cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2014): July" : 14 Documents clear
PENGEMBANGAN PANDUAN PEMBUATAN POLA DASAR BUSANA WANITA UNTUK SISWA TUNARUNGU DI SMALB Nur Riska Pangestuti,; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.927 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p55-61

Abstract

The porpose of the research was to produce the printing material learning is guide book of women’s clothing basic pattern for hearing impairment in SMALB. The research use adapt the Sugiyono (2011) model which consists of 7 stages, include (1) potential problems, (2) data collection, (3) product design, (4) validation of the design, (5) design revisions, (6) product testing, and (7) the revision of the product. The results of matter experts is 70%, media experts is 93%, and practitioners (teachers) is 82%. The results of field trials obtained for student I assessment is 87,6 and student II is 80, for worthy criteria. The conclusion of this research is to get the product produced right (effective, efecience, and atractives) in practice by the hearing imparment students.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar cetak yaitu buku panduan pembuatan pola dasar busana wanita untuk siswa tunarungu SMALB. Penelitian ini menggunakan adaptasi model pengembangan Sugiyono (2011) yang terdiri atas 7 tahap, meliputi 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk. Hasil penilaian oleh para ahli yaitu ahli materi 70%, ahli media 93%, praktisi (guru) 82%. Hasil penilaian dari uji coba lapangan didapatkan penilaian 87,6 untuk siswa I dan 80 untuk siswa II dengan kriteria layak. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu produk yang dihasilkan mendapatkan hasil tepat (efektif, efisien, dan menarik) secara praktik oleh siswa tunarungu SMALB.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERHITUNG PERKALIAN PADA TUNANETRA KELAS XI SMALB Luberta Srirahajeng; Usep Kustiawan
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (963.741 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p89-95

Abstract

The restrictiveness of the abstract information acceptance causes the legally blind ability in multiple accounting tends to be blocked. The objective of this research is to know about the effect of the implementation of jarimatika method toward the ability of multiple accounting fot the legally blind student in SLB Pembina Lawang Malang. The A-B-A design model. The subject of the research is the 20-years-old legally blind student with intellectual disabilities in XI grade. The finding of this research shows the effect of the implementation of jarimatika method toward the legally blind student, stated with the overlapped percentage between baseline phase-1 to intervention phase in 0% and intervention phase to baseline phase-2 is 80%.Pembatasan penerimaan informasi bagi anak tunanetra dinilai sangat abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Jarimatika terhadap kemampuan berhitung matematika bagi anak hambatan penglihatan di SLB Pembina Lawang Malang.Desain yang dgunakan adalah model A- B-A. Subyek penelitian ini adalah anak hambatan penglihatan usia 20-tahun dengan cacat intelektual kelas XI. Temuan penelitian ini menunjukkan efek dari penerapan metode Jarimatika terhadap siswa hambatyan penglihatan, menyatakan dengan persentase tumpang tindih antara awal fase-1 fase intervensi 0% dan fase intervensi terhadap baseline fase-2 adalah 80%.
MODEL BIMBINGAN KARIR UNTUK PEMAHAMAN MINAT PADA SISWA TUNARUNGU SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA Endang Pudjiastuti Sartinah
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.324 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p27-34

