cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Livestock and Animal Research
ISSN : 27215326     EISSN : 27217086     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Back Matter vol 13 no 2 th 2015 Chief, Editor in
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 13, No 2 (2015): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.411 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v13i2.26956

Abstract

The Effects of Temperature and Culture Medium Composition on Protein Recombinant JSU-pET Expression Indriawati Indriawati; Slamet Diah Volkandari; Endang Tri Margawati
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.074 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.30374

Abstract

There are several factors influencing the protein expression. The study was aimed to increase the yield of protein recombinant JSU-pET by applying combination of temperature and medium culture composition. This research was composed in a 2x2 factorial design with two level temperatures of 37oC and 25oC and 2 medium compositions of LB and mLB (modified). Escherichia coli bearing JSU-pET plasmid were grown in two applied media and incubated in two applied temperatures. The cells were harvested by centrifugation the pellets were then lysed. The lysed cells were centrifuged, the supernatant then purified by Ni-NTA Resin Agarose. The purified JSU protein recombinant was characterized and quantified by spectrophotometer. The Result showed that the JSU protein recombinant was successfully expressed on the right size (37kDa) in all treatments even though the JSU-pET showed sharper band in m LB at 37oC. Statistically the protein yield was not significant different (P>0.05), however culture temperature of 25oC showed higher yield (0.618±0.095 vs 0.704±0.094) than cultured at 37oC (0.598±0.137 vs 0.553±0.041), respectively either cultured in LB or mLB. This finding suggests that a lower culture temperature could increase protein yield both either in LB or modified LB.
Usaha Ternak Ayam Pedaging Sistem Kemitraan Pola Dagang Umum : Pemetaan Sumber Daya dan Model Pengembangan Amam Amam; Zaenal Fanani; Budi Hartono; Bambang Ali Nugroho
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.816 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.26892

Abstract

Kemitraan pola dagang umum ialah pelaksanaan kemitraan yang dilakukan dalam bentuk kerjasama pemasaran, penyediaan lokasi usaha, atau penerimaan pasokan dari usaha mikro, kecil, dan/atau menengah oleh usaha besar yang dilakukan secara terbuka. Tujuan penelitian ini yaitu mengevaluasi akses peternak ayam pedaging sistem kemitraan pola dagang umum dan menemukan model pengembangannya. Penelitian dilakukan pada bulan Januari-Juni 2018 di Kabupaten Malang, Jawa Timur. Responden adalah semua peternak ayam pedaging sistem kemitraan pola dagang umum dengan jumlah 126 orang. Data dianalisis menggunakan metode Structural Equation Model (SEM) dengan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian didapatkan evaluasi bahwa peternak ayam pedaging sistem kemitraan pola dagang umum mempunyai akses terhadap sumber daya finansial, teknologi, fisik, ekonomi, lingkungan, dan sosial. Sumber daya tersebut bersama dengan SDM peternak berpengaruh terhadap pengembangan usaha ternak sebesar 51,6%. Kesimpulan penelitian yaitu pengembangan usaha ternak ayam pedaging sistem kemitraan pola dagang umum harus memperhatikan akses peternak terhadap sumber daya fisik, sumber daya ekonomi, dan sumber daya sosial.
Komposisi Kimia, Karakteristik Fisik, dan Organoleptik Sosis Ayam dengan Penambahan Karagenan dan Enzim Transglutaminase Arif Ismanto; Dominikus Pandego Lestyanto; Muh Ichsan Haris; Yuny Erwanto
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.485 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.27974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dan transglutaminase terhadap komposisi kimia, kualitas fisik, dan karekteristik organoleptik sosis ayam. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalan rancangan RAL (Rancangan Acak Lengkap) terdiri dari 4 perlakuan yaitu P0 (sosis dengan penambahan karagenan 3 % dan tanpa penambahan transglutaminase), P1 (sosis + karagenan 3 % + transglutaminase 2 ml), P2 (sosis + karagenan 3 % + transglutaminase 3 ml) dan P3 (sosis + karagenan 3 % + transglutaminase 4 ml) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 ulangan. Variabel yang diamati komposisi kimia (kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar abu), kualitas fisik (pH, susut masak dan Daya Ikat Air) dan kualitas organoleptik (warna, aroma, tekstur dan rasa). Data komposisi kimia dan kualitas fisik dianalisis menggunakan ANOVA, dan diuji lanjut menggunakan Least Significant Different (LSD). Data kualitas organoleptik dianalisis menggunakan Uji Sensoris Kruskal dan Wallis. Hasil penelitian menunjukkan sosis daging ayam dengan penambahan karagenan dan transglutaminase pada level yang berbeda mempengaruhi kadar air, kadar protein, dan kadar lemak, kadar abu. Sosis daging ayam dengan penambahan karagenan dan transglutaminase pada level yang berbeda berpengaruh pada nilai pH, susut masak, dan daya ikat air Sosis daging ayam dengan penambahan karagenan dan transglutaminase pada level yang berbeda memberikan pengaruh pada kesukaan panelis pada  semua parameter (warna, hedonic aroma, hedonic tekstur, rasa) tetapi tidak mempengaruhi penilaian panelis pada mutu hedoniknya. Penambahan transglutaminase sampai dengan 3 ml menyebabkan terjadinya penurunan kualitas kimia tetapi meningkatkan kesukaan panelis pada parameter rasa.
Pengaruh Pemberian Limbah Penetasan Yang Diolah Dengan Mineral Pengikat Bentonite Terhadap Performans Produksi Ayam Kampung Super Bambang Sulistyanto; Sri Sumarsih; Cahya Setya Utama
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 1 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.382 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i1.25656

Abstract

Pengolahan limbah penetasan dengan bentonite menujukkan kelayakan dan keamanan secara kimia maupun mikrobiologisnya sebagai sumber pakan alternatif. Untuk melengkapi dasar kajian pemanfaatan limbah penetasan terolah sebagai bahan pakan alternative ternak lokal, penelitian ini dilakukan. Penelitian dilaksanakan dengan  rancangan acak lengkap pola faktorial 2 x 4 x 2, faktor pertaman adalah mineral pengikat bentonite 3 dan 4%, level penggunaan limbah penetasan terolah 0,10, 20 dan 30% sebagai faktor ke dua dan umur ayam 2  dan 4 minggu sebagai faktor ke tiga, masing-masing diulang 3 kali dengan 5 unit percobaan setiap ulangan. Hasil penelitian meninjukkan, penggunaan bentonite 4 % dalam pengolahan limbah penetasan dan aras penggunaan limbah penetasan dalam ransum, tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ayam (P>0.05). Pengaruh nyata penggunaan bentonite, maupun aras penggunaan limbah penetasan terolah mampak nyata ketika berinteraksi dengan umur ayam (p<0.05). Rata-rata bobot badan dan pertambahan bobot harian tertinggi pada ransum kontrol pada semua umur, dan terendah pada ransum dengan 30% limbah penetasan yang diolah dengan bentonite 4%. Hal yang sama diperlihatkan pada nilai konversi pakan, nilai tertinggi dicapai pada ayam umur 4 minggu dengan ransum 30% limbah penetasan yang diolah dengan bentonite 4%. Disimpulkan bahwa hasil pengolahan limbah penetasan dengan 4% bentonite layak digunakan pada ayam umur lebih dari 2 minggu, dan penggunaan limbah penetasan terolah dalam ransum tidak lebih dari 20%.
Model Pendugaan Total Digestible Nutrient (TDN) pada Hijauan Pakan Tropis menggunakan Komposisi Nutrien Andi Sukma Indah; Idat Galih Permana; Despal Despal
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.323 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.35684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara total digestible nutrient (TDN) dengan komposisi nutrien hijauan (rumput dan legum) dan untuk menentukan prediksi persamaan TDN yang menunjukkan kualitas hijauan pakan tropis. Komposisi nutrien berasal dari data hasil penelitian yang telah dipublikasikan yang terdiri dari 52 hijauan (29 rumput (R) dan 23 legum (L)) meliputi kadar abu, protein kasar (PK), lemak kasar (LK), serat kasar (SK), bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), neutral detergent fiber (NDF), acid detergent fiber (ADF), hemiselulosa, selulosa dan TDN (%BK) digunakan dalam penelitian ini. Data yang diperoleh dianalisis dengan Korelasi Pearson dan regresi linier berganda untuk menentukan model pendugaan TDN. Model dengan koefisien determinasi dan probabilitas paling tinggi akan divalidasi dengan menggunakan mean absolute deviation (MAD), root mean square error (RMSE), mean absolute percentage error (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi nutrien dapat digunakan untuk menentukan TDN pada hijauan tropis yaitu pada rumput dan legum. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai MAD, RMSE dan MAPE yang lebih rendah dibandingkan dengan rumus TDN lain. Model pendugaan TDN yang diperoleh yaitu TDNR+L = 49,866 – 3,488 Abu + 0,112 Abu*PK + 0,056 Abu*BETN; TDNR = 49,875 + 0,031 Abu*PK; dan TDNL = 15,212 + 5,084 LK + 0,070 Abu*BETN. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa model pendugaan TDN dapat diestimasi secara akurat dari komposisi nutrien sehingga dapat digunakan untuk merepresentasikan TDN berdasarkan basis data hijauan tropis. Model pendugaan TDN yang dapat digunakan yaitu TDNR+L dan TDNL.
Sequence Variations of CCAAT/Enhancer Binding Protein α (C/EBPα) gene encoding meat quality in local and exotic cattle breeds Endang Tri Margawati; Hajar Indra Wardhana; Nani Radiastuti; Slamet Diah Volkandari
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.604 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.30124

