cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Media Teknologi Hasil Perikanan
ISSN : 23374284     EISSN : 26847205     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Media Teknologi Hasil Perikanan adalah berkala ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, UNSRAT. Media ini akan mempublikasikan hasil penelitian dan kajian pustaka terbaru dalam bidang Teknologi Hasil Perikanan, khususnya yang berhubungan dengan penerapan teknologi bagi peningkatan kualitas produk perikanan, pengembangan produk baru hasil perikanan, keamanan produk hasil perikanan,pemanfaatan limbah hasil perikanan serta topik lain yang berhubungan erat dengan pemanfaatan dan pengolahan hasil perikanan yang dapat dikonsumsi oleh manusia.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2023)" : 10 Documents clear
Pengaruh Konsentrasi Larutan Edible Coating Kitosan-Air Kelapa dan Lama Penyimpanan terhadap Fillet Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) Asri Silvana Naiu; Lukman Mile; Theovani Rondonuwu
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.43322

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total mikroba dan nilai sensori fillet ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) yang dilapisi edible coating berbahan kitosan-air kelapa selama penyimpanan dingin.  Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri atas dua faktor perlakuan, yaitu A: variasi konsentrasi kitosan dan air kelapa  sebagai larutan edible coating dengan 4 level, yakni A0 (kontrol, tanpa edible coating); A1 (90% kitosan+10% air kelapa); A2 (80% kitosan+20% air kelapa); A3 (70% kitosan+30% air kelapa) dan B: lama penyimpanan yang terdiri atas 4 level, yakni B0 (0 hari); B1 (3 hari); B2 (6 hari); B3 (9 hari).  Sampel disimpan dalam ruang pendingin bersuhu ±5°C selama 9 hari. Setiap 3 hari dilakukan pengujian jumlah mikroba dan nilai sensori terhadap fillet ikan.  Total mikroba dianalisis dengan ANOVA, sedangkan nilai sensori diuji dengan Kruskal Wallis.  Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata terhadap parameter, diuji lanjut dengan Uji Duncan pada taraf kepercayaan 95%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi perlakuan berpengaruh nyata terhadap total mikroba, namun tidak memberikan pengaruh terhadap nilai sensori.  Hasil uji  interaksi perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan A0 hingga A2 selama penyimpanan 0 hari  hingga hari ke-6 berbeda tidak nyata, dengan nilai TPC 3,51 hingga 4,53 cfu/mg, namun mulai tampak perbedaan memasuki penyimpanan hari ke-9, fillet tanpa edible coating tidak memenuhi syarat SNI (2013).  Sementara itu, nilai kenampakan dan tekstur pada semua taraf perlakuan A dapat diterima hingga hari ke-6 dan nilai bau hingga hari ke-9 dengan nilai sensori rata-rata 7
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SHEET MASK DENGAN EKSTRAK AIR TERIPANG PASIR (Holothuria scabra) Devi Wulansari; Iman Mukhaimin; Nuraeni Nuraeni; Rika Sebtiana Kristantri
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.43574

Abstract

Teripang merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup besar di Indonesia. Pemanfaatan teripang di Indonesia kurang popular disebabkan penampilan yang kurang diminati oleh konsumen. Ekstrak teripang pasir dapat diaplikasikan untuk meningkatkan kesehata\n kulit menggunakan masker kertas/sheet mask. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi dan uji aktivitas antioksidan sediaan sheet mask dengan penambahan ekstrak air teripang pasir. Pembuatan sheet mask menggunakan bahan utama ekstrak air teripang pasir.Pengujian ekstrak teripang pasir meliputi uji aktivitas antioksidan, uji viskositas, uji kadar air, uji ALT dan uji hedonik. Hasil pengujian antioksidan menunjukkan konsentrasi ekstrak teripang pasir yang memiliki aktivitas antioksidan tertinggi adalah konsentrasi 9% dengan dengan nilai IC50 pada konsentrasi 999,39 ppm dan nilai ALT 1,9 x 101 cfu/gram. Nilai uji hedonik menunjukkan pada konsentrasi 9% disukai kenampakan dan aromanya dengan skor rata-rata 7,87 dan 7,93 secara berurutan.
Penerapan SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) pada Proses Pembuatan Amplang di BDS Snack, Balikpapan, Kalimantan Timur Adlina Ardhanawinata; Irman Irawan; Henny Pagoray; Fitriyana; Bagus Fajar Pamungkas; Ita Zuraida
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.44657