Abstract

This study aims to develop a model for understanding the interest of career counseling for deaf students SMALB-B. Procedure development in this study adapt the model development Borg & Gall. Acceptability testing procedures models of career guidance is done through (1) test expert Counseling and Special Education expert, the data from the test were analyzed descriptively experts qualitatively and quantitatively by using descriptive statistics, (2) main field trials or small-scale, data from the field test analysis using statistical techniques Paired Samples T test. From the test results show that the model expert career guidance for understanding the proper interest for deaf students, useful and feasible, and can be used in providing career guidance services for deaf students. While the results of a limited field test shows the results of the analysis of data from different test the skills to understand the interest in showing the value of t = -51.137 which falls on the significance of 0.000 (<0.05). This means that there are differences in understanding the skills of deaf students’ interest SMALB-B before and after participating in career guidance for understanding interest. This means that the change in the level of interest, especially in optimizing understanding changes in student knowledge and skills SMALB-B.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model bimbingan karier untuk pemahaman minat bagi siswa tunarungu SMALB-B. Prosedur pengembangan dalam penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg & Gall. Prosedur pengujian akseptabilitas model bimbingan karir ini dilakukan melalui (1) uji ahli Bimbingan Konseling dan ahli Pendidikan Luar Biasa, data dari uji ahli dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif, (2) uji coba lapangan utama atau skala kecil, data dari uji lapangan di analisis dengan menggunakan teknik statistik uji Paired Samples T Test. Dari hasil uji ahli menunjukkan bahwa model bimbingan karier untuk pemahaman minat bagi siswa tunarungu tepat, berguna dan layak serta dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan karier bagi siswa tunarungu. Sedangkan dari hasil uji lapangan terbatas menunjukkan hasil analisis data dari uji beda keterampilan memahami minat menunjukkan nilai t = -51,137 yang jatuh pada signifikansi 0,000 (< 0,05). Artinya ada perbedaan keterampilan memahami minat siswa tunarungu SMALB-B sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan karier untuk pemahaman minat. Artinya adanya perubahan tingkat pemahaman minat terutama dalam mengoptimalkan perubahan pengetahuan dan keterampilan pada siswa SMALB-B.
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA ANAK TUNAGRAHITA Gresila Dessy Sri Lostari,; Endro Wahyuno,; Tomas Irianto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.59 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p62-66

Abstract

The purpose of this study was to describe the results of mathematics learning mental retardation children before using approach Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI), describe the results of mathematics learning mental retardation children after using approach Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI), describes the effect of approach Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia to mathematics learning mental retardation children. The study included a quasi-experimental study (quasi experiment) with the same comparison subjects in different conditions. The research instrument is a test for the pretest and posttes. The analysis technique used is the hypothesis test using the Spearman Rank by SPSS 16.0 for Windows. Results reveal that the average student learning outcomes at the time of the pretest was 50.3, while the post-test was 86.4. The results obtained output sig. (2-tailed) of 0, 264. Indicates that sig. (2-tailed) ≤ α / 2. So it can be concluded that the approach of Realistic Mathematics Learning Indonesian affect children's math learning outcomes mental retardation.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil belajar matematika anak tunagrahita sebelum menggunakan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI), serta menggambarkan hasil belajar matematika anak tunagrahita setelah menggunakan pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia (PMRI), dan menjelaskan pengaruh pendekatan pembelajaran matematika Realistik Indonesia untuk belajar matematika anak tunagrahita. Penelitian ini termasuk penelitian kuasi-eksperimental (eksperimen semu) dengan subjek perbandingan yang sama dalam kondisi yang berbeda. Instrumen penelitian adalah tes untuk pretest dan posttes. Teknik analisis yang digunakan adalah uji hipotesis menggunakan Spearman Rank dengan SPSS 16.0 for Windows. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada saat pretest adalah 50,3, sedangkan post-test adalah 86,4. Hasil yang diperoleh keluaran sig. (2-tailed) 0, 264. Menunjukkan sig itu. (2-tailed) ≤ α / 2. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendekatan Realistic Matematika Belajar Indonesia mempengaruhi belajar matematika anak tunagrahita.
STUDI EKSPLORASI PENGEMBANGAN MEDIA GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK TUNARUNGU KELAS RENDAH DI SEKOLAH DASAR LUAR BIASA Mohammad Efendi; Yerri Supriyanto,; Suprijanta Suprijanta
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.077 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p1-7

