cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : https://doi.org/10.61815/alibrah
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL REMAJA; PENDEKATAN BEHAVIORISME Husni, Muhammad
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menguraikan tentang layanan konseling individual terhadap siswa yang bermasalah dan perubahan positif yang akan terjadi pada siswa setelah mendapatkan layanan konseling individual.Konseling individual dilakukan dengan pertemuan antara konselor dengan seorang klien secara individual, dimana terjadi hubungan konseling yang bernuansa rapport, dan konselor berupaya memberi bantuan untuk mengembangkan pribadi klien serta klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi.Analisis dilakukan dengan mengkombinasikan konseling individual dengan penanganan kasus kenakalan remaja. Dalam pengamatan yang penulis lakukan, menghasilkan beberapa temuan di antaranya: kenakalan remaja merupakan konflik dalam proses psikologis dan sosial dalam perkembangan remaja. Sebagai langkah efektif, konseling individual dengan pendekatan behaviorisme penting untuk dilakukan. Konseling inibertujuan untuk mengubah perilaku remaja yang salah dalam penyesuaian dengan cara-cara memperkuat perilaku yang diharapkan dan meniadakan perilaku yang tidak diharapkan serta membantu menemukan cara-cara berperilaku yang tepat. Dalam proses konseling ini, tugas dari Guru BK/Konselor adalah melakukan pendekatan secara intensif. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui permasalahan seperti apa yang sedang dihadapi dan nantinya dapat ditemukan solusinya. Tidak cukup hanya sebatas penyelesaian masalah, guru BK/Konselor juga harus terus memantau perkembangan anak setelah terselesaikannya permasalahan.
OPTIMALISASI PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH wahed, abd
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak era reformasi,pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dibidang pendidikan yaitu program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah sebagai jalur alternatif. Namun, dalamprosesnya mengalami berbagai persoalan sebagai sebuah dinamika. Selama ini, dapat diketahui bahwa efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah dapat dikategorikan belum begitu efektif. Oleh sebab itu, program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah perlu perencanaan yang baik, pelaksanaan yang optimal dan evaluasi yang benar dengan disertai manajemen integral yang koordinatif. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar di pondok pesantren salafiyah. Di sisi lain, penelitian pustaka ini dapat dijadikan sebagai kerangka konseptual dan kajian epistemologis untuk pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar, terutama di pondok pesantren salafiyah. Dari penelitian ini, ditemukan bahwadalam mengoptimalkan program wajib belajar belajar pendidikan dasar dipondok pesantren salafiyah secara umum dapat ditinjau dari dua aspek, yaitu: pertama, dalam tataran pelaksanaannya yang menyangkut sasaran atau objek materil, kurikulum dan sistem evaluasinya. Kedua, hal yang menjadi penghambat, antara lain: jenjang, prosedur penyelenggaraan dan proses belajar mengajarnya.
PLURALISME DANMULTIKULTURALISME DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT MADANI; KAJIAN PARADIGMATIK Rozi, Mohammad Fahrur
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralistic society) suku bangsa, bahasa,adat istiadat dan agama. Oleh karena itu, pluralisme dan multikulturalisme dapat memberikan implikasi bahwa setiap individu merasa dihargai sekaligus merasa bertanggung jawab untuk hidup bersama dalam komunitasnya. Realitas yang tidak dapat dipungkiri adalah keragaman yang lahir dari suku, budaya, bahasa dan agama yang terus dipaksakan dalam pemahaman yang tidak sejalan, golongan minoritas dan mayoritas, strata ekonomi dan sosial yang berbeda pandangan (point of view) sebagai masalah dan mengandung potensi konflik. Oleh karena itu, agar pluralisme dan multikulturalisme di Indonesia berjalan dengan baik, maka masyarakat Indonesia harus mengembangkan nilai-nilai multikultularisme baik dalam suku, agama, bahasa dan agama. Apabila pluralisme dan multikulturalisme dapat diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari,makanegara Indonesia akan menjadi masayarakat madani dan lahir sebagai baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
URGENSI PEMAHAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KELUARGA ISLAMI DI KELURAHAN BAJI PA’MAI KECAMATAN MAROS BARU KABUPATEN MAROS Palili, Sampara
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berkenaan dengan pendidikan agama Islam sebagai salah satu aspek penting dalam membangun keluaga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Pokok permasalahan penelitian lapangan ini adalah urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru Kabupaten Maros. Hasil penelitian mengungkap urgensi pemahaman materi pendidikan Agama Islam terhadap anggota keluarga dalam upaya membangun keluarga islami di Kelurahan Baji Pa’mai adalah pemahaman materi Pendidikan Agama Islam melalui pendidikan formal maupun non formal.Salah satu usaha yang harus ditempuh adalah dengan memperdalam pengetahuan tentang Islam melalui jalan pendidikan Islam, karena pendidikan Islam baik formal maupun non formal adalah satu-satunya jalan yang akan memberikan pemahaman kepada anggota keluarga, bagaimana cara membangun keluarga islami. Adapun faktor-faktor yang menghambat dan mendukung upaya keluarga memahami materi pendidikan Islam dalam membangun keluarga islami adalah faktor internal dan eksternal, di antaranya besarnya keinginan masyarakat membangun keluarganya terlihat dari tingginya partisifasi masyarakat mengikuti kegiatan pengajian dan pelatihan-pelatihan yang diadakan pemerintah setempat. Adapun beberapa faktor penghambat adalah minimnya fasilitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan pengajian dan pelatihan yang ada di kelurahan Baji Pa’mai Kecamatan Maros Baru.
