cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Perbedaan Political Awareness Dilihat dari Peran Gender Pemilih Pemula Rojihah, Rojihah; Akhrani, Lusy Asa; Hasanah, Nur
Mediapsi Vol 1, No 1 (2015): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.065 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2015.001.01.7

Abstract

Tuntutan adanya kesetaraan gender dalam bidang politik yang disuarakan oleh gerakan feminis di Indonesia pada akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah akhirnya mengeluarkan kebijakan affirmatif action, yaitu memberi kuota 30% bagi perempuan dalam persaingan politik di Indonesia. Pemuda sebagai pemilih pemula adalah agent of change, moral force, iron  stock dan social control  yang  memiliki kontribusi besar untuk mewujudkan kebangkitan bangsa.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan kesadaran politik dilihat dari peran gender pemilih pemula. Desain enelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan skala political awareness serta skala peran gender. Reliabilitas menggunakan formula Cronbach Alpha. Uji asumsi penelitian ini menggunakan uji normalitas dengan formula Kolmogorov Smirnov dan uji homogenitas dengan Levene’s test. Uji Hipotesis menggunakan anova satu jalur (one way anova) menggunakan bantuan SPSS 20.0 for widows. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang tidak signifikan karena p > 0,05 yang menunjukkan bahwa political awareness tidak bisa dibedakan berdasarkan peran gender.
Pengaruh Kepribadian Openness dan Agreeableness Terhadap Intensi Berbagi Pengetahuan pada Karyawan Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) Cabang Madya Surabaya Widyasari, Selly Dian; Prasetyo, Ridwan Aji Budi; Pusponegoro, Rahadijaya Arman
Mediapsi Vol 3, No 2 (2017): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.95 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.02.5

Abstract

This study aims to investigate the effect of openness and agreeableness personalities to the intention of knowledge sharing. This study applied quantitative approach using multiple regression technique for hypothesis testing. Eighty-five employees of Perum LPPNPI Surabaya Branch (total sampling), particularly those who serve as air traffic controllers, participated in this study. Data necessary for this study was collected using Big-Five Inventory Scale that has been adapted to Bahasa Indonesia by Ramdhani (2012) and Knowledge Sharing Scale by Al Qeisi and Al Zagheer (2015). Simultaneous multiple regression analysis showed the significant effect of both types of personalities to the knowledge sharing intention. Meanwhile, partial regression analysis showed the significant effect only for openness personality, and not for agreeableness personality. Analysis on the psychological dynamic regarding the results was also discussed.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tipe kepribadian openness dan agreeableness terhadap intensi berbagi pengetahuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik regresi linier berganda untuk pengujian hipotesisnya. Sampel penelitian ini sebanyak 85 orang karyawan Perum LPPNPI Cabang Madya Surabaya (total sampling), khususnya yang bekerja sebagai pemandu lalu lintas udara (PLLU). Data yang diperlukan pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan Skala Big-Five Inventory yang telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh Ramdhani (2012) dan Skala Berbagi Pengetahuan dari Al Qeisi dan Al Zagheer (2015). Analisis regresi berganda secara simultan menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara openness dan agreeableness terhadap intensi berbagi pengetahuan. Analisis regresi secara parsial menunjukkan hasil bahwa antara openness dan intensi berbagi pengetahuan terdapat pengaruh yang signifikan, sedangkan antara agreeableness dan intensi berbagi pengetahuan tidak terdapat pengaruh. Analisis mengenai kemungkinan dinamika psikologis terkait hasil tersebut juga didiskusikan.
Analisis Karakter Remaja Gaul pada Hedonisme Vlog Saputra, Sandi; Lestari, Ririn Dewi; Milasari, Milasari; Sholikhah, Octarina Hidayatus
Mediapsi Vol 3, No 1 (2017): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.309 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2017.003.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter yang ingin ditunjukkan oleh remaja gaul pada hedonisme vlog. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data yang digunakan berupa lima vlog remaja hedonisme yang memiliki viewer terbanyak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik catat. Keabsahan data penelitian menggunakan triangulasi peneliti, yaitu dilakukan dengan menggunakan tiga orang peneliti dalam pengumpulan dan analisis data. Teknik analisis data menggunakan model analisis mengalir, yang meliputi tiga komponen, yaitu (1) reduksi data; (2) penyajian data; dan (3) penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter-karakter yang dominan dimunculkan oleh remaja gaul pada hedonisme vlog berupa karakter ketidaksopanan, boros, sombong, dan percaya diri.
Front Matters Vol. 5 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 5, No 1 (2019): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.807 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.01.6