Abstract

This study aims to produce graphic media tested and can be used to improve the language skills of deaf children in the SDLB lower classes. Therefore, this study was conducted in two phases. Firstly, exploring and developing prototype of graphic media. Secondly, being experimental prototype of previously developed graphic media. Respondents of this study were SDLB low-grade teacher Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek , Pacitan, Madiun, Nganjuk, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Jember, Lamongan , Bojonegoro and Tuban. Based on the research results of the first step, a formed-textbook graphic media used to improve the language skills of deaf children so far is not in suitable with the characteristics of SDLB low-grade deaf children. As the result, it is suggested to developing a graphic material in the term of textbook that can be used as a medium to improve the language skills of deaf children of low grade and still refer to the applicable curriculum .Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media grafis yang teruji dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak tunarungu kelas rendah di SDLB. Penelitian ini dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama melalui ekskplorasi dan pengembangan prototype media grafis, sedangkan tahap kedua mengeksperimenkan prototype media grafis yang dikembangkan sebelumnya. Responden penelitian ini adalah guru yang mengajar kelas rendah SDLB di wilayah Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek, Pacitan, Madiun, Nganjuk, Surabaya, Probolinggo, Lumajang, Jember, Lamongan, Bojonegoro dan Tuban. Berdasarkan hasil penelitian tahap pertama, media grafis dalam format buku ajar rujukan yang. digunakan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak tunarungu selama ini menurut mereka tidak sesuai dengan karakteristik anak tunarungu kelas rendah di SDLB. Atas dasar itulah disarankan perlu dikembangkan bahan pembelajaran grafis dalam format buku ajar yang dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak tunarungu kelas rendah, serta tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku.
PENGARUH PEMBELAJARAN SENI PAPERCRAFT TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNADAKSA Hengky Triwijaya,; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.369 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p34-41

Abstract

The purpose of this was to describe the implementation process of the papercraft art learning and to determine papercraft art learning influence on soft motor skills ability of handicaped child. The research used an experimental method with a Single Subject Research (SSR) multiple baseline cross variables design. Data were analyzed by using a visual analysis of graphic technique. The results of research showed a papercraft art learning influence on soft motor skills. This condition on soft motor skills, was shown by many trials of cutting, folding and sticking ability evaluation at baseline (A) condition and intervention (B) condition. Conclusion of this research is the soft motor ability of children before papercraft art learning given that the baseline phase of skills motor skills children increased an average of one trial. Soft motor ability after papercraft art learning given that on average the intervention phase average increase of two trial. Papercraft art learning techniques as cutting, folding and sticking can affect soft motor skills of hadicaped child with changes in each session of the intervention phase.Tujuan dari ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan pembelajaran seni papercraft untuk menentukan seni papercraft dapat mempengaruhi kemampuan motorik halus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Single Subject Research (SSR) beberapa desain variabel lintas awal. Data dianalisis dengan menggunakan analisis visula. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pembelajaran seni papercraft pada keterampilan motorik halus. Kondisi ini pada keterampilan motorik halus, ditunjukkan oleh latihan, melipat dan menempel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kemampuan motorik halus anak-anak dapat meningkat.Teknik Papercraft ini dilakukan dengan pemotongan, melipat dan menempel dapat mempengaruhi keterampilan motorik halus anak hadicaped dengan perubahan di setiap sesi fase intervensi.
MENGESAN JENIS-JENIS PERMASALAHAN GENGGAMAN PENSEL KANAK-KANAK BERMASALAH PEMBELAJARAN Mohd Mokhtar Tahar; Mohd Hanafi Mohd Yasin; Safani Bin Bari; Lim Chen Yin
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.6 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p67-73