Abstract

SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) is an important step that plays a role in maintaining the quality of a food product and meeting food safety guarantees according to standards. There are 8 key aspects of SSOP that must be met by a food business entity to produce good quality and product quality. The purpose of this field is to obtain information related to the application of SSOP in the production of amplang at BDS Snack located in Jl. Rekreasi lama RT.13 Manggar, Bangsal pengolahan perikanan dan hasil Laut Balikpapan. The working method used in this field review is a qualitative descriptive method with primary data collection obtained through observation, interviews, active participation and documentation. Amplang production process includes the preparation of raw materials, weighing, milling, mixing materials, printing, frying, draining, sorting, packaging and distribution. The results of the field review show that the implementation of 8 key aspects of SSOP in BDS Snack has been implemented well. Keywords:      Amplang, Application of SSOP, Fisheries product.   SSOP (Sanitation Standard Operating Procedure) merupakan langkah penting yang memegang peran dalam menjaga kualitas suatu produk makanan serta memenuhi jaminan keamanan pangan sesuai standar. Terdapat 8 aspek kunci SSOP yang harus dipenuhi oleh suatu badan usaha makanan untuk menghasilkan kualitas dan mutu produk yang baik. Tujuan dari tinjauan lapangan ini yaitu untuk memperoleh informasi terkait penerapan SSOP pada produksi amplang pada UMKM BDS Snack yang berlokasi di Jl. Rekreasi lama RT.13 Manggar, Bangsal pengolahan perikanan dan hasil Laut Balikpapan. Metode kerja yang digunakan dalam tinjauan lapangan ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data primer yang diperoleh melalui observasi, wawancara, partisipasi aktif dan dokumentasi. Proses produksi amplang meliputi proses persiapan bahan baku, penimbangan, penggilingan, pencampuran bahan, pencetakan, penggorengan, penirisan, penyortiran, pengemasan dan distribusi. Hasil tinjauan lapangan diketahui bahwa penerapan 8 aspek kunci SSOP di BDS Snack sudah terlaksana dengan baik. Kata kunci:    Amplang, Penerapan SSOP, Produk Perikanan.
TOTAL ANALYSIS OF LACTIC ACID BACTERIA OF KEMBUNG FISH (Rastrelliger neglectus) WITH THE ADDITION OF PAPAYA FRUIT SARI (Carica papaya L.) Flowerrence Christin Lamia; Joyce Christiana Valencia Palenewen; Hanny Welly Mewengkang; Henny Adeleida Dien; Engel Victor Pandey; Feny Mentang
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.31852

Abstract

Fish sauce is a food product that is processed through a fermentation process made from fish and fish waste which has a distinctive taste and smell and has a long shelf life. The purpose of this study was to obtain a new formula for fish sauce and product quality. The treatment in this study was to add papaya juice with different concentrations, namely 0% as a control, 5%, 10% and 15% of the weight of the fish to be used and the salt concentration to be used was 15% of the weight of the fish. The fermentation time used was 7 days, 14 days, and 21 days. The parameters to be tested were the organoleptic test, pH test, and total test for Lactic Acid Bacteria (LAB). Based on the results of the organoleptic test which includes appearance, texture, and aroma, fish sauce samples that have a concentration of 15% and fermentation time of 21 days are the most preferred and meet SNI standards. Based on the results of the pH test, all fish sauce products with the addition of papaya extract got an average pH value of 6.9-6.1, indicating that the pH has decreased so that it meets the SNI standard. Based on the results of the LAB test, the highest total Lactic Acid Bacteria produced in A4C3 samples were samples with 15% papaya juice concentration with a total LAB 1.19x10³ CFU / ml.Keywords:  Lactic Acid Bacteria (LAB), Fish Soy Sauce, Papaya Juice
Sensory and chemical characteristics and shelf life prediction of soybean tempeh with the addition of catfish (Clarias sp) bone meal : Mutu sensori dan kimia, serta penentuan umur simpan tempe kedelai dengan penambahan tepung tulang ikan lele (Clarias sp) Susi Ratnaningtyas; Liliek Soeprijadi; Lilis Ambarwati
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.46206

