cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal ORTOPEDAGOGIA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2018): November" : 10 Documents clear
Pengembangan Video Senam Otak (Brain Gym) dalam Pembelajaran Bahasa Tunagrahita Ary Puspita Ningrum; Sudarsini Sudarsini
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.248 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p094

Abstract

Bahasa merupakan hal yang sangat dibutuhkan, khususnya menulis permulaan. Menulis permulaan memerlukan motorik halus yang memadai. Motorik halus pada anak tunagrahita mengalami gangguan sehingga memerlukan gerakan yang dapat mengkoordinasi motoriknya. Senam otak adalah gerakan sederhana yang dapat digunakan untuk melatih kognitif, motorik serta melemaskan otot-otot kecil jari-jari dan mengkoordinasi otak dengan bahu, lengan, dan mata. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan video senam otak. Video ini dikemas dalam bentuk CD yang diharapkan dapat membantu siswa untuk menulis permulaan Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini diadaptasi dari model Borg & Gall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video senam otak (brain gym) layak dan efektif diterapkan bagi siswa tunagrahita setelah di validasi oleh ahli media, ahli senam otak dan ahli pembelajaran, serta pre test dan post test. Saran pemanfaatan penelitian ini adalah: (1)bagi siswa:peserta didik harus memperhatikan gerakan dan intruksi dari guru, (2) bagi guru: Memperhatikan kesulitan peserta didik dalam bergerak, khususnya menggerakkan tangan.
Media Kamus Bahasa Indonesia Bergambar untuk Meningkatkan Pemahaman Kosakata Siswa Tunarungu Putri Buchika Widamelia; M Shodiq AM
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.128 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p109

Abstract

Pemahaman kosakata termasuk dalam hambatan komunikasi anak tunarungu. Hal tersebut mengakibatkan sedikitnya pemahaman kosakata anak tunarungu. Pada penelitian inimenggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Experimental Designs (nondesigns) dan bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media kamus Bahasa Indonesia bergambar terhadap pemahaman kosakata. Analisis data menggunakan dua jenis data yaitu Pre testyang nilai rata-ratanya 56,1 dan Post test dengan nilai rata-rata 91,6. Hasil perhitungan Uji Wilcoxon diperoleh nilai = 0. Nilai kritis untuk uji Wilcoxon α = 0,05 dan n = 6 (jumlah sampel) dari daftar uji Wilcoxon dan diperoleh = 2. Dari perhitungan tersebut dinyatakan bahwa diterima dan ditolak, sebab Thitung (0)≤ Ttabel (2). Maka bisa dikatakan bahwaterdapat pengaruh yang signifikan menggunakan media Bahasa Indonesia bergambar terhadap pemahaman kosakata anak tunarungu.
Peningkatan Keterampilan Orientasi dan Mobilitas melalui Penggunaan Tongkat bagi Penyandang Tunanetra Rika Yulia Rahmawati; Asep Sunandar
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.761 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p100

Abstract

Pendidikan luar biasa diperuntukan bagi teman-teman berkebutuhan khusus. Salah satu  layanan pendidikan khusus adalah keterampilan orientasi dan mobilitas. Namun, masih ada Sekolah  Luar Biasa yang belum memberikan layanan ini kepada penyandang tunanetra. Maka dari itu peneliti  berinisiatif melakukan penelitian dalam rangka pemberian layanan ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan kemampuan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra sebelum dan sesudah menggunakan tongkat dan mendeskripsikan pengaruh penggunaan tongkat terhadap kemampuan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen one group pre-test post-test. Hasil penelitian ini keterampilan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra meningkat jauh lebih baik setelah menggunakan tongkat. Tongkat membuat penyandang  tunanetra mandiri dalam berorientasi dan mobilitas. Dari hasil analisis yang dilakukan peneliti, tongkat  mempengaruhi keterampilan orientasi dan mobilitas penyandang tunanetra.
Implementasi Metode Sosiodrama dalam Mengasah Pelafalan Kalimat Anak Tunarungu Kelas XI Ayu Yulistyani Fauziah; Rizqi Fajar Pradipta
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.361 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p082

