cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Orientasi Baru
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Orientasi Baru adalah Jurnal ilmiah yang bertujuan menyampaikan pemikiran-pemikiran kritis yang dapat memberi inspirasi dan arah baru bagi kehidupan Gereja dan masyarakat Indonesia di tengah kemajemukan budaya dan agama dalam diskusi bidang filsafat, teologi ataupun ilmu-ilmu terkait dalam bentuk karya tulis, laporan penelitian dan resensi buku. Jurnal ini diterbitkan oleh Pusat Penelitian Teologi Kontekstual, Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Jurnal terbit 2 kali dalam setahun (April dan Oktober).
Arjuna Subject : -
Articles 564 Documents
Bahasa Agama Dan Ungkapan Iman Orang Kristiani. Sebuah Analisis Formal/Struktural Nico Syukur Dister
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 07, TAHUN 1993
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

----
A House of Prayer for All Nations. A Study on Isaiah 56: 1-8 from the perspective of Christian-Muslim dialogue Syafaatun Amirzanah
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 19, NOMOR 01, APRIL 2010
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dialog antar agama sekarang nampaknya bukan hanya merupakan pembahasan di arena akademik melainkan juga menjadi diskusi populer di beberapa tempat. Dialog menjadi diskusi hangat di kafe, perkumpulan orang di berbagai tempat, dan khotbah-khotbah di tempat ibadah (termasuk mesjid) Salah teks Alkitab yang dapat digunakan sebagai landasan dialog antara Kristen dan Muslim adalah Yesaya 56: 1-8. Dalam teks tersebut termuat tema keselamatan. Keselamatan tidak dibatasi oleh agama, sehingga semua orang dapat mendapat keselamatan. Semua ciptaan Tuhan dapat menjadi lokus kehadiran Tuhan. Tuhan telah bermanifestasi dalam berbagai bentuk kepada beraneka ragam manusia. Tuhan juga telah menyelamatkan manusia melalui tradisi mereka masing-masing. Penyelamatan Tuhan yang bersifat universal berada di mana-mana dan secara aktif berkarya melalui berbagai cara. Di dalam setiap budaya atau tradisi terdapat Sinar Cahaya Tuhan. Setiap manusia adalah unik, sehingga ungkapan dalam menanggapi Sabda Ilahi juga unik dan sekaligus beragam. Tuhan dapat disembah dan dijumpai dalam berbagai cara.
METODE MENAFSIRKAN KITAB SUCI MENURUT ORIGENES OBSERVASI ATAS HOMILI ORIGENES TENTANG YES 7,10-15 Agus Widodo
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 25, NOMOR 02, OKTOBER 2016
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Origen, in his entire life and work, was a theologian and an exegete. All of his theological thinkings are based on the Holy Scripture which he interpreted. The majority of his works as a teacher, priest, and writer were dedicated to study and interpret the Holy Scripture. Therefore, it is very appropriate to learn from him about the correct and useful methods of the interpretation of the Holy Scripture. By observing his exegesis work, the homily on Isaiah 7, 10-15, we find Origens six methods to interpret the Holy Scripture. By these method, Origen has instilled the very usefull method of interpreting of the Holy Scripture. Therefore, the proclamation of the Scripture increasingly enlighten and inflame the faith..
Manusia, Ilmu Pengetahuan dan Kesadaran Diri Emanuel Prasetyono
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 22, NOMOR 02, OKTOBER 2013
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Human consciousness has brought about change and human development. The Enlightenment gave birth to a new generation of men and women who are aware of their human potentials to grow. Human mind is its centre. Yet, later science and technology have been its predominant influence. Modern culture has not been spared from this hegemony. The Enlightenments project therefore could be considered a failure particularly for conditioning as well as subjecting human understanding into what it merely empirical. The empirical is viewed as the only measure that counts. Does human being not deserve a more integral and holistic approach and understanding in every stage of its development? Human beings are personal, rational as well as relational. These are constitutive in their nature as they live in a community, in their dignity as a person and in the formation of human culture and civilization.
Eugenik Dalam Era Genetik C.B. Kusmaryanto
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 15, NOMOR 01-02, OKTOBER 2006
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The word eugenic comes from Greek words eu + genes (eugenes) which means wellborn or good in birth. Although the word eugenics was coined only in 1883 by Francis Galtom, the practice of eugenics dated back at least to Plato. It reached its peak in the filst half of 20th century, especially during Hitler's time. Hitler tried to purify Arian race by eliminating Jews, homosexual person, hippies, handicapped person etc. From that time on, the word eugenics has a negative connotation. Unfortunately, eugenics was reborn in our time where the technological developments grow rapidly. Eugenic reemerges in various new forms and various situations such as abortion, assisted reproduction, pre natal diagnostic, cloning, genetic engineering and genomic mapping. The problems of eugenic relate mainly to justice, equality between genders, definition of good - bad and above all it relates with the basic human right to live.
