cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 1,896 Documents
Determinan Nilai Tukar Petani Padi di Provinsi Sumatera Utara Endang Sari Simanullang; Desa Mandasari; Muhammad Buhari Sibuea
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perkembangan dan menganalisis determinan nilai tukar petani padi di Provinsi Sumatera Utara. Data yang digunakan merupakan data sekunder runtut waktu dengan periode tahun 2009 – 2024 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares untuk menguji luas panen, inflasi, harga pupuk urea bersubsidi, harga pupuk NPK bersubsidi, dan upah tenaga kerja terhadap nilai tukar petani padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan nilai tukar petani padi di Provinsi Sumatera Utara mengalami fluktuasi yang meningkat dan menurun. Determinan nilai tukar petani padi yang signifikan adalah harga pupuk area bersubsidi dengan tanda positif dan upah tenaga kerja dengan tanda negatif. Temuan ini mengindikasikan bahwa nilai tukar sebagai indikator kesejahteraan petani padi lebih sensitif terhadap perubahan biaya tenaga kerja dan kebijakan harga pupuk urea dibandingkan dengan faktor determinan dalam penelitian ini.
Potensi Penerapan Q-Methodology dalam Mengeksplorasi Subjektivitas Pelaku Pertanian dan Agribisnis di Indonesia Muhammad Hanif Arroisi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25121

Abstract

Pemahaman terhadap kompleksitas perilaku dan pengambilan keputusan pelaku pertanian sering kali disederhanakan oleh pendekatan kuantitatif konvensional dalam perumusan kebijakan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi penerapan Q-methodology dalam mengeksplorasi subjektivitas dan pandangan pemangku kepentingan di sektor pertanian dan agribisnis, khususnya di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan deskriptif-eksploratif melalui tinjauan literatur naratif dan kajian metodologis terhadap literatur dari sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa Q-methodology mampu menggabungkan kekuatan eksplorasi kualitatif dan ketepatan analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi pola pandangan yang beragam secara sistematis. Metode ini telah terbukti efektif ketika diaplikasikan pada ragam isu kritis, meliputi adopsi inovasi, adaptasi perubahan iklim, evaluasi insentif ekologis, hingga resolusi konflik. Meskipun penerapannya di wilayah pedesaan menghadapi tantangan terkait literasi dan partisipasi kelompok rentan , penyesuaian instrumen melalui media visual dan pendampingan intensif terbukti mampu mengatasi hambatan tersebut. Disimpulkan bahwa Q-methodology merupakan alternatif desain riset yang sangat relevan dan menjanjikan untuk memfasilitasi pendekatan pembangunan pertanian yang lebih berpusat pada kebutuhan aktual masyarakat.Kata kunci: Q-methodology, subjektivitas, tipologi pandangan, pertanian, agribisnis 
Pengaruh Daya Tarik Wisata Terhadap Pendapatan Petani di Kawasan Wisata Kambo, Kota Palopo Muhammad Syihab Zainuddin; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23366

Abstract

The Kambo tourist area in Kambo Village, Mungkajang District, Palopo City, is a rapidly developing natural tourist destination and was designated a leading tourist village in 2022. This area is characterized by highlands, natural panoramas, and agricultural potential in the form of coffee, cocoa, cloves, galangal, trigona honey, and tropical fruits. Tourism activities in this area open up new economic opportunities for farmers, such as selling agricultural products directly to tourists, local culinary businesses, and providing parking and other tourism services. This study aims to analyze the effect of tourist attractions on farmers’ income in the Kambo tourism area, Palopo City. Tourist attraction is measured through three variables, namely natural beauty, tourism facilities, and accessibility. The study employs a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through a survey using questionnaires administered to 30 farmers selected using a saturated sampling technique. Data analysis was conducted using multiple linear regression, accompanied by classical assumption tests, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The results show that natural beauty and accessibility have a positive and significant effect on farmers’ income, while tourism facilities do not have a significant partial effect. Simultaneously, the three variables significantly affect farmers’ income, with a coefficient of determination of 66.9%. These findings indicate that the quality of natural scenery and ease of access are the main factors in encouraging farmers’ economic activities through the tourism sector. Therefore, the development of the Kambo tourism area should be directed toward improving environmental quality and accessibility infrastructure, as well as integrating tourism facilities with farmers’ economic activities to ensure more optimal and sustainable economic impacts.
Analisis Kesiapan Pengembangan Agrowisata Pakuwon Berdasarkan Pendekatan 5A Framework di Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan Mohammad Daffa Anwari; Endah Djuwendah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24980

