cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
ANALISA PERILAKU DAN RUANG ARSITEKTUR PADA BANGUNAN PASAR BUAH KOTA LHOKSEUMAWE fahrizal, effan
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.368

Abstract

Abstrak Perilaku arsitektur adalah aktivitas manusia baik yang dapat diamati langsung maupun tidak yang terjadi dalam suatu bangunan atau lingkungan sekitar, sedangkan ruang adalah sesuatu kesatuan yang terbatas atau tidak terbatas sama dengan sebuah tempat yang kosong yang di persiapkan dengan kapasitas tertentu untuk di wadahi barang. Perilaku dan ruang arsitektur yang dimaksud pada penelitian ini ialah tentang bagaimana aktivitas yang terjadi sehari-hari antar pedagang dan pembeli yang ada di Pasar Buah tersebut. Pasar ini terletak di jalan Pasar Buah, desa Pusong Baru, kecamatan Banda Sakti, kota Lhokseumawe. Permasalahan pada penelitian ini adalah tentang penggunaan ruang yang tidak maksimal di mana ruang tersebut tidak digunakan dengan baik oleh pedagang. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui factor yang membuat pedagang tidak menempati ruang dalam, dan bagaimana kondisi fisik pasar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisa langsung di lapangan selama dua minggu. Konsepnya dilakukan dalam bentuk analisa aktivitas masing-masing blok dan analisa fisik tentang letak, cahaya, warna, penghawaan, sirkulasi, material dan dimensi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang bagian dalam dari pasar buah tidak terpakai karena faktor pembeli yang sedikit karena sepi pembeli maka pedagang lebih banyak menempati ruang luar supaya pembeli yang datang banyak. Selain itu faktor fisik bangunan bagian dalam yang kurang cahaya dan penghawaan sehingga  membuat  pedagang  tidak nyaman menempati ruang bagian dalam. Kata Kunci: Perilaku, Ruang, Aktivitas  Abstract Architectural behavior is a human activity that can be observed directly or indirectly that occurs in a building or the surrounding environment, while space is a limited or unlimited unit equal to an empty place that is prepared with a certain capacity to contain goods. The architectural behavior and space referred to in this study is about how the daily activities occur between traders and buyers at the Fruit Market. This market is located on Jalan Pasar Buah, Pusong Baru village, Banda Sakti sub-district, Lhokseumawe city. The problem in this study is about the use of space that is not optimal where the space is not used properly by traders. The purpose of this study is to determine the factors that prevent traders from occupying internal space, and how the physical conditions of the market are. This study used a qualitative descriptive method with direct field analysis for two weeks. The concept is carried out in the form of activity analysis of each block and physical analysis of location, light, color, ventilation, circulation, material and dimensions. Based on the results of the study, it shows that the inner space of the fruit market is not used because of the lack of buyers because there are fewer buyers, so the traders occupy more of the outer space so that more buyers come. In addition, the physical factors of the inner building are lacking in light and air, so that it makes traders uncomfortable occupying the inner space. Keywords: Behavior, Space, Activities 
Analisis Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Banjir Sub-Sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran (KST) Basthoni, M. Khuzaimy Rurroziq
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.309

