cover
Contact Name
Christy Vidiyanti
Contact Email
christy.vidiyanti@mercubuana.ac.id
Phone
+628567535557
Journal Mail Official
arsitektur@mercubuana.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan, dan Lingkungan
ISSN : 20888201     EISSN : 25982982     DOI : https://dx.doi.org/10.22441/vitruvian
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Ilmiah VITRUVIAN adalah jurnal yang mencakup artikel bidang ilmu arsitektur, bangunan, dan lingkungan. Jurnal ilmiah Vitruvian terbit secara berkala yaitu 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober, Februari, dan Juni. Redaksi menerima tulisan ilmiah tentang hasil penelitian yang berkaitan erat dengan bidang arsitektur, bangunan, dan lingkungan.
Articles 286 Documents
INTEGRASI BANGUNAN CARESTER (CARE AND RESCUE CENTRE) DALAM KONSEP MITIGASI BANJIR DI KOTA MAKASSAR Khilda Wildana Nur; Fitrawan Umar; Siti Fuadillah A. Amin
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v10i3.002

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota yang dianugerahi penghargaan sebagai kota yang paling tanggap bencana pada tahun 2019. Salah satu faktor yang berkontribusi dalam keberhasilan merespon bencana adalah dengan adanya bangunan Carester (Care and Rescue Center). Carester adalah layanan terintegrasi lintas institusi di Kota Makassar yang bertujuan memberikan pelayanan keadaan darurat dan layanan publik di Kota Makassar. Bangunan ini direncanakan tersebar di 6 lokasi, namun saat ini baru terbangun di 3 (tiga) titik lokasi yaitu di Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Tamalanrea dan Kecamatan Manggala.Penelitian ini mengkaji tentang bentuk kontribusi Carester dalam konsep mitigasi, khususnya bencana banjir yang menjadi bagian penting dalam keselarasan lingkungan sumber daya air di Makassar. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif terhadap obyek penelitian. Metode yang diartikan dalam pemecahan masalah dilakukan dengan menyelidiki dengan menggambarkan keadaan dari obyek dan subyek yang diteliti. Metode pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan studi literatur. Data kemudian dianalisa dengan metode sinkronik reading, yaitu menyelaraskan semua informasi yang ada sehingga didapatkan kesimpulan dari semua referensi.Kajian integrasi ini dapat menjadi pedoman dalam membangun unit bangunan yang tanggap bencana secara terpadu yang melibatkan berbagai instansi. Riset ini dapat menstimulasi bangunan dan kota lain agar membangun dengan pendekatan konsep Carester yang diselaraskan dengan konsep arsitektur dan tata ruang wilayah. Makassar is one the cities that is awarded as the most resilient city in 2019. One contributed factor in successful in disaster response is the existence of Carester building (care and rescue centre). Carester is integrated services in multi sectoral in Makassar aiming at responding emergency and public services. This building has been planned in 6 distributed locations, eventhough recently it is only built in 3 locations; Ujung Tanah District, Tamalanrea District and Manggala District. This study discusses about sort of Carester contribution in mitigation concept, especially in flood as the essential matter in terms of environmental balance of water resource in Makassar. This study describe research object in explorative-descriptive ways. This meant method in problem solving is conducted by investigating from researched objects. The collecting data is gained from observation, interview, and literature study. Then, data is analyzed through synchronic reading to adjust all the information hence it can be summarized from all refferentions. This integrated study may become a guideline in building development unit that responses disaster in multi intitutions. This research is able to stimulate the building and the city in order to build Carester that has synchronization with architecture and spatial concept.
Vitruvian Manual Submission christy vidiyanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Template Naskah Vitruvian
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vitruvian Manual Submission berisi tentang langkah-langkah yang diperlukan penulis untuk mengunggah artikel melalui ojs Vitruvian
Analisis Presentase Window to Wall Ratio (WWR) Kantor Bank di Jakarta Thifal Indri Maulidina; Agus Budi Purnomo; Nuzuliar Rahmah
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2020.v10i1.005

