cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora
ISSN : 24604208     EISSN : 25497685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 179 Documents
Fashion From Home Sebagai Customer Relationship Management Toko Marks & Spencer Mall Kasablanka di Masa Pandemi Covid-19 Sri Susinih Susanti; Dwi Kartikawati
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i1.1587

Abstract

This research focuses on how to implement Customer Relationship Management  activities in the Fashion From Home program at the Marks & Spencer Kasablanka store, during the covid-19 pandemic. This research is qualitative. Method that used is a case study. The results showed that Customer Relationship Management  activities are done through the Fashion From Home program were carried out to maintaining good relations with their customers and to improve services by utilizing internet technology. Customer Relationship Management (CRM) is a form of company effort to maintain communication with customers and utilize all forms of available information technology such as telephone, internet and mobile devices so that companies can understand customers more deeply than what is needed. The implementation of Customer Relationship Management  activities at the Marks & Spencer Kota Kasablanka Store in the Fashion From Home program carried out during this pandemic is by implementing CRM elements, CRM applications, utilizing customer data bases, types of CRM, and the purpose of CRM. Penelitian ini berfokus pada bagaimana implementasi kegiatan Customer Relationship Management melalui program Fashion From Home di toko Marks & Spencer Kasablanka selama masa pandemi covid-19. Penelitian ini bersifat kualitatif. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Customer Relationship Management yang dilakukan melalui program Fashion From Home untuk menjaga hubungan baik dengan para pelanggannya dan meningkatkan pelayanan dengan memanfaatkan teknologi internet. Customer Relationship Management (CRM) merupakan bentuk upaya perusahaan untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan dan memanfaatkan segala bentuk teknologi informasi yang tersedia seperti telepon, internet dan perangkat mobile sehingga perusahaan dapat memahami pelanggan lebih dalam dari yang dibutuhkan. Implementasi kegiatan Customer Relationship Management di Marks & Spencer Kota Kasablanka Store melalui program Fashion From Homeyang dilakukan selama masa pandemi ini adalah dengan mengimplementasikan elemen CRM, aplikasi CRM, pemanfaatan database pelanggan, jenis CRM, dan tujuan dari CRM.   
Telaah Subjek Radikal Novel Napas Mayat Karya Bagus Dwi Hananto Terkait Teori Subjek Žižek Sukirno Sukirno; Reksa Bayu Triasputera
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i1.1583

Abstract

This research studied Radical Subjects in the novel Napas Mayat by Bagus Dwi Hananto that discusses the subject, that seeks to be present and free from symbolic chains by being radical. Radical actions were carried out not without a plan, intentional or purpose, but also with a sudden ex-nihilo explosion (moment of emptiness) that was suddenly without expectation and purpose because it was angry to see society symbolically oppress. The purpose of this study is to describe the efforts of the character as a subject to return to the reality order by fighting the symbolic which is represented as a radical action, to describe the moment of emptiness that occurs in the novel's character and to describe the symbolic cynicism that occurs in the novel Napas Mayat by Bagus Dwi Hananto. The research method used is descriptive qualitative method with data classification techniques. The theory used in this research is Slavoj ižek's theory of subject redefinition. From this research, it can be concluded that the subject fights against the symbolic by being radical. Penelitian ini menelaah Subjek Radikal pada Novel Napas Mayat karya Bagus Dwi Hananto yang membahas subjek, yang berupaya hadir dan lepas dari rantai simbolik dengan cara menjadi radikal. Tindakan radikal dilakukan bukan tanpa rencana, kesengajaan atau tujuan, melainkan juga dengan adanya sebuah ledakan ex-nihilo (momen kekosongan) yang tiba-tiba tanpa dugaan dan tujuan karena geram melihat masyarakat yang menindas secara simbolik. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan upaya tokoh sebagai subjek untuk kembali hadir dalam tatanan realitas dengan melawan yang simbolik yang direpresentasikan sebagai tindakan radikal, mendeskripsikan momen kekosongan yang terjadi pada tokoh novel dan mendeskripsikan sinisme simbolik yang terjadi dalam novel Napas Mayat Karya Bagus Dwi Hananto.Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik klasifikasi data. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah teori redefinisi subjek milik Slavoj Žižek. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa subjek melakukan perlawanan terhadap yang simbolik dengan cara menjadi radikal.   
Pemberdayaan Terprogram Anak Terlantar Putus Sekolah di Rumah Yatim Al Abqo Aziyadah Depok Sazali Sazali; Heru Dian Setiawan
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i1.1643