DAMPAK PERCERAIAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGANPSIKOLOGIS ANAK Azizah, Rina Nur
AL - IBRAH Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam keluarga dibutuhkan suasana hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak karena kerukunan di dalam rumah tangga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangan dan pendidikan anak. Namun pada kenyataannya sudah menjadi kodrat manusia bahwa kebahagiaan, kesengsaraan, penderitaan, suka, duka, kerukunan, keharmonisan dan perselisihan merupakan peristiwa yang selalu dating silih berganti dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dampak perceraian terhadap perkembangan psikologis anak. Dengan jenis penelitian kajian pustaka, penulis memaparkan bahwa merupakan bukan akhir dari hubungan suami istri, namun orang tua yang telah bercerai harus tetap memikirkan perkembangan dan pendidikan anak selanjutnya karena perceraian tidak hanya berdampak pada suami istri namun dampak terbesar adalah perkembangan psikologis anak. Temuan penelitian ini adalah bahwa perceraian mempunyai dampak negatif terhadap perkembangan psikologi anak, karena pada umumnya perkembangan psikologi anak yang orang tuanya bercerai sangat terganggu, selain itu faktor negatif dampak dari perceraian adalah kurangnya kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya. Keutuhan rumah tangga dibutuhkan dalam membantu perkembangan psikologi dan pendidikan anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang bagi anak terhadap perceraian orang tua anak menimbulkan perasaan cemas, bingung, resah, malu dan sedih. Terlebih bagi anak usia remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosional dan akan lari pada kenakalan remaja dan narkoba.
STRATEGI MEWUJUDKAN SEKOLAH DAN MADRASAH UNGGULAN DI ERA GLOBAL wahed, abd
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui cluster sekolah dan madrasah yang ideal bagi pengelola pendidikan yang terdiri dari 4 hal, yaitu: model, favorit, maju, dan unggulan. Namun untuk mewujudkannya bukan hal yang mudah dan biayanya tidak murah. Dalam artikel ini, penulis mencoba memberikan sedikit gambaran tentang solusi aplikasi praktis guna mewujudkan sekolah dan madrasah unggulan. Fokus artikel ini pada tipe unggulan. Penulis ingin menggabungkan sekolah dan madrasah karena merupakan kebutuhan mendasar. Untuk mewujudkan, mendirikan, dan menciptakan sekolah dan madrasah unggulan setidaknya ada 4 langkah sederhana, praktis, dan deskriptif, yaitu dengan metode atau langkah Four Mim(4M). Four Mim ini mencakup memperbaiki manajemen, manajemen sumber daya manusia, manajemen kurikulum, dan manajemen kesiswaan. Selain itu, ada empat pilar strategis fundamentalis dalam menggali potensi sekolah dan madrasah unggulan, yaitu: 1) membangkitkan motivasi. Motivasi merupakan fondasi dari segala hal yang ingin dicapai, 2) membaca peluang, 3) keterampilan manajemen waktu, dan 4) Tekun dan ulet. Tiga point kegiatan dalam meraih prestasi akademik murid sekolah dan madrasah unggulan meliputi:1) penegakan disiplin, 2) paket kegiatan khusus murid dan budaya sekolah, dan 3) tim khusus.
