cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 1,896 Documents
Analisis Kepuasan Konsumen dan Kesediaan Memberikan Rating serta Ulasan di Google Maps pada Amstirdam Coffee Kota Malang Dimas Syahrul Septama; Rahayu Relawati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25321

Abstract

Thei increiasing usei of Googlei Maps as a meidium for information seiarch and various consumption eixpeirieinceis makeis onlinei ratings and reivieiws onei of thei important factors in shaping a busineiss's digital reiputation, including in thei coffeiei shop industry. This study aims to analyzei thei influeincei of product quality, seirvicei quality, and atmospheirei and facilitieis on customeir satisfaction, analyzei thei influeincei of customeir satisfaction on thei willingneiss to providei ratings and reivieiws on Googlei Maps, and analyzei thei rolei of customeir satisfaction as an inteirveining variablei at Amstirdam Coffeiei in Malang City. This study useis a quantitativei approach with an eixplanatory reiseiarch typei. Thei reiseiarch samplei consisteid of 186 reispondeints who weirei deiteirmineid using an accideintal sampling teichniquei with thei criteiria of consumeirs who had visiteid Amstirdam Coffeiei at leiast twicei. Data weirei colleicteid through a Googlei Form queistionnairei using a fivei-point Likeirt scalei and analyzeid using thei Statistical Packagei for Social Scieinceis (SPSS) through thei Path Analysis meithod. Thei reisults showeid that product quality (β = 0.364), seirvicei quality (β = 0.518), and atmospheirei and facilitieis (β = 0.549) had a positivei and significant eiffeict on customeir satisfaction. Consumeir satisfaction also had a positivei and significant eiffeict on thei willingneiss to leiavei a rating and reivieiw on Googlei Maps (β = 0.831) and was shown to meidiatei thei influeincei of product quality, seirvicei quality, and atmospheirei and facilitieis on thei willingneiss to leiavei a rating and reivieiw on Googlei Maps. Theisei findings suggeist that improving thei quality of thei consumeir eixpeirieincei can eincouragei thei formation of a positivei digital reiputation through consumeir participation in providing ratings and reivieiws.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Cabai Besar Pola Kemitraan Fadila Dhiya Ulhaq
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23614

Abstract

Produksi cabai besar di Kota Tasikmalaya lebih rendah dibawah daerah kabupaten/kota di Jawa Barat. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk meningkatkan produksi cabai besar di Kota Tasikmalaya. Rekomendasi kebijakan yang bisa dilakukan salah satunya adalah mengembangkan kemitraan antara petani dan industri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kemitraan yang dilakukan oleh Lembah Pasir Mas dengan mitra, menganalisis pendapatan Lembah Pasir Mas dan Mitra serta menganalisis kelayakan usahatani cabai besar. Penelitian ini dilaksanakan di Lembah Pasir Mas Kelurahan Urug, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi kasus dengan alat Analisis Deskriptif, Analisis Pendapatan dan Analisis R/C rasio. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan antara Lembah Pasir Mas dengan mitra adalah pola kemitraan inti-plasma, dimana Lembah Pasir Mas sebagai inti sedangkan mitra sebagai plasma; Analisis pendapatan menunjukkan usahatani cabai besar menguntungkan sebesar Rp 124.926.025, besarnya pendapatan pihak inti dan plasma masing-masing ditentukan dengan sistem bagi hasil 40 : 60 maka, pendapatan inti sebesar Rp 49.970.410; sedangkan pendapatan plasma yaitu sebesar Rp 74.955.615; Analisis R/C rasio menunjukkan bahwa kelayakan usahatani cabai besar pola kemitraan layak diusahakan dengan nilai R/C sebesar 2,50; Plasma memiliki nilai R/C tertinggi sebesar 3,14, Inti berada di posisi terendah dengan nilai R/C sebesar 2,03.Kata kunci : Cabai besar, pola kemitraan, pendapatan, R/C rasio 
Analisis Mitigasi Risiko Produksi Sayuran Hijau Hidroponik di Griya Hijau Hidroponik Bandung muhammad aidil faras; Tuti Karyani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25069

