cover
Contact Name
Herpindo
Contact Email
herpindo@untidar.ac.id
Phone
+6281267740116
Journal Mail Official
transformatika@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman 39 Potrobangsan, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Published by Universitas Tidar
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is an e-journal published by Universitas Tidar. The research article submitted to this online journal will be peer-reviewed at least 2 (two) reviewers. Every article that goes to the editorial staff will be selected through initial review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewer (Mitra Bestari) and will go to the next selection by the double-blind review process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. Final decision of articles acceptance will be made by editors according to reviewers comments. Peer reviewer that collaboration with Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is the experts in the linguistics, literature, and their teaching area and issues around it. They were experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the nation and abroad.
Articles 285 Documents
PENYIMPANGAN PRINSIP KERJA SAMA SEBAGAI PEMBENTUK HUMOR WEB SERIES IMPERFECT SEASON 2 EPISODE 1-5 Dinda Ayuni Setiawan , Andik Yuliyanto
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7700

Abstract

The "Imperfect Season 2 Episodes 1-5" web series shows intentional deviations from Grice's cooperative principles to create humorous effects. This study aims to describe the deviations from cooperative principles in the web series "Imperfect Season 2 Episodes 1-5". The research used a qualitative descriptive method, using data from actors' dialogues that deviate from cooperative principles. Data collection was done through observation and note-taking techniques. Data analysis involves selecting and classifying the deviations based on the four maxims. The research results indicate deviations in all four maxims: quantity, quality, relevance, and manner. Deviations in the maxim of quantity are shown through understatements and overstatements. Deviations in the maxim of quality are demonstrated by statements that contradict facts and are fabricated. The maxim of relevance is shown by utterances unrelated to the topic of the dialogue. The maxim of manner is shown by unclear and not coherent dialogues, ambiguous and convoluted.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL 33 SENJA DI HALMAHERA. Siken Agil Wiganata; Ita Kurnia; Ika Puspita Sari
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7682

Abstract

Campur kode merupakan fenomena bilingual yang terjadi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam bentuk tulisan dapat ditemukan dalam karya sastra salah satunya adalah novel. Penelitian ini berkaitan dengan analisis fenomena campur kode dalam bentuk karya sastra yaitu novel. Objek kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul 33 Senja Di Halmahera karya Andaru Intan. Pemilihan novel ini dikarenakan latar belakang cerita yang bertempat di daerah Halmahera yang memungkinkan terjadinya campur kode dalam dialog atau narasi dari pengarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif dan menggunakan data sekunder berupa dialog antar tokoh dan narasi. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 42 data campur kode ke dalam dan ke luar campur kode, dan terdapat lima bentuk campur kode berupa penyisipan kata, frasa, klausa, reduplikasi atau perulangan kata, dan baster.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM LIRIK LAGU ALBUM AKU WANITA BIASA KARYA KRISDAYANTI nida, sofiyatun
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i2.3692

Abstract

This study aims to describe the forms of ilocutionary speech act classification in the lyrics of the song Aku Wanita Biasa album by Krisdayanti. The data source in this study is the sing lyrics in the I’m an Ordinary Woman Album by Krisdayanti which consists of 12 songs: I’m an Ordinary Woman, Don’t Let Love Cry, I Can’t, Choose Me, Love You, The More I Love, Counting The Days, Never Regret, The Moon, Fragile, Stricken by Love, and The Power of Love. Thia research uses a theoretical approach, which is a pragmatic approach. The method use in this research is descriptive qualitative. The technique used in this study is refer to and note. The results of the study showed that there were 37 data included in the action of the ilocuti speech. Ilocutionary speech acts include (1) assertive, (2) directive, (3) commisive, and (4) expressive.
STUDI META ANALISIS JENIS KELAMIN DAN BENTUK PELANGGARAN PRINSIP KESANTUNAN PADA SISWA DI SEKOLAH Ristiyani, Ristiyani; Hidayati, Nur Alfin; Darmuki, Agus
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7908

Abstract

Artikel ini membahas jenis kelamin dan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan pada siswa yang terjadi di sekolah menggunakan teknik meta analisis. Studi meta analisis ini sebatas membuat tabulasi data dengan menghitung jumlah persentase. Sampel data dalam studi ini mencakup 8 artikel dengan variabel dependen yang sama yang terbit mulai tahun 2001 sampai dengan 2011. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan jika jenis kelamin laki-laki bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 4%. Bentuk pelanggaran prinsip kesantunan paling banyak adalah membandingkan manusia dengan hewan yang dianggap negatif sebanyak 13,2%. Adapun jenis kelamin perempuan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling sedikit dilakukan adalah menggunakan istilah-istilah tabu sebanyak 1,8% sedangkan bentuk pelanggaran prinsip kesantunan yang paling banyak dilakukan adalah julukan atau sapaan yang diambil dari karakter fisik sebanyak 15,8%.
DERIVASI DAN INFLEKSI PADA RUBRIK EDUKASI KOMPAS.COM Mutaqin, Imamul; Shalima, Irsyadi; Herpindo, Herpindo
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i2.6730