Pemikiran Tafsir Ilmi Karya Ahmad Baiquni hamiyetun, nur
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur’an is full of reflections on the Heavens. In the preceding chapter on the creation, we saw how the plurality of the Heavens and Earths was referred to, as well as what the Qur’an calls an intermediary creation ‘between the Heavens and the Earth’: modern science has verified the latter. The verses revering to the creation already containa broad idea of what is to be found in the heavens, i.e. of everything outside the earth.[1]
HUBUNGAN ANTARA PENGENDALIAN DIRI DAN RELIGIUSITAS DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS REMAJA Afandi, Idris
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Relation between selfcontrol and Religiusity with Behavior of Adolescent Free Sex in SMPN 1 Klampis, District of Klampis Sub-Province of Bangkalan Purpose of this research is to know relation between and selfcontrol of religiusity with behavior of adolescent free seks. This research is studied in corelational quantitative. Research Subyek are the students of SMPN 1 Klampis class of VIII Pre-Eminent and Reguler with amount 100 adolescent early consisting of 54 men and 46 women with age about 12-15 years. Researcher developes three researches measuring instrument that is selfcontrol scale, Scale of religiusitas behavioral scale and adolescent free sex. Result of analysis of regretion express relation which is significant between selfcontroland religiusity with behavior of adolescent free sex. Result of from three the variable indicate that there are relations between selfcontrol and religiusity with free sex. With coefficient of determinasi ( R Square) equal to 0.207 or 20,7% both the variable influence free sexs and 79,3% influenced by variable which the others. To both of tables is obtained by effective contribution equal to 0. 125 or 12,5 % variable of religiusity influence free sex. While result of selfcontrol of free sex obtained negative relations between selfcontrol with free sex. With correlation coefficient equal to its 0,37,3 meaning of selfcontrol variable enough weaken to predict variable of free sex. At tables of measure association are obtained by effective contribution equal to 0.13,9 or 13,9% selfcontrol variable influence behavior of students free sex.
KAJIAN TAFSIR AL-QUR’AN SURAH AL-AHZAB AYAT 59: Studi Komparatif Tafsir Al Misbah dan Tafsir – Tafsir Terdahulu Toyyib, Moh
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini secara umum bertujuan untuk mengetahui penjelasan apa yang terkandungdalam surat al-Ahzab ayat 59. Secara lebih rinci tulisan ini menjelaskan pertama, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir Al Misbah . Kedua, mengetahui penjelasan surat al-Ahzab ayat 59dalam tafsir-tafsir terdahulu yang sudah di jadikan rujukan oleh mufassirin setelahnya seperti tafsir Ath-Thobari, Ibnu Katsir dan Al-Qurtubi. Ketiga, menjelaskan penyebab perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59 antara M. Quraish Shihab (pengarang tafsir Al Misbah) dan pengarang-pengarang tafsir terdahulu. Jurnal ini merupakan hasilkajian library research yang dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan penafsiran surat al-Ahzab ayat 59menurut M. Quraish Shihabdan pengarang-pengarang tafsir terdahuludengan metode penafsiran muqarrin atau metode komparatif. IbnuKatsir, Ath-Thobari dan Al-Qurtubi cenderung mengatakan bahwa aurat wanita adalah seluruh tubuhnya serta yang boleh di tampakkan hanya satu pandangannya saja.Sementara, M. Quraish Shihab tidak cenderung mendukung pendapatyang mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar bahwaseluruh tubuh wanita adalah aurat dan beliau cenderung mengatakan wanita yang penting memakai pakaian yang bisa dikatakan terhormat dalam adat istiadat di tempatnya. Ini bukan saja karena lemahnyaalasan-alasan yang mereka kemukakan, tetapi juga dengan tampilseperti yang mereka wajibkan berarti gugurlah fungsi hiasan atau keindahan dalam berpakaian, padahal al-Quran sendiri menyebutkanbahwa salah satu fungsi pakaian adalah hiasan. Adapun penyebabperbedaan para ulama dalam surat al-Ahzab ayat 59 adalah penafsiranmereka terhadap kata jalabibihinna dalam surat al-Ahzab ayat 59 dan dari penjelasan surat al-Nur ayat 31 yang mempunyai pembahasan senada dengansurat al-Ahzab ayat 59 yakni tentang kewajiban muslimah untuk berjilbab untuk menutup auratnya.
HUBUNGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN AKHLAK SISWA: Studi Kasus SMK PGRI Pandaan Pasuruan Rosif, Rosif
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam tulisan ini penulis meneliti tentang keberagaman di Indonesia, perilaku toleransi yang diajarkan dalam Islam, factor-faktor yang mempengaruhinya dan bagaimana usaha sekolah dalam menginternalisasi akhlak dalam Pendidikan Agama Islam.Pelaksanaan pengajaran pendidikan agama Islam di SMK PGRI Pandaan ternyata sangat sederhana yakni menggunakan metode-metode yang lazim digunakan pada materi pelajaran pendidikan lainnya, seperti ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab dan drill.Sementara waktu yang dialokasikan pada materi pendidikan agama Islam sebanyak 2 jam pelajaran (2 x 35 menit) setiap minggunya. Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa "tidak ada hubungan positif atau signifikan antara pendidikan agama Islam dengan akhlak siswa di SMK PGRI Pandaan".