Abstract

Abstrak Perubahan tata guna lahan mempengaruhi puncak debit banjir pada suatu DAS. Setiap tahunnya, Kota Ponorogo dilanda bencana banjir pada saat musim penghujan tiba. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap puncak debit banjir di sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran dengan menggunakan program bantu SWAT (Soil and Water Assessment Tool). Hasil penelitian menunjukan bahwa perubahan tata guna lahan berdampak pada peningkatan puncak debit banjir. Puncak debit banjir tertinggi terjadi pada tanggal 12 Maret 2018, dengan luas hutan 29,55% (tata guna lahan tahun 2015) menghasilkan puncak debit banjir 573,70 m3/s. Pada waktu dan penggunaan data curah hujan yang sama, puncak debit banjir terendah terjadi saat luas hutan 31,07% (tata guna lahan tahun 1990) yaitu 572,50 m3/s. Berdasarkan kondisi existing tata guna lahan saat ini, masih terjadi banjir sehingga diperlukan skenario pola tata guna lahan. Skenario tiga merupakan pola tata guna lahan yang optimal, dengan luasan hutan 45,37% menghasilkan puncak debit banjir 563,50 m3/s  (siaga normal). Kata kunci: puncak debit banjir, skenario, sub-sub DAS Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, tata guna lahan  Abstract Land-use change impacts the peak of flood discharge on a watershed. Every year, Ponorogo was hit by a flood during the rainy season. This research aims to analyze the impact of land-use change to the peak of flood discharge in sub-sub watersheds Keyang-Slahung-Tempuran using SWAT (Soil and Water Assessment Tool). The result shows that land-use change has an impact on increasing the peak of flood discharge. The highest peak of flood discharge occurred on March 12, 2018, with a forest cover 29.55 % (land-use in 2015)  has a peak of flood discharge 573.70 m3/s. At the same time and use of the same rainfall data, the lowest peak of flood discharge occurred when 31.07 % of forest cover (land-use in 1990) was 572.50 m3/s. Based on the existing condition of land-use, floods are still occurring so a land-use scenario is needed. Scenario three is the optimal land-use, with a forest cover 45.37 % obtained a peak of flood discharge 563.50 m3/s (normal alert). Keywords: peak of flood, scenario, sub-sub watersheds of Keyang-Slahung-Tempuran, SWAT, land-use
PENGARUH BUDAYA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEKERJA PADA PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK KERAMIK QUADRA TANGERANG Yanto, Januari; Tenriajeng, Andi Tenrisukki
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.334

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan dan keselamatan kerja terhadap kinerja pekerja proyek konstruksi PT. Satyaraya Keramindoindah pada proyek pembangunan pabrik keramik Quadra Tangerang yang berlokasi di Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. Jumlah populasi pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut sebanyak 68 orang dan 58 orang yang diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sampel insidental. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang didapatkan dari kuesioner. Data sekunder sebagai data pendukung diperoleh dengan wawancara dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode regresi linier berganda. Data diperoleh melalui program SPSS versi 21. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap kinerja pekerja proyek berdasarkan nilai koefisien korelasi berganda sebesar 0,616 atau 61,6% dan sisa 38,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: Kesehatan dan keselamatan kerja, kinerja pekerja proyek konstruksi  Abstract This study aims to determinate the effect of health and safety environment on the performance of construction project workers on PT. Satyaraya Keramindoindah in construction of the Quadra big slab factory located on Jalan Raya Serang KM 25 Tangerang. The total population of workers involved in the project was 68 people ang 58 people are were taken using incidental sampling technique. The data collection method used in this study is primary data obtained from the questionnaire. Secondary data as supporting data obtained by interview and documentation. Data analysis method uses multiple linier regression method. Data obtained through the SPSS version 21 program. The result of this study indicate that occupational health and safety environment has strong influence on the performance of project workers based on multiple correlation coefficient values of 0.616 or 61.6% and the remaining 38.4% is influenced by other factors not discussed in this study. Keywords: Health and safety environment, performance of project workers.
ANALISA PERBANDINGAN BIAYA PEMBUATAN PELAT BETON SISTEM KONVENSIONAL DENGAN SISTEM BOUNDECK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH BERSAMA POLITEKNIK NEGERI FAKFAK Yunus, Muhammad -
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.286

Abstract

memungkinkan pengelola proyek untuk memilih salah satu metode pelaksanaan konstruksi tertentu dari beberapa alternatif metode pelaksanaan konstruksi yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional menjadi lebih modern. Hal ini memunculkan inovasi sistem pelat menggunakan boundeck sebagai alternatif lain dari sistem pelat konvensional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisa perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional dengan pekerjaan pelat beton sistem boundeck, pada Pembangunan Gedung Kuliah Bersama Politeknik Negeri Fakfak. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional sebesar Rp. 5.174.957.000,00 sedangkan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundeck sebesar Rp. 5.476.603.000,00. Selisih anggaran biaya dari kedua metode pelaksanaan pekerjaan pelat beton sebesar Rp. 301.646.000,00, dimana anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem konvensional lebih ekonomis dibandingkan dengan anggaran biaya pekerjaan pelat beton dengan sistem boundeck
STUDI EKSPERIMEN PERILAKU DINAMIK JEMBATAN PCI GIRDER DENGAN MENGGUNAKAN AKSELEROMETER Maizuar, Maizuar
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.353

