cover
Contact Name
Herpindo
Contact Email
herpindo@untidar.ac.id
Phone
+6281267740116
Journal Mail Official
transformatika@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman 39 Potrobangsan, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Published by Universitas Tidar
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is an e-journal published by Universitas Tidar. The research article submitted to this online journal will be peer-reviewed at least 2 (two) reviewers. Every article that goes to the editorial staff will be selected through initial review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewer (Mitra Bestari) and will go to the next selection by the double-blind review process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. Final decision of articles acceptance will be made by editors according to reviewers comments. Peer reviewer that collaboration with Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is the experts in the linguistics, literature, and their teaching area and issues around it. They were experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the nation and abroad.
Articles 285 Documents
Konstruksi Tubuh Dalam Novel Mati, Bertahun Yang Lalu Karya Soe Tjen Marching Valentina Edellwiz Edwar; Muhammad Alfian
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7413

Abstract

This study examines the novel Mati, Many Years Ago by Soe Tjen Marching which presents various bodies of postcolonial society subjugated by colonial discourse. The problem of this research is that among these bodies a new body form emerges as a form of resistance. The question of this research is How is the construction of the body in the novel Dead, Many Years Ago? This issue is discussed using Sara Upstone's concept of body and Foucault's body discipline. The research method used is qualitative descriptive. Data was collected through literature studies and note-taking techniques. Data analysis is done by content analysis: data reduction, data classification, and data analysis. The results of the study, namely 1) The body of postcolonial society is subdued through violence that regulates the body through discourse of racism, sexuality, to silencing which leads to death. 2) There is resistance from one body through an ambiguous body, that is, a body that cannot be defined as a living body or a dead body. The condition then caused chaos because it was detached from the colonial discourse that was generally attached to a solid body. The presence of ambiguous bodies provides opportunities for the possibility of re-questioning, criticizing and countering colonial discourse. So that the novel Mati, Many Years Ago can be said to be a representative critique of colonial discourse that still controls former colonies even though they have become independent.
Dekonstruksi dalam Cerpen "Arloji" Karya Tjak S. Parlan Muhammad Nur Hanif; Azizatur Rahma
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7694

Abstract

Dekonstruksi membidik oposisi biner yang memuat pengistimewaan pada salah satu unsurnya. Hal tersebut dianggap sebagai representasi dari metafisika Barat yang seringkali berwujud logos. Cerpen “Arloji” karya Tjak S. Parlan diduga memuat logos tersebut dalam struktur oposisi di dalam teksnya. Penelitian ini bertujuan mengungkap logosentrisme konstruksi cerpen tersebut, lalu membuktikan bahwa dekonstruksi telah meruntuhkan logika logosentris itu. Untuk mengungkap hal tersebut, digunakanlah metode kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cerpen “Arloji” karya Tjak S. Parlan yang dimuat di Padang Ekspres pada 26 November 2017. Secara khusus, data akan dikumpulkan dengan cara menyeleksi kata, frasa, klausa, kalimat, paragraf, maupun wacana dari cerpen yang berkaitan dengan aspek-aspek oposisi biner. Setelah terkumpul, data-data tersebut akan diseleksi dengan cara dihubungkan atau dipertentangkan dalam prosedur analisis dekonstruktif. Misalnya, mengukur sejauh mana paralelisme antara oposisi biner yang satu dengan oposisi biner yang lain. Hasil penelitian ini, setelah prosedur dekonstruksi diterapkan, diketahui bahwa hierarki kertas-gadget; toilet-bar; kamar mandi-ranjang; kerja-mabuk; kesadaran-ketaksadaran; uang-arloji; dan laki-laki—perempuan tidak pernah “benar-benar” ada.Kata kunci: Cerpen “Arloji”, Dekonstruksi, Jacques Derrida
Representamen pada Cerpen “Gatotkaca” Karya Bakdi Soemanto Anggita Ratnaningtyas Amarsa; Maman Suryaman
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7024

