cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Ibrah : Jurnal Pendidikan dan Keilmuan Islam
ISSN : 20881886     EISSN : 25800663     DOI : https://doi.org/10.61815/alibrah
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
MEMAHAMI KONSEP PEMIKIRAN MIND MAP TONY BUZAN (1970) DALAM REALITAS KEHIDUPAN BELAJAR ANAK Husni, Muhammad
AL - IBRAH Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mind Map yang merupakan alat berfikir dan teknik pencatatan efektif yang sesuai dengan sistem kerja otak, dilihat dari segi metode dalam pembelajaran dalam usaha mengoptimalkan penggunaan potensi-potensi yang dimiliki peserta didik.Tony Buzan, bahwa otak manusia terdiri dari 2 belahan, kiri (left hemisphere) dan kanan (right hemisphere) yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut corpuss callosum. Mind Map digunakan untuk menvisualisasikan, mengklasifikasikan ide dan menjadi alat bantu untuk belajar, mengorganisasikan informasi, memecahkan masalah, membuat keputusan dan juga membuat catatan yang baik. Mind Map merupakan sebuah cara berfikir dengan menggunakan keseluruhan bagian otak kanan dan juga otak kiri yang melihat segala sesuatu dari berbagai sudut pandang, sehingga memunculkan kreativitas baruMind Map sebagai bagian dari metode Inkonvensional dikatakan demikian karena Mind Map merupakan formula yang baru dan masih belum lazim digunakan dalam pembelajaran
IJTIHAD DAN MODERNISASI PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD ABDUH rohmaturrosyidah, siti
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammad Abduh adalah salah satu tokoh pembaru (mujaddid) dunia Islam pada abad modern, tepatnya di sekitar abad ke-19. Kegelisahan yang dirasakan oleh Muhammad Abduh tentang kemunduran umat Islam saat itu menjadikannya tergerak dan bersemangat untuk melakukan gebrakan dan agenda besar dalam membangkitkan kembali semangat dan kejayaan umat Islam. Salah satu yang dilakukan oleh Muhammad Abduh adalah melalui modernisasi atau pembaruan sistem pendidikan Islam yang dipandang sebagai langkah dan upaya paling efektif dalam melakukan perubahan terhadap kondisi umat Islam pada masa itu. Artikel ini berusaha mengurai beberapa usaha dan ijtihad Muhammad Abduh dalam upaya modernisasi dan pembaruan sistem pendidikan Islam. Dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), pembahasan dalam artikel ini difokuskan untuk menjawab tiga hal, yaitu: faktor-faktor yang melatarbelakangi pemikiran dan ijtihad Muhammad Abduh; 2) ijtihad dan modernisasi yang dilakukan Muhammad Abduh dalam Pendidikan Islam; dan 3) rekonstruksi ijtihad dan modernisasi pendidikan Islam Muhammad Abduh bagi pendidikan Islam di Indonesia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM ISLAM NUSANTARA: Kajian Pedagogis atas Narasi Islam Nusantara Nahdhatul Ulama Hariyani, Yunita
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bertujuan untuk menembus dan menghancurkan fanatisme sektarianisme sebagai makhluk yang meninggalkan masa keemasan dan kejayaan Islam nusantara. Metode yang digunakan library research (riset kepustakaan). Pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan analisa data dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agama dan budaya tidak bertentangan satu dengan yang lainnya dan tidak menjadi sumber perpecahan dalam masyarakat. Sehingga Pendidikan Islam Multikultural akan sangat urgen untuk menghadirkan fleksibelitas dan keterbukaan antar ummat beragamaa dalam keberamagaman nusantara.