Abstract

Penelitian ini membahas tentang presentase rasio jendela ke dinidng, Window – to Wall Ratio yang disingkat WWR. Studi kasus pada penelitian ini merupakan 12 bangunan dengan fungsi kantor bank di wilayah Jakarta. Metode yang digunakan ialah melalui gambar/foto tampak depan yang diambil frontal pada setiap bangunan. Kemudian WWR dihitung dengan garis bantu berupa grid. Hasil dari rata-rata tersebut akan dibandingkan dengan penelitian sebelumya. Nilai rata-rata yang didapat dalam kisaran (21%<WWR>65%), dimana pada buku panduan selubung bangunan nilai rata-rata WWR berkisar (20%<WWR>69%).Dan dari nilai tersebut dapat mengehmat energi pada bangunan hingga 13.2%. Kemudian nilai ini bisa menjadi strategi desain secara pasif guna meminimalkan jumlah penggunaan energi yang mengacu pada kriteria bangunan hijau. Pada penelitian ini diharapkan bisa menjadi tolak ukur saat menentukan besaran rasio jendela ke dinidng khusunya pada kantor bank. This research discusses the window to wall percentage ratio, Window - to Wall Ratio, abbreviated as WWR. The case study in this research consists of 12 buildings with bank office functions in the Jakarta area. The method used is through frontal images / photos taken at each building. Then the WWR is calculated with a grid guide. The results of this average will be compared with previous studies. The average value obtained is in the range (21% <WWR> 65%), where in the building envelope manual the average WWR value ranges (20% <WWR> 69%). And from this value it can save energy in buildings up to 13.2%. Then this value can be a passive design strategy to minimize the amount of energy use that refers to the green building criteria. In this study, it is hoped that it can become a benchmark when determining the amount of the window to window ratio, especially in bank offices.
TUTORIAL MENGINPUT ARTIKEL REVISI UNTUK AUTHOR christy vidiyanti
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Template Naskah Vitruvian
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TUTORIAL MENGINPUT ARTIKEL REVISI UNTUK AUTHOR
PENINGKATAN KUALITAS LINGKUNGAN KAMPUNG NELAYAN BERKELANJUTAN Hana Rosilawati; Kennant E. Jessavi; Fenny Insiana Rustanto
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v10i2.005

Abstract

Kampung nelayan sebagai bentuk permukiman yang penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Kondisi ekonomi masyarakatnya sebagian besar berpenghasilan menengah ke bawah,dan kondisi pemukimannya relatif kumuh serta kurang terawat. Kampung nelayan yang ada di kota besar pun memiliki hak yang sama untuk menikmati kehidupan yang layak dan lingkungan hunian yang sehat. Studi Kasus penelitian ini berada di Kampung Nelayan Jalan Cumpat Gang VII Surabaya. Kondisi lingkungan kampung tersebut cenderung kumuh, karena belum adanya kesadaran warga dalam pemeliharaan kampung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kampung nelayan dalam mewujudkan pemukiman yang berkelanjutan. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, pengambilan data melalui studi lapangan dan kajian literatur. Metode analisis yang digunakan adalah identifikasi aspek lingkungan berkelanjutan  dan penerapan konsep dengan visualisasi desain. Hasil penelitian ini adalah konsep kampung nelayan yang berkelanjutan sehingga meningkatkan kualitas lingkungan pemukiman yang layak, nyaman, dan sehat berdasarkan pada memastikan efisiensi energi, air dan efisiensi sumber daya, prinsip (3R) Reduce, Reuse, dan Recycle, desain hijau, menggunakan konstruksi dan material lokal yang berkelanjutan, sanitasi, mencegah bahan-bahan berbahaya dan polusi, meningkatkan ketahanan dan adaptasi dari rumah, infrastruktur, dan Ruang Terbuka Hijau.
PENGAMATAN ORIENTALISME pada arsitektur ISTANA MAIMUN dan MASJID RAYA MEDAN Widya Laksmi Larasati
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2020.v10i1.010