Abstract

Proses pembentukan kata tidak terlepas proses morfologis afiksasi. Afiksasi merupakan proses morfologis bertemunya afiks dengan bentuk dasar. Pembentukan suatu kelas kata verba dapat berasal dari kelas kata verba, nomina, adjektiva, maupun adverbia. Fenomena tersebut menyebabkan gejala morfologis derivasi dan infleksi. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini mengkaji derivasi dan infleksi dengan judul penelitian Proses Pembentukan Derivasi dan Infleksi pada Kompas.com Rubrik Edukasi. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh deskripsi tentang proses pembentukan kata derivasi dan infleksi pada rubrik edukasi Kompas.com. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dan sumber data yang digunakan ialah berita daring Kompas.com rubrik edukasi edisi Januari 2022. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan baca catat. Teknik analisis yang digunakan dalam mengalisis data menggunakan metode agih dengan teknik bagi unsur langsung (BUL). Hasil penelitian ini ditemukan kata yang mengalami derivasi dan infleksi dengan berbagai macam afiks pembentuknya. Prefiks atau imbuhan awal berupa meN-, di-, ke-, ber-, ter, se-,dan peN-; sufiks atau imbuhan akhir terdiri dari –an, –i,dan –kan; afiks konfiks terdapat bentuk ke-  -an, peN- -an, per- -an, dan ber- -an; serta kombinasi afiks yang terdiri dari bentuk memper-  -kan, meN- - i, di- -i, meN- -kan, di- -kan, diper-  -kan, dan diper-  -i. Afiks pembentuk kata baru tersebut menyebabkan perubahan identitas leksikal yang disebut dengan derivasi, sedangkan yang tidak mengubah identitas leksikal disebut infleksi. Fenomena afiks meN- merupakan afiks pembentuk kata kerja aktif, sedangkan afiks di- merupakan pembentuk verba pasif. Ditemukan juga afiks ter- dan ke- -an yang merupakan afiks pembentuk verba ergatif anti-pasif. 
KOHESI DAN KOHERENSI DALAM TEKS CERITA SEJARAH KARYA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 20 SURABAYA fatimatulfarida, fatimatulfarida; Dwi Turistiani, Trinil
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7740

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan bentuk kohesi dan koherensi serta mengetahui frekuensi penggunaan kohesi dan koherensi dalam teks cerita sejarah karya siswa kelas XII SMA Negeri 20 Surabaya. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi yang dilanjutkan dengan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Hasil penelitian yaitu ditemukan kohesi gramatikal sebanyak 605 data, kohesi leksikal sebanyak 112 data, dan koherensi sebanyak 123 data. Kohesi gramatikal yang sering ditemukan yaitu konjungsi dan yang paling sedikit muncul yaitu elipsis. Kohesi leksikal yang banyak ditemukan merupakan repetisi dan yang sedikit muncul yaitu kolokasi. Koherensi yang banyak ditemukan yaitu hubungan aditif temporal sedangkan yang tidak ditemukan dalam teks yaitu hubungan syarat-hasil dan hubungan aditif non temporal. Berdasarkan hasil analisis dapat dikatakan penggunaan kohesi dan koherensi dalam teks cerita sejarah karya siswa sudah memiliki kebervariasian yang merata.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Scramble terhadap Penguasaan Kosakata pada Siswa Kelas XI Sma Negeri 2 Teluk Kuantan Almajirah, Tasya; Permatasari, Silvia; zulhafizh, zulhafizh
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8394