Abstract

This study aims to obtain information about the form of empowerment of neglected children of school age, obtain information about the impact on neglected children after empowerment activities at orphanages and underprivileged in Al Abqo Aziyadah Cinere, Depok and obtain information about the factors that support and hinder the implementation of child empowerment activities of neglected school age. This research is a descriptive research with a qualitative approach. The research subjects were neglected children, empowerment participants, and halfway house managers. Data was collected using the methods of observation, interviews, and documentation. The techniques used in data analysis are data reduction, data display, and conclusion drawing. This research model describes the form of empowerment of shelter homes for neglected children, namely child counseling, education, training and skills, as well as the impact for abandoned children after empowerment in terms of economy, namely abandoned children are able to meet their needs by using the skills acquired for work. Also from a social perspective, where children can mingle with society in their lives, as well as from a psychological perspective, where neglected children are motivated to change their lifestyle to become regular and have the spirit to live independently. Supporting factors in the implementation of the empowerment of street children, namely the support from the community and students, facilities and infrastructure assistance from the local government, and the spirit of abandoned children who want their lives to change, progress and be independent. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai bentuk pemberdayaan anak terlantar usia sekolah, memperoleh informasi mengenai dampak untuk anak terlantar  paska kegiatan pemberdayaan di Rumah Yatim dan Dhuafa  Al Abqo Aziyadah di Cinere, Depok dan memperoleh informasi mengenai faktor-faktor yang mendukung dan menghambat            dalam pelaksanaan kegiatan pemberdayaan anak terlantar usia sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian adalah anak-anak terlantar, peserta pemberdayaan,dan pengelola rumah singgah. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara,dan dokumentasi.Teknik yang digunakan dalam analisis data adalah reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Model penelitian ini menggambarkan bentuk pemberdayaan rumah singgah bagi anak terlantar yakni konseling anak, pendidikan,   pelatihan dan keterampilan, serta dampak untuk anak terlantar  paska pemberdayaan dalam segi ekonomi, yaitu anak terlantar  mampu memenuhi kebutuhan dengan menggunakan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja. Juga dari segi sosial, dimana anak dapat berbaur dengan masyarakat dalam kehidupannya, serta dari segi psikologis, dimana anak terlantar  termotivasi untuk mengubah pola hidupnya menjadi teratur dan mempunyai semangat untuk hidup mandiri. Faktor pendukung dalam pelaksanaan pemberdayaan anak jalanan, yaitu adanya dukungan dari masyarakat dan mahasiswa, bantuan sarana dan prasarana dari pemerintah daerah, serta semangat dari anak terlantar yang ingin hidupnya berubah, maju dan mandiri.     
Potensi Wisata Kuliner dan Motivasi Wisatawan di Kota Depok Jawa Barat Tahun 2019 Ardi Mularsari
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i1.1632

Abstract

The development of culinary tourism in the city of Depok, West Java Province needs to be appreciated. The Central Statistics Agency (BPS) noted that in 2012 Depok City's economic growth reached 7.1%. This figure far exceeds economic growth in West Java at 6.2%. Individual service businesses in Depok have also contributed to the economic growth rate of around 10.56 percent. Services that support the economy of Depok include laundry services, motorbike services, salons and private tutors. These businesses are in the midst of community settlements, especially culinary efforts. The study of culinary tourism potential  in the city of Depok, West Java Province is expected to be a contribution of constructive thoughts and input on the development of culinary tourism as one of the mainstay tourism of Depok city. Perkembangan wisata kuliner di kota Depok, Propinsi Jawa Barat perlu diapresiasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada 2012 pertumbuhan perekonomian Kota Depok mencapai 7,1%. Angka tersebut jauh melebihi pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat sebesar 6,2%. Usaha jasa perorangan di Depok turut mendorong laju pertumbuhan ekonomi sekitar 10,56 persen. Layanan jasa yang menyokong perekonomian Depok antara lain dari jasa pencucian baju (laundry), servis motor, salon dan guru privat. Usaha-usaha itu berada di tengah-tengah pemukiman masyarakat, khususnya usaha kuliner. Studi potensi wisata kuliner  wisatawan  di kota Depok Provinsi Jawa barat diharapkan akan menjadi sumbangan pemikiran dan masukan konstruktif pada perkembangan wisata kuliner sebagai salah satu wisata andalan kota Depok.   
Islamic Boarding School (Pondok Pesantren) , Independent And Community Empowerment Dwi Purwoko
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1790