Abstract

penggunaan sosiodrama dalam mengasah pelafalan kalimat pada anak tunarungu kelas XI SMALB-B YPTB Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian ekperimen dengan desain Quasi ekperimental bentuk time series design, dengan Q1-Q4 pre test untuk mengukur hasil belajar sebelum menggunakan metode sosoidrama dan Q5-Q8 post test untuk mengukur hasil belajar setelah mengunakan metode sosiodrama. Penggunaan metode sosiodrama dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat diterapkan karena selain tujuan utamanya adalah melafalkan kalimat, tetapi juga dapat melatih anak tunarungu pada aspek motorik, konsentrasi, kesabaran, dan ketekunan.
Pembinaan Olahraga Renang bagi Siswa Berprestasi dalam Cabang Olahraga Renang di SLB Ragil Tri Wibowo; Sopingi Sopingi
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.201 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p104

Abstract

Olahraga renang merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat bagi orang yang melakukannya tidak kecuali anak berkebutuhan khusus. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) program pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi, (2) pelaksanaan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi, (3) hambatan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi, dan (4) upaya mengatasi hambatan pembinaan olahraga renang bagi siswa berprestasi. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) program pembinaan olahraga renang yaitu pihak sekolah melakukan kerjasama dengan orangtua untuk mendaftarkan ke klub renang, kemudian klub renang memberikan program latihan bagi siswa, (2) pelaksanaan pembinaan olahraga renang dibagi menjadi dua, yaitu di sekolah dan di klub renang, (3) hambatan pelaksanaan pembinaan olahraga renang, tidak adanya sarana di sekolah dan mood siswa; (4) upaya mengatasi hambatan pembinaan olahraga renang adalah kerjasama dengan orangtua dan lebih mengenali karakteristik siswa.
Pengaruh Teknik Shaping untuk Membentuk Kemampuan Menggosok Gigi Secara Mandiri pada Siswa Tunagrahita Sedang Diyah Rohma Wati; Wiwik Dwi Hastuti
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.005 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan menggosok gigi anak tunagrahita sedang sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa teknik shaping. Penelitian dilakukan kepada anak tunagrahita sedang berjenis kelamin perempuan usia 14 tahun kelas 5 SDLB. Subjek tersebut memiliki kemampuan bina diri yang kurang dikarenakan dalam kehidupan sehari hari masih dibantu dengan orang tua untuk melakukan kegiatan bersih diri. Metode penelitian yang digunakan adalah single subject research dengan desain A-B-A. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa teknik shapingberpengaruh untuk membentuk kemampuan menggosok gigi anak tunagrahita. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan pembelajaran bina diri yang dilakukan oleh guru maupun orang tua dapat menggunakan teknik pembelajaran yang sesuai sehingga memudahkan anak tunagrahita untuk memahami.
Pembinaan Olahraga Atletik bagi Siswa Cerebral Palsy Menuju Kejuaraan Nasional Paralympic Maidika Arta; Dimas Arif Dewantoro
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.457 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p120

Abstract

Gerakan dasar atletik adalah gerakan dasar manusia di dalam kehidupannya sehari-hari, yaitu berjalan, berlari, melompat dan melempar. Pembinaan adalah proses dan usaha atau tindakan yang dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan siswa menjadi seorang atlet, salah satunya di cabang olahraga lari. Anak cerebral palsy mengalami gangguan di dalam otak, dan kelainan bersifat kekakuan pada anggota geraknya, sehingga anak cerebral palsy membutuhkan pembinaan dalam olahraga lari.Penelitian ini memiliki fokus adalah: (1) Program kegiatan pembinaan olahraga atletik bagi siswa cerebral palsy. (2) Teknik-teknik yang di ambil dalam sprint pada pembinaan olahraga atletik bagi siswa cerebral palsy (3) Pemenuhan kebutuhan gizi sebagai pendukung pembinaan olahraga atletik bagi siswa cerebral palsy.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh kemudian data dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kemudian mengecek keabsahannya dengan menggunakan: (1) Triangulasi pengecekan kembali informasi atau data yang sudah didapatkan atau sumber yang berbeda, (2) Menggunakan bahan referensi, (4) Mengadakan membercheck.Hasil penelitian ini meliputi: (1) Program pembinaan olahraga atletik bagi siswa cerebral palsy di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang. (2) Teknik-teknik yang diambil dalam sprintpada pembinaan olahraga atletik bagi siswa cerebral palsy menyesuaikan dengan kemampuan siswa, (3) Pemenuhan kebutuhan gizi sebagai faktor pendukung pembinaan olahraga atletik guna menjaga stamina tetap fit.Pembinaan olahraga atletik di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang sangat bagus dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mempersiapkan diri menuju paralympic competition, sehingga perlu adanya tambahan hari dan waktu agar pembinaan lebih efektif lagi, dan diharapkan adanyapengadaan alat-alat olahraga fisik untuk kebutuhan atletik serta keberlanjutan program pembinaan di SLB Pembina Tingkat Nasional Bagian C Malang, dikarenakan tidak semua sekolah SLB memiliki program pembinaan untuk siswa ABK terutama cerebral palsy.
Pengaruh Metode Sosiodrama Terhadap Kemampuan Memahami Isi Bacaan pada Siswa Tunarungu di SMPLB Risma Laurentia Putri; Mohammad Efendi; Sihkabuden Sihkabuden
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.949 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p072

