cover
Contact Name
Agus Yuniawan Isyanto
Contact Email
agusyuniawanisyanto@unigal.ac.id
Phone
+6285223361182
Journal Mail Official
mimbaragribisnis@unigal.ac.id
Editorial Address
Jl. RE Martadinata No. 150 Ciamis 46274
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis
Published by Universitas Galuh
ISSN : 24604321     EISSN : 25798340     DOI : 10.25157/ma
Core Subject : Agriculture,
Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini bertujuan untuk memperluas dan menciptakan inovasi dalam konsep, teori, paradigma, perspektif dan metodologi dalam ilmu sosial ekonomi pertanian. Ruang lingkup Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis meliputi: Ekonomi Pertanian Sosiologi pertanian Kebijakan pertanian Pembangunan pertanian Penyuluhan pertanian Komunikasi pertanian Kelembagaan pertanian Usahatani dan pascapanen Agroindustri Perdagangan internasional Ketahanan pangan Manajemen agribisnis Manajemen produksi Manajemen operasi Manajemen pemasaran Pembiayaan agribisnis Rantai pasok Perencanaan wilayah pertanian Ekonomi sumberdaya alam.
Articles 1,896 Documents
Penggunaan Smartphone Pada Penyuluh Pertanian di Kecamatan Dayun dan Koto Gasib Kabupaten Siak Sarawati Tiurlan Simarmata
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23990

Abstract

Penggunaan smartphone oleh penyuluh pertanian di Kecamatan Dayun dan Koto Gasib Kabupaten Siak dianalisis berdasarkan pendekatan Technology Acceptance Model. Data dikumpulkan melalui survei dengan kuesioner skala Likert terhadap 21 penyuluh. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan smartphone berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Persepsi kemudahan penggunaan berada pada kategori tinggi (4,14), yang menunjukkan bahwa smartphone mudah dipelajari dan digunakan. Persepsi kegunaan juga berada pada kategori tinggi (4,15), dengan kontribusi terbesar pada peningkatan pengetahuan penyuluh (4,57). Sikap terhadap penggunaan dan minat perilaku berada pada kategori sangat tinggi, yang mencerminkan sikap positif serta keinginan kuat untuk terus memanfaatkan smartphone. Selain itu, penggunaan sistem sesungguhnya juga berada pada kategori sangat tinggi (4,32), yang menunjukkan bahwa smartphone telah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan penyuluhan, terutama dalam komunikasi, penyebaran informasi, dan koordinasi dengan petani. Secara keseluruhan, smartphone berperan penting dalam meningkatkan pelaksanaan tugas penyuluhan, meskipun masih diperlukan optimalisasi dalam pemanfaatan fitur secara lebih maksimal.
Peran Kelompok Tani Terhadap Tingkat Partisipasi Kelompok Tani Putra Manglayang Marsha Najzmi Tsuroya; Rani Andriani Budi Kusumo
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23752

Abstract

Peran kelompok tani dalam meningkatkan partisipasi anggota menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan kelompok, namun tingkat keterlibatan anggota belum merata pada setiap tahapan kegiatan. Riset ini dimaksudkan guna mengkaji dampak peran kelompok tani atas partisipasi anggota dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Riset memanfaatkan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Temuan riset memperlihatkan jika peran kelompok tani berdampak positif juga signifikan atas motivasi anggota serta partisipasi anggota. Motivasi anggota juga berdampak positif juga signifikan atas partisipasi anggota, serta berfungsi sebagai variabel mediasi pada korelasi antar peran kelompok tani juga partisipasi anggota. Penelitian ini memperlihatkan jika semakin baik peran kelompok tani dalam menjalankan fungsinya, maka motivasi anggota akan meningkat dan mendorong keterlibatan partisipasi anggota secara optimal.
STRATEGI DIGITAL MARKETING DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN SAYURAN HIDROPONIK (STUDI KASUS PT. BARA HIDROPONIK KOTA BANDUNG, JAWA BARAT) Anneke Lamarsha Bhakti; Gema Wibawa Mukti
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25126