Abstract

Sastra adalah penggamabaran serangkaian peristiwa yang terinspirasi dari peristiwa alamiah. Seiring dengan transformasi karya sastra, penulis sastra banyak memasukan unsur kebudayaan tradisional ke dalam karya sastra yang ditulisnya. Salah satu kebudayaan tradisional yang dimasukkan ke dalam karya sastra adalah wayang. Cerita wayang adalah cerita yang menggambarkan budaya manusia. Banyak keadaan dan peristiwa di dunia wayang sering dipandang sebagai representasi keadaan di dunia nyata. Oleh karena itu, representamen dalam sebuah sastra wayang menarik untuk dikaji. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data teknik simak. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data. Sementara itu, yang menjadi objek penelitian ini adalah representamen yang terdapat dalam cerpen “Gatotkaca” karya Bakdi Soemanto. Analisis ini akan menggunakan teori unsur semiotika representamen Peirce untuk membahasa tanda dalam cerpen “Gatotkaca”. Teori semiotika Charles Sanders Peirce mengemukakan tiga hal, yaitu representamen, interpretan, dan objek. Representamen dalam sebuah wacana memiliki fungsi yang berbeda beda dipengaruhi oleh konteks wacana tersebut. Penggunaan tanda pada cerita pendek sastra wayang ini adalah untuk membangun alur dan latar cerita. Latar cerita dalam cepen ini banyak yang ditunjukkan dengan cara implisit.   
Pemerolehan Bahasa Kedua pada Remaja Usia 12 Tahun di Ciamis, Jawa Barat Risna Chairinisa
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.5121

Abstract

Zahra merupakan seorang remaja berusia 12 tahun yang memiliki bahasa pertama bahasa Indonesia. Kemudian masuk ke dalam lingkungan baru yang di dalamnya menggunakan bahasa Sunda dalam berkomunikasi. Penelitian ini memanfaatkan penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan proses pemerolehan bahasa kedua serta bentuk-bentuk pemerolehan bahasa kedua dari Zahra. Adapun hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses pemerolehan bahasa kedua dari Zahra banyak dipengaruhi oleh lingkungan di sekitar rumah dan sekitar sekolah. Lingkungan keluarga sendiri tidak turut mempengaruhi pemerolehan bahasa kedua. Berdasarkan 17 data yang telah dikumpulkan dapat terlihat bahwa Zahra mampu memahami komunikasi dari lawan tuturnya yang menggunakan bahasa Sunda. Sementara Zahra sendiri, beberapa kali melakukan tuturan menggunakan bahasa Sunda secara utuh, dan beberapa kali menggunakan campur kode antara bahasa Indonesia dengan bahasa Sunda. Namun pengunaan campur kode ini merupakan hal yang wajar sebab jika dilihat dari rentang waktunya, Zahra belum cukup lama tinggal di lingkungan barunya.
Meningkatkan Produktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Digital Daroe Iswatiningsih; Inka Krisma Melati
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7387

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan semakin besar peranannya, terlebih setelah pandemi Covid19. Di Lingkungan pendidikan, guru, peserta didik, tenaga kependidikan dituntut menguasai teknologi dalam mengefektifkan dan mengefisiensikan pembelajaran. Hal ini berlanjut hingga sekarang pascapandemi covid 19, tidak terkecuali orang tua sebagai pendamping anak saat belajar di rumah. Pembelajaran yang sudah berlangsung luring terkadang blended learning, memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi agar membuat peserta didik belajar dengan senang, interaktif, komunikatif dan berpikir kritis. Pembelajaran yang mengembangkan kompetensi afektif, kognitif dan psikomotorik siswa serta mengimplementasikannya pada kecakapan hidup dan kebermakna hidup siswa menjadi perhatian utama. Program pemerintah Merdeka Belajar memberi ruang yang sangat luas bagi guru dan siswa untuk berkreasi dalam menggali, menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan-kecakapan hidup siswa yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa Indonesia diorientasikan pada kemampuan berkomunikasi secara lisan ataupun tulisan dengan baik. Untuk itu, substansi materi, strategi dan metode serta luaran kompetensi penting dikuasai dan direncanakan dengan baik oleh guru. Produktivitas pembelajaran bahasa Indonesia bermuara pada empat aspek, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang didukung dengan pemanfaatan teknologi, sebagaimana era digital saat ini.
Tindak Tutur Komisif di Kalangan Masyarakat Pedagang Tradisional Desa Nogosari Elya Anida Armanusya; Atiqa Sabaradila
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.2572

