cover
Contact Name
Rahdiansyah
Contact Email
rahdiansyah@law.uir.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
lawreview@journal.uir.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
UIR LAW REVIEW
Published by Universitas Islam Riau
ISSN : 25487671     EISSN : 2548768X     DOI : -
Core Subject : Social,
UIR Law Review edisi keempat Oktober 2018, menerbitkan artikel tentang Perlindungan Penyandang Disabilitas, Perlindungan Konsumen, Asuransi, Aplikasi Berbayar, Statuta Roma, Alternatif Penyelesaian Sengketa, Kontrak, Pengelolaan Air Limbah, Perkawinan, Pajak dan Restribusi.
Arjuna Subject : -
Articles 151 Documents
Implementasi Pengawasan Dispenda Provinsi Riau Terhadap Pemungutan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Riau Nomor 15 Tahun 2002 Di Provinsi Riau Hafiz Sutrisno
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1107

Abstract

Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) merupakan jenis pajak daerah yang memiliki peranan yang cukup signifikan karena terkait dengan penggunaan bahan bakar sebagai jenis barang strategis dan volume kendaraan yang mengalami trend peningkatan sehingga berpengaruh terhadap pemakaian PBBKB. Besarnya peran yang diberikan oleh pajak sebagai sumber dana dalam pembangunan nasional, maka tentunya perlu lebih digali lagi potensi pajak yang ada dalam masyarakat sesuai dengan situasi dan kondisi perekonomian serta perkembangan bangsa ini. Diperlukannya pengawasan yang dilakukan Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Riau agar penerimaan Pajak Bahan Bakar Kendaaran Bermotor (PBBKB) dapat menjadi optimal.
Konsepsi Hukum Adat Melayu Jambi dan Minangkabau Dalam Rangka Kearifan Hukum Adat Jambi pahlefi . .
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1254

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi hukum adat melayu Jambi dan Minangkabau dalam rangka kearifan hukum adat Jmabi. Deskripsi analitis dilakukan untuk mengurai kondisi hukum dan non hukum. Pada akhirnya proposisi hukum dan non hukum dievaluasi dengan alasan yang bersifat penalaran hukum. Fokus dari penelitian ini adalah pengejawantahan nilai-nilai kearifan lokal dalam mewujudkan kekayaan khasanah hukum adat melayu Jambi. Hasil dalam pembahasan tulisan ini menunjukkan adanya keterkaitan konsep hukum adat antara hukum adat Jambi degan Hukum Adat Minangk
Pengaturan mengenai Tenaga Kerja Asing dan Prinsip Non-Diskriminasi di Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) berdasarkan Kewarganegaraan Yohanes Hermanto Sirait; Ai Permatasari
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1299

Abstract

Abstrak Setiap Negara wajib menjamin ketersediaan pekerjaan bagi warga negaranya sehingga prioritas pekerja lokal utamanya dilakukan. Meskipun demikian, dengan disahkannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) di awal tahun 2016 in ASEAN, setiap Negara anggota terikat untuk membuka kesempatan bagi tenaga kerja asing untuk bekerja di seluruh Negara anggota ASEAN. Kesepakatan ini dapat saja membawa pada suatu benturan antara kebiajakan nasional yang harus mengutamakan tenaga kerja lokal dengan kewajiban arus bebeas tenaga kerja di ASEAN, khususnya pekerjaan yang diatur dalam Mutual Recognition Arrangements (MRAs). Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peraturan mengenai tenaga kerja asing dan implementasi prinsip non-diskriminasi berdasarkan kebangsaan di AEC. Penelitian ini tentunya berkaitan dengan peran Negara dalam menjamin stabilitas tenaga kerja asing dan kesuksesan dari AEC. Pada akhirnya, tulisan ini mendorong setiap Negara anggota ASEAN untuk melakukan harmonisasi guna membuat suatu standar baru bagi tenaga kerja asing berdasarkan MRAs. Kata kunci: Masyarakat Ekonomi ASEAN; Tenaga Kerja Asing; Kebangsaan; Prinsip Non-Diskriminasi
Peran Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Perlindungan Hukum bagi Perempuan Disabilitas Korban Kekerasan Andrie Irawan
UIR Law Review Vol. 2 No. 2 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.114 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.vol2(02).1321