Abstract

Ketidakberfungsian organ pendengaran pada tunarungu mengakibatkan terhambatnya perkembangan bahasa dan bicara sehingga pada anak tunarungu mengalami hambatan dalam memperoleh informasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya perbedaan kemampuan memahami isi bacaan sebelum dan sesudah diberikan treatment berupa metode sosiodrama pada siswa tunarungu kelas VII di SMPLB Bhakti Wanita Lumajang. Hasil penelitian menunjukkan perolehan rata-rata pada tahap pre test sebesar 42,5, sedangkan perolehan rata-rata pada tahap post test meningkat sebesar 79,5 setelah dilakukan intervensi.
Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Luar Biasa Yulia Nur Abidah; Abdul Huda
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.743 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p087

Abstract

Pelaksanaan program PHBS di SLB masih tertinggal jauh dari sekolah-sekolah reguler. Masih banyak SLB yang belum menerapkan program PHBS, padahal dengan berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi resiko terkena penyakit menular. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan penerapan program PHBS, (2) mendeskripsikan dampak program PHBS, (3) mendeskripsikan hambatan program PHBS, dan (4) mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan program PHBS. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SDLB-B YPTB Malang yang merupakan SLB khusus tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan program PHBS dilakukan melalui strategi pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi; (2) dampak dari program PHBS adalah siswa menjadi sadar akan kebersihan, memantau tumbuh kembang anak, meningkatkan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak, dan meningkatkan semangat belajar pada siswa; (3) Hambatan dalam program PHBS berupa kondisi siswa dan keterbatasan sarana; (4) Upaya untuk mengatasi hambatan program PHBS adalah pembiasaan, pengawasan, dan upaya alternatif. Saran dalam penelitian ini diperuntukkan kepada (1) kepala sekolah, agar bukti fisik pelaksanaan PHBS disertai dengan dokumen tertulis dan ditindak lanjuti melalui pemantauan serta evaluasi, (2) guru, agar pengawasan dari prlaksanaan program PHBS lebih ditingkatkan dan menyeluruh
Layanan Bimbingan Kematangan Karir bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus di SMK Inklusi Serlia Wega Novitarani; Endro Wahyuno
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 4, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.25 KB) | DOI: 10.17977/um031v4i12018p115

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan implementasi layanan bimbingan kematangan karir bagi peserta didik berkebutuhan khusus di sekolah kejuruan inklusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan persentase.Sampel penelitian ini adalah seluruh guru BK, GPK dan Wali Kelas di lima sekolah kejuruan inklusi di kota Malang, yang terdapat 5 sekolah dengan respondenberjumlah39.Didapatkanhasilpenelitiandenganrata-rata(82,7%),artinya pelaksanaan bimbingan kematangan karir di sekolah kejuruan inklusi tkota Malang telah terlaksana dengan baik. Terdapat satu pernyataan pada aspek realisasi keputusan karir yang hasilnya sebesar 40 %, artinya pada pernyataan tersebut belum terlaksa dengan baik. Kesimpulan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus belum mampu mengambil keputusan mengenai masa depannya secara mandiri tanpa bimbingan dan bantuan orangtua

Page 1 of 1 | Total Record : 10