Abstract

Orientalisme dalam keilmuan sejarah arsitektur dipahami sebagai sebuah kegiatan mengadopsi elemen arsitektur kebudayan Timur oleh individual Barat. Orientalisme melihat Timur sebagai sesuatu yang eksotis sehingga kegiatan adopsi tersebut seringkali menghasilkan bentuk yang tidak pada tempatnya dan tidak bermakna. Pemahaman orientalisme kemudian juga berkaitan dengan kolonialisme, karenanya menarik untuk melihat apakah pemahaman tersebut muncul dalam karya arsitektur Indonesia dari era pemerintahan kolonial Belanda. Kami memilih obyek penelitian Istana Maimun dan Masjid Raya dengan pertimbangan penggunaan elemen yang bukan khas wilayah setempat, Medan Sumatra Utara, dan bahwa kedua obyek adalah karya arsitek Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah dengan mengamati arsip gambar dan literatur yang tersedia. Hasil pengamatan dan analisa berdasarkan teori yang ditentukan menunjukkan bahwa keberadaan paham orientalisme dalam arsitektur tidak dapat ditentukan dari pengamatan terhadap bentuk fisik saja, melainkan juga proses dan latar belakang pemilik, perancang, dan masyarakat dimana objek berdiri. Dalam penelitian ini maka termasuk sejarah Kesultanan Deli selaku pendiri dan pemilik objek dan kondisi setempat di Medan pada waktu objek ini dirancang dan dibangun.  Orientalism in the science of history of architecture is understood as the Western act of adopting Eastern cultural element into their work of arts. Orientalism perceives the East as an exotic object thus their adaptation often resulted in misplaced and meaningless shapes. Orientalism is related to colonialism therefore it is interesting to see whether this idea is applied to Indonesian architecture built in the Dutch colonial era.  We chose the Maimoon Palace and Great Mosque in Medan, North Sumatra considering that shapes foreign to Medan were used in the architecture and that the architect was from the West. This research used historical approach by observation towards archival images and literatures. The result of this observation and theoretical analysis revealed that the existence of orientalism in architecture could not be determined from its physical appearance only, instead should also consider its background and construction process. In the case of Maimoon Palace and Great Mosque this means that the history of Deli Sultanate as builder and owner, as well as the local situation in Medan during its planning and construction.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI STRATEGI EFISIENSI ENERGI PADA BANGUNAN SPAZIO Annisa Fikriyah Tasya; Purwanita Setijanti; Asri Dinapradipta
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2020.v10i1.003

