cover
Contact Name
Herpindo
Contact Email
herpindo@untidar.ac.id
Phone
+6281267740116
Journal Mail Official
transformatika@untidar.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Suparman 39 Potrobangsan, Magelang Utara, Magelang, Jawa Tengah
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Published by Universitas Tidar
Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is an e-journal published by Universitas Tidar. The research article submitted to this online journal will be peer-reviewed at least 2 (two) reviewers. Every article that goes to the editorial staff will be selected through initial review processes by Editorial Board. Then, the articles will be sent to peer reviewer (Mitra Bestari) and will go to the next selection by the double-blind review process. After that, the articles will be returned to the authors to revise. These processes take a month for a maximum time. In each manuscript, peer reviewer will be rated from the substantial and technical aspects. Final decision of articles acceptance will be made by editors according to reviewers comments. Peer reviewer that collaboration with Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya is the experts in the linguistics, literature, and their teaching area and issues around it. They were experienced in the prestigious journal management and publication that was spread around the nation and abroad.
Articles 285 Documents
NILAI SOSIAL PADA NOVEL HAFALAN SHALAT DELISA KARYA TERE LIYE: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR DI SMA Maydyawati, Silvania; Arifin, Zainal
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i1.4061

Abstract

Hafalan Shalat Delisa merupakan novel yang terkenal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan struktur yang membangun novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye, (2) Memaparkan nilai sosial yang terdapat dalam novel Hafalan Shalat Delisa karya Tere Liye, dan (3) Bagaimana implementasi nilaiso sosial dalam Hafalan Shalat Delisa sebagai bahan ajar SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, strategi penelitian yang digunakan adalah studi kasus terpancang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka, teknik catat, dan teknik simak. Sedangkan, teknik analisis data menggunakan metode heuristik dan hermeneutik. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) Struktur intrinsik tersebut meliputi tema, penokohan/tokoh, latar suasana, alur, dan sudut pandang. (2) Adapun dalam Novel Hafalan Shalat Delisa mengandung 9 nilai sosial. Nilai sosial yang terkandung yaitu kasih sayang, maaf-memaafkan, kepatuhan, musyawarah, gotong royong, rasa kemanusiaan, kebijaksanaan/keadilan, menghargai orang lain, dan tanggung jawab. (3) Unsur intrinsik dalam novel hafalan shalat delisa dapat dijadikan sebagai bahan ajar SMA kelas XII.
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JUST LOOKING FOR DANIEL (MENCARI DANIEL) KARYA ITA SIREGAR: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Larisa, Maharani Aprilia; Damariswara, Rian
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.4080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan id,ego, dan superego tokoh utama novel Just Looking For Daniel (Mencari Daniel) karya Ita Siregar menggunakan pendekatan psikoanalisis. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskritif kualitatif. Data yang diperoleh dari penelitian ini menghasilkan analisis psikoanalisis yang terdapat dalam novel karya Ita Siregar dengan judul “Just Looking For Daniel”. Terdapat tiga struktur kejiwaan seseorang yang terdapat pada psikoanalisis yang dikemukakan oleh Simund Freud, yaitu id, ego, dan superego.                                                                               
Eksistensi Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Mahasiswa Hidayati, Fathul; Wahyuni, Sri; Pratama, Gama
TRANSFORMATIKA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v6i1.4814

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan pemakian huruf, penulisan kata, tanda baca, dan unsur serapan pada karya tulis mahasiswa di beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten/Kota Cirebon. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Kabupaten/ Kota Cirebon.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-interpretatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan teknik baca dan catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan dideskripsikan. Setelah itu, hasil analisis kesalahan berbahasa tersebut diinterpretasikan untuk menunjukkan masa depan bahasa Indonesia. Bentuk kesalahan yang ditemukan dalam penelitian ini diantaranya adalah kesalahan pemakaian huruf kapital, penulisan imbuhan dan kata depan, penggunaan tanda baca, dan penggunaan kata serapan. Kesalahan pemakaian huruf kapital merupakan hal yang paling mendominasi. Masih banyak mahasiswa yang salah dalam menuliskan huruf awal pada judul, sub judul, dan lain sebagainya. Kesalahan penulisan imbuhan dan kata depan didominasi oleh kesalahan penulisan kata “di” sebagai kata depan. Kesalahan penggunaan tanda baca terdiri dari kesalahan penggunaan tanda titik, koma, dan strip. Sedangkan kesalahan penulisan kata serapan terjadi karena masih terbawa oleh penulisan bahasa aslinya sebelum diserap dalam bahasa Indonesia. Hal ini menunjukkan ketidakkonsistenan mahasiswa dalam berbahasa. Sebagian kasus menunjukkan bahwa sebenarnya mahasiswa tahu kaidah ejaan bahasa Indonesia yang benar tetapi mereka kurang teliti dan tak acuh dalam menuliskannya. Hal ini tentu bukan sesuatu yang positif, karena lambat laun akan merusak tatanan penggunaan ejaan bahasa Indonesia.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL 33 SENJA DI HALMAHERA. Wiganata, Siken Agil; Kurnia, Ita; Sari, Ika Puspita
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i2.7682