Abstract

Implementation of the learning system at Islamic Boarding Schools (Pondok Pesantren – commonly called in Indonesia) usually leaves an imprint in the memory of the students who in turn will make it perspective that can be applied in their everyday lives, both in their ways of thinking and when they make good deeds blessed by the God. In addition, the Islamic Boarding School that plays strategic roles and has long been rooted in the Indonesian society has its own force in arousing the spirit and passion of the students to advance towards more prosperous and independent life. The values learned in the school, in particular its values of self-reliance, have encouraged the santri to practice these values in the society. Coming from such background, this research aims to provide an overview of the boarding schools that teach independent life to the students who in turn, when they graduate, they may empower the community in which they live.Penerapan sistem pembelajaran di Pondok Pesantren biasanya meninggalkan jejak dalam ingatan para santri yang pada gilirannya akan menjadikannya cara pandang yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam cara berpikirnya. dan ketika mereka melakukan perbuatan baik yang diberkati oleh Tuhan. Selain itu, Pondok Pesantren yang memiliki peran strategis dan telah lama mengakar dalam masyarakat Indonesia memiliki kekuatan tersendiri dalam membangkitkan semangat dan gairah santri untuk maju menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan mandiri. Nilai-nilai yang dipelajari di sekolah, khususnya nilai-nilai kemandirian, telah mendorong santri untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut di masyarakat. Berangkat dari latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pesantren yang mengajarkan kehidupan mandiri kepada para santrinya yang pada gilirannya kelak ketika mereka lulus dapat memberdayakan masyarakat di mana mereka tinggal. 
Upaya Ardan Radio Bandung Mempertahankan Citra Radio Anak Muda Melalui Segmentasi, Targeting, Positioning Dioba Ari Saputra; Djudjur Luciana Radjagukguk
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1566

Abstract

The purpose of this study is to identify and analyze the Segmentation, Targeting, Positioning (STP) of Ardan Radio Bandung in maintaining the image of Radio Anak Muda which will certainly make Ardan radio last for a long time in the world of radio broadcasting. The method used is descriptive qualitative, namely the results of thoughts, talks and observations of the behavior of other people who produce and provide detailed and in-depth data regarding the strategies carried out by Ardan Radio. The results of this study, Ardan Radio always do STP well and provide youth programs, so that the image is maintained as a Youth Radio in the city of Bandung. Maintain good relations with clients and good relations with listeners, so that listeners do not move to other radios by giving a giveaway, bringing in artists who are loved by young people and collaborating through youth events and local brands that are liked by young people in Bandung and outside Bandung . Then in the defending stage, always be the first in any case. Ardan Radio always tries to innovate and provide interesting youth programs every month so that it builds a strong image and increases listeners. After forming the image, it must also strengthen the programs that are broadcast around young people that reach 30 compared to other radio stations, ranging from regular to special programs. In addition to the program, there are other things that can strengthen the image, namely the characteristic that is owned is the broadcaster side who has high knowledge, slang and also has a variety of characters and one of the regional radios located in Bandung by lifting the trends of today's young people with enthusiasm local.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis Segmentasi, Targeting, Positioning (STP) Ardan Radio Bandung dalam mempertahankan citra Radio Anak Muda yang tentunya akan membuat Ardan radio dapat bertahan lama dalam dunia penyiaran radio. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif  yaitu hasil pemikiran, pembicaraan serta pengamatan terhadap perilaku orang lain yang menghasilkan dan memberikan perolehan data-data detail serta mendalam mengenai strategi yang dilakukan Ardan Radio. Hasil dari penelitian ini, Ardan Radio selalu  melakukan STP dengan baik dan memberikan program-program anak muda, sehingga citra tetap terjaga sebagai Radio Anak Muda di Kota Bandung. Menjaga hubungan baik dengan klien dan  hubungan baik dengan pendengar, agar  pendengar tidak pindah ke radio lain dengan  memberikan sebuah giveaway, mendatangkan artis yang digandrungi anak muda dan bekerjasama  melalui  event – event anak muda dan brand lokal yang disukai anak  muda Bandung maupun di luar Bandung.  Kemudian dalam tahapan mempertahankan selalu menjadi yang pertama dalam hal apapun. Ardan Radio selalu mencoba berinovasi dan memberikan program-program anak muda yang menarik setiap bulannya sehingga terbangunlah citra yang kuat dan menambah pendengar. Setelah membentuk citra juga memperkuat program sekitar anak muda dengan jumlah mencapai 30 dibanding radio lainnya, mulai dari yang reguler sampai spesial program.   Selain program ada hal lain juga yang bisa memperkuat citra yaitu ciri khas yang dimiliki adalah sisi penyiar yang memiliki pengetahuan yang tinggi, gaul dan juga punya karakter yang beragam. Ardan Radio juga menjadi salah satu radio regional yang berada di Bandung dengan mengangkat tren-tren anak muda masa kini dengan semangat lokal.   
Implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak di Surabaya Dhea Cika Pratiwi; Arimurti Kriswibowo
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1867

