cover
Contact Name
Sony Christian Sudarsono
Contact Email
sintesis@usd.ac.id
Phone
+6285642606679
Journal Mail Official
sintesis@usd.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Sastra Unversitas Sanata Dharma Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Sintesis
ISSN : 1693749X     EISSN : 27229408     DOI : 10.24071/sin
SINTESIS adalah jurnal ilmiah bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Sintesis terbit pertama kali bulan Oktober 2003 dengan frekuensi terbit dua kali setahun pada bulan Maret dan Oktober. Sintesis is a scientific journal of Indonesian language, literature, and culture published by the Indonesian Letters Study Program, Faculty of Letters, Sanata Dharma University, Yogyakarta. Sintesis was first published in October 2003 with a frequency of publishing twice a year in March and October.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2025)" : 6 Documents clear
Gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y.B. Mangunwijaya Puspito, Pitrus
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.8584

Abstract

Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya secara garis besar mengisahkan tentang perjuangan perempuan demi harkat dan kebebasannya. Novel Genduk Duku dan Lusi Lindri ini menggunakan latar sejarah Kerajaan Mataram abad ke-17 dengan suasana tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Sultan Agung dan masa pemerintahan putra mahkota Amangkurat I yang bercorak feodal dan patriarki. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri serta mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya sebagai penulis tentang gerakan feminisme liberal dalam kedua novelnya tersebut. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Data penelitian yang berupa kalimat, rangkaian kalimat, dan paragraf dianalisis dengan teori feminisme Tong (1998) dan teori wacana kritis Fairclough (1995). Teori Tong (1998)  digunakan untuk mengungkapkan gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri, sementara itu teori analisis wacana kritis Fairclough (1995) digunakan untuk mengungkap pandangan Y. B. Mangunwijaya terhadap gerakan feminisme liberal. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal, yaitu (1) gerakan feminisme liberal terdapat di dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri karya Y. B. Mangunwijaya yang diperlihatkan melalui tokoh-tokoh perempuannya; (2) Y. B. Mangunwijaya berpandangan setuju dan mendukung gerakan feminisme liberal dalam novel Genduk Duku dan Lusi Lindri. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu linguistik, sastra, dan analisis wacana.
Mengungkap ideologi kesadaran kelas novel Orang-Orang Proyek dalam perspektif analisis wacana kritis Teun A. van Dijk Febriyanti, Afifah; Firdaus, Yuli Ardila Nahla; Setiawati, Eti; Widagdo, Titis Bayu
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.9130

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memaparkan bentuk wacana kesadaran kelas dan ideologi novel Orang-Orang Proyek berdasarkan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan novel Orang-Orang Proyek sebagai sumber data. Data penelitian berupa monolog, dialog dan narasi mengenai fenomena kesadaran kelas yang dimuat dalam novel Orang-Orang Proyek. Data dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis Van Dijk. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi pustaka. Adapun hasil penelitian ini adalah wujud wacana kesadaran kelas pada novel Orang-Orang Proyek yang tersaji dalam beberapa elemen. Elemen teks, analisis struktur mikro (semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris), menghasilkan temuan latar (keadaan sosial zaman Orde Baru), detail (ketidakberdayaan kelas proletar), maksud (penyimpangan pada masa Orde baru), kata ganti, koherensi, leksikon, grafis, dan metafora. Pada sub elemen superstruktur ditemukan interpretasi makna dari unsur pendahuluan, isi, dan penutup. Selanjutnya pada sub elemen struktur makro ditemukan makna umum teks yakni kritik ketimpangan kelas sosial yang terjadi pada masa Orde Baru. Elemen kognisi dan konteks sosial mengungkapkan pemikiran Ahmad Tohari mengenai suara kaum proletar terhadap kaum borjuis. Analisis wacana kritis model Van Dijk menghasilkan temuan ideologi novel Orang-Orang Proyek yakni ideologi kesadaran kelas yang berpihak pada kaum proletar, mendukung kebebasan berpendapat, dan menghapus penindasan.
Kajian gaya bahasa figuratif dalam film Enola Holmes 2 dan implikasinya dalam penerjemahan Fatim, Alifah Nurul Aini; Afriliani, Afriliani
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11767