Abstract

Gene of C/EBPα is a gene associated with lipid composition and distribution, the gene therefore contributes in enhancing of meat quality. There is no information of sequence variations of C/EBPα gene investigation in local and exotic beef cattle in Indonesia. This research was aimed to detect the presence of sequence variations of C/EBPα gene in local beef and exotic cattle. Twelve samples were used in this study such as Bali cattle (2), Ongole grade (2), Pasundan (2), Friesian Holstein (1), Angus (1), Simmental (2), Limousin (1) and Banteng (1). Several steps of the research were DNA extraction and quantification, amplification (PCR), electrophoresis, sequencing and sequence analysis of C/EBPα gene. DNA was collected either from blood or hair bulbs.  Determination of homolog bases of C/EBPα gene was based on BLAST result while base sequence variation was analyzed by using MEGA 6. The result showed that all cattle samples were confirmed bearing the C/EBPα gene that amplified along of 1,339 bp. and annealing temperature of 54°C. It was obtained three nucleotide variations at the position of 870 (G→A), 931 (A→G) and 1196 (G→A) only found in Bali cattle and Banteng, but there were no nucleotide variations in the local beef cattle, exotic cattle and the sequence reference of Bos taurus (Japanese Black/Acc No. DQ068270.1; Hanwoo/Acc No. D82984.1; Qinchuan/Acc No. NM_176784.2). Those nucleotide variations caused changing of amino acid of Alanine to Threonine at 931 and Asparagine to Serine at 1196. Mutation at position 271 changed nucleotide Cytosine to Adenine (C271A) that found in PO and Simmental cattle. Further research is needed to confirm the changing of amino acid of C/EBPα gene in Bali cattle might affect to meat quality.
Penggunaan Dekok Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Sebagai Bahan Teat Dipping Terhadap Persentase Penurunan California Mastitis Test Dan Total Plate Count Air Susu Sapi Nilawati Widjaja; Hilman Permana; Tedi Akhdiat; Egi Giantara
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 2 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.852 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i2.22224

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan dekok daun kersen sebagai bahan teat dipping terhadap persentase penurunan california mastitis test dan total plate count  pada air susu sapi yang paling efektif. Model penelitian ini adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu, perlakuan teat dipping tanpa menggunakan dekok daun kersen (K0), perlakuan teat dipping menggunakan dekok kersen dosis 45% (K1), perlakuan teat dipping menggunakan dekok daun kersen 50 % (K2), dan perlakuan teat dipping menggunakan dekok daun kersen 55% (K3). Setiap perlakuan diulang 6 kali. Peubah yang diamati yaitu persentase penurunan california mastitis test (CMT) dan uji total plate count  air susu sapi. Data yang diperoleh di analisis menggunakan sidik ragam, apabila terdapat pengaruh perlakuan di lanjutkan uji jarak berganda   duncan’s. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunan dekok daun kersen berpengaruh terhadap persentase penurunan  california mastitis test  dan jumlah bakteri  susu pada uji total plate count, penggunaan dekok daun kersen dosis 55% menunjukkan hasil yang paling efektif dibandingkan dengan perlakuan lainya.    Kata Kunci: Dekok Daun Kersen, Teat Dipping, CMT dan TPC
Sains Peternakan Vol. 18 (1) Maret 2020 Front Matter Chief Editor
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 18, No 1 (2020): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.542 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v18i1.40470

Abstract

Kualitas Fisik Telur Itik Tegal yang Dipelihara Menggunakan Sistem Pemeliharaan Intensif dan Semi Intensif di KTT Bulusari Kabupaten Pemalang Ananda Nicola Haryanto; Warsono Sarengat; Dwi Sunarti
Sains Peternakan: Jurnal Penelitian Ilmu Peternakan Vol 17, No 1 (2019): Sains Peternakan
Publisher : Universitas Sebelas Maret (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.879 KB) | DOI: 10.20961/sainspet.v17i1.25984

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sistem pemeliharaan semi intensif dan intensif terhadap kualitas fisik telur seperti berat telur, berat kerabang, tebal kerabang, warna kuning telur, indeks kuning telur, indeks putih telur dan indeks haugh.  Penelitian ini menggunakan Itik Tegal berumur 36 - 48 minggu yang diberi pakan dengan komposisi ransum dari peternak rakyat.  Data yang diperoleh kemudian dibandingkan rata-ratanya dengan menggunakan uji Mann-Whitney.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik yang dipelihara menggunakan sistem pemeliharaan semi intensif menghasilkan telur dengan kualitas fisik yang lebih baik dibandingkan dengan itik yang dipelihara menggunakan sistem pemeliharaan intensif.  Berat telur, berat kerabang, ketebalan kerabang, indeks putih telur dan indeks haugh memberikan kualitas yang sama antara sistem pemeliharaan intensif dengan semi intensif.