Abstract

The promulgation of the Regional Regulation of Special Region of Yogyakarta Number 4 of 2012 on the Protection and Fulfillment of the Rights of Persons with Disabilities where one of the mandate of the Regional Regulation is with the establishment of the Fulfillment Committee and the protection of the rights of Disability of Special Region of Yogyakarta. The existence of the committee is a breakthrough and positive response from the local government to the problems of people with disabilities that occurred in Yogyakarta Special Region, one of them related to cases of violence that often occur against women with disability. So this paper would like to see the real role of the Special District Disability Committee of Yogyakarta especially in the case of legal protection for women disability victims of violence which hope not only the concrete role of the committee, as it is a newly born regional institution but also as success story on the partisanship of Regional Government Yogyakarta Specialties to Persons with Disabilities.
Aspek Hukum Perjanjian Pemberian Bantuan Pinjaman Modal Antara Badan Usaha Mlik Negara Kepada Usaha Mikro Kecil Rahdiansyah Rahdiansyah
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1434

Abstract

State-Owned Enterprises as the implementer of partnership programs, has an obligation to provide business capital loan assistance to small businesses in accordance with the decision of the Minister of State-Owned Enterprises and State-Owned Enterprises No. 236 / MBU / 2003 on partnership programs State-Owned Enterprises with Small Business and Community Development Program. The provision of grant of business capital loan to small business which is better known as this partnership program has a goal to increase the capability of small scale business through the utilization of fund from the profit share of State Owned Enterprises in this program. BUMN Pembina is prohibited to provide business loan small businesses that have become partners of other State-Owned Enterprises (BUMN).
Implementasi Prinsip Yurisdiksi Universal Mengenai Pemberantasan Kejahatan Perompakan Laut Di Indonesia Dian Korea
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1435

Abstract

The high seas are all parts of the sea that are not included in the exclusive economic zone, territorial sea, inland waters of a country, or in the archipelagic waters of an archipelago country. Consequently, the case of the interpretation of the case. This happens with the MV Ship. Sinar Kudus is an Indonesian ship that is a jurisdiction of the Indonesian state. For the case, Indonesia is obliged to participate in resolving the piracy case that happened on the MV ship. Sinar Kudus, so the jurisdiction of the Indonesian state against the MV ship. The Holy Light captured by Somali pirates is a passive nationality jurisdiction. In this jurisdictional principle, Indonesia has the right to protect its citizens who are victims of crimes abroad. Constraints in the implementation of Indonesian state jurisdiction over MV Ship. Sinar Kudus which was held hostage by Somali pirates such as MV ship. The holy rays while sailing in international waters were not accompanied by Indonesian warships, so the Indonesian Navy could not directly attack the pirates at the time of piracy. MV Ship. The holy rays are brought to the territorial waters of Somalia by pirates, so what prevails here is the jurisdiction of the Somali state. Seeing the weakness of law enforcement in Somalia makes it difficult for Indonesia to cooperate in the release of the crew of the Sinar Kudus ship held hostage by Somali pirates. Indonesia voted for negotiations on the release of the crew of Sinar Sudus for the safety of crew members being held hostage by Somali pirates.
Pengujian Peraturan Perundang-Undangan Di Indonesia: Persoalan Dan Jalan Keluarnya Wira Atma Hajri; Rahdiansyah Rahdiansyah
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1436

Abstract

The existence of two institutions that review of legislation in Indonesia resulted in various problems especially in terms of legal certainty, institutional authority, and legal vacuum. In terms of legal certainty, which decisions to follow, the decision of the Supreme Court or the decision of the Constitutional Court. When the Constitutional Court tests the law, while the Supreme Court examines under the law, it does not mean that the Constitutional Court is higher than the Supreme Court. In terms of authority, the neglect of the Supreme Court ruling as has been done by the General Election Commission, of course, disturbs the authority of the Supreme Court. How is the decision of the institution of the Supreme Court not run by the Election Commission. The issue is due to a Constitutional Court ruling which provides a different interpretation of the law as a test case by the Supreme Court, that is another matter. In terms of legal vacuum, suppose the absence of a judicial institution authorized to test the Decree of the People's Consultative Assembly.
Kodifikasi RUU KUHP Melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi larensius Arliman S
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1437