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti memiliki dua tujuan, yang berupa (1) Mendeskripsikan bentuk kesantunan komisif yang diucapkan oleh bara pedagang di Pasar Nogosari, dan (2) Mendeskripsikan Kelangsungan tindak tutur Komisif yang digunakan pedagang di Pasar Nogosari. Penelitian ini memeliki jenis yaitu penelitian kualitatif data yang bersumber dari penelitian ini didapat dari aktivitas transaksi menjual dan membeli dalam lingkungan pasar desa Nogosari ketika pembeli yang sedang dilayani penjual. Penelitian ini memperoleh data tindak tutur para Pedagang yang memiliki makna maupun unsur mengenai tindak komisif dalam kesantunan. Penngumpulan data penelitian ini menggunakan teknik observasi, simak bebas libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Analisis yang digunakan berupa penentu jenis tindak tutur yang berupa kriterinya. Hasil penelitian yang diperoleh berupa 2 data tuturan menjanjikan, 2 data menawarkan,dan  2 data bersumpah, peneliti mengambil beberapa sampel dalam mengamati tindak tutur yang diucapkan oleh para pedagang. Para pedagang kebanyakan memakai tindak tutur komisif ini, walapun beberapa ada Pedagang dalam melayani pembeli sering menolak, meminta dan menyuruh dalam konteks tuturan yang digunakan.  Mereka sudah melakukan ungah-unguh dalam berbicara tetapi tingkah laku yang diamati masih kurang santun 
Analisis Kohesi dan Koherensi dalam Novel Perempuan Berkalung Sorban Karya Abidah El Khalieqt Nirwana Nirwana; Ratna Ratna
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7391

Abstract

Penelitian mengenai kohesi dan koherensi dalam novel Perempuan Berkalung Sorban bertujuan untuk mendeskripsikan; (1), wujud penanda kohesi gramatikal antarkalimat dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El Khalieqt; (2), penanda kohesi leksikal antarkalimat yang terdapat dalam novel Perempuan Berkalung Sorban karya Abidah El khalieqt; (3), koherensi antartuturan dalam novel Perempuan Berkalung Sorban, karya Abidah El Khalieqt. Jenis penelitian yang digunakan dekristif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah novel “Perempuan Berkalung Sorban” karya Abidah El Khalieqt yang terdiri atas 316 halaman diterbitkan oleh Arti Bumi Intaran, Yogyakarta pada tahun 2001. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu balpoin dan buku catatan data. Teknik pengumpulan data pustaka dan teknik catat. Analisis data menggunakan teknik analisis pemahaman pada teks bacaan. Hasil penelitian Analisis kohesi dan koherensi dalam novel “Perempuan Berkalung Sorban” karya Abidah El Khalieqt, yaitu: (1) wujud kohesi gramatikal, meliputi: referensi (pengacuan) persona I, II, dan III tunggal dan jamak. (2) penanda kohesi leksikal, meliputi: sinonim (persamaan kata), antonim (lawan kata), dan repetisi (pengulangan). dan (3) koherensi antartuturan.
STUDI META ANALISIS JENIS KELAMIN DAN BENTUK PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN PADA SISWA DI SEKOLAH Ristiyani Ristiyani; Nur Alfin Hidayati; Agus Darmuki
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7908