Abstract

Campur kode merupakan fenomena bilingual yang terjadi baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dalam bentuk tulisan dapat ditemukan dalam karya sastra salah satunya adalah novel. Penelitian ini berkaitan dengan analisis fenomena campur kode dalam bentuk karya sastra yaitu novel. Objek kajian yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah novel berjudul 33 Senja Di Halmahera karya Andaru Intan. Pemilihan novel ini dikarenakan latar belakang cerita yang bertempat di daerah Halmahera yang memungkinkan terjadinya campur kode dalam dialog atau narasi dari pengarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif dan menggunakan data sekunder berupa dialog antar tokoh dan narasi. Berdasarkan hasil analisis, terdapat 42 data campur kode ke dalam dan ke luar campur kode, dan terdapat lima bentuk campur kode berupa penyisipan kata, frasa, klausa, reduplikasi atau perulangan kata, dan baster.
Penggunaan Deiksis Persona dalam Novel Saat-Saat Jauh Karya Lia Seplia Situmorang, Netti Yuliana; Charlina, Charlina; Burhanudin, Dudung
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8472

Abstract

Language is a tool for communication and interaction between humans, both individuall and in groups every day. Smooth human interaction and communication depends on the use of language that is appropriate to the situation and conditions of the speaker and listener, as well as the appropriate method of delivery. Therefore, communication activities are greatly influenced by factors such as the interlocutor, the speaker's goals, the situation and the topic of conversation. This use of language while still paying attention to context is known as pragmatics. The deictic system is an aspect of language that supports communication because it requires understanding the context or situation of the conversation. The phenomenon of deixis is the most appropriate way to show the relationship between language and context in the structure of the language itself. This research aims to analyze the types and forms of persona deixis in the novelSaat- saatjauh by Lia Seplia. The research method in this research is qualitative research using a literature review. The research results show that in the novel there are 581 persona deixis data. The data is divided based on type, namely first person deixis totaling 273 data, second person deixis totaling 225 data, and third person deixis totaling 83 data. Apart from that, the data is also divided based on its form, such as 217 singular first person deixis data, 29 plural first person deixis data, 217 single second person deixis data, 8 plural second person deixis data, 58 singular third person deixis data, and plural third person deixis as many as 25 data .
Basis, Relasi, Ekuilibrium, Aktualisasi, dan Keberlanjutan Wacana Sosok Nietzsche dalam Agama Herpindo, Herpindo
TRANSFORMATIKA Vol 4, No 1 (2020): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v4i1.3115

Abstract

As a philosopher who declares himself an antichrist, Nietzsche has received various criticisms, supports, supports, and even praises from religious circles. Muslims and Christians interested in Nietzsche's various philosophies have created various discourses in the form of figurative language and the like. This research method is qualitative with various interpretive descriptions to reveal Nietzsche's discourse by using the theory of Sawirman's BREAK (2014). The findings of this research show that various labels, titles, and titles have been successful with Nietzsche's figure as a form of rejection, disbelief, hatred, and praise, such as the label "most dangerous philosopher" and also "intellectual leader of the nineteenth century" by the discourse between Christian and Muslim. The extent of the Nieztche discourse also dates from Nazi circles by academics trying to find a connection between Hitler and Nietzsche.
An Analysis of Compound Words in The Novel "The Fault In Our Stars" Nurafni, Selviana; Baskoro, B.R Suryo
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7401

Abstract

This study discusses compound words in English novels and aims to find out what types of compound words and which types of compound words are used the most in the novel. The method used in this research is descriptive analysis with a qualitative approach (Miles, Huberman Saldana, 2018). Data collection used documentation which the source is from a novel by John Green entitled The Fault in Our Stars. Data analysis was based on Yule (2016). The results obtained that there are 207 data consisting of two types of compound words, namely endocentric with 152 data (73%) and exocentric with 55 data (27%) which are formed from the word compound nouns (N+N, A+N, V+N, P+N), compound adjectives formed from (A+A. N+A, V+A), and compound verbs (N+V, A+V, V +V). The type of compound that is most widely used in the novel is the endocentric compound which has the highest percentage. 
Leksem Gajah dalam Peribahasa Melayu Analisis Semantik Inkuisitif Fajarina, Mega; Hermandra, Hermandra; Sinaga, Mangatur
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.8416

Abstract

A proverb is a sentence that appears with an implied meaning. The use of elephant elements as a symbol of the condition of Malay Society. The data in this research is data sourced from the Malay Letters Reference Center (PRPM) with elephants as the focus of the data. Meaning in this research uses script semantic analysis, cognitive semantics, and inquisitive semantics. This study was conducted to find out the meaning of the elephant lexeme proverb based on the dictionary meaning, the meaning by linking to societal or social conditions and the meaning by linking to other branches of science. This study produces the meaning of the proverb which means that the elephant is an animal that has a fairly large position among other land animals. The domain that emerges from the results of this analysis is a symbol of the Malay people’s intelligence in choosing symbols based on the habits of the Malay people. The domains that emerge based on inquisitive semantic analysis in the research are (1) the domain of power, (2) the domain of aloofness, and (3) the domain of futility.
Meningkatkan Produktivitas Siswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Digital Iswatiningsih, Daroe; Melati, Inka Krisma
TRANSFORMATIKA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v7i1.7387

Abstract

Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan semakin besar peranannya, terlebih setelah pandemi Covid19. Di Lingkungan pendidikan, guru, peserta didik, tenaga kependidikan dituntut menguasai teknologi dalam mengefektifkan dan mengefisiensikan pembelajaran. Hal ini berlanjut hingga sekarang pascapandemi covid 19, tidak terkecuali orang tua sebagai pendamping anak saat belajar di rumah. Pembelajaran yang sudah berlangsung luring terkadang blended learning, memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi agar membuat peserta didik belajar dengan senang, interaktif, komunikatif dan berpikir kritis. Pembelajaran yang mengembangkan kompetensi afektif, kognitif dan psikomotorik siswa serta mengimplementasikannya pada kecakapan hidup dan kebermakna hidup siswa menjadi perhatian utama. Program pemerintah Merdeka Belajar memberi ruang yang sangat luas bagi guru dan siswa untuk berkreasi dalam menggali, menumbuhkan dan mengembangkan kecakapan-kecakapan hidup siswa yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Kecakapan hidup dalam pembelajaran bahasa Indonesia diorientasikan pada kemampuan berkomunikasi secara lisan ataupun tulisan dengan baik. Untuk itu, substansi materi, strategi dan metode serta luaran kompetensi penting dikuasai dan direncanakan dengan baik oleh guru. Produktivitas pembelajaran bahasa Indonesia bermuara pada empat aspek, yakni menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang didukung dengan pemanfaatan teknologi, sebagaimana era digital saat ini.
Representation of Toxic Masculinity in Steve Rogers’ Captain America: The First Avenger Kadekoh, Nurul Istiqamah; Baga, Magdalena; Podungge, Rusni
TRANSFORMATIKA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/transformatika.v8i1.7974

Abstract

Toxic masculinity emphasizes men to be tough, strong, avoid showing emotions. Consequently it creates toxic men with no compassion, and justified violent to be dominant. This study aims to observe the representation of toxic masculinity in the film through Steve Rogers character using toxic masculinity theory. This qualitative research used intrinsic approach. The result showed the representation of toxic masculinity in Steve Rogers emphasized several things; 1)man must be tough, strong, and dare to take risk,2)man must pursue their ambitions by any means,3)man must avoid expressing emotions.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 3 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 2 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 9, No 1 (2025): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 2 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 8, No 1 (2024): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 2 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 7, No 1 (2023): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 2 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 6, No 1 (2022): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 2 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 5, No 1 (2021): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 2 (2020): TRANSFORMATIKA: JURNAL BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA Vol 4, No 1 (2020): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 2 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 3, No 1 (2019): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 2 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 2, No 1 (2018): Transformatika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 1, No 2 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 1, No 1 (2017): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 2 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 12, No 1 (2016): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 2 (2015): TRANSFORMATIKA Vol 11, No 1 (2015): TRANSFORMATIKA More Issue