Abstract

Catfish (Clarias sp.) is a type of freshwater fish that has been widely farmed for generations.  Usually it is consumed as a whole fish or its meat that processed as nuggets, shredded fish, or other products.  The processing of these products produces a by-product in the form of catfish bones which can be used to make fish bone meal. Fish bones have important mineral sources including sodium, phosphorus and calcium. Calcium ion (Ca2+) is important for the development of human bones and teeth, especially in infants. So as to maximize the utilization of fish resources and reduce waste from the fishing industry, the purpose of this study was to determine the sensory and chemical quality of tempeh with the addition of catfish bone meal and to predict the shelf life of tempeh.  The method used in this research is descriptive analysis method. The results of the sensory test with the hedonic test showed that the most preferred tempeh by the panelists was the addition of 2% (F3) bone meal with an appearance value of 7.2, smell/aromatic 6.9, and texture 6.9. Tempe added with 2% fish bone meal had a water content and protein content that complied with the SNI requirements, namely 58.58% and 20.65%, but the water content did not meet the SNI requirements, namely 4.01% and calcium content 142,73 mg/100 gram. Based on the results of the shelf life prediction, tempeh with the addition of fish bone meal was still suitable for consumption at 2 days of incubation because after two days there was an unwanted change in appearance, smell/aroma and texture.
Eksperimen Pembuatan Ice Gel Skala Rumah Tangga Sebagai Media Pendingin Cool Box Untuk Ikan Hasil Tangkap atau Pasca Panen Ully Wulandari; Beta Indi Sulistyowati; Suharyanto; Kadi Istrianto; Dian Sutono HS
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.46474

Abstract

The majority of fishermen in the coastal areas of Karawang are traditional fishermen with small boats. The condition of a small boat certainly does not allow for cool storage in the ship's hatch, so that bulk ice cubes are a way out for fishermen to maintain the quality of the fresh quality of the fish they catch so that the selling price does not fall. This research was conducted in the coastal area of Karawang from July-December 2022. The study was conducted by trials of making ice gel with the addition of alcohol and salt. The manufacture of ice gel is carried out on a household scale with ingredients that are easy to obtain and affordable. The results of making ice gel are tested for durability with the following results: Ice gel with added salt has a fast freezing time when compared to ice gel with additional alcohol, ice gel with added salt can maintain cold (freezing) temperatures better than ice gel with additional alcohol. The test results of fish samples stored using ice gel with the addition of salt have less ALT value than ice gel with the addition of alcohol, meaning that bacteria do not develop much in fish stored with salt ice gel so that the quality of fish freshness is maintained properly.
Kajian Mutu Produk Tuna Steak Beku Di PT. Anping Seafood Indonesia Miranto Stevanus Tappy; Hanny Welly Mewengkang; Eunike Louisje Mongi; Henny Adeleida Dien; Josefa Tety Kaparang; Daisy Monica Makapedua; Netty Salindeho
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.36152

Abstract

Histamine content is used as an indicator of tuna freshness, this study aims to analyze the quality of fresh tuna (Thunnus albacares) raw materials and the quality after becoming the final product of frozen tuna steak at PT. Anping Seafood Indonesia by calculating histamine levels and organoleptic tests. The method that will be used in this research is descriptive analysis. The organoleptic test results data from the responses of 6 panelists to the raw materials of fresh tuna were all very fresh and met the SNI 01-2346-2015 standard. The data of organoleptic test results on frozen tuna steak products in the first production, second production in the third production sample obtained nothing that exceeded the SNI standard limit. The organoleptic value of frozen tuna steak products meets the organoleptic quality requirements. Histamine levels of fresh tuna raw materials and histamine levels of frozen tuna steak products obtained from the three productions met the quality and food safety requirements (SNI 01-4485.1-2006).Keywords: Fresh Tuna, Loin, Steak, Histamine, Organoleptic
Analisa Proksimat Pada Beberapa Jenis Lamun Mongi, Eunike L.
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.32994

Abstract

Penelitian ini menggunakan 3 jenis lamun yaitu Thalassia hemprichii, Cymodoceae rotundata dan syringodium isoetifolium. Analisa dilakukan pada daun tua dan daun muda, dengan maksud untuk melihat perbedaan kompisisi proksimat kedua tingkat kematangan tersebut. Setelah daun dibersihkan, kemudian dikeringkan pada suhu 60 C hingga mencapai berat konstan. Lalu dilakukan analisa proksimat yang mencakup analisa kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein. Komponen ini merupakan bagian dari  komposisi gizi lamun.  Hasil penelitian menunjukkan kadar air tertinggi pada daun tua C. Rotundata 45,90 %, diikuti T. Hemprichii 30,185, S. isoetifolium 27,20 %. Kadar abu tertinggi pada daun muda pada C.rotundata 20,14%, 19,09%  T. hemprichii, dan 27,20 % pada S. isoetifolium. Demikian juga untuk kadar protein tertinggi pada daun muda 20,14% pada C.rotundata, 30,18 % T.hemprichii dan 34,39% S.isoetifolium. Sedangkan Kadar lemak tertinggi pada daun tua 1,78% pada C.rotundata, 0,99% T.hemprichii, 0,75% S.isoetifolium. Data menunjukkan adanya perbedaan kuatitas  pada  kedua tingkat kematangan daun tersebut, namun secara statistik perbedaan tersebut tidaklah  berarti. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan analisa proksimat yang diperoleh, lamun mengandung komponen-komponen gizi.
METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AIR MENDIDIH TEPUNG BUAH MANGROVE Sonneratia alba Tahulending, Chintya; Dotulong, Verly; Mentang, Feny; Damongilala, Lena; Harikedua, Silvana D.; Pongoh, Jenki; Salindeho, Netty
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.34511

Abstract

Mangrove Sonneratia alba merupakan jenis mangrove yang banyak terdapat di pesisir Wori Kabupaten Minahasa Utara. Ekstrak pelarut organik seperti metanol, etilasetat dan heksana dari buah S. alba yang diambil di lokasi ini sudah diteliti memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder antara lain, alkaloid, flavonoid, fenolik, tanin, saponin, steroid, dan terpenoid. data tentang metabolit sekunder dari ekstrak air mendidih dari buah mangrove ini masih sangat kurang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data kandungan  metabolit sekunder pada ekstrak air mendidih  dengan lama ekstraksi yang berbeda  dari mangrove S.alba yang dikeringkan pada suhu 500 C didalam kabinet dryer.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksploratif, data dianalisis secara kualitatif berdasarkan ada atau tidaknya komponen metabolit sekunder didalam sampel, perlakuan yang digunakan adalah lama ekstraksi 5, 10 dan 15 menit dalam air mendidih.Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: ekstrak air mendidih selama 5,10, dan 15  menit baik untuk cara pengeringan cabinet  dryer mengandung semua komponen metabolit sekunder yang diuji yaitu fenolik, flavonoid, tannin, saponin, flavonoid dan alkaloid, sedangkan tidak mengandung  steroid dan triterpenoid.
Efek Penambahan Ekstrak Daun Tagalolo (Ficus Septica Burm. F) terhadap Kadar Histamin dan Total Bakteri Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis L) Kaunsui, Marledi; Masinambou, Charles; Saragih, Ella Dertina; Harikedua, Silvana D; Pandey, Engel; Wonggo, Djuhria; Montolalu, Lita; Makapedua, Daisy Monica
Media Teknologi Hasil Perikanan Vol. 11 No. 1 (2023)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/mthp.11.1.2023.54138

Abstract

Histamine is one of the important parameters in determining the quality of fish quality, especially in fishery products that will be exported. This study aims to determine the effect of adding tagalolo leaf water extract on histamine levels and total plate counts in fresh skipjack (Katsuwonus pelamis L). The results showed that tagalolo leaves have the potential to slow down the rate of histamine and bacterial development in fish Keyword: skipjack, histamine, tagalolo leaves, total plate count   Histamin merupakan salah satu parameter penting dalam penentuan kualitas mutu ikan terutama pada produk perikanan yang akan diekspor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penambahan ekstrak air daun tagalolo terhadap kadar histamin dan angka lempeng total pada ikan cakalang (Katsuwonus pelamis L) segar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun tagalolo memiliki potensi untuk dapat memperlambat laju perkembangan histamin dan bakteri pada ikan. Kata kunci: ikan, histamine, daun tagalolo, angka lempeng total

Page 1 of 1 | Total Record : 10