Abstract

PT Bara Hidroponik adalah perusahaan sayuran hidroponik di Kota Bandung yang memproduksi sayuran berkualitas tinggi bebas pestisida, namun kinerja penjualannya menunjukkan pola fluktuatif akibat belum tersusunnya perencanaan pemasaran digital yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal pemasaran, menganalisis posisi perusahaan menggunakan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), dan Internal-Eksternal (IE), serta merumuskan strategi digital marketing melalui analisis Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus tunggal dan melibatkan empat narasumber kunci perusahaan, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi-terstruktur, kuesioner, observasi, dan penelusuran data digital pesaing melalui Socialinsider. Hasil Matriks IFE mengindikasikan kondisi internal yang kuat, dengan kekuatan utama berupa produk berkualitas tinggi bebas pestisida dan kelemahan utama berupa ketiadaan kehadiran digital perusahaan. Matriks EFE menunjukkan kemampuan perusahaan yang baik dalam merespons lingkungan eksternal, dengan peluang terbesar berasal dari tren gaya hidup sehat dan pertumbuhan konsumen kelas menengah atas, serta ancaman terbesar berupa persaingan digital dan perubahan iklim. Berdasarkan Matriks IE, perusahaan berada pada posisi Tumbuh dan Berkembang (Grow and Build). Hasil SWOT dan QSPM menghasilkan empat prioritas strategi digital marketing, yaitu mengintensifkan promosi digital melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, memperkuat branding produk dan efisiensi produksi, membangun kehadiran marketplace dan mendaftarkan merek dagang, serta membuat website resmi dan bergabung dengan marketplace. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan kinerja pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.
Nilai Tambah Bunga Krisan Potong dan Bibit Bunga Krisan di Usahatani MQ Florist Kabupaten Cianjur Riska Riska; Ernah Ernah
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23371

Abstract

Chrysanthemum (Chrysanthemum sp.) is one of Indonesia’s leading ornamental plants and is widely popular and highly demanded by consumers. One of the main production centers of cut chrysanthemum flowers is located in West Java Province, particularly in Cianjur Regency. One chrysanthemum farming enterprise in this area is MQ Florist, which produces two chrysanthemum products, namely chrysanthemum seedlings and cut chrysanthemum flowers. Chrysanthemum farming has promising prospects due to increasing consumer demand; however, it also involves relatively high risks and production costs. This study aims to analyze the value added and profitability of chrysanthemum seedling and cut chrysanthemum flower farming at MQ Florist. The research design is qualitative, employing a case study approach with descriptive analysis and value-added analysis using the Hayami method. The results show that the value added of chrysanthemum seedlings and cut chrysanthemum flowers amounts to IDR 956.60 per cutting with a percentage of 70.73% and IDR 4,757.50 per bundle with a percentage of 76.9%, respectively. Meanwhile, the production profit of chrysanthemum seedlings is IDR 927.44 per cutting with a percentage of 68.57%, and the profit of cut chrysanthemum flowers is IDR 4,748.25 per bundle with a percentage of 76.74%.
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Dan Produksi Usahatani Jagung Manis Di Desa Tumpang Bagus Aditya
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi usahatani produksi dan pendapatan usahatani jagung manis di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, kabupaten Malang. Penelitian menggunakan metode deskripsi kuantitatif dengan pendekatan survei lapangan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan Teknik convience sampling dengan jumlah responden sebanyak 80 petani jagung manis. Data yang digunakan dalam penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder yang kemudian di analisis menggunakan regresi non linear, fungsi produksi cobb-douglas, analisis pendapatan, serta analisis kelayakan usahatani menggunakan R/C ratio dan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor luas lahan sangat memepengaruhi positif dan signifikan terhadap pendapatan usahatani jagung manis dengan nilai koefisien sebesar 1,949 dan tingkat signifikan 0,000 < 0,05. Variabel tenaga kerja, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan herbisida tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan usahatani. Pada analisis fungsi produksi cobb-douglas, luas lahan berpengaruh signifikan terhadap produksi jagung manis, sedangkan penggunaan obat – obatan dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan. Hasil analisi pendapatan menunjukan bahwa total produksi jagung manis mencapai 433.200 Kg dengan rata – rata produksi 7.926 Kg/Ha. Total penerimaan usahatani jagung manis sebesar Rp. 1.083.000.000 per musim dengan total biaya prosuksi sebesar Rp. 324.171.680, sehingga di peroleh pendapatan bersih petani sebesar Rp. 758.828.320 atau dengan rata – rata Rp. 13.885.239/Ha. Nilai R/C ratio penerimaan sebesar 3,34 dan nilai B/C ratio pendapatan sebesar 2,34 menunjukan bahwa usahatani jagung manis di Desa Tumpang layak secara finansial dan menguntungkan untuk di usahakan.Kata kunci : Jagung Manis, Produksi, Pendapatan, Cobb-Douglas, Kelayakan Usahatani
Analisis Penerapan Strategi Digital Marketing dan Nilai Keberlanjutan pada Usaha Pangan Lokal Vista Uli Sihombing; Futri Medwina Siregar
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.22724