Abstract

 The problem of children in Indonesia is quite alarming. The Child Friendly City  (Kota Layak Anak/KLA) development policy is the government's effort in overcoming these child problems. In implementing Child Friendly City, there are five parts is: First, civil rights and freedoms. Second, freedom when in a family environment and alternative care. Third, the right to basic welfare and health. Fourth, education, the use of spare time and cultural activities and fifth, special protection guarantees. Surabaya has been awarded as a Child Friendly City for the main category four times. The award is given to districts/cities that are successful and committed to every indicator of the KLA policy assessment. The award received by Surabaya does not indicate that has been implemented 100%. This research was conducted in a qualitative descriptive manner. This research was conducted at the Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) in Surabaya. Data was collected by observational interviews and documentation. The focus in this study is based on the theory of Mazmanian and Sabatier policy implementation, namely: 1) Problem characteristics, 2) Policy characteristics, and 3) Policy environment. The analytical technique used is the Miles and Huberman Interactive Model. The data validity technique used is source triangulation. The results of this study are that the tractability of the problem in child-friendly city policies can be understood and overcome. Policy characteristics  in child-friendly city policies are already good. The policy environment on the implementation of child-friendly cities has been going well. Permasalahan anak di Indonesia cukup memprihatinkan. Kebijakan pengembangan Child Friendly City (Kota Layak Anak/KLA) merupakan upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan anak tersebut. Dalam melaksanakan Kota Layak Anak terdapat lima bagian dari pemenuhan hak istimewa anak  yaitu: Pertama, hak sipil dan kebebasan. Kedua, kebebasan ketika dalam lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Ketiga, hak atas kesejahteraan dan kesehatan dasar. Keempat, hak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan kelima, hak atas jaminan perlindungan khusus. Kota Surabaya telah memperoleh penghargaan sebagai Kota Layak Anak kategori utama sebanyak empat kali. Penghargaan tersebut diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil dan berkomitmen dalam memenuhi setiap indikator pengukuran penilaian kebijakan KLA. Penghargaan yang didapat oleh Kota Surabaya, tidak mengindikasikan bahwa pencapaian kebijakan KLA telah terlaksana 100%. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus dalam penelitian ini didasarkan pada teori implementasi kebijakan Mazmanian dan Sabatier yaitu: 1) Karakteristik Masalah, 2) Karakteristik kebijakan, dan 3) Lingkungan debijakan. Teknik analisis yang digunakan yaitu dengan menggunakan Interactive Model Miles and Huberman, yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian ini yaitu karakteristik masalah pada kebijakan Kota Layak Anak sudah dapat dipahami dan diatasi. Karakteristik kebijakan pada kebijakan Kota Layak Anak sudah baik. Lingkungan kebijakan pada implementasi Kota Layak Anak sudah berjalan dengan baik. 
Penerapan Kebijakan Pemerintah Dalam Penentuan Harga Jual Gula Kristal Putih Melalui Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 Mahruf Mahruf
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1855

Abstract

The Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 7 of 2020 concerning Reference Purchase Prices at the Farmer Level and Reference Sales Prices at the Consumer Level is the legal basis for government policies in regulating the reference purchase price at the farmer level and the reference selling price at the consumer level. In its application, not as a reference price but as a maximum limit or the highest retail price, especially the price of white crystal sugar (GKP), thus making sugarcane farmers and business actors not have legal certainty. The reference price for sugar commodities is always seen from the global sugar price where the price has actually been distorted so that it cannot be used as a benchmark for Indonesian domestic prices where sugarcane plantations and the national sugar factory industry must compete freely without any government protection, so that unfair business competition will lead to unfair competition. kill sugarcane plantations and national sugar mills. This research is an empirical juridical research, which examines the applicable legal provisions and what happens in reality in society. Data collection techniques were obtained from interviews with questionnaires, library research and legislation. The results of this study indicate that the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 7 of 2020 concerning Reference Purchase Prices at the Farmer Level and Reference Sales Prices at the Consumer Level only regulates the reference price for purchasing white crystal sugar at the farmer level and selling prices at the consumer level, not regarding retail prices. the highest price limit, and the determination of the maximum price for the purchase and sale of white crystal sugar is detrimental to sugar cane farmers and business actors of white crystal sugar. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen adalah landasan hukum kebijakan pemerintah dalam mengatur harga acuan pembelian di tingkat petani dan harga acuan penjualan di tingkat konsumen. Dalam penerapannya nyatanya bukan sebagai harga acuan namun sebagai batas maksimal atau harga eceran tertinggi terutama harga Gula Kristal Putih (GKP). Hal demikian membuat para petani tebu dan pelaku usaha tidak memiliki kepastian hukum. Harga acuan komoditas gula selalu dilihat dari harga gula global yang mana harga tersebut sebenarnya telah terdistorsi sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan harga dalam negeri Indonesia dimana perkebunan tebu dan industri pabrik gula nasional harus bersaing bebas tanpa ada perlindungan pemerintah, sehingga persaingan usaha yang tidak adil akan mematikan perkebunan tebu dan pabrik gula nasional. Penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris, yaitu mengkaji ketentuan hukum yang berlaku serta apa yang terjadi dalam kenyataannya dalam masyarakat. Tehnik pengumpulan data diperoleh dari wawancara, penelitian kepustakaan dan perundang-undangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen khususnya komoditas gula hanya mengatur harga acuan pembelian gula kristal putih di tingkat petani dan harga penjualan di tingkat konsumen, bukan tentang Harga Eceran Tertinggi, dan penentuan batas maksimal harga pembelian dan penjualan gula kristal putih  merugikan petani tebu dan pelaku usaha gula kristal putih. 
Pembentukan Kelompok Sadar Lingkungan Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan di Lokawisata Pemandian Cirahab Sazali Sazali; Sri Anggraeni; Muhtadi Muhtadi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1609