Abstract

Abstrak Jembatan merupakan salah satu sarana infrastruktur transportasi penghubung yang penting. Dalam masa layan kerusakan struktur sebuah jembatan dipengaruhi oleh bermacam faktor beban dan kondisi lingkungan. Struktur jembatan yang sudah menua (ageing bridge) dan kenaikan beban lalu lintas adalah subjek yang harus dimonitor pada pemeliharaan jembatan. Dalam rangka pengukuran kapasitas struktur perlu dilakukan pengawasan rutin dan evaluasi integritas konstruksi sipil dengan menggunakan metode tanpa merusak benda uji (Non Destructive Testing Techniques). Metode ini dapat memberikan informasi tentang respon struktur jembatan. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data percepatan dengan menggunakan akselerometer yang akan diolah untuk mendapatkan respon struktur berupa frekuensi alami dan lendutan yang terjadi pada tengah bentang jembatan. Selanjutnya dengan menggunakan software Geopsy diperoleh frekuensi alami sebesar 4,3256 Hz. Sedangkan lendutan diperoleh dengan menggunakan software DADiSP sebesar 0,43 cm pada pembebanan truk 28 ton dan lendutan sebesar 0,5 cm pada beban lalu lintas normal. Kata kunci: Akselerometer, frekuensi alami, jembatan, lendutan, perilaku dinamik Abstract Bridges are crucial transport infrastructure. In practice, structural damage of a bridge accumulates over its life-span caused mainly by loadings and environmental condition. Ageing bridge structures subject to increasing demand from heavy traffic loading is subject in monitoring and maintenance of bridges. Structural capacity and integrity of bridges need to be routinely monitored and evaluated using non dectructive testing (NDT) techniques. The NDT method could provide information on structural respond of bridges. This study investigates structural respond of a bridge (e.g., natural frequency and displacement) using accelerometer sensor. The results of study show that the natural frequency obtained using Geopsy software is 4,3256 Hz. Using DADiSP software, the displacement of the bridge is obtained 0,43 cm under design truck load of 28 ton and displacement of 0,5 cm under normal traffic condition. Keywords: Accelerometer, natural frequency, bridge, displacement, dynamic behaviour
ANALISIS PENURUNAN BADAN JALAN KM 605+400 RUAS JALAN SUBULUSSALAM-LIPAT KAJANG DIPERKUAT PONDASI CAKAR AYAM MODIFIKASI Munir, Ali
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.317

Abstract

Abstrak Ruas Jalan Subulussalam-Lipat Kajang merupakan salah satu jalan Nasional Lintas Barat-Selatan Provinsi Aceh menghubungkan Kota Subulussalam dengan Kabupaten Aceh Singkil dan menuju Batas Provinsi Sumatera Utara mengalami penurunan pada badan jalan pada Km 605+400. Penurunan disebabkan oleh aliran air dan rendahnya daya dukung tanah serta berubahnya sifat tanah dasar menjadi lunak atau berkurangnya volume akibat proses penyusutan. Oleh sebab itu, diperlukan kajian penurunan kontruksi badan jalan dan upaya penanggulangannya dengan menggunakan pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM). Kajian ini bertujuan untuk menganalisis penurunan kontruksi badan jalan dengan mendapatkan angka penurunan dalam batas-batas toleransi. Analisis yang dilakukan untuk mendapatkan penurunan yaitu dengan menggunakan program Plaxis 2D. Ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan meliputi menganalisis penurunan sebelum dan setelah dilakukan penanganan menggunakan Pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM) dengan Lebar 80 cm, Tinggi 120 cm dan jarak antar pondasi 250 cm. Hasil analisis penurunan pada kondisi eksisting dengan menggunakan program Plaxis 2D, diperoleh angka penurunan yaitu lebih besar dari 2,5 cm (batas-batas toleransi) dengan jangka waktu di atas 11,36 tahun dalam kondisi badan jalan tidak aman, sedangkan hasil analisis penurunan setelah dilakukan penanganan dengan Pondasi Cakar Ayam Modifikasi (CAM) menggunakan program Plaxis 2D, diperoleh angka penurunan yaitu lebih kecil dari 2,5 cm dengan jangka waktu dibawah Tv 3,60 tahun dalam kondisi badan jalan aman. Kata kunci: Penurunan, Pondasi CAM, Plaxis 2D  Abstract Roads Subulussalam - Lipat Kajang is one of the national road along the west - south province of Aceh connect Subulussalam City with Aceh Singkil Regency and heading to the North Sumatra Province Border has decreased on the road body at Km 605 + 400. The decline is caused by water flow and low carrying capacity soil as well as changing the nature of subgrade to soft or reduced volume due to the shrinkage process. Therefore, it is necessary to review the reduction in road construction and efforts to overcome it by using the  foundation of CAM. This study aimed to analyze the decrease in construction of the road to get the numbers decrease in the tolerance limits. The analysis is conducted to get the decline using the  Plaxis 2D  program. The scope of the research will include analyzing the decrease before and after handling using Foundation of CAM with Width 80 cm, Height 120 cm and distance between foundations 250 cm. The results of the analysis of the decline in existing conditions by using the Plaxis 2D program, obtained a decrease in numbers that is greater than 2.5 cm (tolerance limits) with a period of over 11,36 years in unsafe road body conditions, while the results of the analysis of the decline after handling with the  foundation of CAM using the Plaxis 2D program, obtained a reduction rate that is smaller than 2.5 cm with a period under TV 3,60 years in safe road body conditions. Keywords: Sattlement, Foundation of CAM, Plaxis 2D
TINGKAT AKURASI EMPERICAL AREA REDUCTION METHOD (EARM) UNTUK MEMPREDIKSI KURVA H-V DI WADUK MRICA Utomo, Puji; Putri, Nanda Melyadi; Fitriana, Ajeng Yandhika
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.387