Abstract

Front Matters Vol. 5 No. 1
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Wanita Dewasa Muda terhadap Kanker Leher Rahim Safrina, Lely; Sari, Kartika; Mawarpury, Marty
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.334 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku wanita dewasa muda terhadap kanker leher rahim. Survei yang melibatkan 5.423 perempuan di Asia dan dilakukan pada sembilan negara termasuk Indonesia, menunjukkan hanya 2% perempuan yang mengetahui Human Papiloma Virus (HPV) merupakan penyebab kanker leher rahim. Rendahnya tingkat pengetahuan diduga memperburuk kondisi dan kasus kanker leher rahim terus meningkat setiap tahunnya. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian ini dilakukan di kota Banda Aceh dengan karakteristik responden adalah wanita dewasa muda, berusia 22-30 tahun dan belum aktif secara seksual. Pengambilan data menggunakan kuesioner tentang pengetahuan, sikap, dan perilaku terhadap kanker leher rahim. Responden dalam penelitian ini berjumlah 269 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) pengetahuan perempuan terhadap kanker leher rahim cukup karena tidak terpapar dengan informasi tentang kanker leher rahim secara maksimal, 2) sikap responden terhadap kanker leher rahim tergolong positif. Hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuan yang cukup, namun perilaku terhadap kanker leher rahim belum sesuai dengan perilaku pencegahan kanker leher rahim.
Self-efficacy dan Optimisme sebagai Prediktor Subjective Well-Being pada Mahasiswa Tahun Pertama Novrianto, Riangga; Marettih, Anggia Kargenti Evanurul
Mediapsi Vol 4, No 2 (2018): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3566.125 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.02.4

Abstract

This study examined self-efficacy and optimism in predicting subjective well being of  first-year undergraduate students. Participants were first-year undergraduate students of UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 males, 251 females). Participants completed the Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale  and Life Orientation Test-Revised (LOT-R). Multiple regression analysis was conducted to examine how the predictors contribute to subjective well-being. Results indicated that self-efficacy and optimism predicted first-year undergraduate students’ subjective well-being (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Results also indicated that self-efficacy have a higher contribution (β=0.403; p<0.01) than optimism (β=0.137; p<0.01). In conclusion, self-efficacy and optimism are important in predicting subjective well-being first-year undergraduate students.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prediksi self-efficacy dan optimisme terhadap subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama. Sebanyak 372 orang mahasiswa tahun pertama UIN Sultan Syarif Kasim Riau (N=372; 121 laki-laki, 251 perempuan) menjadi partisipan di dalam penelitian ini. Partisipan penelitian mengisi adaptasi Skala Positive and Negative Affect Schedule (PANAS), Satisfaction With Life Scale, General Self-Efficacy Scale, dan Life Orientation Test- Revised (LOT-R). Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui bagaimana kedua prediktor berkontribusi terhadap subjective well-being. Hasil penelitian menunjukkan self-efficacy dan optimisme secara bersama dapat memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama (F (2, 369)=53.920; p<0.01). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa self-efficacy memiliki kontribusi yang lebih besar (β=0.403; p<0.01) bila dibandingkan dengan optimisme (β=0.137; p<0.01). Sehingga, dapat disimpulkan bahwa self-efficacy dan optimisme memiliki peran penting dalam memprediksi subjective well-being pada mahasiswa tahun pertama.
Peran Konformitas sebagai Mediator Hubungan Harga Diri dan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswa Hijrianti, Udi Rosida; Fitriani, Andi Muthiah
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (995.282 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.6

Abstract

Consumptive behaviour is an excessive buying behaviour that is particularly based more on mere desires rather than needs. Consumptive behaviour can be influenced by self-esteem and conformity. This study aimed to determine the mediating role of conformity on the relationship between self-esteem and consumptive behaviour. Participants were 344 students from 10 faculties of the Muhammadiyah University of Malang. The data were analysed using a mediation model. The results showed as hypothesised that the negative relationship between self-esteem and consumptive behaviour was significantly mediated by conformity. Perilaku konsumtif merupakan perilaku membeli yang berlebihan yang didasarkan teruatam pada keinginan semata dan bukannya berdasarkan pada kebutuhan. Perilaku konsumtif dapat dipengaruhi oleh faktor harga diri dan konformitas. Penelitian bertujuan untuk menguji peran konformitas dalam memediasi hubungan antara harga diri dan perilaku konsumtif. Subjek penelitian adalah 344 mahasiswa dari 10 fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan model mediasi. Hasil penelitian menunjukkan, sesuai dengan hipotesis yang diajukan, bahwa hubungan negatif antara harga diri dan perilaku konsumtif secara signifikan dimediasi oleh konformitas.
Perbedaan Kesuksesan Karir Subjektif Berdasarkan Tipe Orientasi Karir pada Karyawan Middle Level Career di Jakarta Akmal, Sari Zakiah; Arlinkasari, Fitri; Andryani, Intan
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.285 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.5