Penerjemahan Kitab Suci di Indonesia: Beberapa Catatan Mengenai Sejarah Joannes Weitjens
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 08, TAHUN 1994
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---
Bulla Aurea: Materiality and Spirituality In Michel Tourniers/ La Goutte Dor Regina Bergholz
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 18, NOMOR 02, OKTOBER 2009
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tema perjalanan mewarnai sebagian besar tulisan Michel Tournier. Tourniermerupakan salah seorang pengarang dan filsuf Perancis yang lahir pada tahun1924. Novelnya La Goutte dOr yang dipublikasi pada tahun 1986 mengisahkanperjalanan Idriss dari kampung halamannya Afrika menuju Eropa. Perjalananjuga berarti sebuah proses berinteraksi dengan bangsa, negara, situasi, tempat,orang-orang dan adat-istiadat yang serba asing. Pada saat yang sama, orangyang melakukan perjalanan juga berhadapan dengan gambaran-gambaran,praduga dan prasangka yang dibangun oleh orang lain terhadap dirinyasebagai pendatang. Foto-foto, gambar, dan film-film Barat yang berhubungandengan perjalanan, merupakan media yang biasanya menampilkan hal-halyang dianggap luar biasa dan aneh. Novel Michel Tournier mengritik halitu. Kalung berbentuk tetesan, sebagai bulla aurea simbol kebebasan dalambudaya Arab orientalis yang dikenakan oleh Idriss, merupakan simbol budayaTimur yang sangat berbeda dengan fotografi budaya Barat. Kalung tersebutmenjadi simbol yang memuat makna budaya tulis dan literature Timur. Noveltersebut menampilkan makna kontras antara budaya Timur dan Barat. Penulismengidentifikasikan budaya Barat sebagai budaya penampakan, sedangkanBudaya Timur digambarkan sebagai budaya keberadaan. Novel La GouttedOr merupakan sebuah pengungkapan makna dan nilai budaya serta filsafatTimur di tengah budaya dan filsafat Barat Modern.
TEOLOGI RAHMAT DENGAN PARADIGMA KEBEBASAN Adrianus Sunarko
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 26, NOMOR 01, APRIL 2017
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theological reflection on grace has a long history. Disput between Augustine and Pelagius on grace has been very well known. In modern times, controversy about grace was raised in the dispute between the dominicans (Thomism) and the Jesuits (Molinism). Learning from weaknesses in those debates, a theological reflection with the 'liberty' paradigm affirms that grace must be understood as nothing other than Godself in action and relation to human beings. Gratia increata should not be separated from gratia creata. Grace is given not only because of human sin, but because of an essence that longs for fulfillment. The working power of grace is not an absolute one as not to leave space for human freedom. Accordingly, grace should not be understood as merely an inward thing. The historical aspect of grace should not be ignored.
Forgiveness: Its Power and Complexities Yoachim Agus Tridiatno; JB. Banawiratma; Wening Udasmoro
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 20, NOMOR 02, OKTOBER 2011
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara tradisional memaafkan telah dihidupi oleh masyarakat Indonesia. Akhir-akhir ini disadari bahwa memaafkan merupakan sarana terapi yang ampuhuntuk menyembuhkan luka-luka batin akibat kekerasan dan perlakuan buruk dimasa lampau. Memaafkan merupakan jalan ke arah rekonsiliasi dan perdamaian.Maka terapi dan studi memaafkan berkembang pesat di seluruh penjuru dunia.Namun, sesungguhnya memaafkan bukan sekedar sarana terapi melainkanungkapan kemurahan hati dari si pemberi maaf, bukan demi kepentingan sipemberi maaf itu. Memaafkan merupakan kekuatan yang menyembuhkan danmenghidupkan. Memaafkan juga berhubungan dengan keadilan dan rekonsiliasi.Dengan demikian, pengertian dan makna memaafkan sangat kompleks
Mengenal dan Memahami Doktrin Islam Tentang Arogasi: Nasikh Wa-Mansukh. Bertolak Dari Uraian Fakhr Al-Din Al-Razi dalam Al-Tafsir Al-Kabir dan Al-Mahshul Fi-'Ilm Ushul Al-Fiqh J.B. Heru Prakosa
Jurnal Orientasi Baru VOLUME 11, TAHUN 1998
Publisher : Jurnal Orientasi Baru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

---