Abstract

Current technological developments have driven significant changes in the marketing strategies of local food businesses while also opening up opportunities to integrate sustainability values into business activities. Digital marketing has become an important tool for micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs) in the local food sector to expand their market reach, increase competitiveness, and communicate product advantages amid growing consumer awareness of sustainability issues. This study aims to analyze the level of implementation of digital marketing strategies by local food businesses and identify the extent to which sustainability values are applied and communicated in the production and promotion of products. The study was conducted in Medan City, Binjai City, and Deli Serdang Regency using a descriptive quantitative approach through a survey method. Primary data was collected using questionnaires from 150 local food businesses that have utilized digital marketing. The results show that most businesses have adopted digital marketing through social media, especially Facebook and WhatsApp, but the use of online marketplaces and structured digital marketing strategies is still relatively low. In terms of sustainability, the majority of businesses have used environmentally friendly local raw materials, but the application of environmentally friendly packaging, certification ownership, and communication of sustainability values in promotions is still limited. These findings indicate that although the application of digital marketing in local food businesses is quite good at a basic level, strengthening digital marketing strategies and communication of sustainability values is still needed to support the long-term sustainability of the business.
Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pie di PT XYZ Chalida Al Hasna
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24338

Abstract

Bauran pemasaran (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) merupakan salah satu konsep dalam strategi pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan nilai tambah dan daya saing bagi suatu produk. Unsur bauran pemasaran berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis karakteristik konsumen produk pie di PT XYZ; (2) Menganalisis pola konsumsi dan perilaku pembelian produk pie di PT XYZ; (3) Menganalisis pengaruh marketing mix 7P (product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence) terhadap keputusan pembelian produk pie di PT XYZ. Penelitian ini dilaksanakan di PT XYZ pada bulan Desember 2025 - Januari 2026. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survei dengan metode penentuan sampel adalah metode accidental sampling. Responden dalam penelitian ini yaitu pengunjung PT XYZ yang sudah berusia 17 tahun ke atas sebanyak 97 orang. Penentuan jumlah responden menggunakan rumus Lemeshow. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif-kuantitatif dengan analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bauran pemasaran yang terdiri dari variabel product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence secara simultan (bersama-sama) berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk pie di PT XYZ. Variabel product, price, place, process, dan physical evidence secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Pie di PT XYZ, sedangkan variabel promotion dan people secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk Pie di PT XYZ.
Pemetaan Risiko dan Strategi Mitigasi pada Usahatani Padi dengan Pendekatan House of Risk Lia Julianti; Adi Suyatno; Imelda Imelda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23673