Abstract

Griya Hijau Hidroponik (GHH) merupakan pelaku usaha sayuran hidroponik di Kota Bandung yang memproduksi kangkung, selada, pakcoy, dan bayam. Fluktuasi dan penurunan produksi yang terjadi secara konsisten mengindikasikan adanya risiko dalam proses produksi yang berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan apabila tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan sumber risiko, menentukan prioritas sumber risiko, serta menetapkan strategi mitigasi risiko yang paling efektif dan efisien pada proses produksi sayuran hijau hidroponik di GHH. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi langsung, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode House of Risk (HOR) fase 1 dan fase 2 untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menentukan prioritas mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 kejadian risiko dan 11 sumber risiko pada proses produksi. Risiko dengan tingkat keparahan tertinggi adalah tanaman mati saat pertumbuhan dan kekurangan jumlah produksi. Berdasarkan diagram Pareto, enam sumber risiko prioritas adalah serangan jamur, kurang lubang tanam, kelalaian SDM, serangan ulat, fasilitas tidak steril, dan kurang sinar matahari. Strategi mitigasi yang paling efektif berdasarkan nilai ETDk tertinggi adalah sanitasi dan sterilisasi fasilitas secara terjadwal, diikuti evaluasi berbasis SOP dan penguatan kapasitas SDM, penerapan pengendalian hama dan penyakit terpadu, optimalisasi intensitas cahaya dan iklim mikro, serta optimalisasi infrastruktur produksi.
Model Peningkatan Daya Saing UMKM Cafe Melalui Optimalisasi Pelayanan, Pengelolaan Bisnis, dan Peran Mediasi Citra Merek serta Efisiensi Operasional Retno Murwanti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24061

Abstract

Pertumbuhan industri kafe di Jember yang pesat menciptakan persaingan ketat, di mana kepuasan konsumen menjadi faktor kunci keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebutuhan praktis Café Puspa Rasa, sebuah UMKM di Jember, dalam meningkatkan kepuasan pelanggan. Menggunakan pendekatan mixed method dengan desain kausal asosiatif, penelitian ini mengkaji hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel. Tujuan penelitian meliputi: (1) menguji pengaruh pelayanan dan pengelolaan bisnis terhadap kepuasan konsumen; (2) menganalisis peran citra merek sebagai mediator pelayanan; (3) menilai efisiensi operasional sebagai mediator pengelolaan bisnis; serta (4) menyusun model peningkatan daya saing UMKM kafe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Citra Merek (M1) berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Konsumen (Y) sebesar 0,283, dan Efisiensi Operasional (M2) berkontribusi positif sebesar 0,307. Kualitas Pelayanan (X1) juga berpengaruh signifikan sebesar 0,151, diikuti oleh Pengelolaan Bisnis (X2) sebesar 0,121. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan citra, efisiensi kerja, pelayanan, dan manajemen yang baik secara langsung meningkatkan kepuasan konsumen. Namun, pada uji mediasi (X1-M1-Y dan X2-M2-Y), variabel interaksi ditemukan tidak signifikan. Citra Merek dan Efisiensi Operasional tidak bertindak sebagai mediator, baik penuh maupun parsial, dalam hubungan antara Kualitas Pelayanan dan Pengelolaan Bisnis terhadap Kepuasan Konsumen. Variabel interaksi X1-M1-Y menunjukkan pengaruh tidak signifikan sebesar -0,051, sedangkan X2-M2-Y menunjukkan pengaruh positif yang sangat kecil (0,010) dan tidak signifikan. Simpulannya, strategi peningkatan kepuasan pada Café Puspa Rasa lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi variabel secara langsung daripada melalui jalur mediasi.
Analisis Perbandingan Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Semi Organik dan Anorganik Anggota Gapoktan Rukun Makmur Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen Elok Isti Kurniawati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23788