Abstract

Artikel ini membahas jenis kelamin dan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan pada siswa yang terjadi di sekolah menggunakan teknik meta analisis. Studi meta analisis ini sebatas membuat tabulasi data dengan menghitung jumlah persentase. Sampel data dalam studi ini mencakup 8 artikel dengan variabel dependen yang sama yang terbit mulai tahun 2001 sampai dengan 2011. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan jika jenis kelamin laki-laki bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 4%. Bentuk pelanggaran prinsip kesantunan paling banyak adalah membandingkan manusia dengan hewan yang dianggap negatif sebanyak 13,2%. Adapun jenis kelamin perempuan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 1,8% sedangkan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan adalah julukan atau sapaan yang diambil dari karakter fisik sebanyak 15,8%.
Penggunaan Model AIR MEGA untuk Meningkatkan Karakter Kreatif dan Kompetensi Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 5 Magelang Eva Ratihwulan
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7901

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kreativitas dan kompetensi  menulis khususnya dalam pengungkapan pikiran ke dalam bahasa tulis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  peningkatan proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran AIR MEGA ((Active, Innovative, Reflective Learning , dan  Media Gambar ). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa  kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 5 Magelang. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas  (PTK). Penelitian ini  menggunakan tiga tahapan yaitu prasiklus, siklus I, dan siklus II. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi instrument tes dan nontes. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik tes dan nontes. Tes berbentuk unjuk kerja menulis teks eksplanasi  berbantuan media gambar . Selain itu digunakan pula instrument nontes berupa jurnal, pedoman observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan teknik  analisis  deskriptif. Hasil penelitian membuktikan  bahwa model pembelajaran AIR MEGA  (Active,Innovative,dan Reflective Learning) dan Media Gambar mampu meningkatkan kreativitas yang semula 23,9% menjadi  38,58% dan kompetensi menulis teks eksplanasi yang semula memperoleh ketuntasan belajar  27,78% , pada akhir siklus II menjadi 94,44%.
LDII 100 Meter: Eksklusivitas atau Diferensitas Ormas Islam Melalui Representamen Plang Petunjuk Lokasi Risalah Damar Ratri; Moh Atiqurrahman
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7778

Abstract

Artikel ini berfokus pada plang penunjuk lokasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang kerapkali dijumpai di pinggir jalan-jalan besar di Indonesia. Sejak kemunculannya (dari semula bernama Yakari, Lemkari, hingga LDII) ormas Islam ini kerapkali menuai kontroversi, dari ideologi, perkara ubudiah (peribatan) hingga relasinya dengan ormas-ormas lain. Tak ayal, jamak menganggap LDII sebagai ormas tertutup. Kesan tersebut seolah-olah menemukan penegasan pada plang petunjuk lokasi (LDII 50 Meter/100 Meter dan seterusnya.). Plang yang selalu ditemukan di mulut gang tersebut merupakan bagian dari fenomena penandaan. Dalam penelitian ini plang petunjuk lokasi tersebut dipahami sebagai sistem tanda, bahwa plang LDII menjadi representamen dari pusat dakwah (seperti masjid atau lembaga pendidikan dsb.) LDII sebagai denotatum yang hampir pasti (atau selalu) berada di dalam gang. Sedangkan masyarakat sekitar merupakan interpretan yang otomatis mempersepsi plang LDII tersebut dengan kecenderungan masing-masing yang bersifat ideologis sekaligus politis. Dari paradigma semiosis Peircean, didapatkan kesimpulan bahwa pemilihan lokasi masjid LDII sebagai pusat dakwah mereka (di dalam gang/bukan di pinggir jalan utama) adalah cara ormas Islam tersebut melakukan diferensiasi dengan ormas-ormas Islam yang lain di Indonesia. Ditilik dari dimensi sejarah ormas yang berdiri sejak 1972 tersebut, keberadaan plang LDII seolah-olah menjadi penegas eksklusifisme ormas yang embrionya bermula dari Darul Hadist di Kediri. Jawa Timur.Kata kunci: Keywords: LDII, Ormas, Semiotika, Charles Peirce 

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 2 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 1 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 2 (2020): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 1 (2020): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 1, No 1 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 2 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 1 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA More Issue