PERUBAHAN DAN PENGEMABANGAN BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN Halil, Hermanto
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya organisasi merupakan sala satu faktor yang sangat penting dalam menentukan berhasil atau tidaknya suatu organisasi.Untuk itu, peran pemimpin dalam upaya membentuk dan membangun budaya organisasi yang kondusif bagi pencapaian tujuan organisasi sangatlah menentukan. Peran leader tersebut menjadi penting dalam proses pemberdayaan (empowerment) karyawan. Disinilah diperlukan kesiapan dan kerelaan seorang pemimpin untuk memberikan dan mengalihkan sebagian kekuasaan, kekuatan atau kemampuan kepada karyawan agar mereka menjadi lebih berdaya.Keaadaan tersebut sangat ditentukan oelh budaya organisasi yang ada dalam organisasi tersebut
KHULAFAUR RASYIDIN DAN ANATOMI-DIALEKTIK PENDIDIKAN POLITIK PENGUASA Afandi
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada masa Khalifah Abu Bakar tidak jauh berbeda dengan Pendidika pada masa Rasulullah. Pada masa Khalifah Umar bin Khattab Pendidikan sudah lebih meningkat di mana pada masa Umar guru-guru sudah diangkat dan digaji untuk mengajar ke daerah-daerah yang baru ditaklukkan. Pada masa Khalifah Ustman bin Affan, Pendidikan diserahkan kepada rakyat dan sahabat tidak hanya terfokus di Madinah saja, tetapi sudah dibolehkan ke daerah-daerah untuk mengajar. Pada masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, Pendidikan kurang mendapat perhatian, ini disebabkan pemerintahan Ali selalu dilanda konflik yang berujung kepada kekacauan
ISLAM DAN PENDIDIKAN PERDAMAIAN Nurcholish, Ahmad
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peace education (pendidikan perdamaian) masih menjadi kebutuhan vital bagi umat manusia dan bangsa-bangsa di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan dunia belum sepenuhnya menikmati rasa aman, hidup damai nirkekerasan.Konflik dan kekerasan, bahkan perang masih mewarnai berbagai belahan dunia.Oleh karena itu dunia merasa perlu untuk menghelat peringatan khusus demi terciptanya perdamaian.Itulah sebabnya, atas kesepakatan bersama Negara-negara yang tergabung dalam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setiap 21 September diperingati sebagai Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace/IDP).Pada tahun 1981, Majelis Umum PBB mengadopsi Resolusi No 36/37 tentang Hari Perdamaian Internasional.Tahun 2002, Majelis Umum PBB secara resmi mendeklarasikan tanggal 21 September sebagai IDP.Setiap tahun dunia memperingati IDP dengan tema berbeda-beda.Peace Education (Pendidikan Perdamaian) inilah yang menjadi tema IDP pada tahun 2013 lalu.[1] Peace Education (PE) sendiri telah menjadi gerakan global. Pada tahun 1999, ribuan orang yang mewakili ratusan organisasi hadir dalam acara International Peace Conference di The Hague, Belanda.Dalam acara tersebut dicetuskan The Hague Appeal for Peace, yang menyerukan penghentian segala peperangan dan penyebarluasan budaya perdamaian.Salah satu hasil The Hague Appeal, pembentukan Global Peace Education Network guna mendukung aplikasi PE seluruh dunia. Lantas bagaimana PE ini diimplementasikan di dunia Islam?Dalam ajaran Islam, PE atau Pendidikan Perdamaian sejatinya bukan hal baru.Islam sendiri dari sisi kebahasaan memiliki makna damai.Oleh sebab itu tidaki berlebihan jika Islam merupakan agama perdamaian.Setidaknya ada tiga alasan, yakni: pertama, Islam itu sendiri berarti kepatuhan diri (submission) kepada Tuhan dan perdamaian (peace). Kedua, salah satu dari nama Tuhan dalam al-asma` al-husna adalah Yang Mahadamai (al-salam). Ketiga, perdamaian dan kasih-sayang merupakan keteladanan yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad SAW.Lebih lanjut, Zuhairi Misrawi menambahkan bahwa perdamaian merupakan jantung dan denyut nadi dari agama.Menolak perdamaian merupakan sikap yang bisa dikategorikan sebagai menolak esensi agama dan kemanusiaan.[2] Itulah misi dan tujuan diturunkannya Islam kepada manusia.Karena itu, Islam diturunkan tidak untuk memelihara permusuhan atau kekerasan di antara umat manusia.Konsepsi dan fakta-fakta sejarah Islam menunjukkan bahwa Islam mendahulukan sikap kasih sayang, keharmonisan dan dan kedamaian. Di antara bukti konkrit dari perhatian Islam terhadap perdamaian adalah dengan dirumuskannya Piagam Madinah (al-sahifah al-madinah), perjanjian Hudaibiyah, dan pakta perjanjian yang lain.