Abstract

Abstrak Sedimentasi waduk merupakan permasalahan yang sangat penting dalam kegiatan operasi dan pemeliharaan waduk. Perkembangan sedimentasi waduk dapat dilihat dari hubungan antara kapasitas tampungan dan elevasi atau sering disebut kurva H-V. Kurva ini dapat dibuat dengan melakukan pengukuran echosounding secara periodik. Namun, dalam beberapa kasus banyak waduk tidak melakukan ini karena pertimbangan biaya, oleh karena itu, perlu digunakan pendekatan model seperti Emperical Area Reduction Method (EARM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat akurasi model distribusi sedimen EARM agar dapat digunakan untuk memprediksi kurva H-V.Lokasi penelitian inidi Waduk Mrica yang berada di Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.Tahapan analisis meliputi menganalisis kondisi sedimentasi waduk, menganalisis prediksi kurva H-V dengan model EARM, dan mengevaluasi kesesuaian model untuk mengetahui tingkat akurasi berdasarkan nilai korelasi (R) dan Relative Mean Error (RME).Waduk Mrica mengalami tingkat sedimentasi yang sangat tinggi dengan laju sedimentasi waduk rerata sebesar 3,951 juta m3/tahun. Laju sedimentasi berangsur mengalami penurunan akibat mulai adanya pengelolaan sedimentasi di Waduk Mrica. Pendekatan dengan model Emperical Area Reduction Method (EARM) untuk memprediksi kurva H-V sangat ideal digunakan di Waduk Mrica. Hasil evaluasi dari prediksi model terlihat nilai korelasi mendekati kondisi ideal (R2 = 1) dan nilai RME hanya bekisar antara 0 - 11%, artinya prediksi kurva H-V dengan model EARM menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan data lapangan dari pengukuran echosounding. Kata kunci: Distribusi Sedimen, Empirical Area Reduction Method (EARM), Kurva H-V, Sedimentasi Waduk, Waduk Mrica  Abstract Reservoir sedimentation is a very important issue in reservoir operation and maintenance activities. The development of reservoir sedimentation can be seen from the relationship between the reservoir capacity and elevation or often is called H-V curve. This curve can be made with periodic echosounding measurements. However, in some cases many reservoirs dont perform due to cost considerations,therefore, it requires a modeling approach such asEmperical Area Reduction Method (EARM). This study aims to determine the level of accuracy of EARM sediment distribution model so that it can be used to predict the H-V curve. The location of this research was in Mrica Reservoir, Bawang District, Banjarnegara Regency. The stages of analysisinclude: analyzing the sedimentation conditions ofreservoir, analyzing the H-V curve prediction withEARM model, and evaluating the suitability of the model to determine the level of accuracy based on the correlation value (R) and Relative Mean Error (RME). As results, Mrica Reservoir experienced a very high sedimentation rate with an average reservoir sedimentation rate of 3,951 million m3/year. The sedimentation rate has gradually decreased due tosedimentation management in the Mrica Reservoir. The Emperical Area Reduction Method (EARM) approach to predict the H-V curve is ideal for used inMrica Reservoir. The evaluation results ofprediction model show that correlation value approach ideal conditions (R2 = 1) and RME value is only in the range of 0 - 11%, It meaning thatH-V curve prediction with the EARM model shows a very strong correlation with field data from echosounding measurements. Keywords: Sediment Distribution, Empirical Area Reduction Method (EARM), H-V Curve, ReservoirSedimentation, Mrica Reservoir.
PERBANDINGAN SISTEM RAINWATER HARVESTING DI KOTA DAN DESA SEBAGAI ALTERNATIF MENGATASI KEKERINGAN (STUDI KASUS DESA KRAJAN TIMUR DAN DESA PANDUMAN, KAB. JEMBER) Wiyono, Retno Utami Agung; Hidayah, Entin; Hassan, Fahir; Pebriyanti, Fista; Ningsih, Alfiati
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.420