Abstract

This study is carried out to highlight the types of pencil grips among KKBP , types of pencil grip level students with learning disabilities in primary schools. Study is to determine differences by category KKBP pencil grip . This study involves taking a pencil grip when writing by 225 respondents from seven primary schools Special Education Program Integration with learning disabilities in primary schools . A pilot study was conducted on 36 respondents in a school. The result shows students with learning disabilities Specific category recorded the highest percentage of the three types of pencil grip level of 8.4 % ( 19 students ) in mature stage , 51.6 % ( 116 students ) of the immature stage and 1.8 % ( 4 students ) for the others. Hopefully, this research can provide knowledge to educators to be more focused on how to grip a pencil when writing and occupational therapists to design more effective intervention programs and provide feedback to curriculum planners about the curriculum more effective to KKBP . The use of adaptive devices can enhance the ability of grasping the pencil pencil pencil grip towards maturity.Kajian tinjauan ini dijalankan untuk mengetengahkan jenis-jenis genggaman pensel dalam kalangan KKBP, jenis-jenis peringkat genggaman pensel murid-murid bermasalah pembelajaran di peringkat sekolah rendah. Kajian ini juga ingin menentukan perbezaan genggaman pensel mengikut kategori KKBP. Kajian ini melibatkan pengambilan cara genggaman pensel semasa menulis oleh 225 orang responden dari tujuh buah sekolah rendah yang mengikuti Program Pendidikan Khas Integrasi Bermasalah Pembelajaran di Sekolah Rendah. Kajian rintis telah dijalankan terhadap 36 orang responden di sebuah sekolah. Dapatan kajian menunjukkan kategori murid Bermasalah Pembelajaran Spesifik mencatatkan peratusan tertinggi bagi ketiga-tiga jenis peringkat genggaman pensel iaitu 8.4% (19 orang murid) bagi peringkat matang, 51.6% (116 orang murid) bagi peringkat tidak matang dan 1.8% (4 orang murid) bagi peringkat lain-lain. Diharapkan hasil kajian ini dapat memberi pengetahuan kepada pendidik untuk lebih berfokus kepada cara menggenggam pensel semasa menulis dan ahli terapi cara kerja untuk merancang program intervensi yang lebih berkesan serta memberi maklum balas kepada perancang kurikulum pendidikan tentang penggubalan kurikulum yang lebih berkesan untuk KKBP. Penggunaan alat adaptif pensel boleh meningkatkan keupayaan menggenggam pensel ke arah genggaman pensel peringkat matang.
KELOMPOK TEMAN SEBAYA, POPULARITAS, DAN PREFERENSI SOSIAL ANAK BERKESULITAN BELAJAR DI SEKOLAH DASAR INKLUSIF Marlina Marlina
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v1i12014p8-14

Abstract

The research to analysis on the application of peer-mediated intervention to improve social skills at the children with learning disabilities in inclusive elementary school. Social functions in children with learning disabilities problematic as indicated by the low level of peers acceptance, tend to be isolated, lower social status among their peers of normal in inclusive elementary school. Research subjects consisted of 5 children with learning disabilities and 31 children having not learning disabilities (normal children). Results showed that children with learning disabilities have social functions which are lower than their peers who are not learning disabilities. Thus, it does not affect the substance of the inclusive school social functions of peer learning disabilities in children.Penelitian ini membahas tentang penerapan intervensi teman sebaya untuk meningkatkan keterampilan sosial anak berkesulitan belajar di sekolah dasar inklusif. Fungsi-fungsi sosial pada anak berkesulitan belajar bermasalah yang diindikasikan dengan rendahnya tingkat penerimaan dari teman sebaya, cenderung diisolasi, status sosial yang lebih rendah di antara teman sebayanya yang normal di sekolah dasar inklusif. Subjek penelitian terdiri dari 5 anak berkesulitan belajar dan 31 orang anak bukan berkesulitan belajar (anak normal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak berkesulitan belajar memiliki fungsi-fungsi sosial yang lebih rendah dibandingkan teman sebayanya yang bukan berkesulitan belajar. Dengan demikian, secara substansi sekolah inklusif tidak mempengaruhi fungsi-fungsi sosial teman sebaya pada anak berkesulitan belajar.
PENGARUH PEMANFAATAN MEDIA KARTU KATA BERGAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SISWA TUNARUNGU Mei Setiorini,; Abdul Huda; Saichudin Saichudin
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.923 KB) | DOI: 10.17977/um029v1i12014p42-47

Abstract

The research problem is how the results of learning to write sentences before and after the use of the word picture card media, as well as whether there are differences in learning outcomes before and after the use of the word picture card media. The purpose of this study was to determine the learning outcomes of students write sentences before and after the use of the word picture card media, as well as to determine whether there is difference in learning outcomes before and after picture of media use word cards to students' ability to write a sentence. This research used an experimental method "One group pre-test post-test design". The results of the analysis of the data shows the average value of the pre-test is 43, the average value of post-test is 87, and test hypotheses obtained Z = 2.9> 1.96, it concluded there is the influence of media use word cards illustrated on learning outcomes of the ability to write a sentence on students.Masalah penelitian ini adalah untuk mengetahui sebelum dan sesudah menulis dengan media kartu gambar kata, dan apakah ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa menulis kalimat sebelum dan sesudah penggunaan media kartu gambar kata, serta untuk menentukan apakah ada perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah gambar penggunaan kartu media kata untuk siswa ‘kemampuan menulis kalimat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen “Satu kelompok pre-test post-test design”. Hasil analisis data menunjukkan nilai rata-rata pre-test adalah 43, nilai rata-rata post-test adalah 87, dan uji hipotesis diperoleh Z = 2,9> 1,96, disimpulkan ada pengaruh penggunaan media kata kartu diilustrasikan pada hasil dari kemampuan menulis kalimat pada siswa belajar.
BIMBINGAN DAN KAUNSELING MURID-MURID BERMASALAH PENDENGARAN Mohd Hanafi Mohd Yasin; Mohd Mokhtar Tahar; Abdul Rahim Razalli; Thor Phi Chee; Safani Bari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 1, No 1 (2014): July
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v1i12014p74-82

Abstract

This study aims to identify the implementation of guidance and counseling services for the hearing impaired students in the special education program integration (PPKI) hearing impaired in the secondary school. The qualitative case study method was used to obtain data on these aspects. The data was collected by using the interview techniques and all the data were analyzed with the aid of N’Vivo8. The participants consisted of six guidance and counseling teachers, six special education teachers and three hearing impaired students. The study found out that the implementation of guidance and counseling services is still a lack in PPKI hearing impaired. The guidance and counseling teachers were just only doing some individual counseling while group guidance were more frequently performed. The guidance and counseling teachers are still vague in performing these services because they have no clear guidelines from the Ministry of Education. The conclusions of this study have implications in terms of the practice in guidance and counseling in PPKI hearing impaired, the preparation of the guidance and counseling teachers, the Minstry of Education, and needs further study in this field.Kajian ini bertujuan untuk mengenal pasti pelaksanaan perkhidmatan bimbingan dan kaunseling terhadap murid bermasalah pendengaran di sekolah menengah program pendidikan khas integrasi (PPKI) bermasalah pendengaran. Kaedah kualitatif berbentuk kajian kes telah digunakan bagi memperolehi data berkaitan aspek tersebut. Data dikumpul menggunakan teknik temu bual dan semua data dianalisis dengan bantuan perisian N’Vivo8. Peserta kajian terdiri daripada enam guru bimbingan dan kaunseling, enam guru pendidikan khas dan tiga pelajar bermasalah pendengaran. Hasil kajian mendapati pelaksanaan perkhidmatan bimbingan dan kaunseling masih kurang di PPKI bermasalah pendengaran. Guru bimbingan dan kaunseling hanya menjalankan beberapa sesi kaunseling individu manakala bimbingan kelompok lebih kerap dilaksanakan. Guru bimbingan dan kaunseling masih kabur dalam melaksanakan perkhidmatan ini kerana mereka tiada garis panduan yang jelas daripada Kementerian Pelajaran. Kesimpulan kajian ini memberi implikasi dari segi amalan perkhidmatan bimbingan dan kaunseling di PPKI bermasalah pendengaran, kesediaan guru bimbingan dan kaunseling, Kementerian Pelajaran, serta keperluan kajian lanjutan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14