Abstract

Sektor pertanian berperan penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Padi sebagai komoditas utama menghadapi berbagai tantangan produksi, salah satunya akibat penurunan kesuburan tanah karena penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan. Oleh karena itu, beberapa petani mulai menerapkan sistem budidaya semi organik sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi teknis dan pendapatan usahatani padi semi organik dan anorganik di Gapoktan Rukun Makmur, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Jumlah responden sebanyak 70 petani yang terdiri dari 40 petani padi anorganik dan 30 petani padi semi organik yang dipilih dengan metode simple random sampling. Data yang dikumpulkan meliputi luas lahan, benih, pupuk organik, pupuk kimia, pestisida, tenaga kerja, produksi padi, serta biaya tetap dan biaya variabel. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif yang terdiri dari analisis efisiensi teknis dengan pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA), analisis pendapatan, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata efisiensi teknis usahatani padi anorganik sebesar 1,000, sedikit lebih tinggi dibandingkan usahatani semi organik sebesar 0,996. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan nyata efisiensi teknis antara kedua sistem budidaya dengan nilai signifikansi 0,008. Sementara itu, pendapatan usahatani padi semi organik lebih tinggi yaitu Rp29,46 juta/ha/mt dibandingkan anorganik sebesar Rp28,24 juta/ha/mt dengan perbedaan nyata pada nilai signifikansi 0,000.Kata kunci: efisiensi teknis, pendapatan, padi, semi organik, anorganik.
Dampak Keseimbangan Kehidupan Kerja (Work-life balance) Terhadap Tingkat Burnout Karyawan Perkebunan di PTPN IV Regional II Kebun Adolina Maynaomy Marbun; Junita Elisabeth
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25213

Abstract

Keseimbangan kehidupan kerja ( work-life balance ) menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi psikologis karyawan dan mencegah munculnya burnout pada karyawan di perkebunan. Tujuan dari penelitian ini yaitu : (a) menggambarkan kondisi work-life balance pada karyawan perkebunan, (b) menggambarkan kondisi burnout karyawan perkebunan, (c) menganalisis keterkaitan antara work-life balance dan burnout pada karyawan perkebunan.Penelitian ini dilaksanakan di PTPN IV Regional II Kebun Adolina dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur dan yang menjadi sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang ditentukan secara sengaja ( purposive sampling ). Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu menggunakan model analisis tematik melalui tahapan open coding , axial coding , selective coding dan kesimpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa work-life balance yang dimiliki karyawan cukup baik dan tingkat burnout yang dirasakan masih rendah, sehingga analisis antara work-life balance dan burnout memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Semakin baik keseimbangan kehidupan kerja yang dimiliki karyawan, maka tingkat burnout cenderung lebih rendah. Sebaliknya, jika tekanan pekerjaan meningkat dan terganggunya keseimbangan kehidupan pribadi, maka risiko burnout akan semakin tinggi.
Pertumbuhan, Daya Saing, dan Risiko Ekspor Crude Palm Oil Indonesia selama Implementasi Kebijakan Biodiesel Ravitro Bagus Ersa Wardana
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23488

Abstract

Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir utama minyak kelapa sawit mentah atau “CPO” dunia. Pemerintah Indonesia berinovasi untuk mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN), yakni biodiesel dengan bahan baku yang berasal dari campuran solar dan CPO melalui kebijakan biodiesel. Pemakaian CPO sebagai bahan baku biodiesel tentunya akan menambah beban kebutuhan CPO di pasar domestik dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilisasi besaran alokasi CPO antara komoditas ekspor dan kebutuhan dalam negeri. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan, daya saing, dan risiko ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel. Metode penelitian menggunakan perhitungan pertumbuhan standar, revealed comparative advantage (RCA), indeks spesialisasi perdagangan (ISP), dan koefisien variasi (CV). Hasil penelitian menunjukkan ekspor CPO Indonesia selama implementasi kebijakan biodiesel mulai dari tahun 2008 sampai tahun 2023 mengalami peningkatan pertumbuhan volume ekspor sebesar 82,8% dengan daya saing yang tinggi di pasar internasional dan memiliki tingkat risiko rendah. Upaya untuk meningkatkan pertumbuhan, memperkuat daya saing, dan mempertahankan tingkat risiko rendah ekspor CPO Indonesia dapat dilakukan dengan menjaga keberlanjutan ekosistem tanaman kelapa sawit yang berkualitas, menjaga keberlanjutan alam dan lingkungan sosial masyarakat yang terdampak, serta memastikan kepatuhan terhadap kebijakan atau regulasi yang berlaku.
Adopsi Inovasi dan Dampak Teknologi UV Dryer (Studi Kasus Kelompok Subur Tani 1, Desa Sukasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang) Sandrina Alya Zahrani; Mahra Arari Heryanto
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25020

Abstract

Proses pengeringan tembakau di Desa Sukasari masih menghadapi kendala karena sangat bergantung pada kondisi cuaca, sehingga berpotensi memperpanjang waktu pengeringan dan menurunkan kualitas hasil. Teknologi UV Dryer hadir sebagai inovasi yang diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adopsi inovasi teknologi UV Dryer serta dampak penggunaannya pada anggota Kelompok Subur Tani 1 di Desa Sukasari. Penelitian menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive, terdiri atas empat petani pengguna UV Dryer dan empat petani nonpengguna. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adopsi inovasi UV Dryer berlangsung melalui lima tahapan proses keputusan inovasi menurut Rogers, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi. Petani yang mengadopsi UV Dryer telah melalui seluruh tahapan hingga mencapai tahap konfirmasi, sedangkan petani yang belum mengadopsi umumnya masih berada pada tahap keputusan karena keterbatasan biaya pembangunan dan kepemilikan lahan. Penggunaan UV Dryer memberikan dampak berupa efisiensi waktu pengeringan, kemudahan proses kerja, ketahanan pengeringan terhadap cuaca, serta pemanfaatan waktu kerja yang lebih fleksibel. Dampak tersebut menunjukkan adanya keuntungan relatif yang mendorong keberlanjutan penggunaan UV Dryer oleh petani pengguna.
Pemilihan Model Peramalan Volume Pengiriman Ekspor Ubi Cilembu Ke Singapura: Studi Kasus PT. XYZ Monica Sarwono; Nur Ocvanny Amir
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.22988

Abstract

Cilembu sweet potato exports have strong potential in international markets; however, this opportunity may lead to problems if it is not accompanied by the company’s readiness to plan shipment volumes accurately. Therefore, forecasting is needed to help the company develop more measurable estimates of shipment volumes in line with demand dynamics. This study aims to This study aims to (1) identify and analyze the historical pattern of PT XYZ’s cilembu sweet potato export shipment volumes to Singapore; (2) analyze shipment-volume cilembu sweet potato forecasting using the Moving Average (MA), Weighted Moving Average (WMA), and Exponential Smoothing (ES) methods; and (3) select the best model to support shipment-volume planning for Cilembu sweet potatoes. This study uses secondary data on shipment volumes and applies simple time-series forecasting methods, namely MA, WMA, and ES. Forecasting analysis is conducted by determining parameters through testing several alternatives and then evaluating accuracy using MAD, MSE, and MAPE. The results show that (1) the historical shipment-volume pattern tends to fluctuate and is influenced more by short-term changes than by a strong trend; (2) the selected parameters are MA(3), WMA (1–2–3), and ES with α = 0.3 because they produce the smallest error values and provide the best accuracy for forecasting the next-period shipment volume of Cilembu sweet potatoes; and (3) Exponential Smoothing (ES) is identified as the best method, yielding a forecast of 564.103 kg as the shipment volume for the next period.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Produksi Bawang Putih di Kabupaten Karanganyar: Pendekatan Cobb-Douglas Sindy Nur Cahyaningsih
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan pendapatan usahatani serta faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang putih di Kabupaten Karanganyar. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tawangmangu dan Kecamatan Jatiyoso dengan melibatkan 110 petani responden yang dipilih menggunakan teknik multi-stage sampling dan purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui analisis biaya usahatani dan fungsi produksi Cobb-Douglas menggunakan software STATA 17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya produksi usahatani bawang putih sebesar Rp16.198.654 per 0,15 ha atau Rp107.991.030 per hektare. Rata-rata pendapatan petani sebesar Rp11.615.087 per 0,15 ha atau Rp77.433.918 per hektare, sedangkan keuntungan sebesar Rp2.675.891 per 0,15 ha atau Rp17.839.273 per hektare. Hasil analisis Cobb-Douglas menunjukkan bahwa benih, tenaga kerja, dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi bawang putih, sedangkan luas lahan, pupuk kandang, dan pupuk kimia tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan input produksi yang tepat dan efisien dapat meningkatkan produktivitas dan keuntungan usahatani bawang putih.