Abstract

Rice is a staple food crop that plays an important role in fulfilling the food consumption of the Indonesian people. Farmers in rice farming face various uncertainties that could potentially reduce production and income. The presence of various risks in rice farming, such as production, price, financial, institutional, and human risks, can be obstacles to achieving optimal production and income. This study aims to analyze the occurrence of risks and sources of risks as well as to analyze the priority of risk mitigation strategies for rice farming in Sungai Itik Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This research employs a descriptive quantitative method with the house of risk analysis tool. The sampling technique used in this study is simple random sampling of 88 rice farmers in Sungai Itik Village. The research results show that in HOR phase 1, there are 10 risk events and 19 risk sources. The 7 priority risk sources for rice farming in Sungai Itik Village are excessive rainfall, rodent pest attacks, decreased farmer solidarity, attacks by weaver birds, attacks by sparrows, high household expenditure compared to farming, and a decline in rice farming income during the previous planting season. In HOR phase 2, there are 7 mitigation strategies to address these priority risk sources: simultaneous rice planting, pesticide use, scarecrow use, crop diversification, rodent poison use, conducting rat hunts, and strengthening the role of farmer groups.
Tingkat Kehilangan Pangan pada Setiap Tahapan Rantai Pasok Sayuran dalam Sistem Community Supported Agriculture Tani Sauyunan Kayla Munaa Salsabiil Sukarna; Agriani Hermita Sadeli; Gilang Agustiar
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25096

Abstract

Kehilangan pangan pada komoditas hortikultura menjadi permasalahan penting dalam sistem pangan karena sayuran bersifat mudah rusak dan berpotensi mengalami kehilangan di setiap tahapan rantai pasok. Community Supported Agriculture (CSA) Tani Sauyunan merupakan sistem distribusi pangan alternatif di Kota Bandung yang menghubungkan petani mitra dengan konsumen melalui rantai pasok pendek. Meskipun sistem CSA secara teoritis berpotensi mengurangi kehilangan pangan, belum terdapat pemetaan menyeluruh mengenai besaran kehilangan pangan pada setiap tahapan distribusinya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi besaran kehilangan pangan yang terjadi pada setiap tahapan rantai pasok dalam sistem CSA Tani Sauyunan selama satu siklus distribusi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data kuantitatif diperoleh melalui penimbangan langsung pada setiap tahapan rantai pasok selama empat minggu pada dua petani mitra utama (P1 dan P2) pada bulan April 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kehilangan pangan selama satu siklus distribusi mencapai 8,50% dari total berat panen yang diamati (130.937 gram). Tahap panen menjadi penyumbang kehilangan terbesar (6,03%), diikuti tahap pengemasan (2,07%), dan tahap transportasi (0,56%). P1 mencatat kehilangan 5,70%, sedangkan P2 mencatat kehilangan lebih tinggi (11,90%), terutama karena dominasi komoditas caisim yang sangat rentan terhadap serangan hama. Komoditas dengan kehilangan tertinggi adalah caisim (36,20%), siomak (21,22%), selada hijau/keriting (21,18%), dan selada romaine (17,46%). Temuan ini mengkonfirmasi bahwa sayuran berdaun memiliki risiko kehilangan tertinggi dalam sistem distribusi CSA.
Kinerja Manajemen Rantai Pasok Sayuran Pada Perusahaan PT Petani Lokal di Kota Bandung Najwa Fauzia Rahma; Eddy Renaldi
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23219

Abstract

PT Petani Lokal is an agribusiness company engaged in the production and distribution of fresh vegetables for modern retail markets. This study aims to analyze the vegetable supply chain structure and evaluate supply chain management performance at Petani Lokal using the Supply Chain Operations Reference (SCOR) Level 1 model. The research was conducted from August to October 2025 using a descriptive case study approach. The results indicate that Petani Lokal operates a fresh food supply chain with a direct supply chain structure. Supply chain performance assessment shows that the reliability and responsiveness attributes are classified as excellent, cost and asset management efficiency as good, and agility as average. The overall supply chain performance score is 77%, indicating good performance.