Abstract

Karyawan akan melewati beberapa tahapan untuk mencapai kesuksesan karir. Karyawan pada tahap middle level career adalah mereka yang telah memiliki pengalaman dan diharapkan telah melakukan evaluasi terhadap pencapaian karirnya. Setelah melakukan evaluasi, karyawan akan lebih mengetahui sejauh mana kesuksesan karir yang telah dicapainya. Kesuksesan karir mengandung dua makna, yaitu kesuksesan karir secara objektif dan subjektif. Dalam perjalanan karir karyawan, orientasi karir merupakan indikator yang penting untuk mencapai kesuksesan karir. Terdapat lima tipe orientasi karir yang memiliki karakteristik berbeda yaitu, getting high, getting balanced, getting secure, getting free, dan getting ahead. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk melihat perbedaan kesuksesan karir subjektif berdasarkan tipe orientasi karir pada karyawan middle level career. Subjek penelitian diperoleh dengan menggunakan incidental sampling terhadap sebanyak 205 orang karyawan middle level career yang bekerja di daerah Jakarta. Data penelitian diolah dengan menggunakan teknik statistik parametrik one way anova. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesuksesan karir subjektif yang signifikan berdasarkan tipe orientasi karir (F = 3.942; p = 0.004 < 0.05). Karyawan dengan tipe orientasi getting ahead memiliki kesuksesan karir subjektif yang lebih tinggi dibandingkan karyawan dengan tipe orientasi karir lainnya. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan promosi karyawan yang sesuai dengan orientasi karirnya.
Perilaku Kerja Produktif dan Kontra Produktif: Sebuah Studi Meta-analisis Susilawati, Ika Rahma
Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.959 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.2

Abstract

Many studies has been conducted to investigate the relationship between two main domains in work performance. However, theoretical debates and discrepancies in empirical findings related to organizational citizenship behavior (OCB) and counterproductive work behavior (CWB) constructs have led researchers in industrial and organizational psychology to develop and reexamine similar studies in order to establish a more firmly connected view of OCB and CWB correlations and the existence of both constructs as a separated construct instead of a single continuum. This study aimed to investigate the strength of the relationship between OCB and CWB through a meta-analysis, namely bare bones meta-analysis. A total of 16 research articles and 32 research data were selected and used in this study. The results showed that corrected correlations between OCB and CWB from cross country samples and across professions was -0.3. The result leads to the conclusion that there is a significant negative correlation between OCB and CWB, and this is consistent with previous meta-analysis studies.Penelitian yang menyelidiki hubungan antara dua domain utama dalam performa kerja telah banyak dilakukan, namun perdebatan teoritis dan perbedaan hasil temuan empiris terkait konstrak OCB dan CWB membuat sebagian peneliti dalam psikologi industri dan organisasi terus mengembangkan dan menguji kembali penelitian serupa untuk mengukuhkan pandangan yang lebih teguh terkait korelasi OCB dan CWB, serta keberadaan kedua konstrak tersebut sebagai dua konstrak yang berbeda dan terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kekuatan hubungan antara OCB dan CWB melalui teknik bare bones meta-analysis. Sebanyak 16 artikel penelitian dan 32 data penelitian telah terseleksi dan dinyatakan dapat digunakan dalam penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa korelasi yang telah dikoreksi antara OCB dengan CWB dari sampel lintas negara, lintas profesi yaitu sebesar -0.3. Hasil ini membawa pada kesimpulan adanya korelasi negatif yang signifikan antara OCB dengan CWB dan ini selaras dengan kajian-kajian studi meta-analisis yang pernah dilakukan pada sebelumnya.
Gangguan Mental Emosional dan Kesepian pada Mahasiswa Baru Prasetio, Clement Eko; Rahman, Tiffani Amalia; Triwahyuni, Airin
Mediapsi Vol 5, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.461 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.4

Abstract

In the transition period from high school to college, freshmen have to deal with the new environment, which makes them vulnerable to experience symptoms of mental  disorders. The aim of the current study was to examine the role of loneliness as a predictor of symptoms of mental disorders among freshmen. Using a convenience sampling, 151 first-year undergraduate students from one faculty at Universitas Padjadjaran took part in the current study. The respondents completed a self-report questionnaire consisting of WHO Self-Report Questionnaire (SRQ) to assess symptoms of mental disorders and UCLA Loneliness scale to assess loneliness. The result showed that loneliness significantly predicted  symptoms of mental disorders among freshmen. Theoretical implications of these empirical findings are discussed, as are practical implications highlighting the suggestions for the university stakeholders to implement an intervention that is effective in tackling freshmen’s mental disorders such as social skill training, increasing social support, and increasing probability of social contactPada masa transisi dari sekolah menengah atas ke perkuliahan, mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Akibatnya, pada masa ini mahasiswa sering mengalami gejala-gejala gangguan mental emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peran perasaan kesepian dalam memprediksi gangguan mental emosional di kalangan mahasiswa baru. Melalui penarikan sampel yang bersifat convenient, sebanyak 151 mahasiswa baru  pada salah satu fakultas di Universitas Padjadjaran berpartisipasi dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yaitu Self Report Questionnaire (SRQ) untuk mengukur gejala gangguan mental emosional dan UCLA Loneliness Scale untuk mengukur tingkat kesepian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesepian dapat menjadi prediktor gangguan mental emosional pada mahasiswa baru. Implikasi teoretis dari temuan ini kami diskusikan, dan juga implikasi praktis yang menekankan pada pentingnya bagi pihak universitas untuk menerapkan sebuah intervensi yang efektif dalam menangani gangguan mental emosional di kalangan mahasiswa baru, seperti pemberian pelatihan keterampilan sosial, peningkatan dukungan sosial serta kontak sosial

Page 5 of 26 | Total Record : 255