Abstract

Abstrak Air adalah sumber daya yang terus dibutuhkan manusia. Dengan menggunakan sistem Rainwater Harvesting RWH), air hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini tidak hanya membahas potensi air yang dapat dimanfaatkan dari sistem RWH yang ada pada satu lokasi saja, akan tetapi mempertimbangkan dua lokasi yang merupakan lokasi yang lebih padat penduduk dan dikategorikan sebagai wilayah kota (Desa Krajan Timur, Sumbersari) dan lokasi yang lebih jarang penduduknya dan dikategorikan sebagai wilayah desa (Desa Panduman, Jelbuk). Dalam penelitian ini digunakan beberapa data yaitu peta lokasi, data curah hujan, dan data kebutuhan air penduduk. Untuk mengetahui kebutuhan air dan sumber air yang digunakan penduduk sehari-hari, dilakukan survey kepada masyarakat yaitu 20 rumah di wilayah kota dan 20 rumah di wilayah desa. Perhitungan potensi air dari sistem RWH dilakukan dengan metode F. J. Mock menggunakan debit andalan 50%. Dari studi ini diperoleh hasil bahwa pada 20 rumah di wilayah kota, sistem RWH berpotensi menghasilkan air sejumlah 3,168 liter/bulan sampai 31,825 liter/bulan. Adapun pada 20 rumah di wilayah desa, potensi air dari sistem RWH pada setiap rumah berkisar antara 15,090 liter/bulan sampai 33,952 liter/bulan. Potensi air tersebut dapat memenuhi seluruh kebutuhan air pada 20 rumah di desa dan 17 rumah di kota, serta dapat memenuhi 44% sampai 72% kebutuhan air pada 3 rumah di wilayah kota. Kata kunci: Rainwater harvesting, kebutuhan air, kesetimbangan air, kota, desa  Abstract Water has always become a vital resource that is needed by a human being. Rainwater may play an essential role as a domestic water supply by rainwater harvesting system. This study compares potential rainwater harvested at two locations considered an urban area with higher population density and a rural area with lower population density. The studied urban area and rural area are Desa Krajan Timur, Sumbersari and Desa Panduman, Jelbuk, respectively. Several data utilized in this study are location maps, precipitation data, and water needs data. Surveys are conducted by interviewing twenty residences in each urban and rural area to obtain water needs and water sources data. Water harvested potential was calculated using F J Mock method. The study results showed that rainwater harvesting system in 20 houses in the urban area could produce 3,168 liters/month until 31,825 liters/month of water. While the rainwater harvesting system in 20 houses in the rural area could produce 15,090 liters/month until 33,952 liters/month of water. The harvested water could fulfill all water needs in 20 houses in the rural area, 17 houses in the urban area, and 44% until 72% of water needs in 3 houses in the urban area. Keywords: Rainwater harvesting, water needs, water balance, urban area, rural area
SENSITIVITAS KELAYAKAN EKONOMI PADA RENCANA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAWE ALAS - PEDESI KABUPATEN ACEH TENGGARA PROVINSI ACEH Isya, M.; Sugiarto, Sugiarto; Harja, Jetno
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.411