Abstract

Social phenomenon called corruption is the reality of human behavior in social interaction that is considered deviant, and endangering society and state. Corruption as a form of extraordinary crime that is very detrimental to the people, the idea to weaken the Corruption Eradication Commission (KPK), one of them by incorporating the Corruption Act (Corruption Act) and Money Laundering Criminal Act (UU TPPU) into the Draft Law of the Penal Code (RUU KUHP). Corruption greatly weakens the existence of the KPK later. Just imagine as long as the KPK, many cases that can be dismantled, the government should anticipate the weakening of this KPK, where the author tries to offer the government open the formation of other laws to regulate this. If this is implemented then there will be 3 (three) institutions that continue to oversee corruption, namely: Police, Prosecutors and KPK primarily. This is to eradicate corruption in Indonesia as soon as possible.
Latar Belakang Penjatuhan Sanksi Pidana Mati Terhadap Pelaku Tindak Pidana Narkotika didalam UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika heni susanti susanti
UIR Law Review Vol. 2 No. 1 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.11 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.2.01.1438

Abstract

Peredaran narkotika di Indonesia semakin marak, hal itu dapat kita lihat fakta-fakta yang ada sekarang bahwa Indonesia tidak lagi sebagai tempat peredaran narkotika bahkan telah menjadi tempat untuk memproduksi narkotika. Hal ini dikarenakan Indonesia dengan jumlah penduduk yang tinggi menjadikan daya tarik tersendiri bagi para pelaku kajahatan narkotika. Yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:Apakah yang melatar belakangi penjatuhan pidana mati terhadap pelaku tindak pidana narkotika didalam uu no.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika? Pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode yuridis normatif. Penelitian ini mengkaji sanksi pidana mati didalam uu no. 35 tahun 2009 tentang narkotika. Data yang diperoleh dalam penelitian ini berasal dari Penelitian kepustakaan (library research).Yang melatarbelakangi terjadinya penjatuhan pidana mati dalam tindak pidana narkotika adalah dikarenakan kejahatan narkotika menimbulkan dampak buruk bagi kehidupan masyarakat Indonesia juga terhadap eksistensi nilai nilai budaya dan kepribadian bangsa yang akhirnya akan melemahkan ketahanan dan kestabilan nasional dan juga sangat berdampak bagi kehidupan sosial, ekonomi, politik, budaya sehingga membahayakan bangsa Indonsia.
Urgensi Ratifikasi Statuta Roma Bagi Indonesia Danel Aditia Situngkir
UIR Law Review Vol. 2 No. 2 (2018): UIR Law Review
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9.114 KB) | DOI: 10.25299/uirlrev.2018.vol2(02).1548

Abstract

Kehadiran Pengadilan Internasional permanen merupakan realisasi dari upaya masyarakat internasional untuk memberikan perlindungan terhadap hak asasi manusia dari kejahatan-kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan. Pengadilan yang didirikan berdasarkan Statuta Roma tersebut telah diratifikasi oleh 123 negara. Indonesia tidak termasuk negara yang meratifikasi statuta roma tersebut yang telah mulai berlaku sejak 1 Juli 2002. Permasalahan yang akan dibahas pada tulisan ini adalah yurisdiksi Yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional dibandingkan dengan Pengadilan Ham di Indonesia dan urgensi statuta roma dalam kaitan dengan kedaulatan bagi indonesia. Metode Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan yang kemudian dianalisa sebagai suatu isu hukum untuk membahas urgensi ratifikasi statuta roma bagi indonesia. Dari pembahasan disimpulkan bahwa Yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional lebih lengkap dari Pengadilan HAM di Indonesia dan urgensi ratifikasi statuta roma jika dikaitkan dengan kedaulatan negara tidak perlu dikhawatirkan karena mahkamah hanya untuk melengkapi sebagaimana prinsip komplementaris dalam statuta roma.

Page 5 of 16 | Total Record : 151