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui pengaruh  model  pembelajaran kooperatif scramble  terhadap capaian pembelajaran penguasaan kosakata  siswa  kelas  XI  SMA Negeri 2 Teluk Kuantan.  Populasi  dalam  penelitian  ini adalah seluruh siswa kelas XI  SMA Negeri 2 Teluk Kuantan dengan sampel 23 siswa. Siswa kelas XI-1 diajar dengan  model  pembelajaran kooperatif scramble.  Jenis penelitian  ini adalah  eksperimen.  Instrumen  yang  digunakan  adalah  tes.  Teknik  analisis  data  terlebih dahulu  diuji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis dengan Paired Sampel T Test dengan SPSS Statistics16 for window. Hasil uji normalitas diperoleh data pretest berdistribusi tidak normal dan data posttest tidak berdistribusi normal. Untuk  uji  hipotesis  digunakan  uji  Paired Sampel T Test,  dari  hasil  perhitungan  diperoleh  taraf signifikan  0,005.  Ternyata  nilai  signifikansi  0,000    0,05,  sehingga  diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh signifikan dalam model pembelajaran kooperatif scrumble terhadap penguasaan kosakata pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Teluk Kuantan.
Kritik Humor terhadap Komik Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Rizal, Muhammad Daniel Fahmi
TRANSFORMATIKA Vol 4, No 2 (2020): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v4i2.3087

Abstract

Alih wahana dalam karya sastra atau karya seni seringkali menimbulkan pertanyaan, seberapa jauh sebuah karya tetap berkualitas setelah ditransformasikan ke dalam medium yang berbeda? Pertanyaan tersebut muncul saat film Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! Part I dialihwahanakan ke medium komik yang berjudul Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss!. Sementara filmnya memiliki struktur humor yang kuat, apakah komiknya juga demikian? Untuk mengetahui, dilakukan penilaian atau kritik terhadap unsur instrinsik yang dikandung komik. Analisis difokuskan terhadap fakta cerita yang ada dalam komik. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penyajian hasil secara deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa komik Warkop DKI Reborn Jangkrik Boss! tidak memiliki unsur intrinsik yang kuat. Baik tokoh dan penokohannya, alur, serta latar memiliki kelemahan-kelemahan sehingga membuat komik tidak bisa menampilkan cerita humor dengan baik.
Perspektif Mahasiswa terhadap Peningkatan Kosakata Bahasa Inggris melalui Permainan Taboo Rekha, Agnira
TRANSFORMATIKA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v5i2.7488

Abstract

Kosa kata merupakan bagian yang primer dari pemerolehan bahasa. Di dalam bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia, pembelajaran kosakata diperlukan untuk menarik minat siswa agar dapat menguasai bahasa Inggris dengan tepat. Peningkatan kosa kata dapat diberikan dengan penyampaian media pembelajaran yang interaktif dan kreatif, agar siswa senang belajar. Salah satunya adalah permainan Taboo. Permainan tebak kata ini bertujuan untuk melatih pemerolehan kosa kata baru bahasa Inggris. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode deskriptif kualitatif. Dengan menyebar angket kepada 32 siswa yang digunakan sebagai instrument penelitiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa bahasa Inggris terhadap permainan Taboo dengan peningkatan kosa kata
Efektivitas Media Pembelajaran Animaker Terhadap Peningkatan Pemahaman Materi Teks Eksplanasi Siswa Kelas 8 SMP Kartika 1-5 Pekanbaru Nabila, Nabila; Charlina, Charlina; Sinaga, Mangatur
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8323

Abstract

Learning media is one component that supports the effectiveness of learning, one of which is Indonesian language learning. Interesting learning media can attract students' interest and motivation to learn so that it is easier to understand the material. As technology advances, various interesting learning media innovations have emerged. However, the use of technology in designing learning media has not been utilized optimally and the practical use of learning media is often ignored. This research aims to analyze the effectiveness of using animaker learning videos as an interesting learning media solution. This research focuses on the differences in learning outcomes before and after using animaker learning videos in learning explanatory text. The method used in this research is Pre-Experimental Design with a One-Group Pretest-Posttest Design model. Data collection techniques are questionnaires and tests. The sampling technique used the Simple Random Sampling technique with the samples taken being class 8.2 of SMP Kartika 1-5 Pekanbaru. The research instruments were questionnaire validation questions and pretest and posttest multiple choice questions. Data analysis was carried out by tabulating and calculating the percentage of validation questionnaire scores. Test the pretest and posttest data with normality, homogeneity, and Paired Sample T Test with SPSS Statistics 16 for window if the data is normally distributed. If the research data is not normally distributed, a non-parametric test, namely the Wilcoxon test, is carried out. The results of the question validation obtained a percentage of 65% in the good category. The results of the research can be concluded that there are differences in student learning outcomes between learning explanatory texts without Animaker learning media and using Animaker media based on the Wilcoxon test of pretest and posttest data with Asymp values. Sig. (2-tailed) of 0.000 0.05.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 2 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 1 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 2 (2020): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 1 (2020): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 1, No 1 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 2 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 1 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA More Issue