Abstract

The Tourism Environment Awareness Group (Kelompok Sadar Lingkungan Wisata/ Pokdarlita) is one alternative in improving the quality of the environment and the awareness of traders in protecting the environment at the Cirahab Baths Lokawisata. The formation of Pokdarlita was motivated by a less well-maintained tourist environment due to the lack of awareness of traders and visitors in maintaining a clean environment which had an impact on decreasing tourist visits. Several cross-university students empowered the community by forming a tourism environment awareness group (Pokdarlita) at the Cirahab Baths Lokawisata and providing assistance. Community empowerment is carried out using an asset, based, community development (ABCD) approach. The purpose of this community empowerment is to develop capacity and increase awareness of traders in improving the quality of the environment and foster a sense of solidarity among traders. The research method used is qualitative with descriptive type. Data collection techniques were carried out utilizing observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the formation of a tourism environmental awareness group (Pokdarlita) at the Cirahab Baths Lokawisata has an impact on improving the quality of the environment which is starting to improve and the awareness of traders in protecting the environment begins to increase. With the improvement of the quality of the environment in a better direction, visitors will feel comfortable and make return visits. This can improve the welfare of traders in terms of their income.Kelompok Sadar Lingkungan Wisata (Pokdarlita) merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas lingkungan dan kesadaran para pedagang dalam menjaga lingkungan di lokawisata pemandian Cirahab. Terbentuknya Pokdarlita dilatarbelakangi oleh lingkungan wisata yang kurang terjaga karena kurangnya kesadaran para pedagang dan pengunjung dalam menjaga kebersihan lingkungan yang berdampak pada kunjungan wisatawan yang mengalami penurunan. Beberapa mahasiswa lintas universitas melakukan pemberdayaan masyarakat dengan membentuk Pokdarlita di lokawisata pemandian Cirahab dan melakukan pendampingan. Pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan pendekatan asset based community development (ABCD). Tujuan dari pemberdayaan masyarakat ini adalah untuk mengembangkan kapasitas dan meningkatkan kesadaran para pedagang dalam meningkatkan kualitas lingkungan serta menumbuhkan rasa solidaritas antar pedagang. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan jenis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa dengan terbentuknya kelompok sadar lingkungan wisata (Pokdarlita) di Lokawisata Pemandian Cirahab berdampak pada peningkatan kualitas lingkungan yang mulai membaik dan kesadaraan pedagang dalam menjaga lingkungan mulai meningkat. Dengan adanya peningkatan kualitas lingkungan ke arah yang lebih baik, pengunjung akan merasa nyaman dan melakukan kunjungan kembali. Hal ini dapat meningkatkan kesejahteraan para pedagang dari segi pendapatan mereka.
Pengaruh Budaya Digital dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Masa WFH di Ditjen Dukcapil Tahun 2020-2021 Rendy Chandra Suparman; Eko Sugiyanto
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v7i2.1967

Abstract

The Covid 19 pandemic in year 2020 affected many organizations. Work From Home (WFH) policy is the new work methods in Indonesia, especially in a public organization. Employee performance when Work From Home becomes concern for organizations and superiors, because employees are required to achieve the same targets as during Work From Office. The purposes of this paper to ˑfind ˑout the influence ˑof digitalˑculture ˑand work discipline ˑon employee performance during the Work From Home period at Direktorat Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri in 2020-2021. The research method used quantitative method with multiple linear regression analysis. The sample in this study are 82 employees at Ditjen Dukcapil in 2020-2021. The analysis results show, digital culture significantly affect employee performance. which has a significance value of 0.021 (p<0.05). On the work discipline variable, significance of 0.028 (p <0.05), these results indicate that there is a significantˑ effect of workˑ discipline ˑon employeeˑ performance during the Work From Home period. Theˑ results of thisˑ study also explain that there is a simultaneous influence of digital culture & work discipline on employee performance during Work From Home at Ditjen Dukcapil in 2020-2021, which is shown from the results of the influence value of 25% with a significanceˑ level of 0.000 (p< 0.05). Pandemi Covid 19 di tahun 2020 berdampak pada banyak organisasi. Kebijakan Work From Home (WFH) merupakan cara kerja baru di Indonesia, khususnya di organisasi publik. Kinerja karyawan saat Work From Home menjadi perhatian bagi organisasi maupun atasan, karena karyawan dituntut untuk mencapai target yang sama seperti saat Work From Office. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui pengaruh budaya digital dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di masa Work From Home di Direktorat Jenderal Kependudukan & Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kemendagri tahun 2020-2021. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dengan sampel 82 pegawai di Ditjen Dukcapil. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan budaya digital terhadap kinerja pegawai di masa Work From Home di Ditjen Dukcapil dimana memiliki nilai signifikansi 0,021 (p<0,05) atau 20%. Pada variabel disiplin kerja, didapatkan hasil signifikansi sebesar 0,028 (p<0,05) atau 19%. Selanjutnya, hasil penelitian ini juga menjelaskan bahwa terdapat pengaruh secara simultan budaya digital & disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di masa Work From Home di Ditjen Dukcapil, dimana ditunjukkan dari hasil nilai pengaruh sebesar 39% dengan taraf signifikansi 0,000 (p< 0,05).