Abstract

Agrowisata merupakan salah satu bentuk diversifikasi usaha pertanian yang dapat memberikan manfaat ekonomi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat pedesaan. Meskipun pendekatan 5A Framework telah banyak digunakan untuk mengevaluasi destinasi wisata, kajian pada destinasi agrowisata berbasis masyarakat yang masih berada pada tahap awal pengembangan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pengembangan Agrowisata Pakuwon di Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan berdasarkan pendekatan 5A Framework yang meliputi Attraction, Accessibility, Amenities, Accommodation, dan Activities. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang didukung data kuantitatif deskriptif berupa persepsi wisatawan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuesioner yang melibatkan pengelola agrowisata, BUMDes, Pokdarwis, Kepala Desa Pajambon, serta 30 wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa attraction dan activities menjadi kekuatan utama Agrowisata Pakuwon yang didukung oleh keberagaman atraksi agro-hortikultura serta aktivitas edukatif dan rekreatif. Accessibility dan amenities telah mampu mendukung aktivitas wisata meskipun masih memerlukan peningkatan pada beberapa aspek, sedangkan accommodation menjadi komponen yang paling memerlukan pengembangan karena belum tersedia akomodasi yang terintegrasi dengan pengelolaan wisata. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan agrowisata pada tahap awal memerlukan keterpaduan seluruh komponen 5A, khususnya dukungan fasilitas pendukung dan akomodasi. Secara keseluruhan, Agrowisata Pakuwon memiliki tingkat kesiapan pengembangan yang cukup baik dan berpotensi berkembang sebagai destinasi agrowisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Analisis Kelayakan Pupuk dari Limbah Serai Wangi dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular Meysa Nazila Maratul Qamilah; Dika Supyandi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.22698

Abstract

Solid waste from citronella distillation has great potential to be reused within a circular economy system to reduce pollution and increase the added value of agricultural products. This study aims to analyze the financial and non-financial feasibility of processing citronella solid waste into compost fertilizer at the Harapan Sejahtera Farmers Group, Mekarlaksana Village, Ciparay District, Bandung Regency. A qualitative approach was employed using a case study method through interviews, observations, and documentation, along with financial analysis covering fixed costs, variable costs, total production costs, revenue, net income, and the R/C ratio. The results show that the processing of citronella solid waste produces 33 sacks of compost per production cycle with a total cost of IDR 1,166,925 and revenue of IDR 1,320,000, resulting in a profit of IDR 153,075 and an R/C ratio of 1.13. This indicates that the business is financially feasible. From a non-financial perspective, this activity has the potential to create new employment opportunities, support sustainable agricultural practices, and contribute to environmentally friendly waste management. With strong institutional, technical, and social support, compost fertilizer production from citronella waste is considered feasible to be developed as part of the implementation of a circular economy in the agribusiness sector.
Analisis Risiko Produksi Bunga Anggrek Bulan dan Dendrobium di Raja Bunga Anggrek Kabupaten Semarang Rinanti Amelia Rizky Santosa; Hery Setiyawan; Dinda Ayu Sekarnurani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24290

Abstract

Orchids are one of the most widely cultivated ornamental plants in Indonesia. Raja Bunga Anggrek is one of the largest orchid producers with high demand in Semarang Regency. Fluctuating production output indicates a high level of production risk. The objective of this study is to identify the occurrence and sources of risk in orchid cultivation activities and to analyze the priorities for risk management in orchid production activities at Raja Bunga Anggrek in Semarang Regency. The research location was selected purposively, considering that Raja Bunga Anggrek is one of the largest orchid producers in Semarang Regency. The research method employed a case study with a quantitative approach. Key informants were selected using a purposive method, resulting in 6 key informants. This study utilized both primary and secondary data. Primary data were derived from questionnaire-based interviews with respondents and observations, while secondary data were obtained from the company’s annual reports. The analytical methods used in this study were the Coefficient of Variation (CV) and the House of Risk (HOR). The CV value was 6%, indicating that the risk level is classified as moderate. HoR Phase 1 indicates there are 19 events and 8 risk sources. Five risk sources are prioritized and require risk management strategies. The resulting production risk management strategies, in order of priority, are: optimizing plant care (PA1), using alternative raw materials (PA2), performance evaluation (PA6), reducing watering frequency (PA4), post-harvest pruning (PA5), and removing shade nets (PA3) at Raja Bunga Anggrek in Semarang Regency, ranked based on ETD values with the highest and lowest rankings being PA1 and PA3, respectively.Keywords: Orchids, House of Risk, Mitigation, Risk.
Daya Saing, Spesialisasi Perdagangan, Dan Kinerja Ekspor Komoditas Cengkeh Indonesia Di Pasar Internasional satria akmal; Yuliawati Yuliawati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23976

Abstract

Indonesia merupakan salah satu produsen utama cengkeh dunia dengan potensi besar dalam perdagangan internasional, khususnya pada pasar India, Pakistan, Arab Saudi, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan menganalisis daya saing, spesialisasi perdagangan, dan kinerja ekspor komoditas cengkeh Indonesia di pasar internasional. Penelitian menggunakan data sekunder dari UN Comtrade periode 2015-2024 untuk komoditas HS 0907. Analisis dilakukan dengan metode Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamics (EPD), Export Competitiveness Index (ECI), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), Comparative Export Performance (CEP), dan Acceleration Ratio (AR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa cengkeh Indonesia memiliki keunggulan komparatif kuat, tercermin dari nilai RCA yang secara konsisten berada di atas satu selama periode penelitian pada negara tujuan utama. Analisis EPD menempatkan ekspor cengkeh Indonesia pada kuadran Rising Star, menunjukkan pertumbuhan pangsa pasar positif di pasar internasional. Nilai ECI mengindikasikan daya saing ekspor relatif kompetitif meskipun terjadi fluktuasi antarperiode. Nilai ISP menunjukkan posisi perdagangan cengkeh Indonesia berfluktuasi selama periode penelitian. Analisis CEP menunjukkan kinerja ekspor cengkeh Indonesia relatif lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekspor dunia, sedangkan nilai AR menunjukkan percepatan pertumbuhan ekspor cengkeh Indonesia belum stabil.
Lean Warehousing pada Beras SPHP: Studi Kasus Gudang BULOG Cisaranten Bandung REGI MIFTAHUDIN; Tomy Perdana; Alif Andika
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25090

Abstract

Kelancaran distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Perum BULOG menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional. Namun, operasional di Gudang BULOG Cisaranten masih menghadapi masalah efisiensi akibat banyaknya aktivitas tidak bernilai tambah pada aliran distribusi. Penelitian ini bertujuan memetakan seluruh rangkaian aktivitas fisik dan administratif serta mengidentifikasi titik pemborosan menggunakan metode Process Activity Mapping (PAM). Pendekatan studi kasus diterapkan untuk menganalisis setiap tahapan proses distribusi berdasarkan kategori operasi, transportasi, pemeriksaan, penyimpanan, dan penundaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penundaan menjadi jenis pemborosan paling dominan dengan kontribusi mencapai 77,8% dari total durasi operasional gudang. Titik penumpukan waktu tersebut utamanya dipicu oleh keterlambatan penerimaan dokumen distribusi, lamanya antrean kendaraan, lemahnya koordinasi agenda eksternal dengan unit gudang, serta ketiadaan sistem informasi yang terintegrasi secara real-time. Analisis aktivitas mengonfirmasi bahwa ketidakselarasan metode kerja administratif menjadi penyebab utama yang memperpanjang penundaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan lewat PAM berhasil mengidentifikasi struktur aktivitas yang tidak efisien, sehingga diperlukan simplifikasi proses dan sinkronisasi data antar aktor demi memangkas waktu tidak bernilai tambah pada jalur distribusi Gudang Cisaranten
Bauran Pemasaran Bibit Anggur di Kebun Anggur Firizco Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Suci Yulianti; Erna Rachmawati
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23211

Abstract

Nursery is the initial stage that determines the success of the horticultural agribusiness system, because seed quality affects agricultural productivity and sustainability. As public interest in high-value horticultural commodities increases, grape nurseries have greater market opportunities. Firizco Grape Garden is one of the grape seedling businesses that applies the 7P marketing mix strategy in marketing grape seedlings. This study aims to describe the application of the 7P marketing mix and determine the priority of alternative marketing strategies to increase the sales volume of grape seedlings at Firizco Grape Garden. The research method used is qualitative descriptive with the Analytical Hierarchy Process (AHP) as an analytical tool to determine the level of importance of each criterion and alternative marketing strategy, so as to obtain the marketing strategy that is most suitable for the conditions at Firizco Vineyard. Data collection was carried out through interviews, questionnaires, observations, and documentation involving respondents from within Firizco Vineyard. The analysis shows that the people component, which includes owners, managers, and employees directly involved in the production, service, and marketing of grape seedlings, has the highest priority, with strategies to improve product quality and technical services as the main alternative strategies to support increased sales of grape seedlings.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Harga Jual Gabah Kering Panen (GKP) Tingkat Petani di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung Muhammad Raflie Syawali Ardani; Dini Rochdiani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24838

Abstract

Harga jual Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani di Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung masih mengalami fluktuasi meskipun wilayah tersebut memiliki tingkat produktivitas padi yang tinggi. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor dari aspek produksi, pemasaran serta kondisi eksternal seperti cuaca dan musim. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harga jual Gabah Kering Panen (GKP) tingkat petani serta merumuskan upaya peningkatan harga jual dan pendapatan petani. Analisis yang digunakan yaitu regresi linier berganda dengan variabel biaya produksi, kualitas gabah, penjualan gabah, peran tengkulak, akses informasi pasar, infrastruktur distribusi serta kondisi cuaca dan musim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang memengaruhi harga jual Gabah Kering Panen (GKP) di Desa Ciheulang yaitu biaya produksi (X1), penjualan gabah (X3), serta kondisi cuaca dan musim (X7). Variabel yang paling dominan adalah kondisi cuaca dan musim (X7). Upaya peningkatan harga jual Gabah Kering Panen (GKP) dapat dilakukan melalui pengaturan waktu penjualan gabah, efisiensi biaya produksi serta penguatan posisi tawar petani melalui kelompok tani atau koperasi.