Abstract

Saat ini, konsumsi energi menjadi topik yang sangat penting di seluruh dunia, di mana bangunan menghasilkan 50% dari total pengeluaran energi di Indonesia dan bertanggung jawab atas 30% emisi gas rumah kaca dan bahan baku yang dihasilkan (Gunawan, 2012). Efisiensi energi di sektor properti adalah target utama untuk mengurangi penggunaan energi. Penggunaan energi pada bangunan yang ada dapat dikurangi secara signifikan melalui retrofit bangunan. Penelitian ini membahas mengenai faktor yang mempengaruhi implementasi strategi efisiensi energi di Spazio. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki hambatan potensial yang menghambat adopsi fitur efisiensi energi oleh pengembang properti di gedung yang ada. Investasi dalam fitur efisiensi energi adalah konsep yang relatif baru, literatur lokal di daerah ini tergolong langka dan sebagian besar diambil dari publikasi eksternal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: Pemerintahan, Pengetahuan, Pasar, Biaya, dan Kondisi Bangunan adalah faktor yang mempengaruhi penerapan strategi efisiensi energi di gedung yang ada. Hasil studi empiris digunakan untuk mengkategorikan penghalang potensial yang dihadapi oleh pengembang kedalam setiap faktor yang terbentuk. Oleh karena itu, mengidentifikasi faktor ini dapat membantu keberhasilan adopsi green office di Surabaya di masa mendatang. Currently, energy consumption is a very important topic throughout the world, where buildings generate 50% of total energy expenditure in Indonesia and are responsible for 30% of greenhouse gas emissions and raw materials produced (Gunawan, 2012). Energy efficiency in the property sector is the main target to reduce energy use. Energy use in existing buildings can be significantly reduced through building retrofitting. This research examines factors that are affecting the implementation of energy efficiency strategies in Spazio. The purpose of this research is to investigate the potential barriers inhibiting the adoption of energy efficiency features by property developer in existing building. Investment in energy efficiency features is a relatively new concept, local literature in this area is scarce and largely taken from external publications. Thus, the research findings show that: Governance, Knowledge, Market, Cost, and Building Conditions are the affecting factors of the implementation energy efficiency strategies in existing building. The results of empirical studies are used to categorize the potential barrier that were faced by developers. Therefore, identifying these factors might help in the success of the green office adoption in Surabaya.
PREFERENSI KARYAWAN TERHADAP RUANG BEKERJA DI RUMAH TINGGAL SELAMA MASA PANDEMI BERDASARKAN KEPRIBADIAN MYERS-BRIGGS TYPE INDICATOR (MBTI) Yogi Mudzakir; Wibisono Bagus Nimpuno
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v10i3.006

Abstract

Work from home (WFH) merupakan kegiatan bekerja yang dilakukan dari rumah, kegiatan tersebut bukan merupakan hal baru pada masa revolusi industri 4.0 dan sudah dilakukan sejak tahun 1980an, saat internet telah ditemukan. Namun, kegiatan tersebut massif dilakukan pada saat pandemik covid-19 yang merebak pada tahun 2020 diseluruh dunia. Di Indonesia, kegiatan WFH dilakukan oleh beberapa perusahaan merujuk pada peraturan pemerintah terhadap pengendalian penularan virus. Karyawan dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan bekerja yang baru, yaitu rumah tinggal. Bekerja dari rumah berpotensi menimbulkan gangguan terhadap kesehatan mental, diantara stress hingga depresi, sehingga untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat aktifitas bekerja dari rumah, diperlukan sebuah pendekatan dalam perancangan rumah tinggal untuk memenuhi kebutuhan aktifitas bekerja di rumah. Perancangan tersebut disusun berdasarkan pendekatan kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) karena setiap individu memiliki keunikan karakter yang berpengaruh terhadap efisiensi, efektifitas kerja dan kesehatan mental. Data diperoleh dari kuesioner terbuka dengan pendekatan visual/gambar. Hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah pola layout ruang bekerja yang diinginkan berdasarkan kepribadian MBTI dari hasil analisis isi. Work from home (WFH) is a work activity that is carried out from home, this activity has been carried out for a long time since the industrial revolution 4.0 began, specifically in the 1980s, when the internet was invented. However, this activity was carried out massively at the time of the Covid-19 pandemic that broke out in 2020 around the world. In Indonesia, WFH activities are carried out by several companies referring to government regulations on controlling virus transmission. Employees are required to adapt to a new work environment, namely a home. Working from home has the potential to cause mental health problems, ranging from stress to depression, so to reduce the impact of working from home, an approach is needed in residential design to meet the needs of working at home activities. The design is based on the Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) personality approach because each individual has a unique character that affects work efficiency, effectiveness and mental health. Data obtained from open questionnaires with a visual / image approach. The final result obtained from this research is the desired workspace layout pattern based on the MBTI personality from the results of the content analysis.
TRANSFORMASI HUNIAN DI DESA BOROBUDUR, JAWA TENGAH Aditha Agung Prakoso; Eugenius Pradipto; Muhammad Sani Roychansyah
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/Vitruvian.2021.v11i1.002

