cover
Contact Name
Ali Mashuri
Contact Email
mediapsi@ub.ac.id
Phone
+628976322223
Journal Mail Official
mediapsi@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Psychology Building A, 4th Floor Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Brawijaya Jalan Veteran, Malang, 65145, East Java - Indonesia Phone: +628976322223 Email: mediapsi@ub.ac.id
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
MEDIAPSI
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24776459     EISSN : 25492004     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.mps
MEDIAPSI accepts original research papers covering all areas of psychology including: general and experimental, industrial and organizational, social, developmental, educational, and clinical. Unfortunately, we currently do not accept review articles to be published in MEDIAPSI.
Articles 255 Documents
Peran Budaya Organisasi dalam Memoderasi Keterlibatan Kerja dan Perilaku Kewargaorganisasian pada Karyawan Non Dosen Universitas Mercu Buana Jakarta Buntaran, Firman Alamsyah Ario
Mediapsi Vol 2, No 1 (2016): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.029 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.01.4

Abstract

Perilaku kewargaorganisasian saat ini menjadi pembicaraan yang tetap menarik untuk dikaji karena maju dan berkembangnya sebuah organisasi tidak bisa dilepaskan dengan masalah perilaku kewargaorganisasian anggota di dalamnya. Organisasi yang sukses harus didukung oleh semangat dan kinerja yang bagus dari segenap anggota yang menjadi bagian dalam sebuah organisasi. Namun sayangnya tidak semua organisasi didukung oleh adanya perilaku kewargaorganisasian yang dianut oleh segenap orang-orang yang tinggal di dalamnya sehingga mempengaruhi organisasi dalam menggapai visi dan misinya. Dalam penelitian ini, masalah yang dibahas dibatasi pada keterlibatan kerja yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku kewargaorganisasian yang diperkuat dengan variabel moderasi. Hipotesis penelitian ini adalah budaya organisasi dapat memperkuat hubungan keterlibatan kerja terhadap perilaku kewargaorganisasian dengan pendekatan uji regresi berganda. Terdapat kontribusi signifikan dari keterlibatan kerja karyawan terhadap perilaku kewargaorganisasian dengan sumbangan efektif sebesar 34,3%. Budaya organisasi juga memberi kontribusi signifikan terhadap perilaku kewargaorganisasian dengan sumbangan efektif sebesar 46%. Demikian juga dengan variabel moderator memberikan kontribusi signifikan terhadap perilaku kewargaorganisasian dengan sumbangan efektif sebesar 48.2 %. Sehingga dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi mempunyai peran penting dalam mempengaruhi perilaku kewargaorganisasian yang diperkuat oleh peran keterlibatan kerja.
Kepercayaan Politik dan Partispasi Politik Pemilih Pemula Akhrani, Lusy Asa; Imansari, Fitsabilla; Faizah, Faizah
Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.245 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.1

Abstract

This research aimed to examine the relationship between political trust and political participations among young voters. One hundred and five young voters participated in this quantitative study, sampled by using non-probability sampling (purposive sampling). Data were collected by using Political Trust Scale and Political Participation Scale, both developed by Akhrani (2016). Data obtained from this study were then analysed by using Pearson’s Product Moment technique. The result showed that significant correlation between political trust and political participation do exist (r=0.296, n=105, p=0.002). This result implies that the higher the political trust is, the higher the political participation will be. This study have practical implication that votes from young voters matter significantly for political party as they constitute 20% of overall voters. Therefore, in order to win young voters’ vote, government and political parties should improve their political performance.Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik pada pemilih pemula. Responden dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif ini adalah 105 orang pemilih pemula, yang diperoleh dengan menggunakan teknik non probability sampling (purposive sampling). Data dikumpulkan dengan menggunakan Skala Kepercayaan Politik dan Skala Partisipasi Politik dari Akhrani (2016). Analisis data penelitian ini menggunakan teknik Product Moment dari Pearson. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepercayaan politik dengan partisipasi politik (r=0.296, n=105, p=0.002). Hal ini bermakna semakin tinggi kepercayaan politik maka akan semakin tinggi pula partisipasi politiknya. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa suara para pemilih pemula sangat penting bagi partai politik karena jumlahnya yang mencapai 20% dari keseluruhan suara pemilih. Dengan demikian, untuk mendapatkan suara para pemilih pemula, pemerintah dan partai politik harus memperbaiki kinerja politiknya.
Budaya Berbusana Batik pada Generasi Muda Sanjaya, Fony; Yuwanto, Listyo
Mediapsi Vol 5, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.462 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.02.3