Abstract

Abstrak Elemen-elemen dasar biaya dan  manfaat dalam analisis kelayakan proyek jarang diwakili oleh hanya satu nilai yang benar dan pasti. Dengan demikian hasil studi kelayakan ekonomi proyek juga bukanlah kepastian. Untuk itu perlu dilihat sejauh mana perubahan elemen biaya dan manfaat terhadap kelayakan ekonomi proyek. Cara sederhana untuk melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan analisis sensitivitas. Pada analisis sensitivitas kelayakan ekonomi ini dilihat sejauh mana perubahan tingkat kelayakan jika terjadi perubahan pada komponen biaya dan manfaat. Analisis sensitivitas pada kajian ini dilakukan pada rencana proyek pembangunan jembatan Lawe Alas - Pedesi di Kabupaten Aceh Tenggara Provinsi Aceh. Skenario sensitivitas yang dilakukan di sini mencoba melihat pengaruh pertambahan biaya dan berkurangnya manfaat terhadap kelayakan ekonomi proyek pembangunan jembatan tersebut. Dengan demikian tingkat resiko kelayakan ekonomi dapat diketahui. Kata kunci: Study kelayakan, kelayakan ekonomi, analisis sensitivitas   Abstract The basic elements of costs and benefits in a project feasibility analysis are not  represented by a single one as a definite value. Consequently, the results of the project's economic feasibility study are also uncertain. Based on that reason, it is necessary to see the influence of variability of the elements of costs and benefits to the economic feasibility of the project. A simple way to determine the feasibility variability  is by doing sensitivity analysis scenario. In this feasibility sensitivity analysis, the variability of costs and benefitsare done by increasing the cost and lowering the benefit. The sensitivity analysis in this study was applied to the new  Lawe Alas - Pedesi bridge construction project in Aceh Tenggara District Aceh Province. The sensitivity scenario done in order to determined the effect of increased costs and reduced benefits on the economic feasibility. Thus the level of risk of economic feasibility can be also determined. Keywords: feasibility study, economic feasibility, sensitivity analysis
STRUT AND TIE MODEL STRUKTUR BALOK TINGGI BERLUBANG Nazila, Kamila Shaomi; Priastiwi, Yulita Arni; Sukamta, Sukamta
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v11i1.362

Abstract

Abstrak Mendesain suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon dibutuhkan perencanaan yang ekonomis tanpa mengurangi kekuatan dan keindahan dari bangunan tersebut. Balok tinggi berlubang dengan material struktur beton digunakan untuk menghindari terjadinya sistem utilitas pada suatu bangunan tingkat tinggi dengan tidak menggunakan plafon. Balok tinggi berlubang ini ditinjau menggunakan metode Strut and Tie Model (STM). Untuk mengatasi permasalahan yang ada biasanya para perencana merancang daerah D (Disturbed Region) dengan menggunakan konsep pendetailan berdasarkan aliran gaya, sehingga metode strut and tie merupakan pendekatan yang sesuai untuk menganalisis struktur beton di daerah D. Program analisa struktur digunakan untuk melakukan analisis gaya dalam berupa momen dan geser pada struktur beton balok tinggi berlubang. Hasil analisis yang diperoleh pada struktur beton balok tinggi berlubang yaitu bahwa semakin dekat lubang balok dengan tumpuan maka nilai tulangan lentur akan lebih tinggi dan semakin bertambah pula tulangan gesernya. Kata kunci: Balok Tinggi Berlubang, Daerah D, Metode Strut and Tie  Abstract Designing a high rise building without using a ceilings requires an economical plan without reducing the strength and the art of the building. The deep beam with holes, which have the structure of concrete materials is need to be used to avoid the utility system in a high rise building without ceilings. This deep beam with holes is reviewed by the Strut and Tie Model (STM) method. To solve the existing problems, planners usually design the D region (Disturbed Region) use the concept of detail based on the flow of force. So the strut and tie method is an appropriate method to analyze the structure of concrete at D region (Disturbed Region). The program of analysis structure is used to analyze the internal forces, which are Moment and Shear, in the deep beams with holes' structure. The result of the analysis in the  deep beam concrete with holes is the more position of the hole is close to its pedestal, the value of the Flexural reinforcement will be more increase, and teh Shear reinforcement will be higher too. Keywords: Deep Beam Hollow, D Region, Strut and Tie Model

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue