATI KOMUNITAS DINDING MANADO Mappadang, Kurniati; Dehoop, Julied; Mengko, Steward K.
e-CliniC Vol 3, No 1 (2015): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.3.1.2015.6838

Abstract

Abstract: Ears are one of the most important organs in human body, we got 20% information from both ears daily. When something wrong happens, the process of receiving information will be interrupted. The purpose of this research is to collect the data by doing survey about ears health of the children in Komunitas Dinding Manado. This research used the observational descriptive method with cross sectional approach. Total respondens of the research are 33 persons. The data have been collected by doing examination of meatus austikus external by doctors of T.H.T.K.L. then processed by using Microsoft Excel 2010. The result showed there are 18 kids have cerumen in the right ear and 19 kids in the left ear. While for the ears aperture examination, 2 kids got secret in the right ear, and 1 kid for the left ear. Then in membrane timpani examination, there are 4 kids got perforation in the right ear while 3 kids got it on their left ear. Conclusion: Most of results on respondens are normalKeywords: health survey, ears examinationAbstrak: Telinga merupakan salah satu alat indra yang penting, dari indra pendengaran kita menyerap sebesar 20% informasi dari kehidupan sehari-hari. Jika terdapat gangguan pada indra pendengaran maka proses penerimaan informasi tersebut akan pula terganggu. Tujuan penelitan ini yaitu untuk mendapatkan data survei mengenai gambaran kesehatan telinga pada anak-anak di Pasar Bersehati Komunitas Dinding Manado. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif observasional, dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 orang. Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan meatus austikus eksterna oleh dokter spesialis bagian T.H.T.K.L. kemudian di olah dengan menggunakan Mikrosoft excel 2010. Hasil penelitian didapatkan hasil terbanyak adalah serumen pada 18 orang di telinga kanan dan serumen telinga kiri sebanyak 19 orang. Pada pemeriksaan liang telinga juga didapatkan sekret telinga kanan pada 2 orang serta sekret telinga kiri pada 1 orang. Pada pemeriksaaan membran timpani ini ditemukan perforasi telinga kanan sebanyak 4 orang dan perforasi telinga kiri sebanyak 3 orang. Simpulan: Sebagian besar hasil pada responden penelitian adalah normal.Kata kunci: survei kesehatan, pemeriksaan telinga
Gambaran skala visual analog dan hemodinamik pada pasien yang diberikan kombinasi tramadol dan ketorolak pasca bedah laparotomi Mufti, Galuh R.; Tambajong, Harold F.; Lalenoh, Diana
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.12133

Abstract

Abstract: Pain as an unpleasant sensory and emotional experience associated with tissue damage or potential tissue damage or a condition that indicates tissue damage. This study aimed to describe the visual analogue scale (VAS) and hemodynamic among patients given combination of tramadol and ketorolac post laparotomy. Evaluation of pain was assessed by using VAS. This was a descriptive prospective study and was carried out in the recovery room (RR) postoperation and in inpatient A and D instalations of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from December 2015 to March 2016. There were 20 respondents that were handled with laparotomy and had met the inclusion criteria. The results showed that the average VAS score at the 2nd hour was 5, while the average VAS score at the 4th hour and the 6th hour were 6.4 and 8.5 respectively. The average systolic pressure at the 2nd hour was 124 mmHg, the 4th hour was 126 mmHg, and the 6th hour was 131.6 mmHg. The average diastolic pressure at the 2nd hour was 78 mmHg, at the 4th was 80 mmHg, and at the 6th was 85 mmHg. The average pulse rate at the 2nd hour was 85.4 per minute, at the 4th was 86.7 per minute, and at the 6th was 90.3 per minute. The average MAP at the 2nd hour was 91 mmHg, at the 4th was 91.3 mmHg, and at the 6th was 94 mmHg. Keywords: visual analog scale, haemodynamic, ketorolac, tramadol Abstrak: Nyeri adalah suatu pengalaman sensoris dan emosional yang tidak menyenangkan dihubungkan dengan adanya kerusakan jaringan atau potensial terjadinya kerusakan jaringan atau suatu keadaan yang menunjukan kerusakan jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran skala analog visual dan hemodinamik pada pasien yang diberikan kombinasi tramadol dan ketorolak pascabedah laparotomi. Gambaran nyeri dinilai dengan menggunakan visual analog scale (VAS). Jenis penelitian ini deskriptif prospektif dan dilakukan di ruang pemulihan recovery room (RR) pascabedah dan di Instalasi Rawat Inap A dan D RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan Desember 2015-Maret 2016. Jumlah sampel yaitu 20 orang yang dilakukan operasi laparotomi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor VAS pada jam ke-2 ialah 5 sedangkan rerata skor VAS pada jam ke-4 dan jam ke-6 ialah 6,4 dan 8,5 secara berurutan. Rerata tekanan sistolik pada jam ke-2 ialah 124 mmHg, jam ke-4 ialah 126 mmHg dan jam ke-6 menjadi 131,6 mmHg. Rerata tekanan diastolik pada jam ke-2 ialah 78 mmHg, jam ke-4 ialah 80 mmHg, dan jam ke-6 menjadi 85 mmHg. Rerata laju nadi pada jam ke-2 ialah 85,4 x/menit, jam ke-4 ialah 86,7 x/menit, dan jam ke-6 menjadi 90,3 x/menit mmHg. Rerata MAP pada jam ke-2 ialah 91 mmHg, jam ke-4 ialah 91,3 mmHg, dan jam ke-6 menjadi 94 mmHg.Kata kunci: visual analog scale, hemodinamik, ketorolak, tramadol
PROFIL AKNE VULGARIS DI RSUP Prof. Dr. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 2009-2011 Mizwar, Muhammad; Kapantow, Marlyn Grace; Suling, Pieter Levinus
e-CliniC Vol 1, No 2 (2013): Jurnal e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v1i2.3276

Abstract

Abstract: Acne vulgaris is a chronic inflammatory disease of pilosebaceous follicles that commonly occurs in adolescence and can heal itself. The purpose of this study was to determine the profile of acne vulgaris in Dermatovenereology of Prof. Dr. R. D. Kandou Manado in 2009-2011. This study was conducted retrospectively in patients with acne vulgaris who came to the Dermatology clinic in 2009-2011. The data were recorded from  medical records of the amounts of patients, gender, age, occupation / education, lesion location, and the type of acne. The results showed that of a total of 10003 visits in 2009-2011 there of 121 patients (3.59%) were new cases of acne vulgaris, acne vulgaris in patients dominance of female patients by 75 patients (61.9%), the age group most at 15-24 years old is 76 patients (62.8%), the highest educational status on the student group is 73 patients (60.3%), the most lesions location are on the face, most types of acne is papulopustular. Key words: acne vulgaris, inflammation, pilosebaceous    Abstrak: Akne vulgaris adalah penyakit peradangan menahun folikel pilosebasea yang umumnya terjadi pada masa remaja dan dapat sembuh sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil akne vulgaris di poliklinik Kulit dan Kelamin RSUP Prof Dr R. D. Kandou Manado pada tahun 2009–2011. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif pada pasien dengan akne vulgaris yang datang ke poliklinik  Kulit dan Kelamin pada tahun 2009–2011. Dilakukan pencatatan data dari catatan medik mengenai jumlah pasien, jenis kelamin, usia, pekerjaan/pendidikan, lokasi lesi, dan jenis akne. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwadari total 10003 kunjungan pada tahun 2009–2011 terdapat 121pasien (3,59%) merupakan penderita baru akne vulgaris, pasien akne vulgaris di dominasi pasien perempuan sebanyak 75 pasien (61,9%), kelompok usia terbanyak pada usia 15 – 24 tahun yaitu 76 pasien (62,8%), status pendidikan terbanyak  pada kelompok pelajar yaitu 73 pasien (60,3%), lokasi lesi terbanyak yaitu di bagian wajah, jenis akne terbanyak yaitu papulopustuler. Kata kunci: akne vulgaris, pilosebasea, radang
SURVEI KESEHATAN TENGGOROKAN SISWA SD INPRES 10/73 PANDU Theno, Giovanny G.; Tamus, Agustien Y.; Tumbel, R. E. C.
e-CliniC Vol 4, No 1 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i1.10949

Abstract

Abstract: Due to modernization, people tend to become careless about the importance of health, therefore, health problems increase; one of them is throat disease. Tonsils consist of lymphoid tissue and have important function against infection either through the air or food. This study aimed to obtain the throat health status of students at Inpres 10/73 Pandu Elementary School. This was a descriptive observational study with a cross sectional approach. Respondents were 18 students of Inpres 10/73 Pandu Elementary School, consisted of 8 boys and 10 girls. The results showed that all respondents had normal color tonsils. On examination of the tonsil surfaces, 16 children (88.89%) had normal results and 2 children (11.11 %) had pathological results. On examination of the tonsil sizes, 13 children (72.22%) had normal results and 5 children (27.78%) had pathological results. On examination of the pharynx, 16 children (88.89%) had normal results and 2 children (11.11%) had pathological results. Conclusion: Most of the students of Inpres 10/73 Pandu Elementary School had normal throat health statusKeywords: health survey, throat examination Abstrak: Seiring dengan perkembangan zaman, kepedulian terhadap kesehatan menjadi menurun sehingga muncul berbagai masalah kesehatan antara lain penyakit tenggorokan. Tonsil merupakan kumpulan jaringan limfoid yang berfungsi penting dalam pertahanan tubuh terhadap infeksi baik melalui udara maupun makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kesehatan tenggorok pada siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres 10/73 Pandu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survei dengan pendekatan potong lintang. Responden ialah siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres 10/73 Pandu sejumlah 18 anak, terdiri dari 8 laki-laki dan 10 perempuan. Pada hasil pemeriksaan warna tonsil didapatkan semuanya normal. Pada pemeriksaan permukaan tonsil didapatkan 16 anak (88,89%) memiliki hasil normal dan 2 anak (11,11%) lainnya patologis. Pada pemeriksaan ukuran tonsil, didapatkan 13 anak normal (72,22%) dan 5 anak (27,78%) patologis. Pada pemeriksaan faring, didapatkan 16 anak ((88,89%) normal dan 2 anak (11,11%) patologis. Simpulan: Sebagian besar hasil pemeriksaan pada pada siswa-siswi Sekolah Dasar Inpres 10/73 Pandu adalah normalKata kunci: survei kesehatan, pemeriksaan tenggorok
Profil nyeri di poliklinik saraf RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode 1 Januari 2014 – 31 Desember 2014 Amalia, Anisa F.; Runtuwene, Theresia; Kembuan, Mieke A.H.N.
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v4i2.14593

Abstract

Abstract: Pain is an unpleasant sensory and emotional experience associated with actual or potential tissue damage, or describe in terms of such damage. Pain may harm a patient’s quality of life. Pain is an important co-morbidity of some diseases. Pain can be influenced by several factors such as age, gender, occupation, educational level, and individual life style. Some epidemiologic studies showed that there are variant factors that influence pain prevalence or incidence in several countries. This is a descriptive retrospective study using medical records of pain patient based on diagnose, age, gender, occupation, and educational level. The result showed that there were 1052 pain cases. Most cases was neurophatic pain (51.3%) and nociceptive pain (41.9%). Most of neurophatic pain was diabetic neuropathy (72.2%) and nociceptive pain was low back pain (52.2%). Pain incidence increased up to the 55 – 64 age group. Female suffered pain more frequent than male (58.7%). Based on occupation, housewives reported pain more frequent (28.8%). Most of pain patient graduated from high school degree (73.9%).Keywords: pain Abstrak: Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial, atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut. Perasaan nyeri dapat sangat mengganggu kualitas hidup seseorang. Nyeri merupakan faktor komorbiditas penting berbagai penyakit. Nyeri dapat dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan, budaya, serta kebiasaan atau gaya hidup individu. Beberapa studi epidemiologi menunjukan bahwa terdapat variasi faktor-faktor yang memengaruhi nyeri dalam prevalensi atau insidensi nyeri di beberapa negara. Jenis penelitian ini ialah deskriptif retrospektif, dengan menggunakan data rekam medik pasien nyeri berdasarkan diagnosis, usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Hasil penelitian memperlihatkan jumlah kasus nyeri sebanyak 1052 kasus. Kasus nyeri terbanyak adalah nyeri neuropatik (51.3%) dan nyeri nosiseptif (41.9%). Sebagian besar kasus nyeri neuropatik adalah neuropati diabetik (72.2%) dan sebagian besar kasus nyeri nosiseptif adalah nyeri punggung bawah (52.2%). Insidensi nyeri didapatkan terbanyak pada rentang usia 55 – 64 tahun (35.6%). Perempuan lebih banyak menderita nyeri dibandingkan laki-laki (58.7%). Profesi pada penderita nyeri terbanyak adalah ibu rumah tangga (28.8%). Tingkat pendidikan nyeri yang terbanyak adalah tingkat pendidikan SMA (73.9%). Kata kunci: nyeri
PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF PADA PASIEN STROKE DI POLIKLINIK NEUROLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE OKTOBER - DESEMBER 2013 Trinita, Caesaria; Mahama, C. N.; Tumewah, R.
e-CliniC Vol 2, No 2 (2014): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v2i2.5025

Abstract

Abstract: Stroke is a neurology deficit disease that tends to be sudden or unexpected, can cause death and is the most often cause for disablement. The increase occurrence of the cognitive impairment occur after suffering from stroke. Objective: To find out the number of case of cognitive impairment on stroke patients in Neurology Polyclinic BLU RSUP Prof. DR. R. D Kandou Manado. Method: This study employed descriptive research design with cross sectional approach. Sample in this study were the stroke sufferers treated in Neurology Polyclinic BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado by means of consecutive technique during the period of October – December 2013. Sample up to the criteria were 41 respondents. Result: It was found that the impairment of cognitive function occurs mostly on age ≥ 75 by using MMSE parameter (100%), on age 55-64 by using CDT (60.0%), TMT A (57.1%), TMT B (50.0%). For the impairment of cognitive function based on educational level, case mostly found in senior high school level of education (100%) by using MMSE, CDT (40.0%), TMT A (35.7%), while the most impairment of cognitive function with TMT B parameter found mostly in junior high school level of education (50.0%). The impairment of cognitive function based on hypertension record with MMSE parameter is (3.1%), CDT (40.6%), TMT A (34.4%), TMT B (15.6%). The impairment of cognitive function based on diabetes mellitus record with MMSE parameter is (0%), CDT (25.0%), TMT A (25.0%), TMT B (12.5%). Conclusion: The impairment of cognitive function by using MMSE was found up to (2.44%), CDT (36.59%), TMT A (31.71%), TMT B (12.20%). Key words: impairment of cognitive function, stroke, MMSE, CDT, TMT A/B.   Abstrak: Stroke adalah suatu penyakit defisit neurologi yang bersifat mendadak dan dapat menyebabkan kematian serta merupakan penyebab tersering kecacatan. Peningkatan kejadian penurunan fungsi kognitif terjadi setelah mengalami stroke. Tujuan Penelitian: Mengetahui angka kejadian penurunan fungsi kognitif pada pasien stroke di Poliklinik Neurologi BLU RSUP Prof. DR. R. D Kandou Manado. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah penderita stroke yang berobat di Poliklinik Neurologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou manado dengan menggunakan teknik konsekutif selama periode Oktober-Desember 2013. Sampel yang memenuhi kriteria adalah sebanyak 41 responden. Hasil: Didapatkan penurunan fungsi kognitif terbanyak pada usia ≥75 tahun dengan menggunkan parameter MMSE (100%), pada usia 55-64 tahun dengan menggunakan CDT (60,0%), TMT A (57.1%), TMT B (50,0%). Untuk penurunan fungsi kognitif berdasarkan tingkat pendidikan terbanyak ditemukan pada tingkat pendidikan SMA (100.0%) dengan menggunakan MMSE, CDT (40,0%) , TMT A (35.7%), sedangkan penurunan fungsi kognitif terbanyak dengan parameter TMT B ditemukan pada tingkat pendidikan SMP (50.0%). Penurunan fungsi kognitif berdasarkan riwayat hipertensi dengan parameter MMSE adalah sebanyak  (3,1%), CDT (40,6%), TMT A (34,4%), TMT B (15,6%). Penurunan fungsi kognitif berdasrkan riwayat diabetes melitus dengan parameter MMSE adalah sebanyak (0%), CDT (25,0%) TMT A (25,0%), TMT B (12,5%). Simpulan: Penurunan fungsi kognitif dengan menggunakan MMSE ditemukan sebanyak (2,44%), CDT (36,59%), TMT A (31,71%), TMT B (12,20%). Kata kunci: Penurunan fungsi kognitif, stroke, MMSE, CDT, TMT A/B.
Profil Pasien Operasi Vitreoretinal di Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2018 – Juli 2019 Boedihardjo, Gita P.; Sumual, Vera; Najoan, Imelda
e-CliniC Vol 7, No 2 (2019): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.7.2.2019.26879

Abstract

Abstract: Retinal disorders are ranked as the fourth most common eye disease in Indonesia. Retinal and vitreous disorders can cause severe visual impairment and even blindness. This study was aimed to determine the profile of patients undergoing vitrectomy at the Central Surgical Installation of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado form July 2018 - July 2019. This was a retrospective and descriptive study using medical record data of vitreoretinal surgery patients. The results showed that there were 31 patients who underwent vitreoretinal surgery, consisting of 16 males (51.6%) and 15 females (48.4%). Based on the type of surgery; vitrectomy was performed on 15 patients (48.4%); vitrectomy + laser photo-coagulation on 7 patients (22.7%); vitrectomy + injection of gas dan silicon oil on 3 patients (9.7%); and 2 patients each (6.4%) for gas and silicon oil injection, laser photocoagulation, and vitrectomy + gas injection and silicon oil + laser photocoagulation. In conclusion, the most common type of surgery was vitrectomy based on retinal detachment. Most patients were retired and at the age of 46-65 years.Keywords: vitreoretinal surgery, vitreoretinal abnormalities, vitrectomy, retinal detachment Abstrak: Gangguan retina berada di urutan ke empat sebagai penyakit mata terbanyak di Indonesia. Bila terjadi gangguan pada retina dan vitreous bisa menimbulkan gangguan penglihatan yang berat bahkan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil pasien yang menjalani operasi vitreoretinal di Instalasi Bedah Sentral RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Juli 2018 – Juli 2019. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif dengan menggunakan data rekam medik pasien operasi vitreo retina. Hasil penelitian mendapatkan 31 pasien yang menjalani operasi vitreoretinal, dengan jenis kelamin laki-laki sebanyak 16 pasien (51,6%) dan perempuan 15 pasien (48,4%). Berdasarkan jenis operasi diperoleh data vitrektomi pada 15 pasien (48,4%), vitrektomi + laser fotokoagulasi 7 pasien (22,7%), vitrektomi + injeksi gas dan silicon oil 3 pasien (9,7%), dan masing-masing 2 pasien (6,4%) untuk jenis operasi injeksi gas + silicon oil, jenis operasi laser fotokoagulasi, dan vitrektomi + injeksi gas dan silicon oil + laser fotokoagulasi. Simpulan penelitian ini ialah jenis operasi yang terbanyak dilakukan yaitu vitrektomi, dengan indikasi ablasio retina. Sebagian besar pasien berada pada kategori usia 46-65 tahun, dengan pekerjaan pensiunan.Kata kunci: operasi vitreo retina, kelainan vitreo retina, vitrektomi, ablasio retina

Page 45 of 108 | Total Record : 1074