Abstract

Batik is the world's cultural heritage that is recognized as originating from Indonesia. Nowadays batik becomes a lifestyle for the young generation. Batik lifestyle behavior can be explained through the theory of planned behavior. The aim of this study was to investigate the intentions of using batik among members of the younger generation based on their attitudes towards batik, subjective norms about batik, and control of batik lifestyle behavior. The study was conducted by giving an opened questionnaire to 30 respondents consisting of 7 men and 23 women in the East Java area. This step is accompanied by a semi-structured interview that was conducted with two respondents. The results of the questionnaire show that there are several factors that encourage the younger generation to dress in batik, including aesthetics, prestige, fashionable, national identity, and flexibility. The aesthetic value of batik is the main intention to dress batik among members of the younger generation, which is driven by their attitudes towards batik and control of batik lifestyle behavior. The current research also shows that family is the driving factor (subjective norm) for the young generation to dress in batikBatik merupakan warisan budaya dunia yang diakui berasal dari bangsa Indonesia. Dewasa ini batik menjadi gaya hidup berbusana generasi muda. Perilaku berbusana batik dapat dijelaskan melalui theory of planned behavior (teori perilaku terencana). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensi berbusana batik pada generasi muda yang didasari oleh sikap terhadap batik, norma subyektif tentang batik, dan kontrol terhadap perilaku berbusana batik. Penelitian dilakukan dengan memberikan angket terbuka kepada 30 orang responden yang terdiri dari 7 orang laki-laki dan 23 orang perempuan di area Jawa Timur. Setelah itu dilakukan wawancara semi terstruktur kepada 2 orang dari responden tersebut. Hasil angket menunjukkan faktor-faktor yang mendorong generasi muda berbusana batik yaitu nilai estetika, prestise, fashionable, identitas bangsa, dan fleksibilitas. Nilai estetika pada batik merupakan intensi utama menggunakan pakaian batik pada generasi muda yang diprediksi oleh sikap terhadap batik dan kontrol terhadap perilaku berbusana batik. Penelitian ini juga menemukan bahwa keluarga adalah faktor pendorong (norma subyektif) generasi muda menggunakan batik
Front Matters Vol. 2 No. 2 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 2, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.764 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.7

Abstract

Front Matters Vol. 2 No. 2
Pelatihan untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Mengenai Pendampingan pada Remaja Putri dengan Intellectual Disabilities Tingkat Sedang Usia 10–13 Tahun Menghadapi Menstruasi Pertama Fitria, Ika
Mediapsi Vol 2, No 2 (2016): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.528 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2016.002.02.2

Abstract

Penelitian ini dilakukan atas dasar pentingnya ibu memiliki pengetahuan tentang pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama (menarche). Remaja putri dengan intellectual disabilities tingkat sedang pada umumnya mengalami perubahan fisik dan hormon yang hampir sama dengan remaja pada umumnya. Tetapi mereka memiliki kapasitas intelektual terbatas untuk memahami perubahan yang terjadi pada saat menstruasi dan mengembangkan kemandirian dalam mengurusnya. Oleh sebab itu, dibutuhkan seorang pendamping yaitu ibu untuk membantu mereka melewati menarche dengan optimal. Agar bisa menjadi pendamping yang optimal terdapat tiga unsur utama yang hendaknya dimiliki oleh ibu yaitu memiliki pengetahuan, melakukan perubahan irama, dan menunjukkan kesabaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh modul pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri 10–13 tahun dengan intellectual disabilities tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama. Pelatihan ini menggunakan pendekatan adult learning dan mengacu pada teori pendampingan dari Mayeroff (1971). Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi eksperimental, dengan desain one group pretest–posttest. Pengukuran dilakukan dengan memberikan kuesioner mengenai pendampingan sebelum dan sesudah pelatihan. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang ibu yang memiliki putri usia 10–13 tahun, belum menarche, dan mengalami intellectual disabilities tingkat sedang. Pengujian statistik terhadap pengukuran pengetahuan ibu dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank untuk sampel kecil dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai Wilcoxon T=0 < Critical Value=0.03 yang berarti program pelatihan yang dilakukan memberikan pengaruh dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pendampingan pada remaja putri dengan intellectual disabilities usia 10–13 tahun tingkat sedang menghadapi menstruasi pertama.
Persepsi Dukungan Organisasi, Rasa Berdaya Psikologis, dan Pengaruhnya Terhadap Keterikatan Karyawan Pertelevisian Muzdalifah, Nina; Mangundjaya, Wustari L
Mediapsi Vol 5, No 1 (2019): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.571 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2019.005.01.1

Abstract

Employee engagement (EE) has an impact on organizational performance and employees regarding emotional and health conditions. There are EE supporting factors from companies or jobs and employees as individuals. The purpose of this study is to determine the effect of perceived organizational support (POS) on employee engagement (EE) mediated by psychological empowerment (PE). The data was collected using POS questionnaire adapted from Eisenberger (1986), PE questionnaire adapted from Speitzer (1995), and EE questionnaire adapted from Hewitt (2015). Partisipants are 116 people consisted of staff, supervisors, and managers who worked in several television industries in Jakarta Indonesia whose are permanent employees with work period of 2 years. The results showed that there is a direct effect from POS to EE and the indirect effect of POS to EE through PE as mediator. Increasing POS and EE will further increase EE. In conclusion, PE has a role as a positive partial mediation between POS and EE.Keywords: perceived organizational support; psychological empowerment; employee engagementKeterikatan karyawan (employee engagement/EE) memiliki dampak pada kinerja organisasi dan juga pada karyawan dalam hal kondisi emosi dan kesehatan yang baik. Terdapat faktor pendukung dari EE, baik yang berasal dari perusahaan atau pekerjaan dan juga dari karyawan sebagai individu. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh persepsi dukungan organisasi (perceived organizational support/POS) pada keterikatan karyawan (employee engagement/EE) yang dimediasi oleh rasa berdaya psikologis (psychological empowerment/PE). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner adaptasi alat ukur POS dari Eisenberger (1986), rasa berdaya psikologis dari Speitzer (1995), dan keterikatan karyawan dari Hewitt (2015). Partisipan berjumlah 116 orang yang terdiri atas level staf, supervisor, dan manajer yang bekerja di beberapa industri pertelevisian di Jakarta Indonesia yang merupakan karyawan tetap dan memiliki masa kerja 2 tahun. Hasil yang didapatkan adalah terdapat pengaruh langsung dari POS ke EE dan pengaruh tidak langsung POS ke EE melalui mediator PE yang signifikan. Peningkatan POS dan EE akan semakin meningkatkan EE karyawan. Dengan kata lain, PE memiliki peran sebagai mediasi parsial positif antara POS dengan EE.
Back Matters Vol. 6 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.877 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.10

Abstract

Back Matters Vol. 6 No. 1
Hubungan Burnout dengan Work-Life Balance pada Dosen Wanita Darmawan, Achmad Amrullah Yoga Priyo; Silviandari, Ika Adita; Susilawati, Ika Rahma
Mediapsi Vol 1, No 1 (2015): DECEMBER
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.404 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2015.001.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara burnout dan work-life balance pada dosen wanita. Responden dalam penelitian ini adalah dosen yang mengajar di Universitas Negeri di Kota Malang. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah quota sampling dengan komposisi 14 orang dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, 40 orang dari Universitas Negeri Malang, dan 44 orang dari Universitas Brawijaya. Data diperoleh melalui dua alat ukur, yaitu skala burnout yang disusun oleh Kusuma (2013) berdasarkan teori Greenberg (2002) dan skala work-life balance dari Fisher, Bulger, & Smith (2009) yang telah ditransadaptasi oleh Silviandari, dkk (2014). Hasil analisis memperlihatkan nilai koefisien korelasinya adalah (r) -0.563 dengan p = 0.000 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kedua variabel yang bersifat negatif dan berada pada rentang sedang. Hal ini berarti semakin tinggi nilai burnout maka semakin rendah nilai work-life balance. Begitu pula sebaliknya semakin rendah nilai burnout maka semakin tinggi nilai work-life balance.
Front Matters Vol. 4 No. 1 Mediapsi, Mediapsi
Mediapsi Vol 4, No 1 (2018): JUNE
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1111.909 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2018.004.01.6

Abstract

Front Matters Vol. 4 No. 1
Pengantar Editor-in-Chief Mediapsi Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020 Mashuri, Ali
Mediapsi Vol 6, No 1 (2020): June
Publisher : MEDIAPSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.185 KB) | DOI: 10.21776/ub.mps.2020.006.01.1

Abstract

Pengantar Editor-in-Chief Mediapsi Volume 6 Nomor 1 Tahun 2020

Page 4 of 26 | Total Record : 255