Abstract

Perkembangan kepariwisataan di kawasan Borobudur meningkat, sejak ditetapkannya Candi Borobudur menjadi situs warisan budaya UNESCO pada tahun 1991, hal ini memberikan dampak pada kawasan permukiman di sekitarnya. Kegiatan pariwisata di sekitar candi berdampak pada permukiman yang berubah menjadi kawasan wisata pedesaan, mendorong respon hunian yang mampu berperan sebagai akomodasi dan fasilitas wisata atau sebagai Usaha Berbasis Rumah Tangga (Home Based Enterprise). Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan yang terjadi pada hunian di Desa Borobudur yang diakibatkan karena perkembangan permukiman menjadi kawasan pariwisata, baik dari tatanan fisik, teritorial dan kultural. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif studi kasus, dengan pendekatan transformasi dari Habraken. Hasil dari penelitian ini adalah penjabaran tentang perubahan yang terjadi pada hunian di Desa Borobudur, terutama yang dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat pada dasar kebijakan, strategi, dan program dalam pengembangan pariwisata di Desa Borobudur, untuk menjaga kelestarian budaya lokal setempat.
Komparasi Hunian Etnis Arab Di Kota Palembang – Sumatra Selatan Wan Helwa; Etty R. Kridarso
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2021.v11i1.007

Abstract

Palembang terletak di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan. Palembang termasuk kota yang terbesar pringkat kedua di Sumatera setelah medan. Kota Palembang terisolir menjadi dua bagian, yaitu ruas Ulu dan ruas Ilir yang diisolasi oleh aliran Musi. Penduduk luar di Kota Palembang yang tinggal di segmen Ulu terdiri dari kelompok etnis yang berbeda, khususnya Melayu, Cina dan Arab. Hunian para pendatang, membentuk suatu permukiman tradisional yaitu Kampung Kapitan, Kampung Arab, dan Kampung Palembang. Pada kampung Arab di kota palembang terdapat kampung Arab Al Munawar 13 Ulu, Arab 9-10 Ulu, Assegaf, Kutobatu, Lumpur, Lorong BBC, Alhadad, Alhabsy dan Alkaaf. Diantara orang Arab yang menonjol adalah Kampung Al Munawar. Maka kampung Al Munawar menjadi tempat penelitian karena kampung tersebut merupakan kampung religi yang masuk dalam cagar budaya oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada tahun 2016. Terlihat juga pada Kampung Assegaf, dimana masih memegang tradisi adat dan budaya yang berkaitan dengan nilai agama sebagai permukiman keturunan Arab. Kedua kampung tersebut masih mempertahankan permukimannya sehingga menarik untuk dikomparasi pada bentuk huniannya sehingga memiliki perbandiangan yang menjadi suatu temuan penelitian. Teknik pengumpulan data diperoleh dari obesrvasi dengan meninjau dan mendokumentasi berupa foto sebagai dokumentasi visual kemudian mencari studi literatur sebagai referensi penelitian. Data yang didapatkan yaitu mengkomparasi dua rumah yaitu Rumah Darat di Kampung Al Munawar dan Rumah Besak di Kampung Assegaf. Kedua rumah tersebut dikomparasi dalam bentuk tabel berdasarkan unsur elemen fisik. Ditemukan hasil penelitian yaitu terdapat perbandingan pada penerapan Arsitektur bagian elemen fisik bangunan: 1) Dimana sama-sama dibangun pada abad 19 yang menggunakan type Rumah Indies dan Kolonial Modern, 2) Memiliki perbedaan pada bentuk fasad bangunan, 3) Rumah Besak lebih ke gaya arsitektur rumah modern terlihat pada komposisi fasad yang tidak simetris namun tidak melupakan unsur rumah tradisional Palembang, 4) Rumah darat di kampung Al Munawar lebih menggunakan unsur rumah kolonial pada jendela rumah.