Abstract

Gaya bahasa figuratif misalnya metafora, simile, sarkasme, dan hiperbola secara signifikan memiliki peran penting untuk memperkaya makna dalam sebuah karya fiksi termasuk film Enola Holmes 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan bentuk penggunaan gaya bahasa figuratif dalam dialog film tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah stilistika dan metode penerjemahan Newmark yang menekankan bahasa sasaran (Bsa) atau target language (TL) untuk membantu penyampaian dan pemahaman makna yang terdapat dalam gaya bahasa figuratif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Fokus penelitian adalah pada analisis gaya bahasa figuratif dan bagaimana penerjemahan yang menekankan Bsa memengaruhi makna dalam dialog film Enola Holmes 2. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dengan teknik simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 bentuk gaya bahasa figuratif yang terdiri dari 8 metafora, 2 simile, 2 sarkasme, dan 2 hiperbola. Berdasarkan hasil penelitian, gaya bahasa figuratif dapat memperkuat makna yang ingin disampaikan. Selain itu, penerjemahan yang menekankan bahasa sasaran (Bsa) berpengaruh dalam pemahaman makna dari bahasa sumber (Bsu) pada film Enola Holmes 2.
“Molly” dalam teks berita media online: Analisis metafora dan framing perspektif ekolinguistik kritis Astawa, I Gede
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metafora dan framing dalam teks berita media online terkait kematian gajah Sumatra bernama Molly di Bali Zoo, Indonesia. Melalui pendekatan ekolinguistik kritis, studi ini mengeksplorasi bahwa bahasa digunakan untuk merepresentasikan hubungan manusia dengan alam, nilai-nilai ekologis, serta persepsi terhadap kehidupan satwa. Data dikumpulkan melalui dokumentasi teks berita dari berbagai portal daring nasional yang memuat narasi tentang peristiwa tersebut. Metode analisis data mencakup identifikasi dan kategorisasi metafora konseptual berdasarkan teori Lakoff dan Johnson, serta analisis framing menggunakan model Stibbe, Fill Penz. Penyajian hasil dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menyajikan kutipan data relevan, interpretasi makna, dan implikasi ideologis serta ekologisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora seperti “berpulangnya Molly” dan “terseret arus” mencerminkan representasi satwa sebagai makhluk bernilai dan rentan terhadap kekuatan alam. Framing seperti “bagian tak tergantikan” dan “penghormatan terakhir” menekankan aspek emosional, nilai kehidupan, dan tanggung jawab ekologis manusia. Temuan ini mengungkapkan bahwa pilihan bahasa dalam teks berita tidak hanya membangun konstruksi ideologis, tetapi juga memiliki implikasi teoretis dan praktis dalam jurnalisme lingkungan. Secara praktis, studi ini mendorong penggunaan bahasa yang lebih etis dan reflektif dalam peliputan isu-isu ekologis.
Isu ekologis Laudato Si dalam film animasi The Little Prince (2015) Wijanarka, Hirmawan
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11900

Abstract

Artikel ini bertujuan melihat dari dekat isu-isu ekologis dalam animasi The Little Prince (2015), karya sutradara Mark Osborn. Animasi ini digarap berdasarkan cerita novela The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupery (1943). Untuk mengkaji isu-isu ekologis tersebut, artikel ini menggunakan pendekatan ekokritik dengan menggunakan surat ensiklik Paus Fransiscus Laudato Si’ (yang dikeluarkan pada tahun yang sama) sebagai acuan dalam mengkaji masalah ekologi. Pendekatan yang digunakan dalam analisis ini adalah kajian narasi dan mise-en-scene yang mencermati unsur-unsur formal sebuah film. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa animasi The Little Prince menyampaikan isu dan pesan ekologis yang senada dengan isu dan pesan ensiklik Laudato Si yang menyerukan konsep ekologi integral yang rmencakup dimensi manusiawi dan sosial. Ajakan Laudato Si’ yang bernuansa religius tersampaikan dengan jelas dalam animasi The Little Prince.
Abreviasi bahasa Indonesia pada kiriman akun X @KemenPU Salma, Kirana Atsiila Zulfa; Widyastuti, Chattri Sigit
Sintesis Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/sin.v19i1.11092

Abstract

Perkembangan abreviasi bahasa Indonesia yang semakin beragam, khususnya di media sosial perlu diperhatikan penggunaannya. Pengguna media sosial seperti X sering menggunakan abreviasi karena untuk mempersingkat komunikasi dan adanya batas jumlah karakter dalam kiriman akun X. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan jenis-jenis abreviasi bahasa Indonesia yang terdapat dalam kiriman akun X @KemenPU. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode simak dan teknik catat. Kemudian, analisis data menggunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) yang dilanjutkan dengan teknik ubah ujud parafrasal. Hasil dari penelitian ditemukan penggunaan empat jenis abreviasi, yaitu singkatan, akronim, lambang huruf, dan penggalan. Jenis abreviasi yang paling dominan adalah singkatan yang mencakup sebagian besar dari abreviasi yang ditemukan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6