cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Front Matters Vol. 6 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.306 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.9

Abstract

Front Matters Vol. 6 No. 1
Pengaruh Perceived Organizational Support dan Organizational-Based Self Esteem Terhadap Work Engangement Dwitasari, Ade Indah; Ilhamuddin, Ilhamuddin; Widyasari, Selly Dian
Mediapsi Vol 1, No 1 (2015): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.305 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2015.001.01.5

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perceived organizational support dan organizational-based self-esteem terhadap work engagement. Subjek penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap mulai dari level staf sampai kepala bagian di PT. Pupuk Kaltim sebanyak 327 karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Pengumpulan data menggunakan skala perceived organizational support, skala organization-based self-esteem, dan skala work engagement. Analisis data yang digunakan yaitu metode regresi berganda dengan uji F dan uji t. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh secara bersama-sama perceived organizational support dan organizational-based self esteem terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (0.000 < 0.05). Hasil analisis lain menunjukkan adanya pengaruh perceived organizational support secara parsial terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.002 (0.002 < 0.05), dan adanya pengaruh organizational based self-esteem secara parsial terhadap work engagement dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (0.000 < 0.05). Ini menunjukkan kedua faktor tersebut mempengaruhi work engagement baik secara bersama-sama maupun parsial. Hasil penelitian dapat memberikan pengetahuan kepada perusahaan untuk meningkatkan work engagement pada karyawan dengan memperhatikan kedua faktor tersebut.
The Mind Anchor: Peran Trait Rumination dalam Struktur Pengalaman Afektif Shaleha, Rinanda Rizky Amalia; Yusainy, Cleoputri Al; Herani, Ika
Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.521 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.5

Abstract

This study aimed to investigate whether trait rumination has a role in individual’s structure of current affect, specifically on valence and arousal dimension. Within-subject experiment design was used as a study design which involved eighty-one undergraduate students of Department of Psychology, Universitas Brawijaya as participants. Images from International Affective Picture System (IAPS) were used to evoke participant’s affect and measured by Self Assessment Manikin’s (SAM) rating while trait rumination was measured using Ruminative Response Scale (RRS). Statistical analysis using one-way repeated measures ANOVA technique found that trait rumination has a significant role in participant’s structure of current affect on relation between valence stimulus and rating valence (F=5.276, p<0.01) but has no role on relation between arousal stimulus and rating arousal (F=0.753, p>0.05).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah trait rumination memiliki peran dalam struktur pengalaman afektif individu, yaitu dimensi valence dan arousal. Penelitian ini menggunakan desain within-subject experiment dengan melibatkan delapan puluh satu orang mahasiswa baru Prodi Psikologi Universitas Brawijaya sebagai partisipan. Afek partisipan dibangkitkan menggunakan stimulus gambar dari International Affective Picture System (IAPS) yang diukur melalui Self Assessment Manikin (SAM) dan trait rumination diukur menggunakan Ruminative Response Scale (RRS). Hasil analisis statistik menggunakan teknik one-way repeated measures ANOVA menunjukkan bahwa trait rumination memiliki peran signifikan dalam hubungan antara valence stimulus dan rating valence (F=5.276, p<0.01). Namun, trait rumination tidak memiliki peran dalam hubungan antara arousal stimulus dan rating arousal (F=0.753, p>0.05).
Back Matters Vol. 5 No. 2 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 5, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.851 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.7

Abstract

Back Matters Vol. 5 No. 2
Perilaku Berkendara Agresif Para Pengguna Kendaraan Bermotor di Kota Malang Herani, Ika; Jauhari, Anya Khaleda
Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.334 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.4

Abstract

This study aims to identify the types of aggressive driving behavior and their causative factors. Survey method was employed in this study. The population of this study was motorized vehicle users (drivers and riders) in the city of Malang, from which we drew 400 drivers and riders as our sample by using purposive sampling technique. Data obtained from this study was then analyzed by applying descriptive and frequency analysis technique. The results showed that the most frequent type of aggressive driving behavior was tailgating in order to prevent others from occupying the space. Furthermore, contributing factors of aggressive driving behavior were traffic density, rushing behavior, some burdersome traffic signs, and other motorized vehicle users who try to occupy their driving territory.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk perilaku berkendara agresif beserta faktor yang menjadi pemicunya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Populasi penelitian ini adalah para pengguna kendaraan bermotor (pengendara mobil dan sepeda motor) di Kota Malang, dengan jumlah sampel 400 orang. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis frekuensi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku berkendara agresif yang dominan terjadi adalah memperkecil jarak kedekatan dengan kendaraan di depannya untuk menghalangi pengendara lain yang akan mengambil jalan. Sementara itu, faktor yang menjadi pemicu terjadinya perilaku berkendara agresif adalah kepadatan lalu lintas, terburu-buru, rambu lalu lintas yang dirasa memberatkan pengendara, dan adanya pengendara lain yang melanggar daerah teritori pengendara tersebut.
Bias Wawancara: Perbedaan Teknik Wawancara (Situational dan Behavioral) dalam Hal Penilaian Wawancara Kerja Hermawati, Primagitta; Susilawati, Ika Rahma; Widyasari, Selly Dian
Mediapsi Vol 3, No 1 (2017): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.586 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil penilaian wawancara kerja antara kandidat yang diwawancarai dengan teknik situational dengan behavioral. Penelitian ini menggunakan desain between subject yang mana terdapat dua kelompok dan mendapatkan perlakuan yang berbeda. Penelitian ini dilakukan kepada 110 partisipan mahasiswa psikologi Universitas Brawijaya yang telah lulus mata kuliah Psikodiagnostik III (Wawancara). Partisipan dalam eksperimen ini mendapat dua perlakuan, yaitu diberi tontonan video wawancara dengan kandidat yang diwawancarai menggunakan teknik wawancara situational dan video wawancara dengan kandidat yang diwawancarai menggunakan teknik wawancara behavioral. Setelah menonton video, partisipan diminta untuk memberi penilaian terhadap kandidat tersebut. Hasil analisis statistik menggunakan teknik independent sample t-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil penilaian wawancara kandidat yang diwawancarai dengan teknik wawancara situational dan behavioral, di mana kandidat yang diwawancara dengan teknik situational memperoleh penilaian lebih rendah secara signifikan daripada kandidat yang diwawancarai dengan teknik behavioral (F=0.001, P<0.05).
Resolusi Konflik dan Kepuasan Pernikahan: Analisis Perbandingan berdasarkan Aspek Demografi Muhid, Abdul; Nurmamita, Prayinda Elsa; Hanim, Lailatul Muarofah
Mediapsi Vol 5, No 1 (2019): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2224.264 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.01.5

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of conflict resolution on marital satisfaction and examine differences in conflict resolution and marital satisfaction in terms of demographic aspects including ethnic background, level of education, occupation, number of children, length of marriage, ownership status of residence, and shared residence. The subject of this study was a married couple who lived in the northern city of Surabaya with a sample of 150 people. Data collection is done using research instruments, namely the Conflict Resolution Scale to measure conflict resolution, and ENRICH Marital Satisfaction Scale used to measure marital satisfaction. Statistical analysis techniques used were descriptive statistical analysis, analysis of regression (ANAREG), and analysis of variances (ANOVA). The results showed R=0.659, R Square=0.434; F=113.399; t=10.649 (p=0.000 p<0.05) it shows a significant influence between conflict resolution on marital satisfaction. Based on the comparison analysis shows there are significant differences in conflict resolution and marital satisfaction in terms of demographic aspects including ethnic background, level of education, occupation, number of children, length of marriage, ownership status of residence, and shared residence.Tujuan penelitian ini menguji pengaruh resolusi konflik terhadap kepuasan pernikahan dan menguji perbedaan resolusi konflik dan kepuasan pernikahan ditinjau dari aspek demografi meliputi latar belakang etnis, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, lama pernikahan, status kepemilikan tempat tinggal, dan tempat tinggal bersama. Subjek penelitian ini adalah pasangan suami istri yang tinggal di Kota Surabaya bagian Utara dengan jumlah sampel 150 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen penelitian yaitu Skala Resolusi Konflik untuk mengukur resolusi konflik dan ENRICH Marital Satisfaction Scale digunakan untuk mengukur kepuasan pernikahan. Teknik analisis statistik yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif, analisis regresi (ANAREG) dan analisis varian (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan harga R=0.659, R Square=0.434; harga F=113,399; harga t=10.649 (p=0.000 p<0.05). Hal itu menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara resolusi konflik terhadap kepuasan pernikahan. Berdasarkan analisis perbandingan menunjukan ada perbedaan yang siginikan resolusi konflik dan kepuasan pernikahan ditinjau dari aspek demografi meliputi latar belakang etnis, tingkat pendidikan, pekerjaan, jumlah anak, lama pernikahan, status kepemilikan tempat tinggal, dan tempat tinggal bersama.
Hubungan antara Perilaku Konsumtif pada Produk X dengan Citra Diri Remaja Putri Ningsih, R A Adinah Suryati; Bawono, Yudho
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.577 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.6