PENDIDIKAN MORAL SEBAGAI INTERAKSI SOSIAL: Paradigma Islam dan Buddha Dalam Menciptakan Perdamaian Muawaroh, Mundiroh Lailatul
AL - IBRAH Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud untuk membahas mengenai salah satu ajaran agama yaitu pendidikan moralitas sebagai interaksi sosial untuk menciptakan perdamaian. Melihat seringnya terjadi konflik dan sentimen antar kelompok, sesama manusia dan lain sebagainya, oleh karena itu perlu kiranya untuk melihat kembali ajaran agama yang diturunkan sebagai pedoman hidup manusia. Namun penelitian ini dilakukan dengan library reseach. Metode penelitian pustaka digunakan karena ingin mengulas kembali ajaran agama (moral) dari beberapa pustaka yang ada termasuk dari kitab suci Buddha dan Islam. Untuk itu penelitian kali ini tidak hanya membahas apa itu moral, namun lebih melihat kembali relevansi ajaran agama yang digunakan sebagai interaksi sosial. Penelitian ini dapat membantu menganalisis dan menyumbang dalam ranah keilmuan mengenai fenomena kekerasan yanga ada. artinya, ajaran agama tidak hanya sebatas dipahami secara sempit, namun secara luas termasuk dalam kehidupan sosial.
REAKTUALISASI PROFESIONALISME GURU DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM; SEBUAH ANALISIS TEORITIK Ghani, abd
AL - IBRAH Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembahasan tentang profesionalime guru saat ini masih banyak dibicarakan dan dipertanyakan oleh banyak kalangan, baik dari para pakar maupun masyarakat. Terlebih, sebagai makhluk sosial dan individual, guru sering mengalami hambatan dalam peningkatan kualitas dalam menjalankan profesinya. Berpijak dari permasalahan tersebut, maka tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam secara utuh. Melalui artikel ini pula, penulis menganalisis konsepsi deskriptif tentang peningkatan profesionalisme guru dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dari berbagai kajian literatur, penulis berpendapat bahwa profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam dapat ditingkatkan melalui aktualisasi seperangkat fungsi dan tugas dalam lapangan pendidikan berdasarkan keahlian yang diperoleh melalui pendidikan dan latihan khusus di bidang pekerjaannya. Pada saat yang sama, guru harus mampu mengembangkan keahliannya secara ilmiah di samping menekuni bidang profesinya. Selanjutnya, upaya yang harus dilakukan adalah guru harus menguasai kompetensi, penyediaan sarana dan prasarana, kedisiplinan serta pengawasan, rapat dan seminar. Karena dengan adanya upaya-upaya tersebut, maka profesionalisme guru dapat ditingkatkan secara signifikan.
DAMPAK MULTIMEDIA BAGI PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH Imron, Moh Jamaluddin
AL - IBRAH Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pembelajaran, multimedia mempunyai peran yang penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Oleh karena itu guru harus menggunakan metode dan media secara tepat untuk mengembangkan dan memfungsikan multimedia dalam pembelajaran agar guru tidak lagi dianggap sebagai pengajar yang mendominasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menyajikan variasi-variasi bahan pelajaran dengan ditunjang multimedia, sehingga siswa dapat termotivasi, perhatian terhadap pembelajaran serta mampu bergerak cepat untuk mencapai informasi dari proses belajar mengajar. Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, maka diperlukan berbagai terobosan, baik dalam pengembangan kurikulum, inovasi pembelajaran, dan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, maka guru dituntut untuk membuat pembelajaran menjadi lebih inovatif yang mendorong siswa dapat belajar secara optimal, baik belajar mandiri maupun pembelajaran di kelas. Inovasi model-model pembelajaran sangat diperlukan dan sangat mendesak terutama dalam menghasilkan model pembelajaran baru yang dapat memberikan hasil belajar lebih baik, peningkatan efisiensi dan efektivitas pembelajaran menuju pembaharuan. Oleh karenanya, pembelajaran dengan menggunakan Multimedia mutlak diperlukan sebagai sarana dalam pembelajaran masa kini.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MELALUI PENGHAYATAN TERHADAP AL-ASMA ' AL-HUSNA Husni, Muhammad
AL - IBRAH Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Classroom action research, commonly called PTK, is a study conducted by teachers to improvethe process and results of classroom learning. This research has four stages, namely the planningstage, the action stage, the observation stage, and the reflection stage. The purpose of the study isto analyze and describe the learning process and results of each subject. The research methodsused by the method using qualitative and quantitative approaches. The qualitative approach isused to find out the learning process, while the quantitative approach is used to find out thelearning outcomes. The results of the study that the learning process of the subjects of Al-AsmaAl-Husna aqidah-akhlak using contextual methods increased, as did the Al-Asma 'AlHusna learning results showed an increase from each cycle.