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku konsumtif pada produk X dengan citra diri remaja putri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif korelasional dengan menyebarkan skala perilaku konsumtif yang terdiri dari 28 butir dan skala citra diri yang terdiri dari 34 butir kepada 125 konsumen (member) pada produk X. Analisis data dilakukan dengan teknik correlation bivariate Pearson dengan bantuan program SPSS 21.00 for Windows. Dari hasil analisis data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,481 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 dari signifikansi 0,05 (5%) yang menyatakan bahwa penelitian ini memiliki korelasi keeratan sedang dan memiliki hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara perilaku konsumtif pada produk X dengan citra diri remaja putri. Sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan citra diri akan diikuti dengan perilaku konsumtif, yaitu semakin tinggi citra diri maka akan semakin tinggi perilaku konsumtif.
Identitas Sosial Warga Huni Rusunawa Rahmawati, Intan
Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.19 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.3

Abstract

Settlement issues oftenly found in urban areas nowadays is insufficient land for sheltering people as the result of the rapid growth of urban population. Modest rental apartment (rusunawa) is considered solution to meet the high demand of decent housing for middle and low income communities. This research aims to understand the overview of social identities of those who are living in rusunawa using several data collection techniques such as observation, interviews, and focus group discussions. Fifteen informants, who has been residing in rusunawa for at least 3 years, participated in this study. This study showed that residents consider rusunawa as a temporary shelter. This identity gave them a prominent cultural concept namely individualism, with some indicators such as less involvement in reseidents’ activities, less sense of caring to their environment and safety, and less sense of pride as residents of rusunawa.Permasalahan permukiman yang sering dijumpai di perkotaan saat ini adalah berkurangnya lahan untuk digunakan sebagai tempat tinggal akibat dari pesatnya pertumbuhan penduduk di perkotaan. Rumah susun sederhana sewa (rusunawa) dianggap mampu untuk memberikan solusi tingginya kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Penelitian ini mencoba untuk memahami gambaran identitas sosial warga yang tinggal di rusunawa dengan teknik observasi, wawancara, dan diskusi kelompok terarah. Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang yang meliputi warga huni yang telah tinggal di rusunawa selama satu periode tinggal (3 tahun). Hasil penelitian ini memperlihatkan warga huni menilai rusunawa sebagai rumah singgah. Pemberian identitas rumah singgah ini memunculkan konsep budaya individualisme yang menonjol. Budaya individualisme ini ditandai dengan keterlibatan warga huni yang masih sedikit pada setiap kegiatan rusunawa, rasa peduli memelihara kebersihan dan keamanan rusunawa yang masih kurang serta kurangnya rasa bangga menjadi penghuni rusunawa.
Intensi Melukai Diri Remaja Ditinjau Berdasarkan Pola Komunikasi Orang Tua Afrianti, Ridha
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.396 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.5

Abstract

Adolescents’ tendency of self-harming continues to increase both quantitatively and qualitatively. Self-harming denotes one of the self-defence strategies to reduce psychological pain, in an attempt of individuals to regain homeostatic emotion. One factor that causes self-harming is the lack of effective communication between adolescents and their parents. Parents themselves oftentimes use various communication patterns, be they consensual, pluralistic, protective, or laissez-faire. The purpose of this study was to examine the impact of such differences in parental communication patterns on self-harming intentions among adolescents. Participants were 103 adolescents drew from an accidental sampling technique. The results showed that parental communication patterns significantly affected adolescents’ self-harming intensions. Kecenderungan remaja melukai diri terus meningkat baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Perilaku melukai diri merupakan salah satu bentuk strategi perlindungan diri untuk membantu mengurangi rasa sakit psikologis, sebagai upaya individu untuk mendapatkan kembali keseimbangan emosional. Salah satu faktor yang menyebabkan perilaku melukai diri adalah kurang efektifnya komunikasi antara remaja dan orang tua mereka.  Orang tua biasanya menerapkan pola komunikasi yang berbeda-beda, mulai dari pola komunikasi yang bersifat konsensual, pluralistik, protektif ataupun laissez-faire. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pola komunikasi orang tua yang berbeda-beda tersebut terhadap intensi melukai diri pada remaja. Partisipan adalah 103 remaja yang diperoleh atas dasar sampling aksidental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan pola komunikasi orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap intensi melukai diri pada remaja.

Page 3 of 26 | Total Record : 255